Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 655. Peledakan Kristal Inti


__ADS_3

Lin Mei mengayunkan tangannya, dan Api Phoenix langsung menutupi seluruh tubuh Naga Ular Hijau.


Kehendak pemusnah meraung di dalam Api Phoenix dan membakar dengan cepat tubuh Naga Ular Hijau. Badan ular itu perlahan mulai hancur dan berubah menjadi debu.


"Arghhh!!!! Manusia!!!!! MATIIIII!!!!"


Saat tubuhnya sudah hampir hancur sepenuhnya, Naga Ular Hijau itu meraung dengan putus asa dan asap hijau dilepaskan dari mulutnya. Ini adalah asap yang sama dengan yang pemimpin dari Naga Ular Hijau lepaskan ketika bertarung dengan Kambing Petapa. Kekuatan racunnya sangat hebat dan memiliki kehendak pemusnah di dalamnya, sama seperti Api Phoenix milik Lin Mei. Segala yang terkena olehnya akan langsung menjadi layu hingga hancur menjadi debu.


Dahi Lin Mei mengerut melihat ini. Dia ingin mundur dan menghindarinya, namun jarak antara dirinya dan ular itu hanya terpisah dua puluh meter saja, sehingga kecepatan asap hijau mencapai tempatnya hanya dengan beberapa detik saja.


Ketika dia berada dalam situasi genting, sebuah ingatan enam bulan lalu terlintas di dalam kepalanya. Itu saat Weng Ying Luan dengan nekatnya memasukkan jarinya ke dalam Api Phoenix miliknya. Dia mengingat saat darah Weng Ying Luan yang mengandung racun langsung dimurnikan dan racun di dalamnya menghilang sepenuhnya. Semua ini karena Api Phoenix Penyembuh. Api Phoenix Penyembuh juga memiliki kehendak pemusnahan di dalamnya, namun bukan dengan tujuan memusnahkan target yang terbakar olehnya, melainkan segala hal-hal negatif yang merusak dalam tubuh. Racun adalah salah satu contoh dari hal negatif yang merusak tubuh dan akan dimusnahkan.


Namun seberapa cepat racun itu dimusnahkan, itu semua tergantung kontrol dirinya terhadap kekuatan pemusnahan di dalam Api Phoenix Penyembuh. Selama enam bulan ini, Lin Mei belum mendapatkan kesempatan untuk melatihnya dan tidak tahu apakah kehendak pemusnah di dalam Api Phoenix Penyembuh cukup kuat untuk memusnahkan racun yang dilepaskan oleh Naga Ular Hijau.


Lin Mei menarik napasnya dengan dingin. Dia tidak punya solusi lain dalam situasi genting seperti ini. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah mempertaruhkan Api Phoenix Penyembuh miliknya.


"Ghh......" Sambil menahan napasnya, dia mengendalikan kobaran api berwarna merah yang dengan cepat menelan racun berbentuk asap hijau. Suara berdesir terdengar saat api mengenai racun asap. Racun itu seperti menguap karena terbakar oleh Api Phoenix Penyembuh milik Lin Mei. Namun kecepatan racun asap itu terlalu cepat, Api Phoenix Penyembuh miliknya tidak memiliki waktu yang cukup untuk menghancurkan semuanya.


"Tidak......aku masih memiliki kekuatan kehendak pemusnah lainnya!"


Bulu Phoenix keluar dari dahi Lin Mei. Bulu itu melayang di telapak tangannya saat racun asap mencapainya. Asap itu akan menerpa wajahnya, namun sebelum benar-benar terjadi, bulu Phoenix di tangan Lin Mei mengeluarkan gelombang cahaya kemerahan yang mengenai asap dan menghancurkannya begitu saja.


Hati Lin Mei menjadi lega karenanya, tidak diduga bahwa ini akan berhasil.


"GAAAHHH!!!!! AKU TIDAK BISA MENERIMA INI!!!!"


Naga Ular Hijau menjerit menyedihkan di dalam Api Phoenix Pemusnah. Hanya kepalanya saja yang tersisa saat ini, namun kesadarannya sejelas saat dia berada dalam kondisi normal.


"Kau.....Kau......aku akan membawamu mati bersama ku!!!"

__ADS_1


Tanpa diduga, sebuah kristal hijau mencuat keluar dari tengah-tengah dahi Naga Ular Hijau. Itu adalah kristal yang mengandung Kekuatan Jiwa dalam jumlah besar, juga bisa terlihat beberapa asap hijau yang dikeluarkan olehnya.


Ini adalah sumber racun asap milik Naga Ular Hijau! Ini juga adalah kristalisasi dari Kekuatan Jiwa miliknya yang menjadi sumber dari Kekuatan Jiwa nya.


"Kau yang memaksa ku! Mari kita mati bersama!!!!"


Saat kristal hijau itu akhirnya keluar sepenuhnya dari dalam kepala Naga Ular Hijau, kristal itu mengeluarkan cahaya hijau terang. Kekuatan hidup Naga Ular Hijau langsung terkuras habis dan akhirnya kepalanya yang tersisa ikut terbakar dan menjadi debu, menyisakan kristal hijau itu sebagai satu-satunya yang tersisa dari dirinya.


Mata Lin Mei menatap kristal hijau itu untuk sesaat. Dirinya langsung mendapatkan firasat buruk hanya dengan melihatnya. Terutama cahaya hijau yang terus bertambah terang.


Pupil matanya mengecil ketika melihat retakan dari kristal hijau tercipta dan cahaya yang lebih banyak bersinar keluar.


"Cacing sialan, dia benar-benar meledakkan Kristal Inti miliknya!"


Lin Mei buru-buru menarik kembali Domainnya dan hendak melesat pergi dari tempatnya saat ini. Sayangnya, dia sudah sangat terlambat.


Semua binatang buas yang sedang bertempur terkejut dengan ledakan itu. Ledakan tersebut mungkin tidak sebesar ledakan yang terjadi karena pertemuan serangan Kambing Petapa dan Naga Ular Hijau, namun cahaya hijau yang menyilaukan yang menjadi pusat ledakan telah menarik perhatian semua orang.


"Peledakan Kristal Inti, anak itu benar-benar melakukannya......."


Naga Ular Hijau yang bertarung dengan Kambing Petapa tertegun menyaksikan ledakan itu. Itu adalah peledakan yang dilakukan oleh putranya yang telah ditetapkan sebagai pewarisnya. Menyaksikan ledakan bunuh diri yang dilakukan oleh putranya sendiri, bagaimanapun merupakan pukulan berat bagi seorang ayah.


"Sialan! Phoenix!"


Kambing Petapa terkejut karena Lin Mei terkena ledakan itu. Meski dia tidak terlalu mau mendengarkan perintah dari Lin Mei, namun dia tetap menghormatinya sebagai keturunan orang yang telah membantunya di masa lalu.


Kambing Petapa hendak menarik diri dari pertarungannya dengan Naga Ular Hijau dan menyelamatkan Lin Mei. Akan tetapi Naga Ular Hijau dengan cepat menghadangnya.


"Putraku telah mengorbankan dirinya untuk membunuh gadis manusia itu. Aku akan membantunya dalam mewujudkan keinginan terakhirnya. Tidak akan ku biarkan kamu menyelamatkan gadis manusia itu," katanya dengan dingin.

__ADS_1


Mata Naga Ular Hijau bercahaya hijau. Sebuah bayangan aura kehijauan muncul di belakang tubuhnya. Ini adalah sosok dari seekor Naga Ular Hijau lainnya, namun dengan tubuh yang jauh lebih besar dari Naga Ular Hijau yang berhadapan dengan Kambing Petapa.


Hanya kepala Naga Ular Hijau saja yang bisa terlihat jelas dari aura itu. Namun kepala tersebut sudah cukup besar untuk menyamai panjang tubuh Naga Ular Hijau itu sendiri.


"Dengan kekuatan leluhur Naga Ular Hijau, aku memanggil kehendak leluhur. Segel wilayah ledakan ini dan jangan biarkan siapapun masuk ke dalamnya untuk menyelamatkan gadis manusia di dalamnya!" instruksi Naga Ular Hijau.


Kepala Naga Ular Hijau yang terbentuk dari aura itu menoleh ke arah ledakan di mana Lin Mei berada. Kemudian, lapisan kehijauan tercipta di sekeliling ledakan, menyegel ledakan itu agar tidak bisa dimasuki oleh orang lain.


Mata Kambing Petapa memantulkan cahaya kehijauan dari segel yang dibuat oleh Naga Ular Hijau. "Bajingan kau, naga lumut!" serunya.


"Kita binatang buas telah lama belajar tentang hukum rimba sejak awal kita dilahirkan ke dunia ini. Jika gadis itu memang bisa menahan ledakan ini dan masih tetap hidup, maka itu adalah takdirnya. Namun, jika dia tidak selamat, maka aku akan membuat kalian semua ikut bersama-sama dengan putraku dalam kematian."


Saat segel tercipta, aura yang membentuk kepala Naga Ular Hijau raksasa perlahan menghilang di udara dan terhisap kembali ke dalam tubuh Naga Ular Hijau.


Kambing Petapa menghentakkan kaki kanan depannya. Dia ingin pergi dan menyelamatkan Lin Mei, namun dia tidak bisa karena dihalangi oleh Naga Ular Hijau. Meski kekuatan keduanya terpaut agak jauh, namun Kambing Petapa telah secara mengejutkan bisa mengimbangi setiap serangan yang diberikan oleh Naga Ular Hijau.


Namun, bukan berarti dia bisa seenaknya pergi dari pertarungan. Naga Ular Hijau tidak akan membiarkannya.


"Kau ular jelek, beraninya kau menyegel teman ku dalam kentut putramu?!" seru Kambing Petapa.


Dari arah lain, Weng Ying Luan terlihat melesat terbang ke arah ledakan yang bergejolak terus menerus tanpa menunjukkan tanda-tanda akan menghilang.


Kedua tangannya bercahaya saat dia mengaktifkan Sarung Tangan Pencuri Langit dan menghisap Qi dan Tenaga Dalam alam di sekitarnya dengan kecepatan yang luar biasa. Dia mengarahkan keduanya pada segel yang menghalangi jalan untuk masuk ke dalam ledakan.


Pusaran besar seperti mulut tanpa dasar mengisap dengan kuat. Segel itu sedikit bergetar, namun tidak menunjukkan reaksi lebih dari itu.


Weng Ying Luan mendecakkan lidahnya. Dia hendak melepaskan ledakan Qi di dalam sarung tangannya untuk meledakkan segel itu, namun ledakan cahaya di dalam segel mulai memudar dan menghilang.


Ketika ledakan menghilang sepenuhnya, hanya tersisa satu sosok di dalamnya yang tidak lain adalah Lin Mei. Namun, Lin Mei tampak berbeda dari sebelumnya. Topeng yang selama ini menutupi wajahnya menghilang dan menunjukkan paras sesungguhnya dari seorang Lin Mei.

__ADS_1


__ADS_2