Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 622. Kekuatan Sarung Tangan (II)


__ADS_3

Semua orang di gunung berapi yang menjadi tempat kediaman Keluarga Lin menatap ke langit dengan tatapan bingung sekaligus kagum.


Bahkan orang-orang di sekitar danau lava bisa melihat dengan jelas cahaya putih di atas gunung berapi. Pemandangan itu sangat indah dan membuat banyak orang yang melihatnya merasa seperti Dewa sedang turun dari atas langit.


Tentu saja, mereka tidak akan pernah menduga bahwa cahaya putih terang di atas langit tersebut, berasal dari sebuah sarung tangan yang sedang diuji coba oleh pemiliknya.


Lin Nushen sedang berdiri di jendela dan menatap ke arah langit. Dahinya mengernyit dan dia tiba-tiba mendapatkan firasat buruk.


"Bocah sialan, jika kau mau kabur dari tempat ini, maka lakukan saja! Tidak perlu membuat keributan sebesar ini! Kau sedang menggali kuburmu sendiri, dasar bodoh!" Lin Nushen mulai mengutuk.


Selama satu bulan Weng Lou dan kelompoknya tinggal di sini, Lin Nushen sudah mendapatkan beberapa laporan mengenai tertangkapnya beberapa orang mata-mata di seluruh kota.


Bahkan, dia telah menerima laporan, ada tiga orang mata-mata yang berasal dari tiga Keluarga Besar lainnya yang telah menyelinap masuk ke bagian dalam dari kediaman Keluarga Lin.


Sebuah peristiwa sederhana seperti penyusupan sebulan lalu telah menyebabkan banyaknya mata-mata yang mencoba mencaritahu, sekarang dengan peristiwa besar seperti ini, akan mustahil menutup-nutupinya dari telinga para Keluarga Besar.


"Ck...... satu-satunya kesempatan adalah membiarkan mereka pergi dari sini, sebelum ada yang menyadarinya. Tapi jika ada yang tanpa sengaja mendapati mereka, masalahnya tidak akan sesederhana itu." Lin Nushen tampak sakit kepala.


Dia kemudian menjentikkan jarinya, dan segera kesebelas pengawal di ranah Penguasaan Jiwa muncul di belakangnya. Mereka semua berlutut sambil menundukkan kepala.


""Perintahmu, Kepala Keluarga,"" ucap mereka bersebelas.


"Pergi dan amati dari jauh apa yang dilakukan oleh bocah-bocah itu. Tidak perlu menghentikan apa yang hendak mereka lakukan. Cukup pastikan, tidak ada tikus yang mengendus mereka," perintah Lin Nushen dengan suara dingin.


""Kami mengerti.""


Setelah mengatakan itu, mereka kembali menghilang dan kali ini muncul di sebelas lokasi yang berbeda di antara istana tempat tinggal kelompok Weng Lou.


Beberapa tampak berjaga-jaga, beberapa lainnya mulai bergerak ke beberapa titik dan memeriksa semua orang yang tampak mencurigakan di mata mereka.


Satu demi satu mata-mata ditemukan dan ditangkap. Jika mereka tidak melawan, maka mereka paling banyak hanya mendapatkan beberapa pukulan ringan yang membuat mereka kehilangan kesadaran, namun jika mereka melawan maka kematian yang menanti mereka.


Ini adalah wilayah Keluarga Lin, terlebih lagi ini merupakan pusat kekuasaan mereka. Orang-orang hidup dengan mematuhi aturan mereka, semua orang tau itu.

__ADS_1


"Di sini sudah selesai," ucap salah satu dari kesebelas Penguasa Jiwa tersebut.


"Di sini juga sudah bersih."


"Di sini juga."


"Juga di sini."


Tanpa diduga, jumlah mata-mata yang mereka temukan begitu banyak hingga membuat dahi mereka mengernyit.


Untungnya, tidak ada yang sekuat Penguasa Jiwa diantara mata-mata itu, sehingga mereka bisa menyelesaikannya dengan cepat.


Setelah selesai membereskan mata-mata, mereka pun mulai mengawasi Weng Lou dan Weng Ying Luan dari jauh.


Mereka bisa melihat seorang pemuda yang berdiri di tengah-tengah taman di atas istana sedang mengangkat tangannya ke atas. Dia tidak lain adalah Weng Ying Luan. Saat ini ledakan cahaya di langit masih belum menunjukkan tanda-tanda akan meredup, justru ledakannya sepertinya akan semakin membesar dan akan menutupi seluruh Kediaman Keluarga Lin.


Tidak jauh dari pemuda itu, ada dua orang lain berdiri tidak jauh darinya, yang tidak lain adalah Weng Lou dan Du Zhe.


Tapi dia paham dengan baik, penyebab Weng Ying Luan agak kesulitan mengendalikan Qi yang dilepaskannya itu, adalah karena batasan pada sarung tangannya.


Mungkin bagi sebagian besar orang, hal tersebut tidaklah terlalu penting, tapi bagi orang-orang seperti Weng Ying Luan, hal ini sangatlah penting.


Terlebih Weng Ying Luan sedang mengendalikan Qi yang dihisap oleh Sarung Tangan Pencuri Langit nya dari lingkungan sekitar, sehingga membuatnya belum benar-benar menjadi miliknya.


Satu kesalahan saja, maka Qi dalam jumlah besar itu akan langsung meledak begitu saja. Ledakan yang dihasilkan akan dengan mudah meratakan gunung berapi tempat mereka berada saat ini.


Weng Lou tidak tau apakah akan bisa selamat dari sebuah ledakan seperti itu, bahkan dengan kemampuan regenerasi tubuhnya.


Yang jelas, jika hal seperti itu, terjadi maka hal pertama yang akan dia lakukan adalah menggunakan Samsara, dan membawa pergi Du Zhe dari sini.


"Hei, hei, apa kau ingin membunuh kita semua di sini?" tanya Weng Lou. Sebelah alisnya terangkat menyaksikan besarnya ledakan tersebut tampak terus bertambah besar.


Weng Ying Luan tidak menjawab sama sekali. Wajahnya benar-benar serius, dia sedang fokus pada Qi yang telah dia masukkan ke dalam bola Qi yang sebelumnya. Keheningan terjadi untuk beberapa saat. Angin hasil dari ledakan sudah sampai ke permukaan dan mulai menerpa semua orang.

__ADS_1


Namun angin itu tidak terlalu kencang, hanya seperti sebuah hembusan angin sebelum hujan.


Pada saat inilah, tiba-tiba cahaya aneh bersinar di mata Weng Ying Luan.


Dia melakukan gerakan menggenggam, dan kemudian ledakan di atas langit tiba-tiba berhenti membesar. Bahkan, terlihat tanda-tanda ledakannya mulai menyusut dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata telanjang.


"Fokuskan ledakan, buat menjadi ledakan itu terfokus di satu titik. Lalu kemudian, lepaskan pada satu waktu." Weng Ying Luan dipenuhi dengan tekad.


Dia menggertakkan giginya, dan kemudian ledakan besar itu benar-benar berubah mengecil dengan hanya diameter lima meter.


Namun, Weng Ying Luan tidak berhenti sampai di situ. Tangannya yang terkepal kembali membuka, dan akhirnya ledakan sesungguhnya dilepaskan.


Deru memenuhi udara, ketika ledakan memenuhi seluruh langit di atas danau lahar.


Begitu ledakan menghilang, awan-awan di langit menghilang, dan memperlihatkan langit sore hari yang jingga dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip di atas langit.


Pemandangan itu benar-benar membuat semua orang yang menyaksikan merasa terkejut setengah mati. Mereka berpikir bahwa ledakan sebelumnya akan mencapai mereka, tapi sebelum benar-benar terjadi ledakan itu mengecil yang membuat hati mereka menjadi tenang. Tapi yang terjadi selanjutnya adalah sebuah ledakan besar kembali terjadi, bahkan jauh lebih besar.


Untungnya, ledakan itu tidak mencapai tanah dan hanya di langit. Hal ini membuat banyak orang bernapas lega.


*Plak plak plak....."


Weng Lou memberikan tepuk tangannya. Dia puas dengan sarung tangan yang telah dibuatnya itu.


Jika saja dia masih bisa menggunakan Qi, maka dia hanya akan memberikan salah satu sarung tangan saja, sedangkan yang lain akan dia simpan untuknya sendiri.


Praktisi Beladiri yang melatih Qi mereka akan sangat membutuhkan senjata yang bisa menjadi penyimpanan Qi mereka seperti Sarung Tangan Pencuri Langit. Dengan sepasang senjata seperti itu, orang-orang tidak perlu takut kekurangan Qi. Mereka bisa menggunakan sarung tangan itu untuk terus menyerap Qi di lingkungan sekitar jika mereka kekurangan Qi.


Weng Lou tidak terlalu peduli masalah kemampuan menyimpan Qi. Yang dia suka dari sarung tangan itu adalah kemampuan pelepasan Qi nya. Orang sepertinya yang bisa dengan sangat mudah mengendalikan Qi dalam jumlah besar sekalipun akan benar-benar tak terkalahkan jika menggunakan Sarung Tangan Pencuri Langit.


"Untuk sebuah Senjata Semi-Langit, aku cukup puas dengan senjata buatan ku ini. Lain kali jika ada kesempatan, aku akan mencoba membuat senjata yang bisa menyimpan Kekuatan Jiwa juga. Orang-orang di ranah Penguasaan Jiwa bisa aku kalahkan dengan mudah jika memiliki sebuah senjata seperti itu," ungkap Weng Lou.


Sarung Tangan Pencuri Langit adalah Senjata Semi-Langit. Itu adalah tingkatan yang dia buat sendiri. Hal ini karena dia belum pernah membuat Senjata Langit sebelumnya, namun dia percaya bahwa Sarung Tangan Pencuri Langit berada di tingkat yang lebih daripada Senjata Spiritual manapun.

__ADS_1


__ADS_2