Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 477. Mengalahnya Weng Baohu Zhe


__ADS_3

Weng Hua terdiam menatap Pisau Pencabut Nyawa yang ada di dekatnya.


Dalam kondisi tubuh yang masih tertusuk oleh duri logam, Weng Hua menoleh ke arah tempat duduk para peserta dan melihat sosok Weng Lou yang bangkit berdiri dari tempatnya.


"Menyerah lah, jangan lanjutkan pertarungan ini."


Tiba-tiba dari dalam kepalanya muncul suara Weng Lou dan dia pun terkejut bukan main. Jika Weng Lou bisa berbicara langsung di dalam kepalanya, itu berarti dia harusnya paling tidak sudah berada di ranah Penyatuan Jiwa.


Tapi Weng Hua saat ini tidak mau memikirkan hal itu lebih jauh, dan dengan cepat membalas perkataan Weng Lou.


"Aku masih bisa bertarung," balasnya dengan suara yakin.


"Hentikan itu, kau tidak usah berbohong. Kondisi mu saat ini sudah menggambarkan dengan jelas bahwa kau sudah tidak bisa bertarung lagi," ucap Weng Lou dengan sedikit menekan nada bicaranya.


Mulut Weng Hua terbuka, dan dia tidak bisa berkata-kata lagi. Dia pun menggigit bibir bawahnya dan segera mengadah ke atas langit, dimana Zu Zhang masih terlihat melayang di atas udara.


"Aku menyerah!!" seru Weng Hua pada Zu Zhang.


Zu Zhang yang mendengarnya tidak merespon sama sekali, melainkan sibuk menatap Pisau Pencabut Nyawa yang melayang di dekat Weng Hua selama beberapa saat.


Karena melihat tidak ada jawaban dari Zu Zhang, Ying She pun segera bergerak dari tempatnya dan segera menarik keluar salah satu duri logam yang ada di tanah dan membawanya bersamanya.


Dia bergerak cepat ke arah Weng Hua lalu kemudian melompat tinggi ke atas arena, dan melemparkan duri logam itu sekuat tenaga ke arah Weng Hua.


"Ok, cukup. Hentikan."


Duri logam yang bergerak ke arah Weng Hua mendadak berhenti bergerak di udara, dan terlihat Zu Zhang mulai bergerak turun dan melayang di dekat Weng Hua.


Dia menyentuh salah satu duri logam milik Ying She dan detik berikutnya semua duri logam yang ada pun hancur berkeping-keping menjadi titik-titik cahaya yang tidak lain adalah Qi. Qi itu pun bergerak masuk ke dalam tubuh Ying She.


Sosok Weng Hua yang terlepas dari duri logam milik Ying She pun langsung bergerak jatuh, tapi segera ditangkap oleh Zu Zhang.


"Peserta Weng Hua telah menyatakan bahwa dia menyerah! Pemenang pertarungan ketiga ini adalah peserta Ying She!" seru Zu Zhang kepada semua orang yang ada di bangunan Arena Pertandingan.


Mereka semua tampak tidak ada satupun yang kecewa atau lainnya karena mereka bisa memahami bahwa Weng Hua pasti telah mengetahui batasannya dan mustahil dia bisa memenangkan pertarungan ini.


Di sisi lain, Ying She yang mendengar seruan Zu Zhang pun mendecakan lidahnya, lalu segera pergi kembali ke tempat duduknya.


Weng Hua yang berada di gendong Zu Zhang pun menghela napasnya dan menoleh ke arah Weng Lou berada.


"Kumohon....jangan sampai kalah darinya," ucap Weng Hua di dalam pikirannya.


"Tenang saja, aku tidak akan melepaskan bajingan itu begitu saja setelah melukai teman-teman ku," balas Weng Lou dengan suara serius.

__ADS_1


Sosok Weng Hua kemudian menghilang dari arena, dan dia pun berpindah ke ruang perawatan dimana terlihat peserta-peserta sebelumnya sedang dirawat oleh beberapa orang yang sepertinya merupakan perawat yang ditugaskan untuk menyembuhkan para peserta Turnamen Beladiri Bebas ini.


Weng Hua saat ini sedang duduk di sebuah tempat tidur kosong yang berada di tengah ruang perawatan. Kemunculannya yang tiba-tiba itu segera disambut oleh seorang wanita muda yang merupakan salah satu orang yang bertugas merawat para peserta yang terluka.


"Astaga! Bagaimana bisa seorang gadis cantik seperti mu ini mendapat kan luka seperti ini?!"


Wanita itu berseru kaget melihat luka-luka pada kedua tangan dan kaki Weng Hua yang tertusuk oleh duri-duri logam ciptaan Ying She sebelumnya.


"Hm? Ah, ini karena aku yang ceroboh," ucap Weng Hua yang membalas perkataan wanita itu.


"Omong kosong macam apa itu? Kawanmu adalah seorang pemuda bukan? Dia harusnya tau bagaimana cara memperlakukan seorang gadis secantik dirimu ini dengan jauh lebih baik lagi!" Wanita itu malah terlihat marah mendengar jawaban dari Weng Hua.


Weng Hua tak bisa berkata-kata lagi, dia hanya diam dan mendengar ocehan-ocehan tidak jelas dari wanita muda yang ada di hadapannya saat ini.


"Lou.....kuharap kau bisa menenangkan turnamen ini," ucap Weng Hua dalam hatinya.


***


Kembali di arena, terlihat lapangan arena telah selesai diperbaiki dan kembali seperti sebelumnya.


Di atas lapangan, sosok Zu Zhang kembali menjentikkan jarinya dan dua nama peserta yang bertarung selanjutnya pun muncul di atas lapangan.


Ying Luan, dan Weng Baohu Zhe. Itulah dua nama yang ada dimunculkan oleh Zu Zhang di atas lapangan arena.


Sosok Weng Ying Luan pun langsung meloncat turun ke lapangan arena bersama dengan Weng Baohu Zhe pada saat yang sama.


"Baiklah, pertarungan keempat, Weng Baohu Zhe melawan Ying Luan, dimulai!"


Seusai Zu Zhang menyerukan hal itu, Weng Ying Luan dan Weng Baohu Zhe serentak bergerak ke arah satu sama lain.


Tap! Buck! Dam!


Keduanya segera beradu serangan tapak dan pukulan satu sama lain.


"Aku sering mendengar namamu, Weng Ying Luan, pemuda berbakat dari Keluarga Utama di Kota Bintang Putih. Kau sering diberikan misi menyusup oleh ayah angkat mu untuk mendapati informasi rahasia dari keluarga lain." Weng Baohu Zhe berbicara pada Weng Ying Luan sambil terus beradu serangan dengannya.


PACK! BUM!


"Aku juga pernah mendengar nama mu beberapa kali setiap aku menyelinap ke kastil Keluarga Leluhur," balas Weng Ying Luan dengan santainya.


"Seperti yang diharapkan dari seorang jenius beladiri, kau pasti memiliki cara sebuah cara rahasia yang membuat mu tidak bisa terdeteksi oleh kamu."


"Sebuah teknik rahasia tidak akan menjadi teknik rahasia lagi jika diketahui oleh orang lain."

__ADS_1


Senyum kecil tercipta di ujung bibir Weng Baohu Zhe. Tanpa aba-aba dia merubah gaya bertarungnya, dan menciptakan sebuah akar yang melilit kedua kaki Weng Ying Luan.


Weng Ying Luan tampak tidak panik sama sekali menghadapi hal itu, dia tetap santai dan beradu pukulan serta serangan tapak dengan Weng Baohu Zhe seperti sebelumnya.


Beberaoa saat kemudian, Wneg Baohu Zhe memberikan pukulan yang mengarah ke rahang bawahnya, dan Weng Ying Luan pun segera menepisnya dengan punggung tangannya dan segera dia aliri telapak tangan kirinya dengan Qi miliknya.


Dengan satu kali ayunan tangan, sebuah gelombang Qi pun tercipta yang kemudian menabrak dada Weng Baohu Zhe.


Sebelumnya Weng Baohu Zhe tampak tidak mengenali serangan dari Weng Ying Luan, dia baru pertama kali melihat serangan macam itu, sehingga dia hanya menciptakan pelindung Qi biasa pada depan dadanya.


Sayangnya yang dilakukannya itu adalah kesalahan besar. Tepat ketika gelombang Qi itu menabrak pelindung tersebut, gelombang Qi itu pun menyebar kesamping dan ke atas, lalu mengenai bagian tubuh Weng Baohu Zhe yang lain.


"Khack!"


Shu....sraack.....


Weng Baohu Zhe segera bergerak mundur. Dia pun menyentuh leher dan perutnya yang terasa sakit dan nyeri pada saat yang sama. Kedua matanya menatap sosok Weng Ying Luan yang tersenyum santai padanya.


Tak bisa menahan dirinya, Weng Baohu Zhe pun akhirnya tertawa lepas dan berdiri dengan tegak kembali.


"Meskipun kau hanyalah anak angkat dan bukan murni berasal dari Keluarga Weng, tapi dengan kekuatan mu kau seharusnya dapat dengan mudah masuk ke Keluarga Leluhur Weng, kenapa kau malah masuk ke Sekte Langit Utara?" tanya Weng Baohu yang mengelap darah di tepi bibirnya.


"Hahaha.... pertanyaan yang bagus, kenapa kau tidak bertanya lebih dulu ke semua murid di kastil Keluarga Leluhur Weng, kenapa mereka sangat membenci ayah angkat ku, Weng Shang Lao."


Dahi Weng Baohu Zhe pun terangkat mendengarnya, dan tidak perlu waktu lama dia pun paham maksud dari Weng Ying Luan.


"Jika karena itu, sekarang aku mengerti kenapa kau tidak mau. Semua orang pasti tidak senang saat orang tuanya diejek, begitu juga dengan ku. Aku akan melakukan hal yang sama jika berada dalam posisi yang sama denganmu," ucap Weng Baohu Zhe yang mengangkat kedua bahunya.


Dia kemudian membalik badannya dan berjalan santai menjauh dari Weng Ying Luan.


Weng Ying Luan menatapnya dengan keheranan. Dia memiringkan kepalanya, tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Weng Baohu Zhe.


"Alasanmu aku terima, lanjutkan lah usaha mu dalam turnamen ini. Aku akan mendukung mu dari kuris penonton, jadi jangan membuat malu Keluarga Weng!"


"Apa yang kau bicarakan? Kembali ke sini dan bertarung lah!" seru Weng Ying Luan.


"Tidak, aku menyerah!" balas Weng Baohu Zhe.


Mendengarnya, Weng Ying Luan pun tersedak napasnya sendiri dan menatap tak percaya Weng Baohu Zhe yang telah berada cukup jauh darinya.


"Oh!!! Ini adalah hal yang tak terduga! Secara mendadak peserta Weng Baohu Zhe menyerah dan membiarkan Weng Ying Luan sebagai pemenang dari pertarungan ini!" Suara Zu Zhang bergema di seluruh bangunan Arena Pertandingan membuat semua orang yang sedang menonton menjadi keheranan.


Sepertinya Turnamen Beladiri Bebas tahun ini banyak sekali hal tak terduga yang terjadi, dan membuat mereka semua sampai tak bisa lagi berkata-kata.

__ADS_1


Catatan Penulis:


3 hari ini saya banyak tugas, dan masih belum selesai, jadi akan jarang update untuk sementara. Author akan update seperti biasa jika tugasnya sudah selesai.


__ADS_2