
Zu Zhang tertawa pelan mendengar jawaban mereka semua.
Dia pun menjentikkan jarinya, dan sosok kelima peserta pun langsung berpindah tempat di hadapannya. Di saat yang sama, sebuah kubah raksasa mulai tercipta dari atas lapangan arena, yang kemudian menutupi seluruh lapangan dengan batas lapangan arena sebagai batas kubah tersebut.
Weng Lou dan yang lainnya tampak tidak terkejut sama sekali dengan tindakan Zu Zhang tersebut, justru mereka berlima seperti sudah menduga bahwa dia akan melakukan hal itu sedari tadi.
"Biar ku jelaskan sedikit lebih jauh mengenai babak final ini." Zu Zhang berbicara dengan senyumnya tidak terlihat berkurang sedikitpun.
Dia mengangkat jari telunjuknya dan kemudian dengan cepat dia menusukkan jarinya itu pada dada Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, Yang Guang, dan juga Ying She.
Kali ini mereka berlima terkejut, hal tersebut diluar perkiraan mereka.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Ying She yang menatap tajam ke arah Zu Zhang.
Dari tangannya terlihat cahaya merah terang dan juga napsu membunuhnya mulai mengalir keluar.
"Hahahaha....tahan sampai disitu, peserta Ying She. Aku hanya menempelkan beberapa kekuatan jiwaku pada jantung kalian, bukan memasang sebuah bom atau sejenisnya," ucap Zu Zhang yang mengangkat kedua tangannya.
"Beberapa kekuatan jiwamu? Apa yang mau kau lakukan?" tanya Weng Lou yang juga bertanya.
Berbeda dengan keempat peserta lain, dia adalah orang yang paling tau seberapa berbahayanya kekuatan jiwa tersebut.
Meski Zu Zhang mengatakan dia tidak memberikan sesuatu yang berbahaya seperti bom atau yang sejenisnya pada mereka selain kekuatan jiwanya, nyatanya kekuatan jiwa memiliki kekuatan yang jauh lebih kuat dari bom itu sendiri.
Setitik saja kekuatan jiwa milik seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa memiliki luas kerusakan mental yang sudah setara dengan sebuah geranat tangan yang mampu merusak pikiran seorang Praktisi Beladiri yang masih berada di ranah Pembersihan Jiwa. Hanya dengan satu tindakan, dan seorang Praktisi Beladiri bisa berubah menjadi seorang idiot yang tidak bisa apa-apa.
Itu hanyalah setitik kekuatan jiwa milik seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa, sedangkan Zu Zhang saat ini berada di ranah Penguasaan Jiwa, dan jelas sekali dia memiliki kekuatan jiwa yang puluhan kali lebih kuat dari mereka yang berada di ranah Penyatuan Jiwa.
"Heee? Ternyata ada yang sangat pintar di sini," ucap Zu Zhang dalam hatinya.
"Hahaha....tidak perlu setakut itu, aku tidak akan melakukan sesuatu yang berbahaya pada kalian. Biarkan aku menjelaskan terlebih dahulu mengenai babak final kalian ini.
__ADS_1
Seperti yang kalian tau, pada babak final ini kalian akan ditempatkan dalam satu arena ini bersama dan bertarung hingga hanya tersisa satu orang saja yang akan menjadi pemenangnya.
Nah, untuk pertarungannya sendiri ada beberapa hal yang harus ku beritahukan pada kalian. Pertama, di dalam arena ini, bukan hanya kalian, peserta saja yang ada, tetapi juga....."
Zu Zhang menghentakkan kakinya ke tanah, dan tanah disekitar mereka mendadak bergetar hebat.
Beberapa bagian tanah pun tampak ada yang mulai menaik tinggi hingga membentuk sebuah bukit yang cukup tinggi.
Dari bukit-bukit itu, mengucur dengan deras air dalam jumlah cukup besar, yang kemudian membentuk sebuah sungai yang kemudian saling menyatu satu sama lain.
Tidak berhenti sampai di situ, dari tengah-tengah lapangan arena, sebuah lubang berdiameter dua puluh meter lebih tercipta, dan mendadak beberapa binatang buas pun keluar dari dalamnya. Para binatang buas itu mulai menyebar ke seluruh lapangan arena yang berukuran sangat luas tersebut.
Dalam sekejap, lapangan arena yang sebelumnya hanya merupakan sebuah lapangan biasa dengan tanah datar, kini telah berubah seratus delapan puluh derajat, menjadi sebuah tempat yang sama sekali berbeda.
Ini sudah persis seperti sebuah alam liar yang dipenuhi dengan binatang buas di dalamnya. Bahkan Weng Lou sampai tak bisa berkata-kata saat ini.
"Dan ini sedikit sentuhan akhir untuk menyempurnakan nya." Zu Zhang kembali berbicara, dan melemparkan sebuah tas yang tidak lain adalah sebuah Tas Binatang Tunggangan ke atas langit dan tas itu pun beberapa detik kemudian meledak, lalu empat buah cahaya terang melesat dari ledakan itu dan mengarah ke empat bagian dari lapangan arena.
Di bagian barat, terlihat cahaya sebelumnya kini telah berubah rupa menjadi seekor gajah berukuran raksasa dengan tubuh yang dipenuhi dengan rambut tebalnya. Sementara di timur, cahaya tadi telah berubah rupa menjadi seekor ular yang ukurannya kurang lebih hampir sama dengan gajah besar itu, hanya saja panjang tubuhnya mencapai panjang seratus meter lebih.
Di utara arena, cahaya sebelumnya sudah berubah rupa menjadi seekor rusa yang ukuran tubuhnya sama besar dengan gajah berambut. Ukuran tanduknya terlihat hampir satu setengah kali lebih besar dengan tubuhnya, dan juga kedua matanya hanya berwarna merah seutuhnya. Tubuh rusa itu memiliki warna keabu-abuan dengan bagian bawahnya putih semua.
Sementara itu di selatan arena, terlihat sosok seekor kera yang memiliki besar tubuh lebih kecil dari ketiga binatang lainnya, namun bisa dirasakan lewat hawa disekitarnya, dia lah yang paling kuat diantara yang lainnya.
"Empat binatang buas level bencana," ucap Yang Guang yang melihat satu persatu keempat binatang buas itu lalu menatap Zu Zhang dengan menyipitkan matanya.
"Jangan bilang kalau kami...."
"Ya, benar! Kalian akan bertarung satu sama lain, dan para binatang buas ini akan ikut berpartisipasi di dalamnya!" Zu Zhang berbicara dengan bersemangat.
"Orang ini sudah tidak waras," bisik Weng Ying Luan dengan suara kecil kepada Weng Lou.
__ADS_1
"Ssttt!!! Dia bisa mendengar mu, bodoh!" Weng Lou balas membisik pada Weng Ying Luan.
Empat binatang buas yang keluar dari dalam tas adalah binatang buas yang memiliki kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa, dengan kata lain mereka saat ini berada dalam sangkar yang sama dengan sesuatu yang bisa membunuh mereka jika mereka tidak berhati-hati
"Ok, daripada banyak berbicara lagi, mari kita mulai saja babak final ini!"
Zu Zhang kembali melayang ke udara, namun kemudian sosok seseorang terlihat dengan cepat menariknya turun kembali, dan dia tidak lain adalah Weng Lou.
"Kau tidak bisa pergi begitu saja, beritahu apa maksudmu menempelkan kekuatan jiwamu di jantung kami?!" tanya Weng Lou dengan nada tidak senangnya.
Berbalik dan menatap Weng Lou, Zu Zhang pun menghela napas panjang, dia pikir mereka sudah lupa akan hal itu.
"Ok ok, aku beritahu. Kekuatan jiwa ku yang ada di jantung kalian memiliki fungsi untuk melindungi diri kalian jika dalam pertarungan, kalian memilih untuk menyerah. Jika setelah menyerah dan masih ada yang berusaha menyerang kalian, maka kekuatan jiwa ku itu akan menciptakan pelindung di sekitar diri kalian dan melindungi kalian dari serangan tersebut," jelas Zu Zhang yang kemudian melepaskan pegangan tangan Weng Lou pada pakaiannya lalu kembali melompat dan melayang di atas udara.
"Sekarang, babak final Turnamen Beladiri Bebas ini dimulai!" seru Zu Zhang dengan bantuan kekuatan jiwanya, dan dapat didengar oleh semua orang.
"Oh ya, untuk kalian berlima. Kalian bebas ingin melakukan apa saja dengan para binatang buas itu. Aku sengaja menempatkan nya bersama kalian agar kalian bisa menggunakan mereka semua." Zu Zhang lanjut berbicara pada mereka, lalu melayang semakin tinggi di udara.
Kelima peserta turnamen, yaitu Weng Lou, Weng Ying Luan, Lin Mei, Yang Guang, dan Ying She saling tatap satu sama lain selama beberapa saat.
Sampai kemudian Weng Ying Luan mendadak membalik badannya dan langsung melaju menjauh.
"Kalian bertarung lah! Aku akan mengambil beberapa binatang buas yang memiliki harga mahal bagian tubuhnya! Mungkin aku bisa meningkatkan tingkat praktik ku dengan menjual bagian tubuh mereka!" serunya sambil melambaikan tangannya pada mereka berempat.
"Si sialan itu...." Weng Lou hanya terdiam di tempatnya mendengar perkataan dari Weng Ying Luan.
Dia baru menyadarinya saat ini, Weng Ying Luan akhir-akhir ini jauh lebih serakah dari biasanya. Dan yang dipikirkannya cuma meningkatkan tingkat praktik nya saja.
"Ayo Mei, kita juga pergi!" Weng Lou segera menarik tubuh Lin Mei bersamanya dan meninggalkan Yang Guang bersama dengan Ying She di tempat itu.
Keduanya pun saling tatap sebelum akhirnya secara bersamaan mereka berdua menjauh dan mengambil tempat mereka sendiri-sendiri.
__ADS_1
Pada saat ini, mereka akan menyiapkan kekuatan mereka terlebih dahulu sebelum kemudian melakukan pertarungan terakhir mereka.