
Di arena, sosok Weng Ning yang berjalan keluar dengan santai dari dalam api membuat semua orang menjadi terkejut, tidak terkecuali Zu Zhang, Yi Chen, dan Hao Lang yang asik menonton pertarungan mereka.
"Anak itu! Dia sama sekali tidak terluka terkena Ali Phoenix!" Hao Lang berseru kaget sambil menunjuk Weng Ning di arena.
"Aku seperti nya tidak bisa meremehkan anak-anak dari Keluarga Leluhur Weng. Sudah satu orang anak sebelumnya yang mengejutkan ku dengan kekuatan terpendamnya, sekarang ada satu lagi anak yang bahkan jauh lebih mengejutkanku.
Tidak hanya dia berhasil keluar hidup-hidup dari dalam kobaran api Phoenix milik Lin Mei, tapi dia bahkan sepertinya tidak terluka sama sekali," komentar Zu Zhang yang tampak memasang wajah tertariknya.
"Seperti yang diharapkan dari murid Keluarga Weng, mereka selalu memiliki kejutan menarik " Yi Chen berbicara sambil tersenyum kecil dan meminum tehnya.
Di atas arena, Lin Mei yang melihat sosok Weng Ning berhasil keluar dari api Phoenix nya tampak terkejut, namun di sisi lain dia juga tampak lega karena Weng Ning tidak terluka karena serangannya itu.
Dia sempat berpikir bahwa Weng Ning akan mati terbakar oleh apinya, oleh sebab itu dia sempat panik tadi.
"Ada apa, Mei? Bukankah kau bilang akan bertarung dengan serius?"
Mendadak Weng Ning membuka suaranya dan bertanya dengan senyum tipisnya.
Lin Mei tertawa pelan mendengar nya. Keduanya adalah teman, sehingga seharusnya bisa saling percaya satu sama lain, jadi dia tidak perlu mencemaskan Weng Ning dalam pertarungan ini.
Dia mengusap wajahnya perlahan, lalu kemudian menarik napas dalam. Detik berikutnya, kobaran api kembali keluar dari tubuhnya. Kali ini kobaran api itu tidak membentuk kobaran api raksasa. Lin Mei mengendalikan agar api tersebut hanya terfokus pada tubuhnya saja, sehingga mengurangi pembuangan energi yang percuma.
Hening selama beberapa saat, Lin Mei pun secara tiba-tiba menghentakkan kakinya dengan kuat, dan sosoknya pun menghilang, lalu muncul di hadapan Weng Ning dengan tinjunya yang sudah terarah pada wajah Weng Ning.
Tinju yang diselimuti oleh api jingga tersebut dengan telak mengenai wajah Weng Ning dan kemudian ledakan pun terjadi dan kepala Weng Ning yang dipikul oleh Lin Mei hancur seketika.
Para penonton menjadi histeris melihat itu, tapi kemudian segera tenang kembali saat melihat yang hancur dipukul oleh Lin Mei sebelumnya adalah tiruan Weng Ning yang diciptakan menggunakan es murni milik Weng Ning.
Tidak jauh dari sana, sosok asli Weng Ning muncul dan terlihat hawa dingin keluar dari tubuhnya dan membekukan apapun di sekitarnya.
"Sepertinya kau sudah lelah, Mei. Mau istirahat?" tanya Weng Ning yang dengan sengaja ingin membuat Lin Mei menjadi kesal.
Sayangnya, Lin Mei yang mendengar Weng Ning berbicara seperti itu, membuatnya menjadi terdiam dan menatap Weng Ning dengan tatapan aneh.
Setau dia, setelah saling berteman selama hampir satu bulan, Weng Ning bukanlah gadis yang akan berbicara seperti itu, sehingga mendengarnya dari mulut nya membuat Lin Mei menjadi kebingungan dan merasa aneh sendiri.
"Aku tidak tau apa yang kau rencanakan, Ning, tapi kau sangat yakin Weng Ning yang aku kenal tidak akan mau berbicara seperti itu tanpa alasan yang jelas," balas Lin Mei yang mengerutkan keningnya.
Dia pun menatap ke atas langit, dimana terlihat Zu Zhang sedang duduk di atas udara dan memandangi mereka berdua.
"Hm? Ada apa?" tanya Zu Zhang dengan bingung.
"Ah, tidak. Bukan apa-apa, maafkan aku," ucap Lin Mei cepat.
Dia kemudian memejamkan matanya selama beberapa saat dan membukanya kembali. Tepat ketika dia membuka matanya, sosok Weng Ning pun sudah menghilang dari hadapannya.
Lin Mei menoleh ke sana kemari mencari keberadaannya, tapi tidak menemukannya.
__ADS_1
Selang beberapa detik kemudian, dia merasakan sensasi dingin dari kedua kakinya, dan menemukan bahwa lapisan es setebal lengan orang dewasa telah menutupi kedua kakinya.
!!!!
Lin Mei buru-buru berusaha menghancurkan lapisan es itu, tapi kemudian tidak ada yang terjadi sama sekali. Sampai kemudian rasa dingin pada kedua kakinya mulai terasa semakin dingin hingga ke tulang-tulangnya.
Dia terus berusaha melepaskan diri, sampai akhirnya karena tidak bisa melepaskan dirinya, Lin Mei pun mengeluarkan api Phoenix dari dalam tubuhnya yang sukses menghancurkan lapisan es di kedua kakinya. Sensasi dingin sebelumnya juga telah lenyap sepenuhnya.
Bersamaan dengan itu, sosok Weng Ning telah menampakkan dirinya kembali dengan penampilan yang jauh berbeda dengan sebelumnya.
Pada saat ini seluruh tubuh Weng Ning ditutupi oleh lapisan es tipis yang membentuk sebuah gaun dari es yang sangat cantik. Pada kepalanya, terdapat sebuah mahkota kecil yang membuatnya tampak layaknya seperti seorang ratu dari suatu kerajaan.
"Persiapan ku sudah selesai," ucap Weng Ning.
"Jadi yang kau lakukan sejak tadi hanya untuk memberikan mu waktu, huh?"
Lin Mei tampak terpana dengan penampilannya cantik Weng Ning. Dia bahkan terlihat terpesona oleh kecantikan nya. Gaun es yang ada padanya benar-benar cocok dengannya.
Dengan cepat Lin Mei mencubit dirinya sendiri agar tersadar kembali dan dengan serius melihat Weng Ning. Dia bisa merasakan hawanya yang jauh berbeda dari sebelumnya.
"Mari kita lihat, sehebat apa perubahan mu itu!"
Mengangkat tangan kanannya ke atas, Lin Mei pun mengeluarkan Api Phoenix lalu mengendalikannya ke atas.
Perlahan, bulu-bulu dari api terbentuk di atas Lin Mei. Jumlahnya mulai mencapai angka puluhan hingga kemudian lebih dari seratus.
Melihat itu, Lin Mei tetap berdiri di tempat dan memandangi bulu-bulu api yang datang ke arahnya.
Tsb!
Psh! Tasshhh....
Bulu-bulu itu menabrak tubuhnya dan api langsung tercipta dan melahap tubuh Weng Ning. Hal itu tidak terjadi sekali saka, tetapi setiap bulu yang mengenai Weng Ning akan berubah menjadi kobaran api yang membuat.
Di dalam kobaran api, wajah Weng Ning tampak biasa saja melihat api yang ada di sekujur tubuhnya. Dia tidak panik sedikitpun, malah terkesan santai.
Selang beberapa saat kemudian, dia pun mengibaskan tangannya, dan membuat api yang ada di wajahnya menghilang dan pandangan nya kembali seperti semula. Dia sudah cukup lama menahan serangan Lin Mei, pikirnya. Kini adalah saatnya dia menyerang balik.
Pada tangan kanannya, sebuah pedang dari es terbentuk lalu dengan gerakan cepat, dia menebaskan nya dan me buat api yang berkobar di sekitarnya langsung terbelah, dan sosoknya pun berjalan keluar.
Gaun es yang dikenakannya masih tetap tidak berubah sedikitpun setelah berada dalam kobaran api.
Lin Mei yang melihatnya pun akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Weng Ning memang tidak bisa dilukainya menggunakan serangan jarak jauh.
Dia pun menghentikan serangan bulu-bulu apinya, dan kemudian rambutnya mulai berubah menjadi merah terang dan suhu di sekitarnya mulai naik seketika.
Tanah tempat Lin Mei berpijak mulai berubah menjadi kemerahan dan tampak perlahan mulai meleleh.
__ADS_1
Fhush!!!
Sepasang sayap api muncul di punggung Lin Mei, yang kemudian segera membuatnya terbang ke udara. Tiap kali sayap itu dikepakkan, hawa panas akan keluar.
Di ayang, Weng Ning menatap Lin Mei yang terbang di udara dalam diam. Dia mengangkat pedang es di tangannya, lalu dengan sekuat tenaga menebaskan nya ke arah Lin Mei.
Shuuu-!!!!
Bilah angin terbentuk dan bergerak sangat cepat ke arah Lin Mei. Lin Mei yang di udara pun menghindarinya dengan mudah. Pada tangan kanannya, sebuah pedang api terbentuk dan detik berikutnya, Lin Mei pun terbang ke arah Weng Ning dengan pedang api di tangannya mengeluarkan hawa yang sangat panas.
Weng Ning segera mengangkat pedangnya dan menyambut serangan dari Lin Mei tersebut.
TRAANGGG!!!!!
Dua pedang api dan es saling bertemu. Sosok Weng Ning terlihat terdorong mundur beberapa inci dari tempatnya semula.
Dia memegang dengan erat pedang di tangan kanannya, dan bersiap melayangkan serangan lainnya menggunakan tangan kirinya, akan tetapi secara tiba-tiba Qi miliknya tidak bisa dia rasakan sama sekali.
"Eh?" Weng Ning terlihat kebingungan sendiri.
Qi yang ada di dalam tubuhnya sama sekali tidak bisa dia rasakan.
"Apa yang terjadi?! Ada apa dengan Qi milikku?!"
Tidak berhenti sampai di situ, perlahan gaun es yang ada pada tubuh Weng Ning mulai hancur dan berubah menjadi Qi kembali yang kemudian masuk ke dalam tubuhnya. Meski begitu, Weng Ning sama sekali tidak bisa merasakannya.
Sampai akhirnya, pedang es di tangannya juga mengalami hal yang sama.
Namun saat ini dia sedang beradu dengan Lin Mei, jika pedang itu menghilang, maka dia akan tertebas dan terbakar oleh api Phoenix Lin Mei.
Weng Ning pun menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, lalu buru-buru melompat mundur, tepat ketika pedang es nya menghilang menjadi Qi kembali.
Sayangnya, Lin Mei sama sekali tidak menyadari keanehan pada Weng Ning, sehingga dia pun kembali menyerang ke arah Weng Ning.
Dia menyerang kembali dengan pedang apinya yang sudah bergerak menyerang ke arah Lin Mei.
Tepat ketika akan mengenainya, sosok Zu Zhang pun muncul, dan segera menahan pedang api Lin Mei.
"Kau menang," ucap Zu Zhang dan menatap sosok Weng Ning yang sudah terduduk ke tanah saat Lin Mei siap menyerang ke arahnya.
Lin Mei terkejut atas kemunculan Zu Zhang dan setelah beberapa saat eskpresi nya berubah menjadi kebingungan.
"Apa yang anda lakukan? Bukankah pertarungannya masih berlangsung?" tanya Lin Mei sambil mengerutkan dahinya.
"Tidak, pertarungan sudah berakhir. Aku, Lin Mei memenangkan pertarungannya," balas Zu Zhang cepat.
Dia pun membantu Weng Ning untuk bangkit berdiri kembali. Saat itulah dia menyadari keanehan pada tubuh Weng Ning.
__ADS_1
Qi miliknya telah tersumbat secara paksa.