
Jika api dan air saling bertemu, jelas api akan padam dan kalah, namun begitu juga sebaliknya.
Air akan menguap setelah memadamkan api karena hawa panas darinya, yang mana membuat api dan air tidak bisa saling mengalahkan satu sama lain, kecuali ada besar perbedaan serangan dari salah satu unsur tersebut.
Hal ini dibuktikan dengan kemenangan Lin Mei melawan peserta yang memiliki unsur air, dan bertarung cukup sengit dengannya pada babak seleksi kemarin.
Tapi hal itu tidak berlangsung lama setelah dirinya menggunakan api Phoenix nya yang memiliki suhu jauh lebih panas dibandingkan api biasa. Sebelum air dapat memadamkan nya, api Phoenix nya akan lebih dahulu menguapkan air, sehingga tak perlu waktu lama untuk Lin Mei menang dari lawannya waktu itu.
Berbeda dengan api dan air, Api Phoenix dan Es Murni milik Lin Mei dan Weng Ning adalah hal yang berbeda.
Jika api dan air saling menjatuhkan satu sama lain, maka Api Phoenix dan Es Murni akan saling menolak satu sama lain, tanpa ada salah satu dari mereka yang akan terpengaruh.
Informasi ini tidaklah diketahui oleh orang banyak, karena Phoenix sendiri sudah lama punah di Pulau Pasir Hitam, sehingga tidak banyak yang tau seberapa kuat api Phoenix itu.
Di sisi lain, Es Murni milik Weng Ning juga sangatlah langka di sepanjang Pulau Pasir Hitam. Pasalnya, Es Murni ini terbentuk karena penggabungan dua Dantian yang menjadi satu dalam tubuh seseorang sejak dirinya lahir.
Es bukanlah benda cair layaknya air, sehingga tidak akan menguap jika terkena api, terlebih Es Murni yang mana sama sekali tidak mengandung unsur air di dalamnya.
Pada saat ini, Lin Mei dan Weng Ning merupakan dua peserta yang unsur elemen mereka benar-benar tidak saling cocok satu sama lain.
***
Di salah satu tempat duduk penonton di Arena Pertandingan, terlihat sosok seorang pemuda berusia awal dua puluhan sedang duduk bersama beberapa orang berpakaian seperti penjaga di samping kanan dan kirinya, serta depan dan belakangnya.
Pada pakaian para penjaga itu terlihat sebuah lambang Phoenix berwarna merah pada dada kiri mereka. Sementara itu pada belakang pakaian pemuda yang bersama dengan orang-orang itu terdapat lambang Phoenix dengan warna emas.
Pemuda itu dengan malas menatap sosok Lin Mei yang ada di arena saat ini.
"Hoo...adik kecilku sepertinya sudah mulai tumbuh rupanya," ucap pemuda itu.
Dia kemudian melirik ke arah Weng Ning, dan terlihat ekspresi wajahnya menjadi tertarik.
"Mari kita lihat, sejauh mana kau sudah berkembang, adikku. Tapi yah....aku tidak akan berharap terlalu banyak, lagi pula kau bahkan belum bisa menyembuhkan luka di wajahmu itu, jadi tidak mungkin kau memiliki perkembangan kekuatan yang signifikan," lanjut pemuda itu.
Kembali di atas arena, Zu Zhang yang memastikan Lin Mei dan Weng Ning telah benar-benar siap untuk bertarung kali ini, akhirnya memulai pertarungan mereka berdua.
__ADS_1
"Pertarungan pertama, tahap kedua babak semifinal, Weng Ning melawan Lin Mei, dimulai!!!"
Seusai dia berseru, Zu Zhang pun segera melompat tinggi ke udara sebelum kemudian melayang tetap di atas udara.
Bersamaan dengan itu, sosok Lin Mei dan Weng Ning yang telah mengambil jarak satu sama lain sebelumnya sejauh 50 meter, sama-sama melesat maju dan melancarkan serangan milik mereka.
Kedua tangan Lin Mei dan Weng Ning sama-sama bergerak cepat dan membentuk pola tangan yang cukup rumit.
"Napas Api!!"
Tepat ketika jarak mereka tidak mencapai 10 meter, Lin Mei menghentikan langkahnya dan kemudian menghembuskan api dalam jumlah besar dari dalam mulutnya.
Melihat itu, Weng Ning pun segera berhenti melakukan pola tangannya, lalu kemudian menghentakkan tangan kirinya ke atas tanah.
PRACK!!!!! BSSSSHHH!!!
Dinding es segera keluar dari tanah dan kemudian menahan api yang bergerak ke arahnya tersebut. Semburan api tersebut tertahan begitu saja oleh tembok es yang diciptakan oleh Weng Ning.
Namun, dari atas tembok es itu, sosok Lin Mei pun muncul dengan tangan kanannya terangkat ke atas, dan puluhan bola api berwarna jingga menyala membara muncul di atasnya.
Bola-bola api yang ada di atasnya pun dengan gerakan cepat segera melesat ke arah Weng Ning yang ada di bawah Lin Mei.
Meski begitu, Weng Ning sama sekali tidak panik. Dia secara tenang mengalirkan Qi pada kedua tangannya, dan hawa dingin pun segera keluar dari telapak tangannya itu.
"Tapak Es Abadi...."
Mengarahkan telapak tangannya ke arah datangnya bola-bola api tersebut, sebuah energi tak kasat mata pun segera dengan cepat berhembus dan melewati bola-bola api milik Lin Mei.
Dalam sekejap mata, bola-bola api tersebut pun segera ditutupi oleh es yang kemudian merubahnya menjadi bola es yang sama sekali tidak berbahaya menurut Weng Ning.
Lin Mei tampak tersenyum lebar melihat hal itu, sesuai perkiraannya kekuatan mereka berdua benar-benar saling bertolak belakang hingga bahkan serangan mereka berdua menimbulkan reaksi bahkan setelah kedua serangan mereka saling bertemu, tidak ada reaksi yang terjadi.
"Aku tidak akan berhenti sampai di situ saja loh!" serunya pada Weng Ning.
"Aku tau itu!" balas Weng Ning yang kemudian menepuk kedua tangannya yang masih mengeluarkan hawa dingin luar biasa.
__ADS_1
Membentangkan kedua tangannya, ratusan jarum es berukuran kecil mulai tircipta di hadapannya.
Senyum Lin Mei menjadi kaku melihat yang dilakukan oleh Weng Ning itu. Jumlah serangannya sebelumnya bahkan tidak mencapai setengah dari jumlah jarum-jarum itu.
"Melesat lah!" Weng Ning berseru lantang dan kemudian ratusan jarum es yang dia ciptakan mulai bergerak dan menuju ke arah Lin Mei.
Kedua mata Lin Mei melebar melihat itu, dan dia pun buru-buru melompat turun dari dinding es ciptaan Weng Ning.
TAK!! BUM!! PAM!!
Beberapa jarum es tersebut menghantam dengan suara keras tempat dia berpijak sebelumnya. Dalam kondisi yang sedang bergerak turun, serangan dari jarum es segera menuju ke arahnya dengan kecepatan yang menyamainya.
Lin Mei melakukan gerakan akrobatik di udara untuk bisa menghindar dari jarum-jarum tersebut sebelum akhirnya dia pun mendarat dengan selamat di atas tanah. Meski begitu, dia tetap terus bergerak menghindari jarum-jarum es itu.
Berbeda dengan air, es merupakan benda padat, dan mustahil menghentikan benda padat dengan api, apalagi itu adalah es murni.
Tidak, masih ada satu hal yang bisa dilakukan dengan api miliknya untuk terhindar dari jarum es milik Weng Ning.
"Pemadatan!"
Dari kedua tangan Lin Mei, dua buah belati dari Qi pun terbentuk sebelum kemudian segera dia pakai untuk menangkis jarum-jarum yang datang padanya.
Tringg! Klang!!! Tsshh!
Tangan Lin Mei bergerak cepat menangkis satu persatu jarum-jarum es yang bergerak ke arahnya itu.
Tepat ketika dia menangkis jarum ke seratus nya, belati Qi di tangannya pun mengeluarkan cahaya terang sebelum akhir nya berubah menjadi kobaran api raksasa yang menutupi lingkungan sekitarnya.
Memanfaatkan kondisi tersebut, Lin Mei mengeluarkan Qi dari dalam tubuhnya yang kemudian segera dia ubah menjadi bola-bola Qi di udara. Terlihat bola-bola Qi itu mengeluarkan cahaya jingga layaknya api Phoenix milik Lin Mei, namun kemudian, bola-bola Qi yang dia ciptakan tidak berubah menjadi bola api setelah beberapa saat.
Lin Mei hanya merubah setengahnya saja, tanpa merubah bola Qi menjadi api, namun tetap mengandung unsur api.
Ini teknik yang sama seperti yang dilakukan eh Ying She ketika melawan Weng Wan sebelumnya. Ini juga merupakan pertama kalinya dia menggunakannya, jadi bisa dibilang dia tidak tau apakah ini akan berhasil atau itu.
Yang mana pun itu, dia tidak akan tau sama sekali hasilnya jika belum mencobanya.
__ADS_1