Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 637. Meratakan Kota


__ADS_3

Para prajurit yang menerjang ke lautan binatang buas memutuskan untuk bunuh diri dengan cara meledakkan diri mereka sendiri.


Semua Praktisi Beladiri memiliki kemampuan untuk meledakkan diri mereka sendiri. Bisa dibilang ini adalah teknik bawaan yang mereka miliki setelah berhasil mengendalikan tenaga dalam mereka untuk pertama kalinya.


Ledakan dari para Praktisi Beladiri Dasar Pondasi cukup kuat untuk meratakan segalanya dalam radius belasan meter. Adapun yang berada di Dasar Pondasi tingkat 12, mereka sanggup menyebabkan ledakan sejauh puluhan meter dari sekitar mereka.


Tentu saja, ledakan mereka ini hanya berbahaya bagi binatang buas yang memiliki kekuatan setara Praktisi Beladiri Dasar Pondasi. Bagi mereka yang setara Praktisi Beladiri di ranah Pembersihan Jiwa, ledakan itu hanya akan memberikan beberapa luka bakar pada mereka.


Ini semua karena pertahanan tubuh alami milik binatang buas yang jauh melampaui manusia. Jika manusia biasa yang memiliki kekuatan ranah Pembersihan Jiwa tahap awal terkena ledakan Praktisi Beladiri manusia yang memiliki kekuatan Dasar Pondasi, maka mereka akan menjadi ancaman kecil yang bisa menimbulkan luka serius jika terkena di titik-titik lemah mereka.


Terlebih lagi, binatang buas memiliki penyembuhan diri yang jauh melebihi manusia. Semakin tinggi tingkat kekuatan mereka, maka kemampuan alami mereka akan semakin hebat.


Namun, bagaimana dengan sebuah ledakan dari seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2?


Itu akan sama seperti ribuan ledakan Praktisi Beladiri Dasar Pondasi puncak!


Bahkan binatang buas dengan kekuatan yang sama akan binasa kerana ledakannya!


Satu aspek penting dari seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa adalah Kekuatan Jiwa! Tidak apa jika tubuh binatang buas bisa menahan kekuatan ledakannya, yang terpenting adalah jiwa mereka! Ledakan seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa sanggup menghancurkan jiwa semua makhluk yang berada di ranah Penyatuan Jiwa ke bawah!


"Demi anak-anak ku!!!!!!"


Komandan pasukan Keluarga Ying berteriak sekeras mungkin. Dan dalam waktu sedetik kemudian, seluruh Qi dan Kekuatan Jiwa di tubuhnya terfokus pada satu titik. Di detik berikutnya, sebuah ledakan besar terjadi.


Ledakan itu menghantam ribuan binatang buas yang ada di sekitarnya dan memusnahkan mereka baik tubuh maupun jiwa!


Beberapa binatang buas yang memiliki kekuatan setara Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tidak sempat menghindar dan ikut terkena ledakan.


Hasilnya, dua binatang buas dengan kekuatan ranah Penyatuan Jiwa mati karena ledakan dan satu lagi terluka parah hingga membuat darah keluar dengan deras dari tubuhnya.


Raungan binatang buas segera memenuhi langit. Mereka marah dan hendak melampiaskan kemarahan mereka pada para prajurit yang membunuh keluarga mereka, namun para prajurit itu ikut mati bersama dengan keluarga mereka.


Belum lagi ledakan dari komandan pasukan Keluarga Ying, itu benar-benar menewaskan separuh pasukan yang menerjang para prajurit.

__ADS_1


Untungnya tidak semua pasukan binatang buas dikerahkan dalam serangan tersebut, hanya sebagian kecil saja. Namun sebagian kecil itu tetap sangat berarti bagi mereka, para binatang buas.


"MANUSIAAAA!!!!"


"Manusia tercela.....kalian pikir dengan meledakkan diri bisa mengenhentikan kami?! Akan kumakan semua kerabat kalian! Tempat tinggal kalian akan ku hancurkan hingga rata dengan tanah!"


"Bunuh semua manusia!"


"JANGAN BIARKAN ADA YANG TERSISA!"


Pasukan binatang buas yang menyaksikan aksi bunuh diri para prajurit manusia hanya bisa meraung marah. Tatapan mereka kini tertuju pada kota yang kini sudah tidak ada pasukan yang berjaga di depannya.


Hanya terlihat beberapa prajurit Keluarga Ying yang bertugas menjaga gerbang masuk kota.


Namun mereka sama sekali tidak memiliki keberanian yang tersisa. Mereka sangat ingin kabur dari kota dan pergi sejauh mungkin. Namun atasan mereka sudah memberikan ancaman akan membunuh keluarga mereka jika berani meninggalkan tempat mereka saat ini.


"Sial! Sial! Keluarga Ying! Aku mengutuk kalian semua mati dalam penderitaan!"


"Bajingan Keluarga Ying, kalian tau percuma menjaga kota ini, namun tetap menempatkan kami di sini! Kalian hanya ingin kami mati, bukan?!"


Para prajurit kota semuanya gemetaran saat menyaksikan pasukan binatang buas bergerak ke arah kota. Alih-alih berdoa demi keselamatan mereka, para prajurit lebih memilih untuk menyumpahi dan mengutuk Keluarga Ying yang telah menempatkan mereka di sini.


Ada atau tidaknya mereka berjaga di tembok kota tidak akan berpengaruh terhadap serangan para binatang buas! Hanya dengan mengandalkan jumlah ratusan ribu binatang buas saja sudah cukup untuk meratakan seluruh kota tanpa harus bersusah payah sama sekali.


"Basmi semuanya yang kalian lihat, jangan menahan diri. Keluarga Ying telah melanggar sumpah mereka untuk tidak menginjakkan kaki ke Pulau Pasir Hitam. Dengan ini aku menyatakan, hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka adalah penghapusan seluruh Keluarga Ying dari Daratan Utama!"


Salah satu binatang buas yang memiliki kekuatan Penguasa Jiwa berkata dengan suara yang dalam. Semua manusia yang ada di dalam kota bisa merasakan kepala mereka berdengung untuk sesaat ketika mendengarkan suaranya.


Ini adalah kekuatan sejati seorang Penguasa Jiwa!


Manusia biasa pada umumnya tidak akan bisa merasakan apapun ketika seorang dari ranah Penyatuan Jiwa menyebarkan Kekuatan Jiwa nya dan mengenai mereka. Namun semuanya berbeda jika yang melakukanya adalah seseorang dari ranah Penguasaan Jiwa!


Apa artinya menjadi seorang Penguasa Jiwa? Itu artinya mereka berkuasa atas jiwa-jiwa yang kekuatannya jauh di bawah mereka!

__ADS_1


Dengan begitu manusia biasa sekalipun akan tetap terkena dampak dari ucapan seorang Penguasa Jiwa!


Di dalam kediaman Wali Kota. Seorang pria bertubuh gendut dan memiliki wajah menjijikan sedang sibuk memasukkan semua harta di ruang penyimpanannya ke dalam cincin-cincin penyimpanannya.


Saat dia mendengarkan suara binatang buas di ranah Penguasaan Jiwa, dia segera menghentikan apa yang sedang dia lakukan dan buru-buru beranjak keluar dari ruang penyimpanan harta dan pergi meninggalkan kediamannya.


Beberapa prajurit terlihat menunggu kedatangannya. Saat Wali Kota gendut itu tiba, mereka segera membantunya naik ke atas sebuah pedang besar yang bisa menampung dia puluh orang dengan sangat mudah. Di atas pedang itu, bisa terlihat beberapa gadis muda yang masih berumur tujuh belas hingga dua puluh tahun.


Semuanya adalah istri Wali Kota gendut tersebut.


"Ayo, ayo, ayo!!!! Cepat terbangkan benda sialan ini! Aku akan mati jika kalian menunggu lebih lama lagi!" seru Wali Kota sambil memasang wajah marah yang bergabung dengan ekspresi ketakutan.


"Tapi Tuan, bagaimana dengan istri pertama dan anak-anak anda?" tanya salah seorang prajurit.


"Bodoh! Kita semua akan mati jika menunggu mereka! Cepat kendalikan benda sialan ini dan bawa aku pergi keluar dari kota terkutuk ini!" bentak wali kota sambil memelototi prajurit yang menjawabnya.


Air liurnya muncrat dan mendarat di wajah prajurit itu. Prajurit itu hanya bisa menahan diri untuk tidak memukul pria gendut di hadapannya. Pria gendut ini adalah salah satu anggota dalam di Keluarga Ying. Dia merupakan keturunan salah satu Tetua di dalam Keluarga Ying yang memegang pengaruh cukup besar di jajaran anggota dalam, sehingga tidak ada yang berani menyentuhnya sejak kecil meski pria tersebut sering melakukan banyak tindakan kejahatan yang membuat semua orang ingin memukul wajah menjijikannya.


Sambil menahan amarahnya, prajurit itu segera memberi arahan pada prajurit yang lain dan segera mengendalikan pedang agar melayang di udara. Ketika pedang sudah melayang sekitar dua puluh meter dari tanah, dari dalam kediaman wali kota, seorang wanita berusia empat puluhan dengan paras yang cukup cantik terlihat berlari keluar dan menggandeng dua orang anak laki-laki di kedua tangannya. Kedua anak itu berusia lima dan tiga belas tahun.


Saat mereka menoleh ke atas langit dan melihat suami dan ayah mereka sudah pergi meninggalkan mereka bertiga, sang istri berteriak dan memanggil suaminya.


"Sayang!!! Aku masih di sini!!! Tolong bawa aku dan anak-anak kita!!! Sayang? SAYANG!!!!" Istri pertama walikota berteriak sambil menangis sejadi-jadinya saat melihat suaminya yang tidak menghiraukannya sama sekali dan terbang melesat pergi keluar dari kota, meninggalkan dirinya dan kedua anaknya.


Anak laki-laki berusia tiga belas tahun itu menatap ke mana arah ayahnya pergi. Tangannya terkepal hingga berdarah. Dia menatap pada ibu dan adiknya yang masih berusia lima tahun.


"Ibu, aku tau sebuah jalan rahasia yang kemungkinan bajingan tua menjijikan itu bahkan tidak mengetahuinya. Ayo, kita akan pergi lewat jalan itu," ucap anak laki-laki berusia tiga belas tahun tersebut pada ibunya.


Ibunya tampak terkejut mendengar perkataan putra tertuanya. Dia mengelap air matanya dan segera mengikuti putranya itu sambil membawa putra termudanya bersamanya.


Keduanya kembali memasuki kediaman walikota dan segera pergi keluar dari kota dengan cara melewati sebuah rute rahasia yang tanpa sengaja ditemukan oleh anak laki-laki berusia tiga belas tahun itu beberapa tahun yang lalu. Dia, ibu dan adiknya segera pergi melewati rute rahasia itu.


Ketika mereka sampai di ujung rute rahasia, mereka berada di jarak ribuan meter dari kota. Saat mereka keluar, mereka melihat kota tempat mereka berada sebelumnya, kini telah menghilang!

__ADS_1


Seluruh kota telah diratakan dengan tanah saat mereka kabur lewat rute rahasia!


__ADS_2