
Kenapa Ying Luan yang merupakan pemuda yang selalu bersikap tenang setiap saat bisa bersikap sampai sejauh ini hanya karena satu tempat yang baru dia datangi.
Biasanya dia tidak akan bertindak hingga seperti ini, bahkan sebenarnya dirinya sendiri juga kebingungan. Ingatan masa kecilnya sebelum menjadi bagian dari Keluarga Weng mendadak kembali diingat nya.
Ketika ibunya melatihnya dengan sangat keras padahal dia waktu itu hampir mati karena kerasnya latihannya. Hari-hari menerima pukulan dari ibunya membuat dia sadar bahwa kebebasan adalah hak setiap makhluk hidup. Paksaan yang berlebihan yang dilakukan oleh Kerajaan Singa Api untuk melatih beladiri anak-anak dibawah umur adalah tindakan kejahatan di matanya.
Dia saat ini telah terbebas dari ibunya, dan anak-anak itu juga berhak mendapatkan kebebasan dan kehidupan yang lebih baik. Jika pertempuran antara manusia dan binatang buas di Pulau Dongwu ini yang menjadi alasan kenapa hal itu tidak bisa terjadi, maka dia akan menghentikan nya.
"Padahal kau terlihat cukup dewasa di mata ku, tapi siapa sangka pemikiran mu sangat kekanak-kanakan. Aku yakin orang tua mu tidak pernah mengajari yang namanya membela tanah air," cibir Raja Singa Api.
"Ibu ku hanya mengajarkan bagaimana cara menjadi tidak lemah. Ayah angkat ku mengajarkan ku jadilah apa yang aku inginkan, dan inilah aku yang sekarang." Weng Ying Luan membalas cibiran itu dengan fakta yang sebenarnya.
Raja Singa Api menyesal telah mengatakan sesuatu seperti itu kepada Ying Luan. Pada dasarnya Weng Ying Luan memang dibesarkan bukan untuk mendapatkan kekangan dari orang lain dan hidup untuk bebas.
"Cih, kalau begitu kau mati saja! Orang dengan pemikiran seperti mu adalah yang paling berbahaya bagi Kerajaan Singa Api!"
Kedua tangan Raja Singa Api terkepal. Qi menyelimuti kedua tangannya dan membentuk seperti sarung tangan dari logam yang memiliki duri-duri tajam. Tanpa menunggu Ying Luan menyerang lebih dulu, Raja Singa Api terbang dengan cepat dan memberikan sebuah tinju ke Ying Luan.
Menarik napas pelan, Qi mengalir di dalam tubuh Ying Luan. Tangannya bergerak dan menangkis tinju Raja Singa Api, keduanya kemudian beradu serangan satu sama lain. Raja Singa Api melancarkan serangan pukulan dan tendangan tanpa henti, sementara Ying Luan menangkis dan sesekali memberikan serangan tapak yang mengandung Qi pada anggota tubuh Raja Singa Api.
Pertarungan keduanya menyebabkan keributan besar di dalam hutan. Beberapa binatang buas dengan kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa menonton dari kejauhan dan tertawa jahat melihat mereka yang sesama manusia bertarung.
"Khehehe..... manusia-manusia itu. Mereka bahkan bertarung satu sama lain sementara peperangan yang terjadi dengan kita belum mendapatkan pemenangnya." Seekor heyna berwarna ungu tertawa jahat melihat pertarungan di atas langit.
"Tentu saja kitalah pemenang nya! Setelah keduanya selesai bertarung, kita akan langsung membunuh mereka dan dengan begitu para manusia itu bukanlah masalah lagi bagi kita karena pemimpin mereka yang telah kita bunuh!" Dari sebelahnya, seekor beruang coklat yang memiliki besar tubuh menyamai bukit kecil berbicara dengan napsu membunuh yang kuat.
Ketika keduanya asik menonton pertarungan mereka berdua, di tempat lain, gajah berbulu yang datang bersama dengan Weng Ying Luan sebelumnya ikut melihat pertarungan tersebut. Dia mengumpat dengan keras pada Ying Luan karena dia sendiri yang malah menyebabkan keributan dan menarik banyak perhatian.
Kira-kira setelah satu jam lebih pertarungan antara Weng Ying Luan dan Raja Singa Api berlangsung, hampir semua binatang buas yang berada di ranah Penyatuan Jiwa di Pulau Dongwu telah berkumpul di sekitarnya dan menunggu saat-saat yang mereka nantikan, yaitu saat pertarungan mereka selesai dan keduanya berada dalam kondisi kelelahan.
Belasan binatang buas yang berada di ranah Penyatuan Jiwa itu sama sekali tidak menyembunyikan napsu membunuh mereka dan secara terang-terangan menyelimuti lingkungan sekitar mereka dengan napsu dan aura membunuh yang kuat agar binatang buas yang lebih lemah tidak mendekat.
Weng Ying Luan dan sang Raja Singa Api bukan tidak menyadari kehadiran mereka sama sekali, mereka sedari awal telah merasakan kedatangan mereka satu persatu. Sang Raja Singa Api sendiri tidak terlalu peduli dengan mereka semua karena dengan kekuatannya, dia sanggup menghabisi semua binatang buas itu. Hanya para binatang buas dengan kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5 saja yang tidak bisa dia bunuh selama ini.
Sementara Ying Luan, dia sengaja membiarkan mereka berkumpul di satu tempat agar dirinya bisa melaksanakan rencananya.
"Seharusnya mereka ini adalah para binatang buas dengan kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 sampai 4. Hanya yang berada di tahap 5 saja yang tidak ikut datang. Ya itu cukup wajar, seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5 mampu melihat apapun dalam radius puluhan kilo meter hanya dengan memakai Qi nya, belum lagi ditambah dengan Kekuatan Jiwa."
*PAM!!*
Siku Raja Singa Api menghantam tangan Weng Ying Luan yang bertahan. Pemuda itu terdorong mundur beberapa meter, Raja Singa Api tidak menghentikan serangannya.
Dalam satu tarikan napas, belasan pukulan beruntun dilepaskannya. Pukulan-pukulan itu membentuk belasan serangan energi yang membentuk tinju berwarna emas terang. Seperti hujan, serangan itu menghantam tubuh Weng Ying Luan, namun pertahanannya tidak mengendor sedikit pun.
"Dia seharusnya mulai sedikit lelah karena pertarungan fisik secara terus menerus. Otot-otot nya itu terlalu banyak melakukan aktivitas dalam satu tarikan napas," gumam Weng Ying Luan.
Ini adalah rencananya, dia akan membuat Raja Singa Api terus menerus menyerang nya hingga dia sendiri kelelahan dan pada akhirnya tumbang dengan sendirinya. Namun sepertinya jika dia mengikuti rencananya itu, pertarungan ini baru akan berakhir beberapa hari lagi. Sementara dia tidak yakin, bahwa para binatang buas itu akan bersedia menonton dalam waktu yang lama. Kemungkinannya mereka akan mulai bubar satu demi satu, atau yang terburuk, para binatang buas dengan kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5 datang dan memberikan serangan mendadak pada mereka berdua.
"Sepertinya aku harus mengakhiri ini sekarang. Tolong maafkan aku karena sudah tidak sopan," ucap Weng Ying Luan secara mendadak.
Raja Singa Api itu seperti merasakan sesuatu yang salah. Dia buru-buru menoleh ke sekitarnya, dan menemukan bahwa ternyata sebuah sangkar raksasa telah tercipta dan mengurung mereka berdua, serta para binatang buas yang sedang menonton pertarungan mereka.
"Kurungan?!"
Tidak hanya dirinya saja yang terkejut dengan hal itu, semua binatang buas yang ikut terkurung di dalam kurungan tersebut juga ikut berseru dan meraung keheranan. Mereka tidak merasakan tanda-tanda apapun sebelumnya, namun kurungan itu secara tiba-tiba terbentuk dan mengurung mereka semua dengan sempurna.
"Sejak kapan?! Aku bahkan tidak merasakannya?!" Seru salah satu binatang buas.
"Bajingan! Mereka pasti sudah merencanakan ini! Ayo cepat hancurkan kurungan ini, pasti mereka merencanakan sesuatu yang lebih mengerikan!" Seekor binatang buas lain meraung panik.
Binatang buas yang lainnya mengangguk setuju. Mereka mulai menyerang kurungan besar itu. Menanduk, mencakar, menendang, mengigit, atau bahkan menabrak dengan tubuh atau bagian tubuh mereka yang lain. Akan tetapi, kurungan tersebut tidak bergeming sedikitpun.
__ADS_1
Dengan putus asa para binatang buas itu mencoba lagi dan lagi, namun tetap saja sama. Kurungan yang menjebak mereka itu seperti gunung batu yang sangat besar dan tidak peduli sekuat apa serangan mereka, gunung itu tidak bergeming.
"Sialan!!! Manusia-manusia hina! Kalian berani menjebak kami!!!"
Ketika para binatang buas itu berpikir bahwa kurungan itu dibuat oleh kerja sama Ying Luan dan Raja Singa Api, di atas langit, wajah Raja Singa Api sama sekali tidak menunjukkan hal tersebut.
"Hehehe.... bertarung melawan mu nyatanya bukan tujuan ku sebenarnya. Kau ingat yang kukatakan sebelumnya? Aku akan membuat kalian semua berdamai dan menghentikan perang omong kosong yang telah terjadi selama puluhan tahun," ucap Weng Ying Luan sambil tersenyum lebar pada Raja Singa Api.
"?!" Raja Singa Api itu terkejut dengan pernyataan pemuda itu. Tidak dia sangka pemuda yang bahkan belum berusia dua puluh tahun itu akan serius ingin mewujudkan omong kosong nya.
"OOOAAAAAAA!!!!!!!"
Weng Ying Luan berteriak dan gelombang Kekuatan Jiwa dalam jumlah yang sangat besar keluar dari dalam tubuhnya. Jumlah Kekuatan Jiwa tersebut sangat besar, bahkan menyamai jumlah Kekuatan Jiwa seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5.
Raja Singa Api dan juga para binatang buas di dalam kurungan yang diciptakan oleh Ying Luan merasa tercekik oleh Kekuatan Jiwa tersebut. Mereka tidak menyangka Weng Ying Luan telah menyembunyikan kekuatan nya dengan sangat baik.
"Ba-Bagaimana bisa?! Kau jelas-jelas masih berada di tahap 3! Bagaimana caranya kau bisa memiliki Kekuatan Jiwa dalam jumlah sebesar ini?!" Raja Singa Api bertanya sambil memegangi lehernya yang tercekik itu.
"Tidak perlu naik tingkat untuk memiliki Kekuatan Jiwa yang besar. Kau bisa mendapatkan nya dengan memiliki Garis Darah Keturunan dari ras purba di dalam darah mu. Aku baru menyadarinya beberapa minggu yang lalu, kalau ibu ku ternyata adalah orang yang memberikan kekuatan Garis Darah Keturunan ini. Dengan ini Kekuatan Jiwa ku akan selalu bertambah seiring berjalannya waktu tanpa perlu aku latihan."
"Bukankah itu terdengar mengerikan? Ibu ku merupakan seekor monster yang hidup menyerupai manusia, dan itu berarti aku juga adalah seekor monster sama seperti nya. Namun karena ayah angkat ku, aku bisa memiliki hati seperti manusia pada umumnya, dan aku akan mewujudkan kebebasan untuk setiap manusia."
Dengan satu tangannya terangkat ke atas, tekanan yang sangat besar langsung menghantam tubuh sang Raja Singa Api dan para binatang buas. Tanah yang ada di bawah mereka remuk karena menahan tubuh mereka yang terdorong ke tanah dengan paksa.
"Kalian akan kuberikan pilihan, mengikat Kontrak Jiwa dengan ku, atau mati." Suara Weng Ying Luan menggema di seluruh kurungan tersebut.
Mendengar perkataannya, para binatang buas itu meraung marah dan mencoba untuk bangkit berdiri. Akan tetapi, mereka hanya melukai diri sendiri. Tulang mereka langsung patah begitu mencoba bangkit berdiri meski hanya sekedar membungkukkan badan.
"Kau! Apa yang kau inginkan?!"
"Cepatlah berbicara, manusia!!"
"Nak! Jika pemimpin kami tau kau melakukan hal ini pada kami, kau akan mati!!"
Orang pertama yang menyerah akan situasi itu adalah dirinya, dia pun berbicara pada Weng Ying Luan lewat telepati.
"Baiklah.....aku akan mengikuti kemauan mu. Aku akan menandatangani kontraknya, tapi biarkan aku tau apa isinya terlebih dahulu," katanya dengan rasa enggan. Dia masih mau melawan, namun dia tidak bisa melakukan apapun.
"Hahaha...jangan terburu-buru, santai saja. Ini, kau bisa membacanya sendiri bersama yang lainnya."
Weng Ying Luan mengayunkan tangannya ke udara dan beberapa baris tulisan tertuliskan di langit di dalam kurungan. Semua yang ada di dalam kurungan bisa membacanya dengan mudah dan jelas.
Baris pertama menuliskan mengenai penjelasan dari kontrak mereka semua akan buat dengannya. Kontrak yang akan mereka buat adalah kontrak pembagian wilayah antara binatang buas dan manusia. Dimana manusia akan memiliki seperempat dari wilayah Pulau Dongwu dan binatang buas akan menguasai dua perempatnya. Lalu, sisa wilayahnya akan menjadi sebuah wilayah bebas, dimana manusia dan binatang buas dibebaskan untuk berkeliaran dan melakukan apa yang mereka mau.
Weng Ying Luan melakukan ini agar manusia masih bisa melakukan perburuan untuk mencukupi keperluan mereka, begitu juga dengan binatang buas.
Selanjutnya mengenai beberapa aturan yang ditetapkan, binatang buas dan manusia dilarang menyerang wilayah satu sama lain dalam segala bentuk apapun. Hanya di wilayah bebas saja yang mereka diperbolehkan untuk melakukan penyerangan terhadap satu sama lain.
Dan ada juga aturan tambahan yakni pihak kerajaan manusia dilarang melakukan wajib militer kepada semua anak-anak di bawah umur atau pun yang cukup umur. Kecuali mereka menyetujuinya secara sukarela maka anak-anak yang cukup umur diperbolehkan mengikuti wajib militer kerajaan.
Kontrak itu sebenarnya cukup sederhana bagi Raja Singa Api, tapi berbeda dengan para binatang buas. Mereka mengumpat dan meraung kembali setelah membaca kontrak isi itu. Jelas mereka adalah pihak yang dirugikan dalam kontrak tersebut. Wilayah yang mereka kuasai lebih dari tiga perempat wilayah Pulau Dongwu, namun akan menjadi dua pertiga? Bagaimana bisa mereka menyetujuinya.
Terlebih lagi, mereka bukanlah pemimpin para binatang buas.
"Aku.... menyetujuinya," ujar Raja Singa Api.
Weng Ying Luan tersenyum kecil. Dia kemudian menatap keluar kurungan dan menoleh ke lima titik yang berbeda sebelum kemudian berbicara, "Lalu bagaimana dengan kalian berlima?! Apa kalian setuju dengan kontrak ini?"
Dari luar kurungan, di lima titik yang berbeda, aura keberadaan yang menakutkan keluar dan menyelimuti seluruh wilayah Pulau Dongwu. Lima kesadaran yang berbeda segera berkumpul di satu titik yang sama, yaitu tempat kurungan yang dibuat Weng Ying Luan berada.
"Beraninya kau membuat kontrak seperti itu! Kau bermimpi jika kami menyetujuinya!"
__ADS_1
"Dasar bocah manusia kurang ajar, mengurung anak-anak ku untuk mengancam kami membuat kontrak seperti itu, kau pikir itu akan berhasil? Kau salah!"
"Kami bukan manusia seperti mu yang akan jatuh dalam perangkap omong kosong mu!"
"Keluarkan anak-anak ku sekarang, sebelum aku datang ke tempat itu dan menghancurkan mu!"
"Nak, cepat lepaskan kurungannya. Kau akan menyesali perbuatan mu sendiri."
Lima suara yang berbeda bergema dan membuat telinga Weng Ying Luan menjadi sedikit sakit. Lima suara itu berasal dari kelima binatang buas dengan kekuatan di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5. Mereka telah mengawasi tindakan Weng Ying Luan sejak awal, namun memilih untuk melihat apa rencana pemuda itu yang sebenarnya.
Mendengar ucapan mereka, Ying Luan hanya diam. Dia kemudian menjentikan jarinya dan lima bahan aneh melayang di atasnya. Lima kesadaran itu pun terdiam melihat kelima bahan yang dikeluarkan oleh Weng Ying Luan.
Dalam hati Ying Luan terkekeh melihat mereka yang kini diam tak berbicara seperti sebelumnya.
"Aku tidak meminta kalian membuat kontrak tanpa imbalan apapun. Jika kalian mau membuat kontrak itu dengan mereka manusia yang tinggal di pulau ini, aku akan memberikan kalian masing-masing dua bahan yang kalian butuhkan untuk naik tingkat. Atau sesuatu yang bisa menambah usia kalian. Bagaimana dengan itu?"
Penawaran yang ditawarkan oleh Weng Ying Luan bisa dianggap sebagai penghinaan oleh sebagian besar orang, namun berbeda dengan para binatang buas dan orang-orang yang memang membutuhkan sesuatu seperti yang ditawarkan oleh Weng Ying Luan. Mereka akan dengan senang hati menerimanya.
"..... baiklah, tapi aku tidak membutuhkan sesuatu yang menambah usia ku, aku hanya butuh bahan mineral itu."
"Berikan padaku Esensi Kekuatan Jiwa itu 2, maka aku akan membuat kontraknya!"
"Jantung Pohon berusia 100 tahun! Berikan aku 3 dan kita bisa membuat kesepakatan nya!"
"Hei, aku butuh Esensi Kekuatan Jiwa juga, kau punya lebih dari dua bukan?!"
"....Cih, aku hanya butuh sesuatu yang bisa menambah usia ku setidaknya lima puluh tahun, jika kau memiliki nya katakan sekarang juga."
Kelima binatang buas itu berhasil terbujuk dengan sangat mudah. Weng Ying Luan tertawa puas dalam hatinya. Nyatanya manusia dan binatang buas memiliki cara berpikir yang tidak jauh berbeda. Mereka akan melakukan apapun demi keuntungan.
"Hahaha....tentu! Aku punya semua itu, akan kuberikan pada kalian!"
Tangan Weng Ying Luan mengayun ke udara, dan semua yang diinginkan kelima binatang buas itu melayang di udara Dengan cepat, kelima kesadaran binatang buas tersebut menarik benda-benda yang mereka perlukan keluar dari kurungan Weng Ying Luan dengan mudahnya.
Tak berapa lama, beberapa Kekuatan Jiwa segera mengalir masuk ke dalam kurungan ciptaan Weng Ying Luan.
Melihat itu, Weng Ying Luan segera menangkapnya dan mengikatnya menjadi satu. Dia lalu menatap ke arah Raja Singa Api. Raja Singa Api tau maksud tatapan itu, dengan rasa enggan dia juga ikut memberikan beberapa kekuatan jiwanya kepada Weng Ying Luan.
Secara misterius, beberapa pola keemasan muncul di udara, lalu menyatukan kekuatan jiwa itu menjadi satu ke satuan, yang kemudian dengan sangat cepat melebur di udara, menghilang.
"Dengan begini kontrak terlah dibuat. Kalian sekarang bebas," ucap Ying Luan.
Dia menjentikkan jarinya, dan kurungan yang dia buat pun menghilang. Tekanan yang menekan para binatang buas dan para binatang buas juga menghilang seiring Weng Ying Luan yang menyerap kembali Kekuatan Jiwa nya.
Tanpa perlu disuruh, para binatang buas segera melarikan diri sejauh mungkin dari tempat itu. Pemimpin mereka telah memberikan sinyal untuk mundur dari wilayah yang diberikan tanda oleh mereka.
Kini manusia di Pulau Dongwu mendapatkan hak wilayah seperempat dari Pulau Dongwu. Para binatang buas mendapatkan setengah wilayah Pulau Dongwu, dan sisanya adalah wilayah bebas, sesuai dengan kontrak yang dibuat.
Mereka tidak akan bisa melanggarnya karena kontrak jiwa yang dibuat akan langsung membuat yang melanggar mati.
"Karena masalah sudah selesai, sekarang beritahu aku. Bagaimana cara keluar dari pulau ini."
Mata Weng Ying Luan menatap ke arah Raja Singa Api yang duduk diam di atas tanah dengan perasaan kosong. Dia menoleh dan melihat kedua mata Weng Ying Luan sejenak sebelum menghela napasnya.
"Kau mau kemana? Seperti yang aku katakan, pulau ini terpisah jauh dari pulau-pulau lain, kecuali pulau-pulau tetangga yang ukurannya jauh lebih kecil dari Pulau Dongwu," ucap Raja Singa Api. Dia sudah tidak peduli lagi, semua peperangan yang dia dan leluhurnya perjuangkan kini telah berakhir, dia tidak tau harus berbuat apa.
"Aku ingin pulang, apa kau tau tentang Pulau Pasir Hitam?"
"Tidak pernah dengar tentang pulau itu sama sekali. Tapi kalau kau mau, aku bisa membantu mu menuju Dataran Utama, di sana kau bisa lebih mudah mencari tau informasi mengenai tempat tinggal mu, mungkin."
"Daratan Utama? Aku sepertinya pernah mendengarnya....mmmm, ah iya benar! Itu adalah tempat yang dikatakan merupakan tempat para Praktisi Beladiri yang sesungguhnya! Tidak banyak yang aku tau tentang tempat itu, tapi sepertinya itu adalah tempat yang menyenangkan. Kalau begitu ayo kita pergi ke sana, aku ingin melihat bagaimana Daratan Utama tersebut."
__ADS_1
****
Chapter Spesial: END