Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 472. Karakter Sebenarnya Dari Yang Guang


__ADS_3

Kemampuan untuk membaca pergerakan jiwa, adalah sebuah teknik yang didapatkan oleh Shan Hu ketika berlatih Teknik Membaca Situasi miliknya hingga ke tingkat tertinggi.


Karena tingkat konsentrasi miliknya yang luar biasa, Shan Hu dapat melihat arah gerakan selanjutnya dari seseorang.


Pada dasarnya, yang bergerak terlebih dahulu adalah jiwa dari seseorang sebelum kemudian tubuhnya merespon dan melakukan gerakan yang sama. Kemampuan membaca pergerakan jiwa ini membuat Shan Hu bisa mengetahui gerakan apa yang akan dilakukan oleh orang yang dia tatap dengan fokus tingginya.


Namun meski begitu, kemampuannya ini akan menjadi tidak terlalu berguna untuk melawan seseorang yang memiliki kecepatan tinggi seperti Yang Guang apa bila dia tidak bisa mengimbangi kecepatan gerakannya.


Oleh sebab itu, fokus latihan 3 minggu Shan Hu adalah melatih gerakan tubuhnya untuk menjadi jauh lebih cepat di samping meningkatkan kekuatannya.


Weng Lou sendiri menyetujuinya karena tau dengan baik seberapa berguna ya kecepatan itu.


Dan akhirnya hasil latihan nya itu terbayarkan dengan hasil yang ia dapatkan saat ini. Dia sanggup untuk menangkis serangan cepat dari Yang Guang yang bahkan dapat membunuh seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 dan 2 sekalipun.


"Haaa....."


Shan Hu menghela napasnya di hadapan Yang Guang yang sedang bentrok senjata dengannya


Dahi Yang Guang berkerut menyaksikan Shan Hu yang mampu menangkis serangannya, dia pun segera mundur kembali dan kemudian merubah kuda-kudanya.


"Kau lawan yang hebat, aku tidak akan mengakhiri pertarungan kita dengan cepat menggunakan teknik perubahan unsur cahaya milikku. Jadi kuharap kau bisa bertarung seperti ini lebih lama lagi," ucap Yang Guang dengan senyum kecilnya.


Dia memutar pedang cahaya di kedua tangannya, lalu kemudian melemparkan nya ke arah Shan Hu dengan cepat.


TRANG! KLANG!!!


Tanpa terkejut sedikit pun, Shan Hu menangkis dua pedang tersebut dan membuatnya hancur berkeping-keping di udara kosong.


Pada saat yang sama, Yang Guang telah kembali melesat ke arah Shan Hu dengan dua pedang cahaya baru di kedua tangannya yang telah terhunus ke leher dan dadanya.


Mengencangkan pijakannya, Shan Hu pun memiringkan pedang besarnya dan menahan serangan dari Yang Guang itu.


BANG!!!


Tubuh Shan Hu terdorong beberapa beberapa centi ke belakang namun kemudian segera terhenti dan menahan sepenuhnya serangan Yang Guang. Dia mengkertakan giginya, lalu segera mendorong tubuh Yang Guang ke belakang, akan tetapi dia tidak bisa melakukan.


Yang Guang telah ikut berpijak di tanah dan berusaha mendorong balik tubuh Shan Hu yang sempat terdorong sebelumnya.


"HAAAA!!!"

__ADS_1


BAAM!!


Shuu- BUMMMM!!!


Mendadak Yang Guang menambah kekuatan miliknya dan berhasil melemparkan Shan Hu hingga ke tepi lapangan dan menabrak dengan keras dinding arena.


Sorak-sorai dukungan kepada Yang Guang pun menggema di segala penjuru arena, ketika menyaksikan hal itu.


Prack......


Tubuh Shan Hu kembali turun ke tanah, dan dia membersihkan debu yang ada di seluruh tubuh dan wajahnya. Napasnya menggebu dan dia pun segera menoleh ke arah Yang Guang.


"Kekuatan anak ini hampir sama dengan yang ditunjukkan oleh Tuan ketika dia menghajar ku dulu, tapi itu masih belum cukup kuat untuk bisa mematahkan semangatku." Shan Hu berbicara sendiri dan mengusap wajahnya.


Qi kemudian mulai mengalir ke kedua kaki miliknya, dan dia pun mencondongkan tubuhnya ke depan.


Kedua tangannya menggenggam pedang besarnya, dan matanya menatap dengan tajam ke arah Yang Guang berada.


"Melesat lah, Shan Hu," ucap Weng Lou yang ada di tempat duduknya.


Tepat selesai dia mengatakan itu, sebuah ledakan kecil pun tercipta dari pijakan kaki Shan Hu yang kemudian membuat tubuhnya bergerak dengan sangat cepat ke arah Yang Guang.


Oleh sebab itu, untuk menutupi kekurangannya itu, Weng Lou pun menyuruh Shan Hu untuk menambah laju berlari saja menggunakan kekuatan fisiknya secara langsung.


"Menghantam Gunung!!!"


Shan Hu berseru dan kemudian pedang besarnya di ayunkan secara vertikal tepat ke atas kepala Yang Guang.


Yang Guang segera mengangkat kedua tangannya dan kemudian dua pedang cahayanya pun menahan pedang besar Shan Hu.


BRUACK....


Tanah tempatnya berpijak langsung tercipta kawah, dan tangannya pun bergetar saat menahan pedang Shan Hu yang ternyata beratnya tidak main-main. Beratnya sekitar dibawah palu milik Weng Lou yang dia angkat tadi pagi.


"Cck...."


Fhu-


Trang!!! Klang!!! Tssshh!!!!

__ADS_1


Yang Guang mendorong ke samping pedang Shan Hu, lalu kemudian mengayunkan pedang di tangan kirinya ke perut Shan Hu, namun segera ditangkis dengan cepat oleh Shan Hu.


Mereka berdua pun segera beradu serangan satu sama lain, hingga kemudian tanpa sengaja Shan Hu tersandung oleh tanah yang sedikit terangkat karena benturan serangan antara dirinya dan Yang Guang sebelumnya.


Melihat kesempatan itu, Yang Guang pun tanpa ragu segera melesatkan kedua pedangnya ke arah tubuh Shan Hu.


TSSK! SYAT!


Dalam kondisinya yang tidak bisa menghindar, Shan Hu pun berusaha meminimalisir luka yang dia dapatkan.


Karena Yang Guang menyerang menggunakan dua pedang, Shan Hu pun hanya bisa memilih salah satu serangan untuk dia tangkis sepenuhnya, dan dia memilih menangkis pedang di tangan kanan Yang Guang yang bergerak menusuk ke lehernya.


Sementara pedang di tangan kiri Yang Guang, Shan Hu hanya bisa sedikit menghindarinya dan bahunya pun tertusuk oleh pedang Yang Guang.


Yang Guang tersenyum melihat itu, dia pun segera mengayunkan lagi pedang di tangan kanannya, tapi kemudian Shan Hu dengan respon cepat mencekik leher Yang Guang dan menghantam tubuhnya ke tanah.


"Argh!!"


Karena tidak menduga hal itu, Yang Guang pun tersentak kaget, dan pegangan pada kedua pedangnya terlepas.


Memanfaatkan situasi itu, Shan Hu pun langsung segera menarik pedang besarnya dan siap menebas tubuh Yang Guang. Akan tetapi, sebelum pedangnya akan menyentuh tubuh Yang Guang, Shan Hu segera melompat mundur dari tempat, dan detik berikutnya sebuah pilar cahaya melonjak naik dari tubuh Yang Guang dan menciptakan ledakan besar di udara.


Zu Zhang yang sedang menonton pun ikut terkena ledakan itu, tapi kemudian dia terlihat baik-baik saja tanpa terluka sedikitpun.


"Apa-apaan?! Untung saja aku sudah melihat gerakan jiwanya," ucap Shan Hu yang berkeringat dingin.


Hampir saja dia terkena serangan itu, jika dia tidak melompat sebelumnya dia pasti akan terkena telak pilar cahaya tadi.


"Haa....haaa....haaa.... Tadi itu luar biasa," ucap Yang Guang yang kemudian bangkit berdiri kembali dan menghadap ke arah Yang Guang.


Dua pedang cahaya miliknya melebur dan menyatu kembali menjadi Qi miliknya.


"Cukup dengan main-mainnya. Tadi itu sakit, bajingan."


Mendadak eskpresi wajah Yang Guang berubah total. Dan dia tampak sangat marah.


Sebuah ekspresi wajah yang selama ini tak pernah ditampilkan olehnya pada orang banyak, sebuah wajah yang benar-benar tertutup rapat di dalam dirinya.


"Kubunuh kau, sialan!"

__ADS_1


__ADS_2