Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 424. Man Yue Melawan Lengxue


__ADS_3

Pada bagian arena lainnya, terlihat Man Yue sedang berdiri berhadapan dengan sosok peserta yang mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.


Dia mengenakan penutup kepala dari jubahnya, dan juga penutup wajah yang membuat hanya matanya saya yang kelihatan.


Man Yue menelan ludahnya melihat peserta tersebut.


Dia tidak bisa melihat lengan atau pun rambut dari peserta tersebut tapi dia yakin bahwa peserta ini adalah orang yang sama dengan yang ada di dalam daftar orang-orang yang harus diwaspadai olehnya.


Jika dirinya tidak salah, seharusnya orang yang ada dihadapannya ini adalah sang Ratu Pembunuh, Lengxue.


Bagiamana dia bisa mengetahui hal itu? Itu karena penciuman miliknya yang sangat sensitif terhadap segala jenis racun.


Tidak ada orang yang tau kelebihannya ini selain kakaknya, Xin Yue yang telah meninggal. Bukannya dia tidak mau memberitahukan pada yang lainnya, hanya saja dia belum bisa membuka dirinya lebih jauh pada saat ini.


Bayang-bayang akan kakaknya masih sering muncul pada kepalanya, sehingga terkadang dia memilih untuk diam dan lebih mendengarkan pembicaraan orang lain, daripada dirinya yang berbicara.


Dari seluruh tubuh peserta yang ada di hadapannya, Man Yue bisa mencium bau racun yang sangat kuat, yang bahkan membuatnya harus menutupi hidungnya dengan tangannya.


Tap....


Peserta tersebut melangkah maju tanpa berkata apapun, sehingga membuat Man Yue menjadi waspada dan segera memasang posisi siap bertarung.


"Menyerahlah, atau kau akan mati tanpa bahkan menyadarinya. Aku bukanlah seorang pembunuh berdarah dingin yang dengan tega membunuh seorang gadis kecil seperti mu."


Suara seorang wanita muda bergema di dalam kepala Man Yue dan membuat tatapan Man Yue terfokus pada sosok peserta yang di hadapannya.


Tidak salah lagi, suara barusan adalah suara telepati dari peserta tersebut menggunakan kekuatan jiwa miliknya.


"Aku...."


Man Yue terdiam di tempatnya. Dia teringat dengan jelas saat-saat kakaknya sekaligus keluarga satu-satunya mati mengorbankan nyawanya sendiri demi orang-orang banyak dan juga demi dirinya.


Tidak ada keraguan dari segala tindakan kakaknya, sejauh dia mengenal Xin Yue semasa hidupnya. Kakaknya selalu melakukan banyak hal hanya untuknya, tapi sekarang kakaknya sudah tidak ada lagi bersamanya, dan dia harus berjuang seorang diri.


Jika dia mati di tempat ini, maka kakaknya akan sedih.


"Tidak....kakak telah mengorbankan hidupnya demi Lou dan yang lainnya, juga demi diri ku. Lou telah banyak membantuku selama ini, dia memberiku tempat tinggal dan juga makan, bahkan membantuku berlatih. Aku...aku tidak boleh menjadi pengecut seperti ini..."


Sorot mata Man Yue menjadi dalam, dan dia menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.


"Maaf saja, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku sudah berlatih selama tiga minggu ini tanpa henti, jika aku menyerah, aku hanya membuat diriku malu dan tidak bisa berhadapan lagi dengan kakakku," ucap Man Yue yang kemudian mengeluarkan dua buah cakram dari dalam cincin penyimpanan miliknya.


Kedua cakram itu masing-masing berwarna kuning keemasan dan putih keperakan, sama seperti warna kedua matanya.


Cakram-cakram ini adalah buatan Weng Lou yang diberikan padanya beberapa hari yang lalu tepat ketika dia sukses naik tingkat praktik.


"Gadis kecil, kau harus tau akibatnya jika melawan ku."


Suara itu kembali menggema di dalam kepalanya, dan hanya dihiraukan oleh Man Yue.

__ADS_1


Di sisi lain, peserta berjubah hitam tersebut sudah menghentikan langkah kakinya dan menatap Man Yue dalam diam. Dia tau bahwa Man Yue tidak akan menyerah begitu saja, dirinya juga seperti itu.


Setiap peserta yang mengikuti Turnamen Beladiri Bebas ini sudah tau dengan segala resiko yang akan menimpa mereka, jadi kematian hanyalah sebuah pilihan bagi mereka semua.


Man Yue mengangkat kedua tangannya yang mencengkram cakram miliknya, lalu kemudian melesat ke arah peserta tersebut.


"Kau akan menyesali ini, gadis kecil."


Shyyt!!


Peserta tersebut mengayunkan tangannya ke arah Man Yue, dan lima buah jarum sepanjang 10 cm melesat ke arahnya.


Terlihat cairan keungunan pada ujung kelima jarum tersebut yang tidak lain adalah racun.


Melihat kelima jarum tersebut, Man Yue pun menghentikan langkahnya, dan segera menangkis kelima jarum tersebut menggunakan dua cakram miliknya.


Tang! Klang! Ting!


Tsktsktsk!


Kelima jarum tersebut menancap dalam ke tanah dan mengeluarkan asap ungu yang diakibatkan oleh racun yang terdapat pada tiap ujung dari jarum tersebut.


"Kuku ungu, tidak salah lagi, kau Lengxue, si Ratu Pembunuh," ucap Man Yue dengan wajah seriusnya.


Saat peserta tersebut melemparkan jarum padanya, kedua matanya berhasil menangkap warna dari kuku peserta tersebut yang sedikit keluar saat itu.


"Hmmm...."


"Gadis kecil, karena kau sudah mengetahui identitas ku, berarti hanya ada satu akhir bagimu."


Shuuu-


Dalam sekejap sosok peserta itu menghilang dari tempatnya. Dia pun muncul tepat di belakang Man Yue dengan sebuah jarum besar di tangannya yang terarah pada Man Yue.


"Gawat!!"


TRANGG!!!!!


Dengan waktu yang sangat sempit, Man Yue berhasil memutar tubuhnya, dan menahan jarum sepanjang 30 cm tersebut menggunakan cakram miliknya.


Tapi meski begitu, tubuhnya langsung terlempar begitu dia menahan jarum tersebut, ini karena besar kekuatan yang dimiliki oleh Lengxue jauh diatasnya.


Shhuu-


Sosok Lengxue kembali menghilang, dan detik berikutnya dia telah muncul kembali di udara, beberapa meter di atas Man Yue yang terlempar mundur.


Dia mengayunkan tangannya kebarah Man Yue dan menembakkan jarum-jarum beracun seperti sebelumnya. Tapi kali ini dia tidak berhenti setelah menembakkan 5 jarum saja dia terus menerus menembakkan jarum beracun miliknya ke arah Man Yue.


Tsssk.....kkssssss.....

__ADS_1


"Pernapasan Pertama!"


Man Yue buru-buru mendaratkan kakinya ke tanah, dan dia pun bergerak menghindari satu persatu jarum beracun yang mengarah padanya.


Dia bergerak mengelilingi bagian arena tempatnya bertarung, dan di saat yang sama Lengxue terus menembakkan jarum beracun padanya.


Setengah menit kemudian, dia berhenti menembakkan jarum beracun, dan terbang dengan cepat ke arah Man Yue.


Dirinya yang telah berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 2, memungkinkannya untuk terbang seperti halnya yang dilakukan oleh Jian Qiang.


"Sudah cukup main-mainnya nak, sekarang mati lah."


Tsaah-!!!


Sama seperti sebelumnya, Lenxue mengeluarkan jarum yang panjangnya mencapai 30 cm dari balik jubahnya dan menusukkannya pada Man Yue. Namun kali ini jumlahnya mencapai 4 buah, dan itu di kedua tangannya.


Tssh! Syaat! Psshh!!!


"Haaa!"


Serangan bertubi-tubi diberikan oleh Lenxue pada Man Yue. Kecepatan tiap serangannya pada awalnya bisa diikuti oleh Man Yue, tapi lama kelamaan serangannya semakin cepat dan membuat Man Yue harus berusaha sekuat tenaga untuk bisa menghindari tiap serangannya.


Serangan tusukan, dan sayatan tanpa henti harus dihindari olehnya, hingga akhirnya dia mencapai batasnya dan salah satu jarum milik Lengxue pun mengenai pergelangan tangannya.


"Ah!"


Darah mengucur keluar dan membasahi pakaiannya.


Tapi meski begitu, Man Yue tidak bisa segera mengobatinya karena serangan terus menerus yang diberikan oleh Lengxue padanya.


Dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya hingga berdarah dan terus berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan yang diarahkan padanya.


"Kau hebat juga gadis kecil, aku tidak tau teknik macam apa yang kau gunakan agar bisa bergerak secepat itu, tapi yang jelas itu masih belum cukup untuk bisa melawan ku.


Dan juga, jangan anggap remeh seranganku yang telah mengenai mu itu. Tiap jarum yang kugunakan mengandung racun yang sangat kuat, hanya perlu beberapa menit, dan kau akan mati jika tidak meminum penawar racunnya," ucap Lengxue sambil terus memberikan serangannya pada Weng Lou.


TRACK!!!


"Tidak perlu khawatir, aku sama sekali tidak takut dengan racun mu itu!" Man Yue mengatakan itu sambil tersenyum lebar, sesuatu yang belum pernah ia lakukan sepanjang bersama kelompok Weng Lou.


Di balik penutup kepala nya, terlihat kerutan di dahi Lengxue saat melihat Man Yue yang tersenyum lebar, bahkan setelah menerima serangannya yang mengandung racun mematikan sekalipun.


"Kau meremehkan racunku ternyata, kau akan menyesalinya, gadis kecil!!"


"Buat apa aku menyesalinya?! Bahkan racun paling mematikan sekalipun tidak akan membuat ku takut. Kau mau tau kenapa? ITU KARENA AKU KEBAL DENGAN SEGALA MACAM RACUN!!"


**Catatan Penulis:


Minta maaf semuanya jika update kadang lambat, waktu review dari tiap chapternya tidak selalu tepat waktu, kadang memerlukan waktu beberapa jam sebelum sistem selesai mereview chapter terbaru.

__ADS_1


Jadi saya minta maaf jika kalian merasa update sudah mulai makin jarang. Dan juga ada beberapa alasan saya tidak bisa update banyak lagi seperti di novel sebelumnya**.


__ADS_2