
Setelah kepergiannya dari Kota Bintang Putih, Weng Fang Di menuju ke Kota Fajar Keemasan, sebuah kota yang letaknya berada di sebuah bukit di Wilayah Barat Pulau Pasir Hitam.
Letak kota ini sekitar seratus kilometer lebih dari Kota Bintang Putih, dan hanya beberapa puluh kilometer saja dari Kota Giok Merah.
Meksi Weng Fang Di tampak seperti orang tua yang kemungkinan tidak mengetahui banyaknya ahli-ahli beladiri yang tersembunyi, bukan berarti dirinya benar-benar tidak mengetahuinya.
Faktanya, Weng Fang Di, sudah hampir menjelajahi Wilayah Barat. Hanya wilayah kekuasaan sekte sesat dan jahat seperti Sekte Lidah Iblis yang tidak pernah ia kunjungi.
Sebagai seorang penjelajah pada masa mudanya, Weng Fang Di juga memiliki sebuah cincin penyimpanan yang merupakan hasil jarahannya dari musuh yang dia bunuh ketika masih dalam masa-masa pertempuran antar keluarga besar.
Dan cincin penyimpanan yang ia punya ini juga cukup besar, luas di didalamnya sekitar 20 meter persegi, yang mana itu dia pakai untuk menaruh semua barang-barang miliknya.
Sehingga dia tidak perlu lagi untuk berkemas, karena barang-barang miliknya selalu ia bawa kemana-mana. Hanya saja cincinnya ini tidak pernah ia pakai langsung di jarinya. Dia lebih suka menempatkannya sebagai kata kalung, dan menyembunyikannya di dalam bajunya, sehingga tidak mencolok.
Di Kota Giok Merah, Weng Fang Di singgah di sebuah tempat yang merupakan sebuah tempat tersembunyi, namun lokasinya berada di tengah kota. Sebuah bangunan yang lokasinya berada di bawah tanah, hampir sama seperti kota bawah tanah dimana tempat tinggal Kun Ling sebelumnya.
Tempat ini dikenal dengan nama Gaomi Zhe. Itu adalah tempat yang menyediakan berbagai informasi seputar dunia beladiri. Mukai dari informasi umum, hingga bahkan sangat rahasia disediakan di sini. Semakin sulit informasi tersebut didapatkan, semakin mahal juga harganya.
Untungnya Weng Fang Di bukanlah orang yang suka bersenang-senang dengan harta miliknya, sehingga harta miliknya bisa dibilang sangat banyak, dan dia masukkan semua kedalam cincin penyimpanan miliknya.
"Aku mencari keberadaan seseorang bernama Sha Shou," ucap Weng Fang Di ketika tiba di depan meja yang mana di baliknya duduk seorang pria berkulit sedikit gelap sedang asik bermain menggunakan koin emasnya.
Pria itu menaikkan sebelah alisnya sambil melihat kearah Weng Fang Di.
__ADS_1
Dia baru saja datang dan tanpa berbasa-basi langsung menanyakan sesuatu kepadanya. Tapi dia memang tidak bekerja untuk mengobrol.
Selang beberapa detik menatap Weng Fang Di yang mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, pria berkulit gelap itu mengambil sebuah buku tebal yang kira-kira banyak halamannya jika dihitung secara kasar bisa mencapai ribuan lembar.
Weng Fang Di hanya menatap dengan biasa buku tebal itu, ini bukan pertama kalinya dia datang kesini. Gaomi Zhe sudah ada sejak lama, bahkan jauh lebih lama dibandingkan dengan Rumah Obat yang didirikan oleh Shian Bei sekalipun.
Pria berkulit gelap itu membuka buku tersebut pada lembaran halaman bagian tengah. Total jumlah halaman dengan bagian awal bukunya sudah berjarak lebih dari seribu halaman secara keseluruhan. Bisa dibayangkan seberapa besar dan tebal buku tersebut.
Selang beberapa menit, pria itu sibuk memeriksa halaman demi halaman buku tersebut, sebelum kemudian dia terlihat menganggukkan kepalanya.
Dia pun menutup kembali buku tebal itu, sebelum kemudian mengeluarkan selembar kertas, dan mengambil pena, lalu menulis beberapa kalimat di atas kertas itu.
"Ini, dua ribu koin emas." Pria berkulit gelap memberikan kertas itu kepada Weng Fang Di dan langsung diambilnya.
Memasukkan tangannya ke dalan balik jubahnya, Weng Fang Di kemudian menyimpan kertas itu ke dalam cincin penyimpanan nya, dan mengeluarkan sekantung uang berukuran sedang dari dalam ruang penyimpanannya itu, laku menyerahkannya kepada pria itu.
Weng Fang Di hanya melihatnya sekilas sebelum kemudian keluar dari tempat itu dan melanjutkan kembali perjalanannya.
Dia keluar dari Kota Giok Merah, dan kemudian berhenti di ke dalaman Hutan Kematian untuk membaca kertas yang dibayar dari pria berkulit gelap sebelumnya itu.
Dahi Weng Fang Di mengerut begitu membaca isi dari kertas itu.
Pada kertas itu, dituliskan bahwa ketua bandit yang ia cari, Sha Shou, berada di Wilayah Tengah, dan merupakan ketua kelompok kriminal yang bernama Kelompok Darah, yang mana mereka selalu melakukan pembantaian di beberapa desa yang ada di Wilayah Tengah, dan tidak pernah menyisakan satupun korban mereka yang selamat.
__ADS_1
Menurut informasi yang ada, saat ini Sha Shou berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 4 dengan jumlah anggota yang hampir menyentuh angka ratusan. Informasi terakhir yang ada di kertas adalah informasi tentang lokasi terakhir Kelompok Darah yang dipimpin oleh Sha Shou melakukan aksi pembantaian, dan juga informasi mengenai orang berkuasa yang berdiri di belakang kelompok mereka, yaitu salah satu dari orang kerajaan Wilayah Tengah.
Weng Fang Di hanya bisa menarik napas dengan dingin membaca informasi itu.
Kekuatan Sha Shou yang berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 4 saja sudah membuat kepalanya sakit, sekarang dia mengetahui bahwa Sha Shou memilki orang yang menjadi tamengnya agar tidak diserang oleh kelompok lain, yaitu seseorang yang berasal dari kerajaan.
Kekuatan Weng Fang Di hanya di Dasar Pondasi tingkat 12 puncak saja, dan paling banyak dia kemungkinan bisa naik hingga ranah Pembersihan Jiwa tahap 2 saja.
"Haaaa...... sepertinya sudah saatnya aku menggunakan uang-uang ku yang telah lama aku kumpulkan ini," ucapnya yang kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke arah timur.
Tiga minggu kemudian, Weng Fang Di sampai di Kota Yulong yang mana merupakan perbatasan Wilayah Barat dengan Wilayah Tengah, yang dipisahkan oleh Daerah Huangwu yang tandus.
Ekspresi wajah Weng Fang Di hanya bisa menjadi sedikit terkejut mengetahui bahwa masih banyak mereka yang berada di ranah Pembersihan Jiwa di Wilayah Tengah ini yang tidak berasal dari suatu kelompok tertentu atau pun dari keluarga besar.
Dia berpikir mereka yang berada di ranah Pembersihan Jiwa dan tidak berada di kelompok tertentu semuanya pergi ke Wilayah Tengah yang terkenal akan kebebasannya.
Dirinya tidak menduga masih ada tempat seperti ini. Masa lalu yang kelam sudah membuatnya buta akan informasi.
Begitu Weng Fang Di masuk ke kota, dia langsung mencari Rumah Obat di tempat itu, dan membelanjakan seperempat dari keseluruhan koin emas yang ia punya untuk membeli pil dan obat-obatan yang bisa meningkatkan tingkat praktik dengan cepat.
Weng Fang Di menghabiskan waktunya selama kurang lebih seminggu untuk berlatih dan menembus ke ranah Pembersihan Jiwa tahap 1 menengah.
**Catatan Penulis:
__ADS_1
Apa? Up 2 chapter?
Entahlah bro, aku sedang memikirkan nilai matematika ku saat ini🗿**