Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 624. Kembali Menghadap Lin Nushen


__ADS_3

Kastil Kediaman Keluarga Lin.


Lin Nushen duduk dalam diam dan menatap dua orang pemuda di depannya saat ini.


Keduanya balas menatapnya tanpa takut sedikitpun, bahkan ada sedikit kesan menantang dari keduanya.


Tentu saja, kedua pemuda ini tidak lain adalah Weng Lou dan Weng Ying Luan.


Beberapa hari telah berlalu sejak peristiwa ledakan di atas langit yang diakibatkan Sarung Tangan Pencuri Langit milik Weng Ying Luan.


Setelah kejadian itu, Lin Nushen tidak memanggil keduanya untuk meminta penjelasan. Mau bagaimana pun, dia adalah seorang Kaisar Jiwa, dengan kekuatannya, dia bisa dengan mudah melihat apa saja yang terjadi di seluruh wilayah selatan Daratan Utama.


Untuk melihat apa yang dilakukan Weng Lou di dalam istana sebelumnya, itu adalah tindakan sederhana baginya.


Bahkan tidak perlu membicarakan masalah Qi dan Tenaga Dalam alam yang dihisap oleh sarung tangan Weng Ying Luan, dia menyaksikan semuanya dan tidak berusaha menghentikan mereka.


"Katakan padaku, apa tujuan kalian membuat keributan lima hari yang lalu? Jika itu hanya untuk pergi dari sini, maka kalian benar-benar dua idiot bodoh." Lin Nushen berbicara dengan nadanya mencibir.


"Hei, bukan salah kami tidak mempercayai kalian. Lagipula siapa yang lebih dulu membuatku terluka hari itu, hah? Kau harusnya berterima kasih karena kami sudah membantumu menemukan mata-mata yang bersembunyi di dalam Keluarga Lin. Setidaknya kau bisa memberikan kami beberapa hadiah, tidak perlu besar, cukup beberapa bahan mineral berharga saja sudah cukup." Weng Lou berbicara dengan nada santai, seolah-olah Lin Nushen yang berstatuskan Kepala Keluarga Lin bukanlah apa-apa baginya.


Dia tidak takut Lin Nushen akan marah seperti sebulan yang lalu. Jika dia benar-benar akan mulai menyerang mereka pada saat ini, dia akan terpaksa menggunakan Samsara dan memakainya untuk pergi dari sini.


Kekuatan Samsara memang sangat besar, namun itu tidak datang dengan harga yang kecil. Setelah melakukan beberapa eksperimen kecil dengan kekuatan Samsara, Weng Lou akhirnya paham bahwa kekuatan yang ditunjukkan Samsara tidaklah tanpa efek samping.


Sejauh ini, dia sudah menemukan beberapa dampak dari penggunaan Samsara pada dirinya. Dan dampak itu tidak kecil.


Jadi daripada menggunakannya untuk membunuh, lebih efisien menggunakan Samsara sebagai kartu AS nya untuk melarikan diri jika keadaan dianggapnya berbahaya.


"Mulutmu benar-benar menunjukkan seseorang dari Keluarga Weng. Aku ingin sekali memotongnya dan menjadikannya bahan bakar di perapian ku. Aku penasaran, apakah api akan mengoceh juga saat membakar mulutmu," ucap Lin Nushen sambil mendengus pelan.


"Jika kau tidak mau memberikan kami hadiah, lalu kenapa memanggil kami? Kau tau kami sibuk, bukan?"


"Sudah cukup!!! Kau bedebah kurang ajar! Aku akan memotong lidah mu itu, karena berbicara tidak sopan pada Kepala Keluarga!"

__ADS_1


Salah satu dari sebelas orang Penguasa Jiwa yang merupakan bawahan langsung Lin Nushen segera berjalan maju dari posisinya dan mengarahkan tangannya ke arah Weng Lou.


Melihat orang itu, mata Weng Lou berkilauan dengan cahaya dingin. Namun dia tidak melakukan apa-apa, selain menatap tangan orang itu yang dengan kecepatan luar biasa mengarah ke lehernya.


Namun, ketika tangannya akan mencapai Weng Lou, sebuah tangan lain segera menangkap tangannya.


"Teman ku sedang berbicara dengan Kepala Keluarga mu, siapa kau sehingga berani mengganggunya?!"


Tangan itu tidak lain adalah milik Weng Ying Luan. Dengan mengenakan Sarung Tangan Pencuri Langit nya dia segera menggenggam erat tangan Penguasa Jiwa itu, lalu mendorongnya mundur.


Tanpa disangka, orang itu benar-benar terdorong hingga harus dipaksa kembali ke posisi awalnya, yaitu di belakang Lin Nushen. Kedua matanya terbelalak tak percaya dan segera menatap Weng Ying Luan dengan tatapan mata penuh keinginan membunuh.


Dia sudah lama tidak menyukai Weng Ying Luan, sejak pertama kali datang ke Kediaman Keluarga Lin, dia sudah melihat segala kekacauan yang dibuat olehnya. Bahkan dia adalah Penguasa Jiwa yang bertarung dengannya terakhir kali. Meski berhasil mengalahkan Weng Ying Luan waktu itu, tapi dia harus membayar harga yang tidak kecil.


Setidaknya beberapa organ dalamnya mengalami luka serius dan beberapa tulangnya berakhir patah dan retak di beberapa bagian.


"Kau!!!! Kau cari mati!!!"


Dia segera melesat maju ke arah Weng Ying Luan. Tangan kanannya yang ditahan oleh Ying Luan segera diarahkan pada Weng Ying Luan. Kekuatan Jiwa nya melonjak naik dan tangan dari Kekuatan Jiwa terbentuk ketika dia hendak mencabik Weng Ying Luan hidup.


"Hmp! Kau yang cari mati!"


Sambil mendengus marah, Weng Ying Luan segera mengedarkan Qi di dalam tubuhnya ke dalam Sarung Tangan Pencuri Langit. Begitu sarung tangan itu menyerap Qi nya, dia segera mengeluarkannya kembali dan membentuk sebuah bola Qi yang sangat padat di telapak tangan kirinya.


Tangan besar dan bola Qi akan saling bertabrakan, ketika kemudian tatapan mata Lin Nushen segera berubah menjadi dingin dan dia mendengus.


Kekuatan Jiwa dalam jumlah besar segera keluar dari tubuhnya, dan memenuhi seluruh ruangan. Kekuatan Jiwa nya dengan cepat mempengaruhi tangan besar Penguasa Jiwa itu dan membuatnya hancur di udara. Sementara bola Qi Weng Ying Luan, itu segera melebur dan menyebar di udara kosong.


Segera, Kekuatan Jiwa menekan mereka berdua dan membuat keduanya berhenti di tempat, tidak bisa bergerak lebih jauh.


"Kau pikir aku ini siapa? Siapa yang menyuruhmu untuk bergerak dan menyerangnya, huh?" Lin Nushen menatap bawahannya itu dengan tatapan penuh napsu membunuh.


Di tatap sedemikian rupa oleh Kepala Keluarga nya membuat orang itu menundukkan kepalanya dan bergetar hebat. Hatinya sangat gugup saat ini. Dia tau Kepala Keluarga nya adalah orang yang memilki tempramen meledak-ledak dan bisa menyerang siapa saja yang tidak dia sukai, bahkan keluarganya sendiri.

__ADS_1


"Ma-Maafkan saya, Kepala Keluarga!"


Lin Nushen hanya mendengus sebagai balasan, dia kemudian menarik kembali Kekuatan Jiwa nya dan membiarkan keduanya bisa bergerak kembali.


Ying Luan dan Penguasa Jiwa itu tidak lagi menyerang satu sama lain dan kembali ke tempat mereka.


Setelah melihat keduanya sudah kembali, Lin Nushen pun akhirnya berbicara kembali. "Tujuan ku memanggil mu ke sini adalah karena ingin memberitahumu tentang kondisi teman bertopeng mu."


Mendengarnya, Weng Lou langsung bereaksi dan mulai menatap Lin Nushen dengan tatapan mata serius.


"Tidak perlu menatapku seperti itu, lagipula aku tidak tertarik dengan orang-orang dari Keluarga Lin yang berasal dari garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat penyembuh. Mereka semua implusif dan tidak pernah berpikir jernih sebelum bertindak," ujar Lin Nushen.


Mata Weng Lou menyipit. "Dari yang aku tau, orang yang tidak berpikir jernih adalah Keluarga Lin mu. Jika kalian ikut pergi dengan Keluarga Lin yang lain, kalian tidak akan terpojok di tempat ini dan membiarkan banyak mata-mata berkeliaran di dalam kediaman kalian," cibir Weng Lou.


Perkataanya membuat Lin Nushen terdiam. Bukannya marah, dia justru tertawa pelan. Lama kelamaan tawanya semakin besar dan wajahnya pun tampak menunjukkan kesedihan yang mendalam.


"Kau benar, kami tidak berpikir jernih tahun itu. Harga diri ku membuatku tidak mau bergabung dengan Keluarga Lin lainnya untuk pergi bersama dengan Keluarga Weng mu. Tapi aku tidak menyesalinya, kami pada akhirnya akan berdiri dengan kedua kaki kami sendiri, bahkan jika Keluarga Weng menolak kami."


Dia menarik napas dalam-dalam dan kemudian bangkit berdiri.


"Aku ingin kalian pergi dan menjadi perwakilan Keluarga Lin yang dikirim untuk menangani masalah teman kalian itu. Terserah apa yang ingin kalian lakukan, setelah kalian meninggalkan wilayah Keluarga Lin, kalian bebas. Aku tidak peduli apa yang akan kalian lakukan selanjutnya, semuanya bukan urusanku lagi," jelas Lin Nushen pada Weng Lou dan Weng Ying Luan.


Keduanya diam mendengarkan penjelasannya. Mereka berdua saling menatap dan mencoba mencari apakah ada tipu muslihat dalam kata-kata Lin Nushen.


Setelah memikirkannya selama beberapa saat, mereka akhirnya membuat keputusan.


"Baiklah kalau begitu, kami akan melakukannya. Tapi kami tidak bisa membawa orang-orang kami yang lain, jadi kami ingin meminta tolong padamu untuk membiarkan orang-orang kami tinggal di sini sampai kami selesai dengan urusan kami dan kembali ke sini," pinta Weng Lou. Suaranya tidak terdengar tulus ataupun sombong, dia hanya berbicara dengan biasa.


Lin Nushen berkedip, dia kemudian mengangguk setuju.


Setelah kesepakatan diantara mereka akhirnya tercapai, Weng Lou dan Weng Ying Luan pun akhirnya pergi dari kastil dan kembali ke istana tempat mereka tinggal saat ini.


Mereka perlu waktu untuk menyiapkan beberapa hal dan Lin Nushen tidak masalah dengan itu. Dia memberikan mereka waktu dua hari untuk bersiap. Karena Keluarga Lin sudah memberikan respon pada Keluarga Wang, maka mereka harus secepatnya pergi menemui mereka.

__ADS_1


__ADS_2