
Ini adalah tempat dimana Lin Mei bersama beberapa rekan Weng Lou di kehidupan pertama nya tanpa sengaja memasuki tempat Unknown God.
Lin Mei bersama rekan-rekannya terbunuh dengan kejam oleh Unknown God hanya karena memasuki wilayahnya tanpa disengaja. Lin Mei berhasil bertahan paling lama dan memberitahukan keberadaan dirinya kepada Weng Lou.
Sayangnya saat Weng Lou tiba, Lin Mei sudah dalam keadaan terluka parah dan mati beberapa detik setelah Weng Lou memeluknya.
Setelah sukses menyegel Unknown God dengan dibantu Zhi Juan, dia memutuskan untuk mengubur Lin Mei tepat di tempat itu. Untuk rekan-rekannya yang mati lebih dulu, tidak ada yang tersisa dari mereka untuk dikubur. Unknown God menyerap mereka semua hingga bahkan tak menyisakan tulang mereka.
"Tolong tunggu aku sebentar lagi, aku akan menemukan semua bagian dari jiwa mu dan mengembalikan mu seperti sedia kala."
Weng Lou mengangkat kembali kepalanya dan mengelus lembut baru nisan tersebut. Setelah itu dia duduk bersila di samping makam, menunggu Kong Lou untuk berbicara kepadanya.
Beberapa jam kemudian.
Di tempat yang sama, Weng Lou masih duduk dengan setia di samping makam Lin Mei sambil menatap ke langit-langit, dimana hari sudah terlihat akan gelap. Cahaya matahari sudah berhenti masuk dari langit-langit.
Saat malam akhirnya datang, suara Kong Lou terdengar di dalam kepala Weng Lou.
"Apa aku membuat mu menunggu lama?" tanya Kong Lou.
Weng Lou segera menggelengkan kepala, menanggapi pertanyaan Kong Lou.
"Tidak juga, aku menikmati waktu yang berlalu," ujar Weng Lou.
"Hahaha... aku minta maaf. Aku perlu memastikan beberapa hal lewat ingatan milik mu yang aku lihat. Sepertinya kau memiliki hubungan dengan The Ending, tidak kusangka dia lebih dulu bereinkarnasi dibandingkan diriku, meski aku lebih dulu mati. Siklus reinkarnasi ku pasti mengalami beberapa masalah. Atau mungkin karena bidang tanah Dunia Asal Mula membuat siklus reinkarnasi ku tertunda sampai menemukan tubuh yang cocok untuk diriku bereinkarnasi? Ah, aku tidak tau lagi."
Suara Kong Lou terdengar sedikit gusar. Setelah memeriksa ingatan kehidupan Weng Lou, dia langsung bisa menyimpulkan The Ending yang telah mati setelah dirinya, telah lebih dulu bereinkarnasi dan bertemu dengan dirinya yang bereinkarnasi sedikit lebih lama darinya, yaitu Weng Lou.
Weng Lou sendiri mungkin belum menyadari siapa identitas reinkarnasi The Ending. Dia juga melihat beberapa orang yang dia kenal sejak Dunia Asal Mula masih ada telah bereinkarnasi dalam semua kehidupan Weng Lou.
Harus dia katakan, dibandingkan kehampaan itu sendiri, roda reinkarnasi yang terus berjalan jauh lebih misterius dibandingkan dengan kehampaan yang dirinya mampu pahami, meski hanya sebagian kecilnya saja.
"Lalu, apa kau mau mengajariku sekarang?" tanya Weng Lou dengan tenang.
Setelah iblis hati dari bidang tanah kehendak Dunia Asal Mula lenyap di dalam dirinya, pikirannya menjadi jauh lebih jernih, bahkan jauh lebih jernih dibandingkan saat dia menggunakan Teknik Pembersih Jiwa.
"Tentu. Sekarang mari kita mulai prosesnya. Kau cukup mengikuti setiap instruksi dariku saja."
Setelah itu, Kong Lou mulai menyuruh Weng Lou untuk bermeditasi dan berfokus pada bidang tanah dalam Dantian, tepat di tengah-tengah Danau Jiwa nya.
"Karena bidang tanah itu sudah kau satukan dengan Danau Jiwa mu dan menjadi Inti Jiwa, kau tidak perlu bersusah payah dalam proses penyatuan dengan dirimu. Cukup fokus pada Danau Jiwa mu, lalu cobalah serap bidang tanah itu menggunakan Kekuatan Jiwa di Danau Jiwa mu," jelas Kong Lou.
Weng Lou segera melakukan seperti yang dikatakan oleh Kong Lou. Dia mengkonsentrasikan pikirannya pada Danau Jiwa miliknya.
Karena dia adalah seorang Absolute, Danau Jiwa miliknya ratusan, bahkan ribuan kali lebih luas dibandingkan ketika dia pertama kali memasuki ranah Penguasaan Jiwa dan menjadi seorang Raja Jiwa.
Seluruh Kekuatan Jiwa dalam Danau Jiwa nya menanggapi pikirannya dan segera membentuk pusaran raksasa, dengan bidang tanah itu menjadi pusat dari pusaran raksasa tersebut.
Pusaran raksasa itu pada awalnya hanya berputar dengan kecepatan yang cukup lambat dan masih bisa diikuti oleh mata manusia biasa. Lambat laun, pusaran berputar semakin cepat hingga hanya mereka yang berada di ranah Penguasaan Jiwa ke atas yang bisa melihat gerakan putarannya.
Setelah beberapa waktu kemudian, pusaran itu telah berputar sangat cepat, sangat cepat hingga seorang Dewa sekalipun mustahil melihat laju putaran tersebut.
Hanya mereka di ranah Absolute seperti Weng Lou yang bisa melihat bahwa Kekuatan Jiwa dalam Danau Jiwa tersebut sedang membentuk pusaran. Bahkan beberapa Absolute yang lebih rendah akan kesulitan melihatnya.
Bidang tanah Dunia Asal Mula yang telah berubah menjadi Inti Jiwa Weng Lou terlihat tidak beraksi sedikitpun pada pusaran tersebut pada awalnya. Namun seiring waktu, sedikit demi sedikit tanah di pinggiran mulai terkikis oleh pusaran Kekuatan Jiwa yang kemudian menyatu dalam Kekuatan Jiwa.
Bagian tanah yang menyatu dalam Kekuatan Jiwa itu kemudian mulai terserap dalam tubuh Weng Lou lewat sirkulasi Kekuatan Jiwa ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh Weng Lou pada saat yang sama.
__ADS_1
"Aku tidak menjelaskan tentang cara menyerapnya, tapi dia langsung menemukan caranya, memang benar-benar reinkarnasi. Aku penasaran, apakah butiran jiwa yang kutinggalkan juga bereinkarnasi dan memiliki kecerdasan sepertinya." Kong Lou memuji kepintaran Weng Lou.
"Tapi dengan caramu menggunakan pusaran Kekuatan Jiwa, kau akan memerlukan waktu yang cukup lama sampai bisa menyerap semua bidang tanah. Sementara kau saat ini sedang dikejar waktu karena Zhi Juan mustahil bisa mengatasi Unknown God seorang diri. Teman lama ku itu tidaklah lemah. Jika dia dalam kondisi puncaknya seharusnya Zhi Juan tidak akan bertahan selama satu bulan, tapi mengingat kau telah menyegelnya sama ribuan tahun, kekuatannya paling banyak hanya setengahnya saja yang tersisa.
Dengan kekuatan Zhi Juan, dia akan mempu menahannya beberapa bulan seorang diri. Tapi Unknown God akan bisa memulihkan dirinya selama pertarungan. Semakin lama bertarung, kekuatannya akan semakin pulih ke keadaan puncaknya. Jika dia menjadi seorang Immortal, maka nasib semua orang di Dimensi ini sudah diputuskan."
***
Satu minggu kemudian.
Weng Lou dalam meditasinya saat ini telah menyerap sepuluh persen dari keseluruhan bidang tanah Dunia Asal Mula.
Dalam keadaan normal, seharusnya kecepatannya ini sudah sangat cepat. Sayangnya, keadaannya sekarang tidaklah normal. Dia sedang dikejar oleh waktu dan harus menyelesaikan penyerapan secepat mungkin yang dia bisa.
Selama proses penyerapan ini kekuatan miliknya telah berkembang dengan cukup baik. Setidaknya dia bisa merasakan kekuatan kehampaan yang ada dalam tubuhnya.
Kekuatan itu membuatnya bisa merasakan juga kehampaan yang ada di luar Dimensi. Hanya saja perasaan itulah sangat samar. Dia mungkin bisa menggunakan kekuatan kehampaan yang berasal dari luar Dimensi namun dalam radius sepuluh meter saja, tidak lebih.
Tetap saja, hal ini membuatnya merasa senang. Dia tau jika dia menyelesaikan proses penyerapan dia akan bisa menggunakan kekuatan kehampaan yang jauh lebih besar lagi.
Namun di sisi lain dia juga memiliki kekhawatiran. Jika dia selama satu minggu ini baru berhasil menyelesaikan penyerapan sebanyak sepuluh persen, maka waktu yang dia butuhkan untuk menyerap semua bidang tanah Dunia Asal Mula adalah dua setengah bulan.
Itu mungkin waktu yang sebentar untuk semua orang, tapi tidak untuknya, terutama Zhi Juan yang masih bertarung dengan Unknown God di luar sana.
"Aku harus meningkatkan proses penyerapan. Mari selesaikan ini dalam satu minggu!"
Dengan pikirannya, pusaran Kekuatan Jiwa langsung berputar semakin cepat. Pusaran itu begitu cepat, hingga Kekuatan Jiwa mulai meluap dari dalam Danau Jiwa . Seperti dugaan Weng Lou, penyerapan menjadi lebih cepat, tapi tidak cukup cepat untuk membuat Weng Lou bisa menyelesaikan penyerapan dalam satu bulan saja.
Dua minggu kemudian.
Proses penyerapan Weng Lou telah mencapai enam puluh persen secara keseluruhan. Bidang tanah di tengah Danau Jiwa telah mengecil lebih dari setengahnya.
Sementara dia menyerap bidang tanah, dia membagi pikirannya dan mencari solusi dari hal ini.
Setelah berpikir selama setengah hari lamanya, dia pun menemukan sebuah cara. Untuk menyebutnya sebagai cara mungkin keliru, akan lebih tepat mengatakannya sebagai sebuah ide.
Ide tersebut adalah dengan memanfaatkan kekuatan kehampaan yang telah dia serap sebelumnya untuk mempercepat penyerapan yang terjadi. Ide ini terlintas dalam kepala Weng Lou saat memikirkan bagaimana kehampaan bisa menyerap apa saja dan tak terbatas.
Jika dia menggunakannya dalam pusaran Kekuatan Jiwa, maka seharusnya bidang tanah bisa diserap olehnya jauh lebih cepat.
"Baiklah, mari kita coba melakukanya."
Dengan begitu Weng Lou mulai membagi pikirannya sekali lagi. Seluruh tubuhnya yang telah tergabung dengan bidang tanah sebelumnya mulai mengeluarkan asap hitam yang kemudian memasuki Dantian nya.
Asap hitam itu kemudian menyatu dengan pusaran Kekuatan Jiwa di Danau Jiwa. Menggunakan arahan darinya, asap hitam dalam pusaran tersebut mulai bereaksi dan mengeluarkan kekuatan tarikan yang begitu kuat.
Hasilnya, bidang tanah mulai terkikis jauh lebih cepat. Berkali-kali lebih cepat dari sebelumnya.
Weng Lou merasa puas karena hal ini. Kekuatan kehampaan ini memang sangat berguna dan bisa dipakai dalam berbagai macam hal.
"Hahahaha.....sekali lagi dia berhasil menemukan jalan keluar dari permasalahannya. Sepertinya aku terlalu meremehkan mu. Kenyataan bahwa kau adalah reinkarnasi ku itu berarti cara berpikir mu paling tidak adalah setengah dari cara berpikir diri ku. Serang mari kita lihat, bagaimana kau menyelesaikannya," ujar Kong Lou yang dibuat kagum oleh Weng Lou.
Kembali di dalam Dantian Weng Lou. Bidang tanah terus terkikis sedikit demi sedikit. Berkat tarikan dari kekuatan kehampaan, bidang tanah terkikis jauh lebih cepat.
Hal ini membuat proses penyerapan juga berlangsung lebih cepat. Hasilnya, tepat satu bulan sejak Weng Lou memulai penyerapan bidang tanah, dia telah selesai mengikis bidang tanah tersebut.
Apa yang tersisa hanyalah patung di bidang tanah tersebut. Patung itu tidak terpengaruh oleh pusaran Kekuatan Jiwa ataupun tarikan dari kekuatan kehampaan Weng Lou dan tetap melayang di atas Danau Jiwa.
__ADS_1
Weng Lou tidak berusaha menyerap patung itu. Dia tau butiran jiwa Kong Lou ada pada patung itu, jadi dia menghentikan pusaran pada Kekuatan Jiwa dalam Danau Jiwa dan juga berhenti menggunakan asap hitam.
Kini dia fokus menyerap bagian-bagian bidang tanah yang saat ini ada di seluruh tubuhnya yang terus terserap menggunakan bantuan Kekuatan Jiwa nya.
Proses penyerapan itu berlangsung selama beberapa hari, dan begitu Weng Lou selesai menyerapnya, dia merasakan perubahan terjadi dalam tubuhnya.
Ada sebuah kekuatan yang terus meluap dalam tubuhnya, meski proses penyerapan telah selesai.
"Kghhh........."
Weng Lou merasa kekuatan itu bisa di keluarkan ya kapan saja, tapi dia yakin itu bisa mempengaruhi lingkungan sekitarnya.
Dengan buru-buru, Weng Lou bangkit berdiri dari tempatnya. Dia mengayunkan tangannya dan sebuah lubang Dimensi tercipta tepat di hadapannya.
Tanpa menunggu lebih lama, dia langsung melompat masuk ke dalamnya dan muncul di kekosongan.
Saat dia sudah berada di kekosongan, lubang dimensi langsung ditutupnya.
Perasaan meluap dalam dirinya semakin besar. Dia tidak bisa menahannya lebih lama lagi, tapi dia juga tidak bisa melepaskannya di tempatnya saat ini, dia terlalu dekat dengan Dimensi Asal Mula.
Tidak ada yang tau apa yang terjadi jika dia melepaskannya di dekatnya.
Menggunakan kekuatan yang bisa digunakannya, Weng Lou terbang menjauh sejauh mungkin.
Dalam waktu setengah menit, dia telah jutaan kilometer jauhnya dari Dimensi Asal Mula. Sensasi meluap itu terus bertambah kuat. Matanya memerah. Dia ingin melepasnya, tapi dia sadar dia masih belum cukup jauh.
Weng Lou meraung. Sepasang sayap hitam muncul di punggungnya. Dia mengepakkannya dan laju terbangnya bertambah.
Ketika dia berada satu miliar kilometer jauhnya dari Dimensi Asal Mula, dia akhirnya mencapai batasnya.
"KGUUUAAHHH!!!!"
Dengan cepat dia melepaskan perasaan meluap itu.
Hasilnya, sebuah ledakan besar terjadi, dengan dia berada di pusatnya.
Itu adalah ledakan aura berwarna hitam. Aura itu memiliki perasaan yang sama dengan kekosongan, tempat Weng Lou berada saat ini.
Kekuatan kehampaan bisa dirasakan dari aura tersebut.
Aura itu terus menyebar hingga mencapai radius satu miliar kilometer dan akhirnya berhenti.
Setelah aura itu meluas, Weng Lou di pusatnya bahwa kini kekuatan kehampaannya telah meluas. Kini dia bisa mengendalikan kehampaan sepenuhnya dengan radius satu miliar kilometer darinya.
Pada saat yang sama, simbol ukiran aneh muncul di punggungnya. Itu adalah simbol 'Void' namun masih agak pudar.
Simbol seperti itu hanya muncul pada seorang Absolute sejati, yang berarti Weng Lou kini telah setengah langkah menjadi seorang Absolute sejati.
Auranya yang keluar itu kemudian tampak memudar di kekosongan. Akan tetapi, semakin memudar aura itu semakin jelas juga simbol Void di punggung Weng Lou. Ketika seluruh auranya benar-benar menyatu dengan kekosongan, simbol Void akhirnya menjadi benar-benar jelas.
Kedua mata Weng Lou segera berubah menjadi hitam seluruhnya.
Dia bisa melihat auranya memang benar-benar menghilang, akan tetapi kekosongan dalam radius satu juta kilometer telah menjadi bagian darinya.
"Selamat, kau akhirnya berhasil melakukannya," kata Kong Lou.
Weng Lou tidak membalas perkataannya, dia justru memejamkan kedua matanya, merasakan lebih jauh kekuatannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian, dia membukanya kembali. Kedua matanya telah kembali seperti semula.
"Aku sekarang adalah Absolute Void."