Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 663. Lin Mei Melawan Lin Ao Man


__ADS_3

Lin Mei terbang melewati lapisan pelindung kapal kayu.


Setelah dia melewatinya, lubang yang ada pada lapisan tersebut langsung tertutup kembali. Weng Lao De tampak seperti menua beberapa tahun setelah melepaskan kendali pada pelindung tersebut.


Weng Ying Luan dan Lin Mei turun ke atas kapal, di belakang Weng Lao De duduk.


Keduanya memberi hormat kepada Weng Lao De dan sembilan Kaisar Jiwa yang lainnya. Saat Lin Mei memberikan hormat kepada Lin Ao Man, dia menatapnya dengan tajam dan tersenyum mengejek.


Lin Ao Man menyadari senyum mengejek Lin Mei dan langsung merasa tersinggung. Dia secara tiba-tiba melepaskan Kekuatan Jiwa nya dan mengarahkannya pada Lin Mei.


Tubuh Lin Mei langsung terlempar keluar dari kapal kayu karena dihantam oleh Kekuatan Jiwa itu. Weng Ying Luan di sampingnya sangat terkejut dengan perubahan situasi yang sangat tiba-tiba ini.


Tanpa ragu dia melepaskan Kekuatan Jiwanya. Dia tidak menahan sedikit pun Kekuatan Jiwa nya dan langsung menghantam Kekuatan Jiwa mili Lin Ao Man.


Tak disangka-sangka, Kekuatan Jiwa Weng Ying Luan sanggup menghentikan Kekuatan Jiwa Lin Ao Man untuk menekan Lin Mei. Terlihat bahwa Kekuatan Jiwa milik Weng Ying Luan saling beradu di udara dengan milik Lin Ao Man. Secara mengejutkan keduanya saling setara, bahkan Weng Ying Luan terlihat sedikit demi sedikit mendorong kembali Kekuatan Jiwa milik Lin Ao Man.


Wajah Lin Ao Man berubah seketika. Tidak dia sangka Weng Ying Luan sanggup mengembalikan Kekuatan Jiwa miliknya.


Ketika dia hendak melepaskan Kekuatan Jiwa miliknya lebih banyak lagi, Weng Lao De yang menonton semua yang terjadi secara tiba-tiba menghilang dari tempat duduknya dan sedetik kemudian sudah muncul kembali di samping Lin Ao Man.


Jantung Lin Ao Man melonjak kaget melihat sosok Weng Lao De yang telah berdiri di sampingnya dan sedang menatapnya dengan mata dingin. Tangan Lin Ao Man membentuk pola tangan dan lapisan Api Phoenix langsung muncul untuk melindunginya.


Weng Lao De mendengus jengkel. Tanpa mempedulikan Api Phoenix yang ada di sekitar Lin Ao tangannya melesat dan langsung menarik tubuh besar Lin Ao Man.


Tangan Weng Lao De terlihat terbakar oleh api namun kulitnya tidak terluka sedikitpun. Api Phoenix seolah-olah tidak bisa melukainya sedikitpun. Bisa terlihat lapisan aura berwarna perak dari tangan Weng Lao De. Aura ini sangat tipis dan bahkan tidak bisa dirasakan oleh semua orang di atas kapal kayu. Bahkan, mereka sebenarnya tidak melihat aura perak itu. Hanya Weng Lao De yang bisa melihatnya, jelas bahwa aura itu adalah miliknya.


"Lin Ao Man.........apakah kau ingin ku cap sebagai pengkhianat Pulau Pasir Hitam? Tindakan mu ini tidak hanya kau menghiraukan kata-kata sebelumnya, namun juga akan membuat Keluarga Lin berpikiran buruk terhadap ku karena tidak melindungi Putri Mei dengan baik. Apa jangan-jangan kau melakukan ini karena memang ingin aku dimusuhi oleh Keluarga Lin? Katakan padaku, Lin Ao Man, apa kau memang ingin seperti itu?"

__ADS_1


Suara Weng Lao De sangat dingin dan aura membunuh menjalar keluar dari dalam tubuhnya.


Seisi kapal langsung menjadi hening dan dingin.


Weng Ying Luan tampak tak menghiraukan situasi Lin Ao Man, dia dengan cepat terbang dan menangkap Lin Mei yang sedang terlempar dari kapal kayu. Dia membantunya dengan menggendongnya kembali ke atas kapal dan membiarkannya duduk bersila di lantai untuk memulihkan dirinya.


Api Phoenix segera keluar dari tubuh Lin Mei, dan membungkusnya dalam kobaran api. Dengan cepat luka-luka Lin Mei pulih. Namun serangan tiba-tiba dari Lin Ao Man telah melukainya dengan sangat serius, perlu waktu untuk benar-benar menyembuhkan luka-lukanya.


"Bajingan ini jelas tidak menahan dirinya saat menyerang ku sebelumnya. Sepertinya dia benar-benar ingin membunuhku," gumam Lin Mei sambil menoleh pada Lin Ao Man yang sedang dicekik oleh Weng Lao De. Wajahnya sedikit pucat namun dia sudah cukup pulih untuk bangkit berdiri dan berjalan menuju Lin Ao Man.


Weng Ying Luan mengikutinya dari belakang. Matanya penuh dengan napsu membunuh saat dia melihat Lin Ao Man. Dia sudah berjanji akan menjaga Lin Mei sampai Weng Lou kembali, namun tepat di hadapannya Lin Mei telah dilukai dan dia tidak bisa bertindak dengan cukup cepat untuk mengantisipasi serangan itu.


Dalam hatinya, Weng Ying Luan mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi Lin Mei dengan baik. Untungnya Lin Mei baru saja membangkitkan lebih jauh garis darah Phoenix miliknya, sehingga dia bisa dengan cepat pulih. Jika saja itu adalah Lin Mei sebelum garis darahnya terbangkitkan lebih jauh, maka Lin Mei mungkin akan terluka jauh lebih parah.


Dengan penuh amarah di dalam dirinya, Weng Ying Luan tanpa sadar berjalan melewati Lin Mei. Dia menarik napas dalam dan hendak berbicara pada Lin Ao Man, namun kemudian Lin Mei segera menepuk pundaknya, menghentikannya untuk berbicara.


Menggelantung di atas tanah, Lin Ao Man berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari genggaman Weng Lao De, namun tak peduli seberapa keras dia berusaha, dia tidak bisa melepaskan diri.


"Akhhuuu.....ughhh......akhhkhuuu......." Wajah Lin Ao Man berubah hampir seperti tomat matang. Kedua matanya memerah dan dia kesulitan untuk berbicara.


Seorang Kaisar Jiwa bisa dengan mudah menahan napas selama berjam-jam tanpa masalah sedikitpun, namun Weng Lao De yang mencekik Lin Ao Man tidak hanya sekedar membuatnya tidak bisa bernapas, namun juga membuat lehernya hampir remuk.


"Tuan Lao De, bisakah anda melepaskannya?" Lin Mei berbicara dengan nada datar.


Weng Lao De menoleh dan menatap Lin Mei yang terbakar oleh Api Phoenix. Dia berkedip. Situasi saat ini agak diluar kendalinya, namun dia memiliki firasat bahwa Lin Mei mampu mengatasinya bahkan tanpa campur tangannya.


Dia tersenyum dan mengangguk, "Sesuai keinginan anda, Putri Mei."

__ADS_1


Tangan yang mencekik leher Lin Ao Man segera melepaskan Lin Ao Man dan membiarkan tubuh Lin Ao Man terjatuh ke lantai dengan keras.


Lin Ao Man memegang lehernya yang terasa akan putus karena genggaman Weng Lao De. Dia bisa merasakan bahwa hidupnya nyaris saja berakhir karena pria tua itu.


Menghela napasnya, dia kemudian menoleh pada Lin Mei. Wajahnya berubah menjadi terkejut saya melihat Api Phoenix miliknya. Itu terasa sangat panas, sangat panas hingga dia berpikir bahwa Api Phoenix itu sedang membakarnya saat ini.


"Ka-Kau! Apa yang coba kau lakukan?! Mau bertarung dengan ku?! Ha! Putri tak berguna seperti mu, berani-beraninya macam-macam denganku! Aku tidak peduli bahwa kau adalah putri Kepala Keluarga. Karena kau sudah membuatku marah, akan ku bunuh kau sehingga tidak menjadi aih bagi Keluarga Lin!"


Sosok Lin Ao Man segera bangkit berdiri. Kekuatan Jiwa nya kembali dilepaskannya ke arah Lin Mei, namun sebelum bisa sampai pada Lin Mei, Kekuatan Jiwa nya langsung dihancurkan begitu menyentuh Api Phoenix Lin Mei.


Melihat ini, Lin Ao Man segera melepaskan Qi miliknya. Kekuatan yang dia lepaskan membuat kapal kayu yang mereka naiki bergetar untuk sesaat.


"Kau melebih-lebihkan dirimu sendiri!!"


Qi dan Kekuatan Jiwa bergabung dan menghantam Api Phoenix Lin Mei. Api itu bergejolak, seperti akan padam terkena tiupan angin.


Belum cukup dengan itu, Lin Ao Man melepaskan kekuatan garis darah keturunan Phoenix miliknya. Api Phoenix segera membakar tubuhnya. Wujudnya yang dalam Api Phoenix tampak seperti seorang raksasa bermandikan api.


Itu sangat menakjubkan, terutama saat sepasang sayap dari api merah gelap muncul di punggungnya.


Lin Mei memicingkan matanya. Dia belum bergerak dari tempatnya, bahkan setelah semua upaya yang dilakukan oleh Lin Ao Man.


Api pada tubuh Lin Ao Man berkumpul di hadapannya dan membentuk kumpulan bola-bola api merah. Dengan satu pikiran, bola-bola api ditembakkan pada Lin Mei. Terdengar suara-suara pekikan pada bola-bola api itu.


*BAMM!*


Tanpa pertahanan apapun, bola-bola api menghantam Lin Mei dan membuatnya terbakar dalam Api Phoenix milik Lin Ao Man.

__ADS_1


__ADS_2