
Menyaksikan Lin Mei yang terbakar oleh Api Phoenix milik Lin Ao Man membuat para Kaisar Jiwa yang ada di atas kapal kayu menjadi terkejut.
Bahkan Weng Lao De mengerutkan keningnya dan hendak mengambil tindakan. Jika Lin Mei sampai mati, maka dia akan menerima hukuman mengerikan dari Penasehat Kepala Keluarga Weng.
Tangannya siap untuk bergerak dan menarik Lin Mei dari dalam api, tapi kemudian segera terhenti karena Weng Ying Luan. Weng Ying Luan yang berwajah suram menggelengkan kepalanya pada Weng Lao De.
Berkedip. Weng Lao De merasa bahwa Weng Ying Luan pasti tau sesuatu dan memutuskan untuk menonton dari samping. Jika situasinya benar-benar diluar kendali maka dia akan langsung menyelamatkan Lin Mei, walau Lin Mei sendiri tidak menyetujuinya.
"KGHH! Kenapa kau tidak mati saja, dasar aib Keluarga Lin!!!"
Lin Ao Man melolong. Sayapnya terbentang dan dia melepaskan lebih banyak lagi bola-bola api. Lin Mei tampak seperti diserang habis-habisan oleh bola-bola api milik Lin Ao Man.
Orang-orang yang tidak mengenal Lin Mei akan menganggap Lin Mei sedang menjadi bulan-bulanan dari serangan Lin Ao Man tanpa mampu memberikan perlawanan sedikitpun. Namun berbeda dengan orang yang sangat mengenalnya seperti Weng Ying Luan.
Pada dasarnya, Weng Ying Luan tidak khawatir sama sekali pada saat ini karena dia tau bahwa Lin Mei lebih dari mampu untuk menangani Lin Ao Man seorang diri. Ini semua bukan karena kekuatan yang dimiliki oleh Lin Mei cukup untuk bertarung melawan seorang Kaisar Jiwa, tidak, pada kenyataannya Lin Mei tidak cocok melawan seorang Kaisar Jiwa terlemah sekalipun.
Lalu mengapa Weng Ying Luan percaya bahwa Lin Mei mampu menangani Lin Ao Man tanpa memerlukan bantuannya? Tentu saja itu semua karena kekuatan garis darah keturunan Phoenix miliknya!
Dia adalah perwujudan sang Kaisar Phoenix! Itu berarti, dia memimpin diantara semua pemilik garis darah keturunan Phoenix lainnya!
"Apa kau sudah selesai?" Lin Mei yang terus dihujani oleh bola-bola api bertanya dengan nada datar.
Mendengar suara Lin Mei yang terdengar baik-baik membuat wajah Lin Ao Man semakin menjadi buruk. Firasatnya membuat dia merasa ada yang salah terjadi di sini. Jika Lin Mei hanya berada di ranah Penyatuan Jiwa belaka, dia tidak akan mempu bahkan untuk berdiri di depannya, dan memang itulah kenyataannya.
Alasan Lin Mei sebelumnya terluka karena dia terkena serangan Lin Ao Man yang murni menggunakan kekuatan seorang Kaisar Jiwa padanya.
Sekarang situasinya berbeda, Lin Ao Man sepenuhnya tertelan oleh perasaan terhina dan kesombongannya sehingga terus menyerangnya menggunakan Api Phoenix.
"Si-Sialan!!! Kau! Jangan sombong karena kau menggunakan senjata perlindungan! Akan ku hancurkan pelindung mu itu dan membakarmu hingga menjadi abu!!!"
Lin Ao Man mengepakkan sayap Api Phoenix nya. Dia terbang ke atas dan melepaskan kobaran api yang menerpa Lin Mei. Weng Ying Luan segera mundur ketika menyaksikan kobaran Api Phoenix itu. Meskipun bukan dia sasaran Lin Ao Man, namun beberapa percikan api tetap mengarah padanya karena menghantam tubuh Lin Mei terlebih dahulu.
__ADS_1
Dia tidak berani meremehkan Api Phoenix milik seorang Kaisar Jiwa. Dia bukanlah Lin Mei yang tahan terhadap Api Phoenix atau pun Weng Lou yang memiliki kemampuan pemulihan diluar nalar manusia. Diantara mereka bertiga, dialah yang memiliki pertahanan paling lemah.
Sementara itu, Lin Mei yang berada di tengah-tengah kobaran Api Phoenix tampak baik-baik saja. Malah, dia mulai sedikit jengkel dengan serangan-serangan yang diberikan oleh Lin Ao Man.
"Haaah...... sebelumnya aku tidak menyukai mu karena mulut busukmu itu, tapi sekarang sepertinya serangan-serangan kecil mu ini jauh lebih membuatku tidak menyukaimu. Kau bisa berhenti, aku sudah cukup mengetahui kekuatan garis darah keturunan Phoenix pada dirimu, Tetua Ao Man," ujar Lin Mei.
Serangan yang dilepaskan oleh Lin Mei langsung berhenti seketika. Kata-katanya bagai mantra sihir yang bekerja padanya. Lin Ao Man memasang ekspresi tak percaya dan panik saat menyadari dirinya tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya. Bahkan untuk berkedip dia tidak bisa.
"A-Apa ini?! Sialan!!! Kau apakan aku?!"
Lin Ao Man meraung. Kekuatan Jiwa miliknya sekali lagi dilepaskannya. Karena kekuatan garis darah keturunan Phoenix miliknya tidak bisa digunakan, maka dia hanya bisa melepaskan Kekuatan Jiwanya untuk menyerang Lin Mei.
Kekuatan Jiwa itu berbeda dengan sebelumnya, ini adalah serangan penuh menggunakan Kekuatan Jiwa dari seorang Kaisar Jiwa. Jika Lin Mei tidak menghindarinya, dia akan terluka parah atau mungkin mati seketika di tempat saat ini.
"Pelindung."
Sebuah suara terdengar. Lapisan pelindung dari Kekuatan Jiwa mendadak muncul di depan Lin Mei yang langsung menghadang Kekuatan Jiwa milik Lin Ao Man untuk mengenai Lin Mei. Lin Mei berkedip. Dia menoleh ke samping dan melihat Weng Ying Luan.
"Terima kasih," katanya dengan tulus. Dia tidak akan bersikap pura-pura kuat pada saat ini. Kekuatan Jiwa dalam jumlah besar jelas salah kelemahannya, jika Api Phoenix miliknya tidak mampu memusnahkan Kekuatan Jiwa dalam jumlah yang tepat pada satu waktu, maka Kekuatan Jiwa yang tidak sempat dihancurkan akan memiliki kesempatan untuk melewati Api Phoenix nya dan menyerangnya.
Jika keduanya saling berhadapan dengan serius, dirinya jelas bukan tandingan Lin Ao Man dalam hal Kekuatan Jiwa. Bagaimana pun spesialis Weng Ying Luan adalah Qi dan Tenaga Dalam alam, meski Kekuatan Jiwa miliknya juga sangatlah besar.
Menarik napas dalam. Lin Mei memejamkan matanya dan menyentuh dadanya. Dia mengingat kembali momen dimana dia menggunakan kekuatan garis darah keturunan Phoenix nya saat bertarung melawan dua Penguasa Jiwa yang berada di bawah Naga Ular Hijau.
Kekuatan Phoenix dalam dirinya saat itu juga melonjak keluar dari dirinya. Api di dalam jantungnya terbakar dalam nyala api berwarna merah terang. Kobaran itu membentuk seekor Phoenix bermahkotakan kristal dari Api Phoenix yang telah dipadatkan.
"Karena kau selama ini selaku mengatakan aku adalah Putri yang tidak berguna, maka aku akan membuatmu merasakan, bagaimana rasa tunduk terhadap orang yang selalu kau bina ini," kata Lin Mei dengan dingin.
Api Phoenix sekali lagi berkobar dari dalam tubuhnya dan kemudian melapisi seluruh tubuhnya. Sayap dari Api Phoenix muncul di punggungnya. Sayap itu sekilas sangat mirip dengan milik Lin Ao Man, namun jauh lebih megah dan cantik.
Pakaian Lin Mei juga tampak seperti tertutupi oleh aura berwarna merah, seolah-olah lapisan pelindung lain muncul untuk menutupi nya.
__ADS_1
Bayang-bayang sebuah mahkota muncul di atas kepalanya. Mahkota itu tampak buram dan hanya muncul tiap beberapa saat secara samar oleh Api Phoenix.
Semua orang di atas kapal kayu terpana oleh penampilan Lin Mei. Wajahnya yang sangat cantik membuatnya tampak sangat menawan dengan wujudnya saat ini. Dia terlihat sangat mirip seperti Kaisar Phoenix sejati pada masa kejayaannya. Bahkan, jika orang-orang yang tidak mengenal identitas Lin Mei sebelumnya menyaksikan sosoknya saat ini, mereka akan berpikir sedang melihat sang Kaisar Phoenix.
"Jadi ini.....wujud Kaisar Phoenix yang selalu aku dengar dalam legenda. Sungguh sangat cantik dan menawan. Juga, dia tampak seperti penguasa sejati dari Keluarga Lin. Aku yakin Kepala Keluarga Lin akan terpana menyaksikan wujud putrinya saat ini," kata Weng Lao De.
Delapan Kaisar Jiwa yang lain menunjukkan reaksi yang berbeda-beda, namun satu yang sama adalah mereka menatap Lin Mei dengan tatapan hormat.
Lin Ao Man yang tidak bisa bergerak di tempatnya terlihat jauh lebih panik dari sebelumnya. Dia seperti orang gila saat melepaskan Qi miliknya dan menggabungkannya dengan Kekuatan Jiwa untuk menyerang Lin Mei.
"Kghhh......" Weng Ying Luan mengatupkan giginya. Darah keluar dari sudut bibirnya saat dia memaksakan diri untuk mempertahankan lapisan pelindung di sekitar Lin Mei. Qi miliknya ikut dilepaskan untuk memperkuat lapisan pelindung tersebut.
"Lepaskan, Luan. Aku bisa mengatasinya sendiri sekarang." Kata-kata Lin Mei terdengar sangat anggun dan membawa aura seorang pemimpin sejati.
Weng Ying Luan tanpa ragu menarik kembali Kekuatan Jiwa dan Qi miliknya. Dengan cepat Qi dan Kekuatan Jiwa milik Lin Ao Man melesat dan mengenai Lin Mei.
Sebelum bisa melakukan apapun pada Lin Mei, Kekuatan Jiwa dan Qi tersebut segera dimusnahkan oleh Api Phoenix milik Lin Mei. Ini adalah kekuatan Phoenix nya setelah terbangkitkan lebih jauh!
Dengan satu pikirannya, dia mampu memusnahkan apapun yang menyentuh dirinya. Serangan Lin Ao Man hanya seperti angin lewat bagi dirinya.
Tangan Lin Mei terbuka. Telapak tangannya mengarah pada Lin Ao Man.
"Aku akan menyegel kekuatan garis darah keturunan Phoenix milikmu." Dengan kata-kata keluar dari mulutnya, belasan rantai api segera menembak keluar dari telapak tangannya dan langsung melesat pada Lin Ao Man.
Tubuh Lin Ao Man yang sebelumnya sudah dibuat tidak bisa bergerak oleh Lin Mei, kini tampak semakin tidak bisa bergerak setelah rantai-rantai api mengikat dirinya. Rantai-rantai ini tidak mengandung kekuatan perusak apapun, namun begitu menyentuh Lin Ao Man, seluruh tubuhnya segera benar-benar terkunci.
Kekuatan Jiwa dan Qi miliknya tidak bisa dikendalikan. Dia kehilangan kendali pada keduanya seolah-olah dia telah benar-benar terputus dari keduanya.
Semua rantai api di tubuhnya terus menjalar dan semakin menutupi tubuhnya. Pada satu kesempatan, Lin Mei menembakkan satu rantai lagi. Namun kali ini, rantai itu tidak bertujuan untuk mengikatnya.
Rantai itu mengarah ke.....dadanya! Atau mungkin lebih tepat untuk menyebut bahwa rantai itu bergerak ke arah jantung Lin Ao Man!
__ADS_1
Dengan sangat mudah rantai tunggal tersebut melewati dada Lin Ao Man dan langsung melilit jantung Lin Ao Man. Begitu rantai menutupi seluruh jantung Lin Ao Man, percikan api kecil di dalam jantung Lin Ao Man segera tersegel.
Setelah melakukan penyegelan, rantai-rantai api ditarik kembali oleh Lin Mei dan mengulang.