
Weng Lou terdiam di tempatnya.
Seluruh Daratan Utama, mulai dari wilayah Keluarga Lin, Ying, Yang, dan Keluarga Wang semuanya hancur berantakan.
Tidak ada kehidupan satupun yang tersisa.
Weng Lou bahkan tidak bisa menolak hewan-hewan di langit atau di bawah tanah. Semuanya lenyap tak bersisa, bahkan tanaman sekalipun.
Tidak perlu bertanya tentang Praktisi Beladiri, manusia biasa bahkan tidak ada yang Weng Lou temukan. Entah bagaimana, seluruh Daratan Utama kini tidak memiliki kehidupan sedikitpun.
Penampakan Daratan Utama kini persis sama seperti Gurun Pemakan Kehidupan, dimana hanya ada tanah tandus dan pasir tanpa kehidupan apapun.
"Bagaimana......Bagaimana bisa ini semua terjadi?" Weng Lou kebingungan di tempatnya. Dia juga memiliki perasaan khawatir.
Portal dimensi yang dia lihat di kejauhan sebelumnya benar-benar menjadi pertanda buruk baginya.
"Apakah Unknown God benar-benar terlepas dari segelnya? Tapi bagaimana mungkin? Itu seharusnya terjadi dia bulan lagi paling cepat. Bagaimana caranya makhluk itu melepaskan diri secepat ini?!"
Napas Weng Lou menjadi sangat cepat. Dia kemudian menoleh ke arah Gurun Pemakan Kehidupan.
Di sana, dia melihat banyak bekas kawah-kawah besar yang sepertinya masih baru terbentuk. Dia juga merasakan beberapa sisa Kekuatan Jiwa yang tersebar di seluruh Gurun Pemakan Kehidupan.
Dahi Weng Lou mengerut.
Dengan cepat sosoknya melesat menuju ke atas lokasi Gurun Pemakan Kehidupan berada. Saling cepatnya pergerakannya, dia nyaris terlihat seperti melakukan teleportasi instan.
Itu hampir sama seperti cahaya yang bergerak ratusan ribu kilometer dalam satu detik saja. Kecepatan yang diluar akal manusia. Namun semua item benar terjadi. Pada dasarnya, Weng Lou memang sanggup bergerak melebihi kecepatan cahaya dengan kekuatannya yang sekarang. Tapi dia tidak bisa bergerak dengan leluasa saat dalam kecepatan seperti itu. Dia hanya bisa mengambil satu jalan lurus dalam satu waktu sebelum merubahnya di waktu berikutnya.
Di atas gurun, kerutan pada dahi Weng Lou semakin bertambah ketika dirinya melihat ratusan, tidak, ribuan senjata yang berserakan di mana-mana. Namun meski begitu, dia tidak menemukan seorang pun di situ. Bahkan mayat atau pun tengkorak tidak dapat dia temukan.
"Apa yang dilakukan oleh orang-orang ini? Kenapa mereka melakukan pertempuran di sekitar wilayah ini?!"
Weng Lou turun ke bawah dan mendarat di atas sebuah bukit pasir dimana terlihat banyak tombak yang tertancap di pasir.
Matanya menatap tombak-tombak itu. Tidak ada bekas darah sedikitpun. Bahkan tombak-tombak itu seperti masih baru dan belum mengalami pertempuran yang begitu berat.
Dia kemudian melangkahkan kakinya dan dia kembali menghilang, lalu muncul di bukit yang lain. Dia terus melakukannya selama kurang lebih satu menit, sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah batu besar yang di atasnya terdapat lorong teleportasi.
"Lorong ini......itu terhubung pada dimensi Unknown God tersegel...."
Weng Lou menarik napas dalam. Sosoknya segera masuk ke dalam lorong teleportasi.
Dia sempat melihat kegelapan untuk sejenak, sebelum akhirnya pandangan berubah menjadi sebuah pemandangan bukit-bukit tanah yang bergelombang.
"Ini adalah dimensi tempat Unknown God tersegel. Kehidupan pertama dan Zhi Juan yang menciptakan tempat ini. Dengan kekuatan penyegelan milik Zhi Juan, dan penekanan kekuatan milik kehidupan pertama, keduanya menyegel Unknown God di tempat ini. Aku bisa merasakan jejak beberapa orang yang masih cukup baru di dalam sini. Apa ada seseorang yang berhasil memasukinya sebelum segel benar-benar rusak?"
Dia kemudian berjalan dan melihat-lihat lebih jauh. Setelah berjalan beberapa kilometer, dia menemukan tempat dimana terdapat gunung yang tercipta dari jutaan tulang makhluk hidup.
"Aura Unknown God ada di sini. Ini pasti tempatnya sebelumnya." Weng Lou kemudian terbang ke langit.
__ADS_1
Dia melepaskan auranya dan memindai seluruh dimensi tersebut. Dia memindai semua yang ada di dalam tanpa terlewatkan sedikitpun. Setelah beberapa saat kemudian, wajah Weng Lou tiba-tiba menjadi gelap.
Betapa terkejutnya dia menemukan beberapa bekas pertempuran yang ada di dalam dimensi ini. Seharusnya bekas-bekas itu tidak ada ketika dia dan Zhi Juan menciptakan tempat ini. Bekas-bekas itu juga masih baru. Ada beberapa aura Dewa yang terpancar pada bekas-bekas pertempuran itu.
Weng Lou mengkertakkan gigi dan mengepal kuat kedua tangannya.
"Unknown God seharusnya berada dalam kondisi melemah karena kekuatan kehidupan pertama dan luka-luka yang dia alami semenjak pertarungan melawanku dan Zhi Juan. Tapi beberapa orang bodoh malah membawa masuk diri mereka sendiri kedalam tempat ini dan membiarkan Unknown God menyerap kekuatan hidup dan sumber kekuatan garis darah keturunan mereka untuk memulihkan dirinya.
Sial! Kalau tau hal ini akan terjadi, seharusnya aku membasmi saja semua Praktisi Beladiri di Daratan Utama saat pergi memisahkan Keluarga Weng dari Daratan Utama! Orang-orang bodoh itu telah membantu Unknown God untuk memulihkan dirinya dan membuatnya bisa melepaskan diri dari segelnya jauh lebih cepat dari seharusnya!" Weng Lou merasa ingin membunuh semua orang-orang itu.
Dia bisa menebak bahwa beberapa Dewa di Daratan Utama pasti berpikiran untuk membunuh Unknown God lebih dulu dibandingkan orang-orang dari Pulau Pasir Hitam. Tapi yang mereka lakukan itu hanya seperti mengantarkan diri ke mulut singa yang kelaparan.
Mereka malah membantu singa mendapatkan kembali kekuatan dan tenaganya untuk bertempur! Ini adalah skenario yang tidak terpikirkan oleh Weng Lou sebelumnya.
Bahkan kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou tidak memikirkan hal seperti ini bisa terjadi. Apa yang dia pikirkan waktu itu adalah membuat orang-orang di dalam wilayah kekuasaan Keluarga Weng memfokuskan diri mereka dalam meningkatkan Tingkat Praktik mereka agar bisa bersiap dalam pertempuran melawan Unknown God.
Siapa yang mengira bahwa ada beberapa orang yang tidak bisa menggunakan otaknya dan malah memasuki dimensi ini? Weng Lou sendiri bahkan tidak tau kenapa orang-orang bisa memasuki tempat ini.
Dia merasa, bahwa Unknown God telah secara sembunyi-sembunyi menciptakan beberapa portal teleportasi dimensi yang berukuran kecil untuk memancing beberapa manusia ke dalam tempat ini. Karena hal ini, Zhi Juan tidak bisa mendeteksinya. Sehingga setelah Unknown God berhasil memulihkan sedikit kekuatannya, semuanya sudah terlambat.
Bahkan Zhi Juan tidak bisa mencegah kehancuran Daratan Utama.
"Orang-orang di Pulau Pasir Hitam dalam bahaya!" Weng Lou bergegas pergi meninggalkan dimensi itu.
Dia muncul di lokasi yang berbeda dari ketika dia pergi sebelumnya, tapi itu tidak memperlambat dirinya sama sekali.
Dengan satu gerakannya, dia sudah melesat terbang ke langit dan bergerak menuju Pulau Pasir Hitam berada. Lima detik kemudian, dia sudah tiba di atas Pulau Pasir Hitam.
Weng Lou menghela napasnya. Dia merasa lega melihat Pulau Pasir Hitam tidak mengalami nasib yang sama seperti Daratan Utama. Dengan kekuatannya dia bisa melihat bahwa orang-orang di Pulau Pasir Hitam masih ada, begitu juga dengan hewan dan tumbuhan.
Tatapannya segera beralih pada wilayah Keluarga Utama Weng di Kota Bintang Putih. Dia mencari keberadaan kedua orang tuanya, tapi tidak bisa menemukan dimana keduanya berada.
"Apa? Dimana mereka?" Weng Lou mengerutkan dahinya.
Dia segera mencari ke seluruh wilayah Kota Bintang Putih, dia bahkan mencari ke wilayah Hutan Kematian, tapi tidak bisa menemukan mereka dimana pun. Hatinya terasa cemas.
Berkedip. Weng Lou kemudian memutuskan untuk mencari ke wilayah Keluarga Leluhur Weng. Meski dia belum pernah pergi ke sana sebelumnya di kehidupan ini, namun untungnya lokasinya masih sama sejak dahulu.
Pulau Pasir Hitam memiliki bentuk yang sama persis dengan wilayah Keluarga Weng ketika masih berada di Daratan Utama. Jadi dia bisa langsung menemukannya tanpa usaha sama sekali. Lagipula dia bisa mencari mereka dengan memindai seluruh wilayah Pulau Pasir Hitam dalam waktu beberapa detik saja.
"Ketemu." Weng Lou menatap sepasang suami istri yang terlihat sedang makan siang bersama di dalam sebuah rumah di dekat perbatasan wilayah Kediaman Keluarga Leluhur Weng.
Seorang gadis remaja terlihat makan bersama-sama dengan mereka dan juga seorang gadis yang usianya jauh lebih muda.
"Ayah, Ibu, Lingling, dan Bingbing tampak bahagia saat makan bersama. Aku ingin menemui mereka, tapi tidak sekarang. Aku harus menyelesaikan semua masalah ini sebelum bisa bersama-sama dengan keluarga ku kembali."
Senyuman muncul di wajah Weng Lou. Dia menonton keluarganya yang makan dengan harmonis selama beberapa saat sebelum akhirnya memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
Dia naik tinggi ke langit hingga akhirnya keluar dari atmosfer. Sosoknya melayang di angkasa. Dari tempatnya sekarang, dia bisa melihat seluruh Dunia Asal Mula yang merupakan bidang tanah raksasa yang melayang di angkasa.
__ADS_1
Dunia di dalam Dimensi Asal Mula adalah pecahan terbesar dari Dunia Asal Mula yang asli. Dunia itu memiliki kekuatan yang luar biasa karena sanggup menciptakan orang-orang di ranah Deva dan bahkan seorang Absolute.
Sebuah Dimensi biasanya hanya bisa menciptakan beberapa orang di ranah Deva, ada beberapa kasus dimana seseorang berhasil naik hingga mencapai ranah Absolute, tapi kasus ini sangat langkah dan biasanya hanya terjadi satu kali saja.
Akan tetapi, Dimensi Asal Mula secara mengejutkan bisa menciptakan orang di ranah Absolute setiap beberapa ratus tahun sekali. Orang itu tidak lain adalah Weng Lou. Meski dia memiliki kekuatan dan ingatan dari kehidupan terdahulunya, tapi ada aspek lainnya yang membuat dia bisa naik hingga mencapai ranah Absolute, itu tidak lain adalah kehendak dari Dimensi itu sendiri.
Seberapa kuat kehendak yang dimiliki oleh Dunia di dalam Dimensi mempengaruhi seberapa besar seseorang bisa berkembang di dalamnya.
Dimensi Asal Mula yang memiliki bidang tanah terbesar dari Dunia Asal Mula jelas memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menciptakan banyak Absolute. Namun tetap untuk mencapai ranah tersebut, tergantung orang itu, sanggup atau tidak.
Di tangan Weng Lou, terdapat sebuah cincin pemberian kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou. Dia mengambil cincin itu dan memakainya di jari telunjuk tangan kanannya.
"Kau seharusnya tau dimana makhluk itu, Zhi Juan."
Dengan begitu, dia memasukkan sedikit kekuatannya ke dalam cincin tersebut. Segera cincin itu mengeluarkan cahaya hitam tipis yang dengan cepat menghilang.
Weng Lou dengan sabar menunggu.
Setelah setengah menit kemudian, dia menoleh ke satu arah dimana sebuah portal teleportasi antar dimensi terlihat. Sosok Zhi Juan berjalan keluar dari dalamnya dan dia berdiri berhadapan dengan Weng Lou.
Keduanya saling tatap satu sama lain selama beberapa saat. Zhi Juan kemudian menoleh ke belakang Weng Lou dan melihat seluruh Daratan Utama yang kini telah layu tanpa kehidupan di dalamnya.
"Apa yang terjadi?" Zhi Juan bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dia sedang dalam situasi yang cukup sulit ketika tiba-tiba dia menerima sinyal dari Weng Lou dan buru-buru datang ke tempat ini menggunakan portal teleportasi antar dimensi yang mana membuatnya tidak bersiap sama sekali.
Dia berpikir bahwa yang memanggilnya adalah Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan, tapi begitu sampai dia melihat bahwa yang memanggilnya adalah Weng Lou kehidupan sekarang.
Dirinya sudah tau bahwa kehidupan kesembilan puluh sembilan membantu Weng Lou kehidupan sekarang dan dia tidak menghentikannya karena berpikir itu tidak perlu.
Jujur, dia sedikit terkejut Weng Lou bisa mencapai ranah Absolute hanya dalam waktu beberapa tahun yang mana merupakan rekor tercepat dalam sejarah seluruh dimensi. Tapi bukan itu yang sedang menjadi fokusnya saat ini.
Fokusnya adalah pada kondisi Daratan Utama yang kini seperti sebuah gurun tanpa kehidupan. Hanya satu sosok yang bisa menjadi penyebab hal ini, dan itu adalah Unknown God.
Tapi dia tau bahwa Unknown God masih tersegel, jadi dia merasa terkejut menyaksikan situasi saat ini.
"Beberapa orang bodoh membuat makhluk itu memulihkan sedikit kekuatannya dan keluar dari segelnya. Sekarang aku tidak tau dimana dia berada saat ini. Satu-satunya orang yang kupikir bisa menemukannya adalah, kau," ujar Weng Lou.
Zhi Juan menatapnya untuk sesaat dan menarik napas napas dalam.
"Satu-satunya tujuan utamanya setelah lepas dari segel adalah menyerap semua kehidupan yang ada di dunia ini. Setelah itu dia akan menyerap semua sisa kekuatan kehendak dunia dan kemudian keluar dari dimensi ini. Melihat bahwa Daratan Utama kini telah berakhir, maka kemungkinan dia sedang bersembunyi di bagian dalam lautan, mencerna kekuatan yang dia serap." Zhi Juan menjelaskan dengan serius.
Weng Lou berkedip. Dia kemudian berbalik dan menatap seluruh wilayah lautan. Ada terlalu banyak daerah lautan yang luas. Dia juga tidak mengetahui seberapa besar wilayah lautan itu. Sosok Unknown God bisa bersembunyi dimana saja. Kekuatannya tidak akan bisa memindai wilayah lautan yang dalam. Ada beberapa hal yang akan mengganggu pemindaiannya.
Tapi dia tidak perlu khawatir, karena orang yang ahli dalam melakukan pemindaian ada bersama dengannya saat ini. Orang itu tidak lain adalah Zhi Juan!
"Bajingan sialan ini, lihat bagaimana cara dia menatapku. Kau benar-benar membuatku jengkel. Entah kehidupan keberapa pun, kau selalu menjengkelkan," kata Zhi Juan.
Meski dia mengatakan itu, dia tetap melakukan pemindaian.
__ADS_1
Kekuatannya langsung menutupi seluruh Dimensi Asal Mula. Matanya bercahaya dengan aneh saat dia tiba-tiba menunjuk ke satu wilayah lautan yang paling luas yang termasuk dalam Wilayah Tak Bertuan.
"Ketemu."