Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 665. Informasi


__ADS_3

Apa sumber dari kekuatan garis darah keturunan seseorang?


Tentu jawabannya adalah darah. Tapi dari mana darah bisa mendapatkan kekuatan itu?


Jawabannya adalah jantung! Sumber kekuatan garis darah keturunan seseorang terletak pada jantungnya!


Ketika seseorang untuk pertama kalinya membangkitkan kekuatan garis darah keturunan miliknya, artinya kekuatan pada jantungnya telah dibangkitkan. Sumber kekuatan itu akan terus terwariskan generasi demi generasi. Selama tiap generasi kekuatan garis darah keturunan selalu dibangkitkan, maka sumber kekuatan itu akan tetap ada, bahkan setelah ribuan tahun lamanya.


Namun bagaimana jika pada generasi tertentu, sumber kekuatan itu tidak dibangkitkan sampai dia mati? Maka keturunan selanjutnya akan memiliki persentase yang lebih kecil untuk membangkitkan kekuatan garis darah keturunan miliknya.


Jika lebih dari sepuluh generasi secara turun-temurun sumber garis darah keturunan tidak dibangkitkan, maka kekuatan garis darah keturunan akan menjadi sangat tipis hingga tidak sampai menyentuh jumlah sepuluh persen. Setelah seratus generasi selanjutnya, sumber kekuatan itu akan menjadi sangat tipis, bahkan hampir menghilang sepenuhnya.


Saat sudah seperti ini, akan mustahil kekuatan garis darah keturunan untuk bangkit pada tubuh seseorang. Bahkan jika bisa dibangkitkan, kekuatannya tidak akan terlalu besar. Mungkin maksimal hanya akan bisa mencapai satu perseratus dari kekuatan pemilik pertama kekuatan garis darah keturunan.


Satu-satunya cara untuk meningkatkan kekuatan garis darah keturunan lebih jauh adalah dengan menemukan sisa-sisa pemilik sebelumnya garis darah keturunan yang dimiliki, dan pemilik garis darah keturunan itu haruslah lebih kuat kekuatan garis darah keturunannya.


Hal ini yang terjadi juga pada Lin Mei. Walau sumber kekuatannya sudah sangat melemah karena suatu peristiwa di masa lalu sebelum dia bereinkarnasi, dia berhasil mendapatkan bulu Phoenix yang menjadi sisa miliknya di kehidupan sebelumnya. Hasilnya kekuatannya naik lebih jauh.


Bisa dibilang, hampir tidak ada seorangpun di ranah Kaisar Jiwa biasa yang bisa mengalahkannya selama orang itu memiliki garis darah keturunan Phoenix. Mereka akan langsung tunduk padanya.


Namun jika orang itu berada setengah langkah menuju ranah Deva, atau bahkan mungkin benar-benar berada di ranah Deva, maka kekuatan garis darah keturunan Phoenix milik Lin Mei justru yang akan ditekan.


"Dengan begini, kau tidak akan bisa lagi menggunakan kekuatan garis darah keturunan Phoenix. Tidak perlu takut, selama kau bersikap baik dan mengatakan siapa yang menyuruhmu untuk membunuhku, aku mungkin akan membuka segelnya kembali," kata Lin Mei dengan senyum mengejek.


Lin Ao Man tertunduk ke atas tanah. Tidak ada lagi yang bisa dia perbuat. Saat ini sumber kekuatan garis darah keturunan Phoenix miliknya telah disegel oleh Lin Mei. Yang terburuk adalah meskipun kekuatan garis darah keturunan Phoenix miliknya sudah disegel, namun Lin Mei masih bisa mengendalikannya.


Ini karena darah dan dagingnya memiliki kekuatan dari garis darah keturunan Phoenix. Walau sumber utama kekuatan garis darah keturunan Phoenix adalah jantung, namun tubuh seseorang tetaplah membawa jejak kekuatan yang sama.


Setelah memahami lebih banyak kekuatan miliknya, Lin Mei akhirnya bisa membuat Lin Ao Man tidak bisa melepaskan Qi dan Kekuatan Jiwa miliknya. Berada dalam situasi terburuk seperti ini, bahkan Lin Ao Man tidak bisa kabur meski memiliki sebuah Senjata Langit untuk melarikan diri.


Sekarang, dia harus memikirkan bagaimana agar dia bisa bebas dan terhindar dari kematian.


"Pu-Putri Mei.....tolong maafkan aku......aku hanya menuruti perintah saja. Tidak ada dalam benakku untuk membunuhmu! Tolong percayalah padaku!" Lin Ao Man memohon seperti seseorang yang sedang ditahan oleh sekelompok penjahat.


Pada kenyataannya, situasi Lin Ao Man memang seperti menjadi seorang tahanan. Di sekitarnya ada sembilan orang Kaisar Jiwa dengan kekuatan yang beragam. Ada Lin Mei yang mampu membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa, dan juga ada Weng Ying Luan yang Kekuatan Jiwa miliknya menyamai miliknya.


Dia benar-benar tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.


"Tenang saja, aku tidak peduli dengan kata-kata omong kosong mu. Cukup katakan saja padaku, siapa yang memberimu perintah untuk membunuhku," ujar Lin Mei acuh tak acuh.


Sayapnya dilebarkan. Bulu-bulu dari Api Phoenix muncul satu persatu dan menghadap pada Lin Ao Man, siap untuk ditembakkan ke arahnya. Kehendak pemusnahan bisa dirasakan dari bulu-bulu itu yang membuat Lin Ao Man menelan ludahnya sendiri.


"Akan.....akan aku katakan! Tolong ampuni nyawaku!" Lin Ao Man berkata dengan panik.


Walau begitu bulu-bulu tetap ada dan tidak berkurang sedikitpun. Lin Ao Man paham, Lin Mei hanya ingin mau mendengar jawabannya. Omong kosong yang dia katakan tidak akan menggerakkannya sedikitpun. Segera, dia pun memberitahu orang yang menyuruhnya.

__ADS_1


"Itu.....itu....Tetua Pertama yang menyuruhku! Tolong maafkan aku! Aku tidak bisa menolak perintahnya! Dia memegang kendali yang sangat kuat di dalam keluarga kita, jika aku menolaknya dia akan membunuhku sendiri dengan tangannya!"


Lin Ao Man tampak pucat saat menyebutkan 'Tetua Pertama' pada Lin Mei. Kekuatan Tetua Pertama Keluarga Lin sangatlah menakutkan, bahkan ayah Lin Mei bukan tandingannya. Bisa dibilang dibandingkan Kepala Keluarga Lin, Tetua Pertama memegang kekuasaan yang jauh lebih tinggi karena para Tetua yang lain lebih mendengarkan perintahnya dibandingkan Kepala Keluarga Lin.


Kekuatan miliknya sama seperti Weng Lao De, yaitu seorang Kaisar Jiwa puncak akhir yang sebentar lagi akan naik menjadi Dewa di ranah Deva.


Untungnya Tetua Pertama tidak memberikannya semacam segel yang akan membunuhnya jika dia mengatakan yang sebenarnya. Tetua Pertama pasti berpikir bahwa Lin Ao Man tidak mungkin membongkar identitasnya karena takut dengan kekuatannya.


Pada dasarnya, Lin Ao Man memang takut dengan kekuatannya, namun pada saat ini Lin Mei memberikan ketakutan yang jauh lebih mengerikan dibandingkan Tetua Pertama baginya.


"Tetua Pertama? Kenapa dia ingin membunuhku? Aku tidak pernah berurusan dengannya sebelumnya." Lin Mei tidak mengerti.


Seingatnya, dia bahkan belum pernah berhadapan muka dengan Tetua Pertama, atau bahkan menyinggungnya, kenapa dia mau dirinya mati?


"Ehem....itu ada hubungannya dengan ayah dan ibu mu, Putri Mei. Kau mungkin berpikir ayahmu adalah yang terkuat di dalam Keluarga Lin, namun nyatanya ibu mu lah yang terkuat. Bahkan Tetua Pertama tidak ada apa-apanya dibandingkan dengannya. Dia takut kau akan menjadi sekuat ibumu atau bahkan melebihinya di masa depan, jadi dia berencana membunuhmu sejak kau masih kecil," jelas Lin Ao Man.


Dahi Lin Mei mengerut. Sekarang semuanya masuk akal. Pantas saja orang-orang yang selama ini mengejek dan merendahkannya di dalam Kediaman Keluarga Lin tidak pernah mendapatkan hukuman meskipun ayahnya adalah Kepala Keluarga. Tetua Pertama pasti campur tangan dalam masalah ini.


"Lalu, apakah dia juga yang memberikan bubuk kristal dengan kehendak pemusnahan pada kakak ku waktu kami berduel bertahun-tahun yang lalu?" tanya Lin Mei lagi.


Lin Ao Man terdiam. Dia menatap kedua mata Lin Mei yang sejernih permata. Kehendak pemusnahan terpancar dari kedua matanya itu.


Dengan ragu-ragu, Lin Ao Man menggelengkan kepalanya.


"Orang yang memberikan bubuk kristal dengan kehendak pemusnahan pada kakak mu tidak didapat dari Tetua Pertama, tapi oleh orang lain."


Dahi Lin Mei mengerut. Bulu-bulu dari Api Phoenix kembali bermunculan dan diarahkan pada Lin Ao Man.


"Dan siapa orang itu?"


"Aku.....aku tidak berani mengatakan identitas nya secara langsung. Jika aku memberitahumu, aku pasti akan langsung mati. Bahkan jika aku berusaha memberitahu mu, aku akan langsung mati sebelum memberitahumu. Satu yang pasti, orang itu juga berasal dari Keluarga Lin kita di Pulau Pasir Hitam, dan dia memegang kekuasaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Tetua Pertama."


Penjelasan tersebut tidak bisa membuat Lin Mei menebak siapa orang yang dimaksud oleh Lin Ao Man. Jika dia ingin mengetahui identitas orang itu lebih jauh, dia harus memaksa Lin Ao Man untuk sedikit lebih nekat, walau nyawanya adalah taruhannya.


"Tidak perlu melakukan itu, Putri Mei. Aku sudah bisa menebak siapa orang itu," kata Weng Lao De di tempatnya berdiri saat ini.


Lin Mei menoleh dan menatapnya. "Bisakah anda memberitahuku siapa orang itu, Tuan Lao De?"


Weng Lao De menarik napas dalam. Dia menggelengkan kepalanya.


Lin Mei mengerutkan dahinya. Dia tidak mengerti kenapa Weng Lao De tidak mau memberitahunya. Apakah sesulit itu langsung mengatakan identitas orang tersebut? Atau apakah orang itu benar-benar kuat hingga orang sekuat Weng Lao De sekalipun tidak berani mengucapkan namanya sembarangan.


Weng Lao De menyadari raut wajah Lin Mei. Dia tersenyum dan berkata, "Anda tenang saja, Putri Mei. Sepulangnya kita dari sini, anda bisa menyanyikan identitas itu pada ibu anda. Dia pasti mengetahui siapa orang itu. Untuk saat ini, mari kita hentikan semua ini dan fokus pada rencana yang telah kita semua siapkan untuk memusnahkan Keluarga Ying."


Mendengar kata-kata Weng Lao De, Lin Mei hanya bisa mengangguk setuju. Dia melepaskan Lin Ao Man dan menghilangkan Api Phoenix pada tubuhnya. Dengan cepat tubuhnya menjadi sangat lemah, sehingga Weng Ying Luan terpaksa membantunya untuk berdiri dengan benar di tempatnya.

__ADS_1


Meskipun kekuatan Phoenix pada tubuh Lin Mei tidak diaktifkan, namun sumber kekuatan garis darah keturunan Phoenix pada jantung Lin Ao Man tetap dalam kondisi tersegel. Itu berarti, Lin Mei masih berada dalam posisi mengendalikan Lin Ao Man, yang mana membuatnya merasa sedikit frustasi.


Setelah semua peristiwa di atas kapal kayu, Weng Lao De mulai menjelaskan rencana yang sudah mereka buat selama berbulan-bulan di atas kapal kayu.


Weng Ying Luan dan Lin Mei mendengarkan dengan baik penjelasan dari Weng Lao De. Setelah rencana diberitahukan pada mereka, Weng Ying Luan dan Lin Mei memberikan informasi mengenai situasi mereka saat ini.


Weng Ying Luan memberitahukan apa saja yang dia lakukan di wilayah utara dan selatan. Lin Mei memberitahukan bahwa dia memiliki kendali atas ratusan ribu binatang buas dalam berbagai tingkatan kekuatan.


Juga dia memberitahu bahwa dia sudah menundukkan Naga Ular Hijau yang memiliki kekuatan di puncak Raja Jiwa dan mereka berencana untuk menaklukkan Ular Kegelapan, penguasa lainnya di dalam Hutan Leluhur Ying.


Namun Weng Lao De segera menggelengkan kepalanya sebagai tanggapan atas rencana Weng Ying Luan dan Lin Mei. "Tidak kita tidak akan mengganggu Ular Kegelapan. Kita akan langsung menuju Kediaman Keluarga Ying."


"Hm? Kenapa? Bukankah akan lebih bagus jika memiliki kekuatan di ranah Penguasaan Jiwa lainnya untuk berpartisipasi dalam rencana ini?" tanya Weng Ying Luan yang sedikit kebingungan melihat sikap Weng Lao De.


Di matanya, Weng Lao De saat ini seperti sedang menghindari untuk berurusan dengan Ular Kegelapan.


"Kita tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk itu. Ular Kegelapan berada di luar kendali kita. Kekuatannya mungkin sudah mencapai ranah Deva, sehingga kita tidak akan mampu melawannya," kata Weng Lao De.


"Ranah Deva?!?" Weng Ying Luan menganga lebar.


Hampir saja dia dan Lin Mei berurusan dengan Ular Kegelapan sebelum kedatangan Weng Lao De dan yang lainnya. Jika terlambat sedikit saja, mereka takut bahwa saat ini mereka sudah berada di wilayah kekuasaan Ular Kegelapan, DNA mengganggunya.


Akan tetapi, Weng Ying Luan seperti baru menyadari sesuatu.


"Tunggu dulu, Kakek De. Jika kalian tidak berani berurusan dengan Ular Kegelapan yang berada di ranah Deva, lalu bagaimana bisa kalian berani berurusan dengan Keluarga Ying? Ular Putih Berkepala Sembilan, Ying She telah berada di ranah Deva dan mengendalikan Keluarga Ying dari balik bayang-bayang selama ribuan tahun lamanya!"


Berkedip. Weng Lao De mengerutkan keningnya dan menatap Weng Ying Luan dengan sungguh-sungguh.


"Dari mana kau mengetahui dia berada di ranah Deva?"


Dengan cepat Weng Ying Luan menceritakan bahwa dirinya sempat mendengarkan cerita dari Naga Ular Hijau dalam perjalanan ke kapal kayu. Meski dia tidak bisa dengan jelas mendengar semua cerita Naga Ular Hijau karena lebih berfokus untuk mencapai kapal kayu, namun dirinya yakin bahwa Naga Ular Hijau mengatakan yang sebenarnya.


Segera setelah Weng Lao De mendengar ini, dia manarik napas dengan dingin. Dia menoleh ke arah dimana seharusnya Kediaman Keluarga Ying berada.


"Jika apa yang kau katakan memang benar. Maka semua rencana yang kami buat beberapa bulan ini akan menjadi sia-sia. Kita tidak akan bisa melakukan apapun kepada Keluarga Ying hanya dengan kekuatan kita saat ini. Satu-satunya jalan kita sekarang adalah kembali ke Pulau Pasir Hitam dan memberitahu semua informasi ini kepada Penasehat Kepala Keluarga," ujar Weng Lao De dengan nada sungguh-sungguh.


Sembilan Kaisar Jiwa yang lain memiliki raut wajah yang rumit. Mereka dikirim oleh pemimpin mereka masing-masing dalam misi memusnahkan Keluarga Ying. Namun sekarang, mereka tidak mungkin untuk melanjutkan rencana mereka.


Seseorang di ranah Deva bukanlah tandingan mereka semua. Bahkan jika seratus orang Kaisar Jiwa setingkat Weng Lao De dikumpulkan untuk melawan seseorang di ranah Deva, mustahil untuk keluar sebagai pemenang.


Ada alasan kenapa mereka disebut sebagai Dewa!


Mereka adalah wujud penguasa sejati. Selama seorang Dewa berada di wilayah kekuasaannya sendiri, mustahil untuk mengalahkannya!


Hanya sesama Dewa yang bisa mengalahkannya!

__ADS_1


__ADS_2