
Dahi Zu Zhang mengerut ketika merasakan bahwa Qi pada seluruh tubuh Weng Ning sedang tersumbat oleh sesuatu dan membuatnya tidak bisa mengalirkan Qi miliknya sama sekali.
"Pemenang dari pertarungan ini adalah, Lin Mei. Dia berhasil lolos ke babak final!" seru Zu Zhang pada semua orang yang ada di bangunan Arena Pertandingan.
Seusai dia mengatakan hal itu, sosok Zu Zhang pun menghilang dari lapangan arena bersama dengan Weng Ning. Hal ini membuat orang-orang menjadi semakin kebingungan dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya telah terjadi.
Di sisi lain, di atas atap bangunan Arena Pertandingan, Zu Zhang dan Weng Ning pun muncul di hadapan Yi Chen, Hou Lang, dan Feng Lang yang masih duduk manis di tempat mereka.
Kemunculan keduanya membuat mereka bertiga menjadi sedikit terkejut.
"Ada apa? Kenapa kau membawanya kemari?" tanya Yi Chen pada Zu Zhang yang memandangi Weng Ning yang saat ini sedang terbekuk lutut.
"Periksa dia, aku merasakan sesuatu yang ganjal dari saluran Qi miliknya nya. Ada sesuatu yang menghalanginya sehingga tidak bisa dia kendalikan," jelas Zu Zhang yang menunjuk Weng Ning.
Yi Chen berkedip beberapa kali lalu kemudian saling tatap dengan Hou Lang.
"Kenapa kau memberikannya pada kami? Kau bisa melakukannya sendiri, bukan?" Hou Lang bertanya sambil mengerutkan dahinya.
"Jika ada diantara kalian yang mau menggantikan tugasku, maka aku dengan senang hati akan memeriksa gadis ini," balas Zu Zhang.
Yi Chen dan Hou Lang pun segera mengalihkan pandangan mereka dari Zu Zhang. Jelas sekali mereka tidak mau mengantikan dirinya sebagai wasit di Turnamen Beladiri Bebas ini. Kedatangan mereka ke tempat ini sangatlah rahasia, jadi mereka tidak bisa seenaknya saja menunjukkan diri mereka di depan umum.
Yi Chen pun akhirnya bangkit berdiri dan segera menyentuh pergelangan tangan Weng Ning dan memeriksa kondisinya.
Dahinya pun semakin berkerut setelah melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Zu Zhang benar adanya.
"Kau bantu dia, aku akan melanjutkan turnamennya," kata Zu Zhang yang kemudian sosoknya pun segera menghilang dan kembali muncul di lapangan arena.
Sementara itu, Yi Chen memandang wajah Weng Ning sejenak, dan melihat bahwa warna wajahnya terlihat sedikit memerah. Bukan karena malu dipandang olehnya, melainkan karena suhu tubuhnya yang mendadak naik secara drastis.
"Aku akan memeriksa tubuhmu, jangan melawan," ucap Yi Chen yang dengan cepat mengalirkan kekuatan jiwanya dan menyelimuti seluruh tubuh Weng Ning.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, Yi Chen pun berhasil menemukan penyebabnya. Dia tanpa ragu membalik tubuh Weng Ning dan menyentuh punggungnya.
Kekuatan jiwanya kemudian mulai menyelimuti punggung Weng Ning, dan tak berapa lama, seluruh tubuh Weng Ning pun bergetar hebat.
Weng Ning tampak tersentak dan akan berteriak karena merasa kesakitan. Saat itu juga, Hou Lang menjentikkan jarinya, dan kubah pelindung pun menutupi tempat mereka.
"AAAHHHH!!!!"
Dengan suara nyaring, Weng Ning berteriak hebat. Dia meringis kesakitan. Keringat dingin mengalir keluar dari dalam tubuhnya, dan tak lama sebuah jarum berwarna emas keluar dari punggung nya.
Yi Chen segera mengambil jarum tersebut dan melemparkannya pada Hou Lang untuk diperiksa.
Di sisi lain dia pun mengalirkan kekuatannya pada Weng Ning dan memulihkan kondisinya. Aliran Qi Weng Ning pun kembali seperti semula. Namun meski begitu, panas tubuh Weng Ning tidak berkurang sedikitpun, malah menjadi semakin panas.
Hou Lang yang diberikan jarum emas itu oleh Yi Chen pun segera memeriksa jarum tersebut menggunakan kekuatan jiwanya.
Tak butuh waktu lama, setetes cairan berwarna kuning dipisahkan oleh Hou Lang dari darah yang ada pada jarum emas tersebut. Hou Lang menyentuh cairan tersebut dan mengerutkan dahinya.
"Racun Api? Kau bercanda?" tanya Yi Chen yang tidak percaya mendengar perkataan Hou Lang.
"Kau periksa saja sendiri jika tidak percaya dengan ku." Hou Lang menyodorkan setetes cairan kuning itu pada Yi Chen dan dia pun langsung terdiam menatapnya.
Cairan tersebut benar adalah Racun Api, seperti yang dikatakan oleh Hou Lang pada Yi Chen.
Racun Api, tidak seperti racun pada biasanya yang akan menimbulkan efek luka tubuh seseorang, racun ini malah berefek pada Qi orang yang dikenakannya. Racun tersebut akan menghentikan arus Qi pada tubuh seorang Praktisi Beladiri hingga membuat orang tersebut sama sekali tidak bisa mengendalikan Qi miliknya.
Lalu mengapa diberi nama Racun Api? Itu karena efek lain dari racun ini, yang mana akan membuat suhu tubuh korbannya naik secara perlahan hingga akhirnya menyebabkan kerusakan organ dalam korbannya seperti mendapat luka bakar dari dalam.
Racun Api ini sebenarnya sangat terkenal di dunia beladiri di Pulau Pasir Hitam, hanya saja kepemilikan dari racun ini hanyalah dimiliki oleh satu kelompok saja dan tidak pernah diperjualbelikan.
Kelompok yang membuat dan memiliki racun ini adalah salah satu keluarga yang berkuasa di Pulau Pasir Hitam, Keluarga Nyala Api Phoenix, yaitu Keluarga Lin yang tinggal di Wilayah Tengah.
__ADS_1
Hal yang membuat Yi Chen sebelumnya tidak percaya adalah karena setahunya Lin Mei bukanlah orang yang akan menggunakan sesuatu seperti Racun Api ini untuk menghadapi lawannya. Oleh sebab itu dia pun mulai berpikir siapa orang yang telah menggunakan sesuatu seperti Racun Api ini selain Lin Mei.
***
Di atas arena, Lin Mei masih berdiri menunggu kehadiran Zu Zhang selama beberapa saat sebelum akhirnya sosoknya pun muncul kembali setelah membawa Weng Ning bersamanya.
"Hm? Kenapa kau masih di sini?" tanya Zu Zhang padanya.
Dia berniat untuk mengumumkan nama yang akan bertarung selanjutnya akan tetapi karena ada Lin Mei dia menunda untuk melakukannya.
"Maafkan aku, tapi kenapa aku dinyatakan sebagai pemenangnya? Bukankah Ning masih bisa bertarung? Apakah dia sendiri menyatakan bahwa dirinya mengaku kalah?" Lin Mei bertanya dengan wajahnya yang tidak senang.
"Kurasa ada salah paham diantara kita, Nona Lin. Aku tidak sembarang memutuskan sesuatu dalam pertarungan sebesar Turnamen Beladiri Bebas ini. Temanmu, Weng Ning, aliran Qi miliknya secara tiba-tiba terhenti di dalam tubuhnya. Aku memutuskan untuk menyatakan dirinya kalah, dibandingkan membiarkan dia mati karena serangan mu tadi," jelas Zu Zhang pada Lin Mei.
"Aliran Qi nya terhenti? Bagaimana bisa? Setelah dia mengeluarkan Qi dalam jumlah banyak seperti sebelumnya, mustahil aliran Qi pada tubuhnya terhenti secara mendadak!"
"Aku tau itu, oleh sebab itu dia sekarang sedang diperiksa, dan penyebab berhenti nya aliran Qi nya pasti akan terungka- Apa?! Racun Api?! Kalian yakin?!"
Mendadak Zu Zhang berbicara dengan tidak jelas, dan membuat Lin Mei semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Zu Zhang membalik badannya dan menghadap ke arah dimana Yi Chen dan yang lain berada.
Suara Yi Chen menggema di dalam kepalanya dan memberitahunya bahwa penyebab terhentinya aliran Qi Weng Ning sebelumnya adalah Racun Api.
"Racun Api?"
Lin Mei secara tidak sengaja mendengar ucapan dari Zu Zhang dan mengerutkan dahinya. Dia dengan jelas tau apa itu Racun Api, karena racun tersebut berasal dari keluarganya.
Pada saat yang sama, di kursi tempat Lin Fenghuang berada, terlihat senyum mengerikan dari wajahnya menatap ke arah arena.
Di tangan kanannya terdapat 3 buah jarum emas yang sama persis dengan yang keluar dari punggung Weng Ning.
__ADS_1
"Hehehe.....tak akan kubiarkan calon pasanganku tampil mencolok pada acara seperti ini. Akan ku buat dia menghilang dari orang-orang yang dia kenal, dan menjadi milikku seorang saja," ucap Lin Fenghuang yabg kemudian terkekeh pelan di tempat duduknya.