
Saat mendengar kata Racun Api dari Zu Zhang, Lin Mei langsung memiliki firasat yang tidak enak.
Bukan tanpa alasan dia bersikap seperti itu. Pasalnya, Racun Api hanya ada ditangan keluarga nya saja, Keluarga Nyala Api Phoenix, Keluarga Lin di Wilayah Tengah Pulau Pasir Hitam ini.
Weng Ning yang terluka karena racun tersebut, membuat Lin Mei merasa bertanggung jawab. Dirinya yakin, pasti ada anggota keluarga nya saat ini yang sedang menonton pertarungannya saat ini dan dengan sengaja menyerang Weng Ning secara sembunyi-sembunyi menggunakan racun itu.
Dia tidak berpikir serangan itu bertujuan untuk membuat dia memenangkan pertarungan ini, karena pasalnya Lin Mei tau dengan jelas konflik yang terjadi di dalam keluarga mereka. Jadi mustahil serangan itu bertujuan untuk membantu nya menang.
Lin Mei pun segera menatap tempat duduk penonton satu persatu, dan berusaha menemukan pelakunya.
Sementara itu, Zu Zhang yang sedang berbicara dengan Yi Chen lewat tepati, akhirnya selesai dan dia pun membalik badannya kembali kepada Lin Mei.
"Peserta Lin Mei, pertarungan mu telah selesai, aku mohon kau segera pergi menuju ke tempat duduk mu berada. Sebentar lagi aku akan memulai pertarungan kedua," ucap Zu Zhang pada Lin Mei yang masih sibuk memandangi sekitarnya.
Lin Mei yang mendengar ucapan Zu Zhang pun langsung segera melakukan perkataannya.
Dia segera berjalan pergi dari tempatnya, lalu kemudian berjalan ke arah tempat duduk Weng Lou dan para peserta lain berada.
Sesampainya di tempat duduknya, Lin Mei tidak mengucapkan satu kata pun. Dia memilih untuk diam dan terus mengamati sekitarnya.
Weng Lou, Weng Hua, Weng Ying Luan, dan juga Man Yue saling menatap satu sama lain dan tampak kebingungan.
"Ada apa denganmu? Sepertinya kau memikirkan sesuatu," ucap Weng Lou yang akhirnya membuka suara terlebih dahulu.
"Tidak ada, jangan hiraukan aku. Kalian tonton saja pertarungan selanjutnya," balas Lin Mei.
"Mei, apa kau tau kenapa wasit menyatakan Ning kalah?" Weng Hua bertanya dengan penasaran.
Lin Mei pun menoleh ke arah Weng Hua dan menatap kedua matanya selama beberapa saat, lalu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak yakin. Tapi yang jelas, bukan aku yang membuatnya kalah," jawab Lin Mei dengan singkat.
Mendengar jawabannya, membuat Weng Hua malah semakin bertanya-tanya sebenarnya apa yang telah terjadi pada Weng Ning.
Disaat dia ingin bertanya lebih lanjut, suara Zu Zhang yang ada di lapangan arena menggema di seluruh Arena Pertandingan.
Perhatian semua orang pun segera terarah padanya.
"Maafkan aku karena sudah membuat Turnamen Beladiri Bebas ini tertunda selama beberapa saat, para penonton sekalian! Ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan sebelumnya, tapi tenang saja, semuanya telah selesai!
Pertarungan pertama dimenangkan oleh Lin Mei, yang mana membuatnya lolos menuju ke babak final nantinya! Sekarang, aku akan mengumumkan peserta yang akan bertarung selanjutnya!"
__ADS_1
Sama seperti yang dia lakukan sebelum-sebelumnya, Zu Zhang menjentikkan jarinya, dan dua nama peserta pun muncul dia atas arena.
Shanhu dan Yang Guang. Itu adalah dua nama yang muncul di atas arena dan segera dibaca oleh semua orang yang ada di tempat itu.
Tanpa instruksi sama sekali, Shan Hu dan Yang Guang segera melompat turun dari tempat duduk mereka ke lapangan arena, dan segera berjalan ke tengahnya dimana Zu Zhang berada.
Zu Zhang membiarkan mereka berdua berjalan hingga ke tempatnya sebelum menyuruh mereka berdua mengambil tempat mereka masing-masing karena dia akan langsung memulai pertarungan mereka.
Mendengar instruktur darinya, mereka berdua pun segera mengambil tempat mereka.
Mereka mengambil jarak kurang dari seratus meter satu sama lain, lalu melakukan persiapan mereka masing-masing.
Sesuai dengan perintah dari Weng Lou sebelum tahap kedua babak semifinal dimulai, Shan Hu segera mengeluarkan senjata miliknya yang merupakan sebuah pedang besar dengan panjang sekitar dua meter. Dia juga langsung mengaliri seluruh tubuhnya dengan Qi miliknya.
Di sisi lain, Yang Guang mengeluarkan salah satu pedang latihannya yang dia pakai untuk bertarung di tahap pertama melawan Xue Fu. Dirinya tidak akan menganggap remeh musuhnya di acara sebesar Turnamen Beladiri Bebas ini.
Dari lawan-lawannya yang telah dia kalahkan sebelum-sebelumnya, semuanya jauh lebih lemah dari Shan Hu. Yang Guang dapat mengetahui ini karena suara yang dipancarkan oleh Shan Hu jauh lebih kuat dibandingkan dengan Xue Fu yang mana telah berhasil membuatnya cukup serius dalam bertarung.
"Baiklah! Kalian berdua siap?" Zu Zhang bertanya pada keduanya.
Yang Guang menoleh sebentar ke arahnya dan mengangguk. Shan Hu tidak mengalihkan pandangannya dari Yang Guang sama sekali, tapi tetap mengangguk sebagai jawaban kepada Zu Zhang.
"Baik! Pertarungan kedua, Yang Guang melawan Shan Hu, dimulai!"
Karena dirinya yang telah siap untuk menerima segala macam kemungkinan yang bisa terjadi, Shan Hu mampu melihat pergerakan dari Yang Guang yang pada dasarnya bergerak dengan kecepatan yang jauh diatasnya.
Shan Hu mengangkat pedang besar di tangan kanannya dan kemudian melakukan tebasan secara horizontal ke arah datangnya Yang Guang meski dia masih berjarak sepuluh meter darinya.
TRAANGGG!!!!!
Terdengar bunyi bentrokan dua senjata begitu Shan Hu mengayunkan pedang besarnya, dan sosok Yang Guang telah muncul di hadapan Shan Hu dengan pedangnya yang saling bertemu dengan pedang milik Shan Hu.
Senyum kecil muncul di sudut bibir Yang Guang.
Seperti prediksinya, Shan Hu berbeda dengan lawan-lawannya yang telah dia kalahkan. Shan Hu mampu memperkirakan pergerakannya yang tidak pasti dan langsung memberikan serangan padanya.
Pertukaran dua senjata mereka cukup sengit satu sama lain, sampai kemudian Shan Hu pun mendorong mundur tubuh Yang Guang.
Sha- TSSSKKKK!!!!
Kedua kaki Yang Guang yang masih kokoh berdiri di tanah terseret sejauh tiga meter.
__ADS_1
Shan Hu tidak memberikan kesempatan untuk Yang Guang menstabilkan dirinya, dia langsung mengambil satu langkah besar dan mengayunkan pedangnya secara vertikal ke arah kepala Yang Guang.
Melihat itu, Yang Guang pun memutar tubuhnya, dan dengan cepat menendang tanah yang dipijaknya.
Yang Guang pun menghindari pedang besar Shan Hu dan membuatnya menghantam tanah dengan keras.
Pedang di tangan Yang Guang segera digenggamnya erat, lalu Qi pun mulai dialirkan ke dalamnya. Yang Guang menatap lurus ke arah Shan Hu, dan detik berikutnya, pedang di tangannya telah diayunkan dan berjarak beberapa centi saja dari leher Shan Hu.
Dalam waktu yang singkat sebelum lehernya tertebas, pedang di tangan Shan Hu sudah terangkat dan menghalangi pedang milik Yang Guang tersebut.
TRAANGGG!!!
Tidak disangka, Shan Hu mampu menggerakkan pedang besarnya dengan begitu cepat seakan sedang menggunakan pedang yang sangat ringan.
"Kemampuan berpedang, pedang berat ke ringan kah? Ini cukup menarik..." Zu Zhang berkomentar melihat Shan Hu yang berhasil menangkis serangan Yang Guang dalam waktu singkatnya.
Sementara itu, Shan Hu yang berhasil menangkis serangan Yang Guang menggenggam erat pedang besarnya, dan kemudian dia memundurkan kaki kirinya, dan kembali mendorong tubuh Yang Guang.
Kali ini Yang Guang tidak terseret seperti sebelumnya, dia melompat rendah lalu kemudian dengan cepat kembali menyerang Shan Hu.
TRAANGGG!!!!
KLAANGGG!!!! PAAANGGG!!!
Shan Hu dan Yang Guang saling beradu pedang satu sama lain.
Terlihat Yang Guang yang mengandalkan kecepatan luar biasanya memberikan Shan Hu serangan dari berbagai arah. Namun Shan Hu di sisi lain mampu menangkis semua serangan yang datang kepadanya dengan sangat mudah.
Mereka berdua terus beradu pedang sampai kemudian Shan Hu secara tiba-tiba mengubah cara memegang pedangnya, dan kemudian melakukan tebasan ke atas sekuat tenaga saat Yang Guang berusaha melakukan tebasan dari atas kepala Shan Hu.
Yang Guang terkejut melihat itu. Karena tak memiliki waktu untuk menghindarinya, dia pun segera menarik pedangnya dan menahan tebasan Shan Hu tersebut.
BAAMMMM!!!!
Tubuh Yang Guang langsung terlempar tinggi ke udara karena hantaman pedang Shan Hu.
Yang Guang mendecakan lidahnya menghadapi hal itu. Bisa dilihatnya Shan Hu yang ada di tanah telah mengaliri pedang besarnya dengan Qi miliknya dalam jumlah besar.
Detik berikutnya, dia pun mengayunkan pedang besarnya ke arah Yang Guang yang masih berada di udara.
SHUUUU-!!!
__ADS_1
Sebuah serangan energi raksasa pun tercipta dan mengarah cepat ke arah Yang Guang dan mengenainya dengan telak.