
Kemunculan klon Zhi Juan yang secara mendadak membuat Weng Lou terkejut, begitu juga dengan Unknown God.
Kepergian Zhi Juan sebelumnya sudah membuatnya merasa waspada, dengan kemunculannya kembali membuat dirinya semakin waspada dibandingkan sebelumnya.
Weng Lou berbalik dan menatap klon Zhi Juan. Pancaran kekuatan dari klon Zhi Juan itu menunjukkan bahwa dirinya juga berada di ranah Absolute, sama seperti dirinya. Akan tetapi kekuatannya jauh lebih lemah dibandingkan Zhi Juan yang asli dan juga Weng Lou.
Meskipun begitu, sudah cukup hebat sebuah klon bisa mencapai ranah yang sama seperti tubuh asli pemiliknya. Terlebih, memasuki ranah Absolute bukanlah hal yang mudah.
Berkedip. Weng Lou menatap pada buku tebal dan pedang di tangan klon Zhi Juan. Dia tidak mengenali keduanya.
"Itu bukan Kitab Keabadian dan Pedang Naga Malam?" Weng Lou kebingungan.
Dia berpikir klon Zhi Juan membawakan Kitab Keabadian dan Pedang Naga Malam miliknya. Tapi ternyata bukan.
Buku tebal di tangan klon Zhi Juan nyatanya bukan Kitab Keabadian. Pedang hitam itu juga bukan Pedang Naga Malam. Keduanya bukan Kitab Keabadian ataupun Pedang Naga Malam.
Warna buku itu hitam pekat, berbeda dengan Kitab Keabadian yang berwarna emas dengan perpaduan warna putih. Adapun Pedang hitam itu, bentuknya lurus seperti pedang dengan dua sisi tajam, berbeda dengan pedang naga malam yang melengkung dan hanya memiliki satu sisi tajam saja.
"Kitab Keabadian? Pedang Naga Malam? Tidak, tidak. Keduanya akan ku kembalikan jika kau benar-benar membutuhkannya. Lagipula, aku saat ini sedang membutuhkan keduanya untuk melakukan sesuatu. Untuk saat ini, kau bisa memakai kedua benda ini, meskipun sedikit berbeda, tapi fungsi keduanya sedikit sama. Kau akan bisa menggunakannya dengan baik, aku jamin." Klon Zhi Juan menjelaskan dengan senyum ramah di wajahnya, yang mana membuat Weng Lou merasa ingin memukulnya di tempatnya saat ini.
Apa-apaan ini? Kenapa bukan Kitab Keabadian dan Pedang Naga Malam saja yang kau berikan padaku? Itulah kira-kira yang hendak Weng Lou katakan. Tapi dia tidak mengatakan apapun dan memilih untuk menatap dua benda di genggaman klon Zhi Juan tersebut.
Dia menghela napas. Itu adalah helaan napas terpaksa. Dia ingin protes tapi sadar bahwa dia tidak bisa melakukannya.
"Sialan, jika aku benar-benar membutuhkannya nanti, kau harus mengembalikannya! Keduanya adalah milikku, mengerti?!" Weng Lou berbicara dengan nada jengkel sambil mengambil buku tebal dan pedang hitam di tangan klon Zhi Juan.
*Srrrrrttt......*
Weng Lou menarik pedang dari sarungnya. Itu adalah pedang yang terbuat dari logam berwarna hitam mengkilap. Ada banyak bekas goresan pada kedua sisi pedang. Itu terlihat seperti sudah mengalami pertempuran yang tak terhitung jumlahnya.
Weng Lou hendak protes tapi kemudian dia tersadar akan sesuatu.
"Pedang Kehampaan," ucapnya. "Bajingan Zhi Juan itu ternyata masih menyimpan pedang pertama ku dengan baik," lanjutnya.
Pedang Kehampaan adalah pedang milik kehidupan pertama Weng Lou yang dia pakai dalam pertarungannya bersama Zhi Juan dalam melawan Unknown God dahulu.
Dibuat dari sebongkah logam yang dikumpulkan kehidupan pertama Weng Lou dari 'kekosongan' yang hanya bisa tercipta dari kehendak kehampaan yang ada dalam kekosongan. Perlu waktu seribu tahun bagi Weng Lou untuk mengumpulkannya agar cukup untuk membuatnya menjadi sebuah pedang.
Teknik Pedang Kehampaan dibuat berdasarkan karakteristik dari pedang ini. Jika teknik tersebut digunakan menggunakan Pedang Kehampaan, maka hasilnya pasti jauh lebih kuat dibandingkan tanpanya.
__ADS_1
"Ya....tidak masalah apakah itu Pedang Naga Malam atau Pedang Kehampaan, Unknown God tetap akan aku kalahkan. Dengan pedang ini, itu hanya semakin menjamin kemenangan ku."
Dia kemudian melihat pada buku tebal. Dia belum pernah melihat buku itu. Membaliknya, dia kemudian melihat sebaris kata di halaman sampulnya.
"Hah? Apa-apaan 'Kitab Kewarasan' ini?! Kau mempermainkan ku yah, Zhi Juan?!"
Weng Lou tanpa ragu mengalirkan kekuatannya pada tangan kirinya yang memegang buku itu, hendak menghancurkannya.
Akan tetapi, bukannya hancur, kekuatan Weng Lou justru terserap ke dalam kitab itu dan sebuah energi menjalar masuk ke dalam tubuh Weng Lou yang secara aneh membuat emosinya menjadi tenang.
"I-Ini......"
Dia terperangah. Tidak dia sangka Kitab Kewarasan ini memiliki manfaat seperti ini. Dia tau Zhi Juan membuat nama untuk kitab ini untuk mengejeknya, tapi dia tidak berpikir bahwa itu akan benar-benar membuatnya menjadi waras.
Bisa dibilang kitab ini adalah solusi dari efek negatif garis darah Ras Ilahi miliknya yang selama ini menjadi permasalahan semua kehidupan terdahulunya, bahkan kehidupan pertamanya.
"Tapi tetap saja, kenapa memberinya nama seperti itu?! Kau berpikir aku ini tidak waras atau apa?!"
"Ehem.....aku membuatnya dengan terburu-buru, jadi namanya ku buat dari apa yang terlintas di dalam kepala ku saja. Oke kalau begitu, aku akan pergi." Klon Zhi Juan dengan cepat pergi dan kembali meninggalkan Weng Lou di tempatnya.
Weng Lou tidak sempat menyerukan ketidaksenangannya saat kemudian, Unknown God sudah lebih dulu bergerak menyerangnya.
Bola-bola putih ditembakkan olehnya. Kali ini dia tidak menyerang arah lainnya melainkan benar-benar menyerang pada Weng Lou.
Bola-bola itu seperti bola meriam yang ditembakkan menuju Weng Lou. Jika dilihat sekilas, bola-bola itu seperti meteor yang bergerak cepat.
"Hmp! Siapa yang kabur!? Kau makhluk menyerupai manusia sialan, kau yang kabur dari segel ku!"
Weng Lou mengayunkan Pedang Kehampaan di tangannya.
*Srrrinnngggg!!!*
Dengan mudahnya salah satu bola putih terpotong menjadi dua yang kemudian dilanjutkan dengan bola-bola putih lainnya. Semuanya dipotong oleh Weng Lou menggunakan Pedang Kehampaan di tangannya.
Unknown God yang melihat ini segera menanggapi dengan menembakkan lebih banyak lagi bola-bola putih. Kali ini besarnya jauh lebih kecil dan membuat kecepatannya jauh lebih cepat dari bola-bola sebelumnya.
Weng Lou menarik napas dalam. Asap hitam keluar dari tubuhnya dan dengan cepat mengalir ke dalam Pedang Kehampaan.
"Pedang Kehampaan, Perubahan Kehampaan."
__ADS_1
Pedang diangkat tinggi. Dengan satu tebasan panjang, sebuah gelombang asap hitam menyapu sebuah bola putih kecil di depan Weng Lou.
Bola putih itu sebelumnya bergerak sangat cepat menuju Weng Lou, akan tetapi setelah terkena gelombang asap hitam, bola putih itu berubah warna menjadi hitam dan berhenti bergerak.
Segera, bola-bola putih lainnya berubah warna menjadi hitam dan ikut berhenti bergerak tepat di hadapan Weng Lou. Gelombang asap hitam terus bergerak melewati hujan bola putih dan menuju Unknown God.
Melihat itu, Unknown God segera menghilangkan bola putih di dalam mulutnya dan tertutup. Detik berikutnya, tarikan yang sangat kuat keluar dari pusaran di dadanya dan berusaha menghisap gelombang asap hitam itu.
"Peledakan Instan." Tepat ketika asap hitam akan mencapai pusaran, gelombang asap hitam itu berubah menjadi ledakan besar yang menghantam dada Unknown God dengan telak.
Cairan-cairan bening tumpah dari dadanya. Dia ambruk ke tanah dan sebuah luka besar menganga di dadanya. Banyak bekas hitam yang menempel di bagian dadanya itu.
"KGHHHH.......WWEEENGGG LOOOUUUU!!!!!"
Amarah Unknown God memuncak. Dia belum pernah semarah ini selama jutaan tahun lamanya. Orang-orang yang pernah membuatnya semarah ini hanyalah Weng Lou dan Zhi Juan saja.
Baginya keduanya seperti dua pengganggu yang selalu membuatnya merasa jengkel setiap saat.
"Aku berencana menggunakan ini pada kau dan Zhi Juan, sayangnya dia pergi entah kemana. Tapi selama kau mati, aku akan bisa dengan mudah mengatasi Zhi Juan!"
Luka di tubuh Unknown God segera pulih seperti semula. Dia bangkit berdiri sekali lagi. Weng Lou yang melihat itu tidak berniat membiarkannya melakukan apa yang dia hendak lakukan.
*Husshhh!!*
Dengan sayap hitam di punggungnya, dia terbang ke arah Unknown God. Pedang Kehampaan dipegang menyamping.
Kitab Kewarasan bergetar saat tubuh Weng Lou menggunakan kekuatan garis darah Ras Ilahi yang begitu besar. Kitab itu terus-terusan mengirimkan energi yang menjernihkan kepala Weng Lou.
Saat dia tiba di depan Unknown God. Pedang Kehampaan mendadak berubah menjadi seratus kali lebih besar. Dengan satu ayunan kuat, Weng Lou menebas ke arah leher Unknown God.
"Mati!!!!"
*SHUUUUU-*
Saat akan menyentuh leher Unknown God, tiba-tiba tentakel yang tak terhitung jumlahnya keluar dari seluruh tubuh Unknown God, termasuk lehernya.
Tentakel-tentakel itu menghindari tebasan pedang Weng Lou dan bergerak mengikat tubuh Weng Lou.
Weng Lou hendak melakukan perlawanan saat kemudian, matanya terbelalak tak percaya. Dia menemukan tentakel yang mengikatnya saat ini, bergerak masuk ke dalam tubuhnya dan melilit Dantian miliknya.
__ADS_1
"Akan kuambil ini darimu."