
Vincent, seorang Absolute yang memiliki wilayah di dekat perbatasan dengan Wilayah Kekosongan Abadi, yang mana merupakan wilayah tanpa dimensi, sama seperti wilayah milik Zhi Juan.
Vincent merupakan Absolute Wall, yang mana memiliki kekuatan menciptakan sebuah tembok yang tak tertembus oleh mereka yang memiliki kekuatan yang setara dan di bawahnya. Oleh sebab itu wilayahnya adalah daerah perbatasan dengan Wilayah Kekosongan Abadi yang mana banyak terdapat Pelahap Dimensi yang berkeliaran.
Namun meski begitu, sebenarnya kekuatannya ini tidak terlalu berguna karena dia hanya bisa menahan saja tanpa melakukan perlawanan sama sekali. Ini adalah efek paling menyedihkan dari kekuatan miliknya yang sebenarnya sangat luar biasa. Untuk menutupi kelemahannya ini, dia pun giat melakukan latihan dan mengumpulkan sumberdaya berharga dari berbagai dimensi miliknya sendiri. Tapi walaupun dia mengumpulkan semua yang dia punya di dimensi miliknya, itu masih belum cukup untuk membuat kekuatannya bertambah secara signifikan.
Oleh sebab itu, dia terkadang pergi berkeliaran di Wilayah Kekosongan Abadi untuk mencari kepingan-kepingan dimensi yang mungkin saja masih memiliki kehidupan di dalamnya dan mencari sumber daya latihan untuk meningkatkan kekuatannya.
Wilayah Kekosongan Abadi pada mulanya merupakan wilayah yang juga dipenuhi dengan dimensi-dimensi tak bertuan, yang bukan merupakan ciptaan seorang pun. Makin karena populasi Pelahap Dimensi yang tak terkontrol, ribuan dimensi tersebut kini sudah menghilang hanya menyisakan beberapa saja yang masih tak terjamah.
Suatu waktu, saat di sedang menjelajahi Wilayah Kekosongan Abadi, dia tanpa sengaja menemukan Dimensi Asal Mula, dimensi dimana Weng Lou dan yang lainnya berada saat ini.
Vincent tampak senang bukan main saat melihat bahwa dimensi ini sama sekali tidak mengalami kerusakan dari serangan Pelahap Dimensi satu pun, dan rasa senangnya ini semakin menjadi ketika melihat bahwa isi dimensinya memiliki banyak sekali sumber daya yang tak tersentuh, bahkan bisa dibilang merupakan kualitas terbaik.
Tapi sayang baginya, tepat ketika dia masuk ke dimensi itu, dia dengan jelas bisa merasakan jejak dari seorang Absolute lainnya yang telah lebih dulu menemukan Dimensi Asal Mula ini, yang tidak lain adalah Zhi Juan.
Ada sebuah peraturan yang dibuat oleh semua Absolute yang disetujui langsung oleh The Beginning, yakni semua Absolute yang ada akan memiliki hak kepemilikan dari dimensi yang ditemukannya tidak bertuan.
Karena dia menemukan jejak Zhi Juan seorang di dimensi ini, berarti dimensi ini telah dimiliki oleh Zhi Juan dan dia harus merelakannya.
Tapi Vincent tidak berniat melepaskannya sama sekali. Menggunakan kekuatan Wall miliknya, dia bisa membuat pelindung yang mampu menahan aura miliknya sehingga tidak tersebar di Dimensi Asal Mula tersebut.
Dia pun menjelajahi seluruh dimensi itu, dan menemukan bahwa Zhi Juan sepertinya sangat rajin melakukan interaksi dengan makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Sejak itu pun, Vincent sering mencampuri urusan Zhi Juan demi mendapatkan sumber daya yang berharga untuk dirinya seorang, tanpa menyadari bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan besar.
Pada saat ini, sosok Zhi Juan telah ada di depannya dan siap untuk membunuhnya karena telah melakukan kesalahan tersebut.
"Aku sebenarnya tidak mau membunuh sesama Absolute yang berperan besar dalam mempertahankan wilayah hidup dari serangan para Palahap Dimensi, tetapi karena kau telah mengetahui mengenai dimensi itu, mau tidak mau kau harus mati di sini," ucap Zhi Juan yang mengangkat tangan kanannya dan kemudian mengayunkannya ke Vincent.
Tombak besar sebesar ratusan meter itu pun segera melesat ke arah Vincent dengan kecepatan yang luar biasa.
"KAU TIDAK WARAS YAH??!!!"
Vincent berseru kaget melihat hal itu. Dia pun segera menyilangkan kedua tangannya di depan dada, dan sebuah dinding penghalang muncul di hadapannya. Dinding itu menahan tombak raksasa ciptaan Zhi Juan selama beberapa saat sebelum kemudian mulai bergetar hebat, dan retakan pun muncul pada satu titik yang mulai menyebar kemana-mana.
Detik berikutnya, dinding penghalang itu pun hancur berkeping-keping dan segera bergerak melewatinya.
Akan tetapi, sosok Vincent telah hilang dari tempatnya. Sekitar 1.000 kilometer dari tempat Zhi Juan, sosok Vincent pun muncul dan menghela napas panjang karena berhasil terhindar dari serangan tombak berukuran tidak main-main dari Zhi Juan.
Saat dia berniat untuk kembali pergi dari tempat nya saat ini, sebuah titik cahaya dari tempat dimana Zhi Juan berada mulai tampak bergerak dengan sangat cepat ke arahnya.
__ADS_1
Vincent langsung memiliki perasaan tidak enak menyaksikan itu, dia pun segera berteleportasi sekali lagi dan muncul hampir lebih dari 10.000 km dari tempatnya sebelumnya.
Akan tetapi, cahaya yang sebelumnya malah tampak semakin dekat dengannya. Jelas ada yang salah dengan cahaya itu. Vincent pun menyipitkan matanya, dan bisa melihat jelas bahwa itu adalah tombak raksasa yang sebelumnya.
"Tembakan Bintang!!" seru Zhi Juan dari kejauhan dan tombak raksasa itu meluncur dengan kecepatan super cepat mengejar sosok Vincent yang telah kabur dari Zhi Juan.
"Mau ke ujung Wilayah Kekosongan Abadi sekalipun, kau tetap tak akan bisa kabur dari kuncianku," lanjut Zhi Juan.
PSSSHHH!!!!!
Tombak runcing dengan 3 mata pisau melesat ke arah Vincent, dan Vincent sama sekali tidak siap untuk menghindarinya.
SHHAAASSSHHH!!!
Tombak berukuran raksasa tersebut memotong tubuh Vincent menjadi dua bagian, dengan tubuh bagian atas dan bawahnya terpisah.
Darah sama sekali tidak keluar dari bekas potongan tubuhnya, malah berkas-berkas cahaya emas mulai keluar dari tubuh bagian atas Vincent dan dengan kecepatan luar biasa, tubuh bagian bawahnya terbentuk kembali.
"Hahahaha!! Kau meleset, bajingan!" seru Vincent dengan mata memerahnya.
Dari kedua tangannya, gelang emas yang melilit kedua tangannya tampak berubah dan menjadi sebuah Gauntlet berwarna abu-abu dengan kristal biru di tengahnya.
*Gauntlet: Sarung Tangan
Mengepalkan tangan kanannya yang telah di tutup oleh Gauntlet nya, Vincent pun meninju ke udara kosong, dan mendadak sebuah tembok runcing berukuran jauh lebih besar dari tombak ciptaan Zhi Juan pun tercipta di atas kepala Vincent yang, yang kemudian langsung melesat ke arah Zhi Juan.
"Torment Wall!!"
*Tormnent Wall: Tembok Siksaan
Tembok raksasa itu bergerak cepat ke arah Zhi Juan yang sedang terbang dalam kecepatan tinggi menuju ke arah Vincent.
Saat jaraknya tinggal beberapa ratus meter saja, tembok raksasa itu pun pecah menjadi ratusan tembok berukuran jauh lebih kecil, yang kemudian berubah menjadi layaknya sebuah lemari dengan duri-duri tajam di dalamnya.
Lemari raksasa itu pun langsung menelan sosok Zhi Juan tanpa aba-aba sama sekali.
Vincent mengepalkan kedua tangannya, dan lemari itu pun tertutup dengan rapat. Senyum kemenangan muncul di wajahnya, namun kemudian lemari raksasa itu bergetar hebat, dan detik berikutnya lemari itu pun hancur berkeping-keping dengan Zhi Juan sosok Zhi Juan yang tetap melesat ke arah Vincent tanpa terluka sedikitpun.
"Kau sepertinya sudah naik tingkat huh, Vincent. Kemampuan keabadian mu itu pasti berkat pengorbanan beberapa juta mahkluk hidup ciptaan mu sendiri!" Zhi Juan bebricara dengan dingin.
"Itu bukan urusan mu! Mati saja kau, sialan!!"
__ADS_1
Vincent meraung marah, dia kemudian melepaskan tinju menggunakan kedua tangannya ke arah Zhi Juan.
Dari segala sisi Zhi Juan, empat buah tembok yang berukuran jauh lebih besar dari sebelumnya telah muncul dan kemudian menutup rapat-rapat Zhi Juan di dalam nya.
"Penyegelan!!!" seru Vincent, dan sebuah ranta emas raksasa pun terbentuk dari udara kosong dan mulai melilit empat tembok yang mengunci sosok Zhi Juan di dalamnya.
Sementara itu, sosok Zhi Juan yang ada di dalam tembok raksasa tampak tetap tenang dan melihat sekitarnya yang gelap gulita. Zhi Juan pun menghela napasnya membuka telapak tangan kirinya, cahaya terang pun kemudian keluar dan membentuk sebuah pedang berwarna hitam gelap dan memancarkan napsu membunuh yang kuat.
"Aku tidak suka memakai mu, tapi kau paling cocok untuk menghadapi lawan ku kali ini," ucap Zhi Juan pelan.
"Huh?! Kau masih bisa mengatakan sesuatu seperti itu setelah tidak menggunakan ku selama seratus tahun terakhir?!"
Mendadak terdengar suara seorang wanita dadi pedang yang dipegang oleh Zhi Juan.
Zhi Juan hanya diam saja mendengar suara itu dan kemudian mengangkat pedang di tangannya, lalu menebaskan nya sekuat tenaga.
SHUUUUU!!!!
Seperti tahu, tembok dan rantai yang telah menguncinya terpotong rapi dalam satu ayunan pedang tersebut.
Mulut Vincent pun terbuka lebar menyaksikannya. Pikirannya langsung menjadi kacau, dan dia tidak berpikir untuk kabur lagi setelah melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh Zhi Juan.
Pada saat yang sama, Zhi Juan mengayunkan sekali lagi pedang hitam di tangannya, dan kemudian tubuh Vincent pun terbelah menjadi dua.
Wajah tak percaya bisa di lihat dari wajahnya, tapi kemudian dia segera kembali tersenyum pada Zhi Juan.
"Hmp! Kau tidak bisa membunuhku! Aku ini abadi!!" serunya pada Zhi Juan.
Tapi kemudian, tidak ada sama sekali yang terjadi pada dirinya. Tidak ada berkas-berkas cahaya emas seperti sebelumnya. Tubuhnya tidak lagi kembali seperti semula. Hal ini membuat senyuman Vincent pun menghilang seketika.
Tak lama kemudian, dari kedua tubuh Vincent yang sudah terbelah, jiwa miliknya tertarik keluar dan perlahan tersedot ke dalam pedang hitam di tangan Zhi Juan.
"TIDAK!!!! TIDAK!!! HENTIKAN!!! SIALAN!!!" Dengan panik Vincent berseru pada Zhi Juan.
"KENAPA INI TERJADI??!!! KENAPA LUKA KU TIDAK SEMBUH?! AARGHH!!! BAJINGANN!!! ZHI JUAAANN!!!"
Bersamaan dengan raungan menyedihkannya itu, seluruh jiwanya pun tertarik keluar, dan sepenuhnya terhisap ke dalam pedang hitam tersebut.
"Aahhhh.....sensasi ini... Luar biasa!! Ini adalah sensasi yang sudah lama aku tidak rasakan, benar-benar sensasi yang terbaik!!"
Suara wanita yang sebelumnya kembali terdengar dari pedang hitam di tangan Zhi Juan ketika selesai menyerap jiwa Vincent.
__ADS_1
Tanpa mengatakan apapun, telapak tangan Zhi Juan kembali bercahaya terang dan pedang hitam tersebut pun menghilang kembali.
"Satu masalah telah diselesaikan."