Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 405. Menjual Barang Jarahan (III)


__ADS_3

Di depan bangunan markas Kelompok Darah yang berada di Kota Hundan, terlihat sosok Weng Ying Luan berdiri di depan pintu.


Ketika dirinya berniat untuk masuk ke dalam, beberapa orang yang datang menghampirinya.


Sorot mata Weng Ying Luan tampak tajam melihat ekspresi wajah orang-orang itu yang sangat jelas memiliki maksud tertentu kepadanya.


"Hei nak, jangan melawan, dan kami tidak akan membunuhmu."


"Kau pasti satu kelompok dengan anak laki-laki tadi yang pergi dari tempat ini, bukan?"


"Cepat tangkap dia, jangan sampai kelompok lain yang mendapatkannya lebih dulu!"


Tujuh orang yang semuanya adalah pria itu tersenyum jahat kepada Weng Ying Luan. Weng Ying Luan diam di tempatnya lalu kemudian membalik badannya dan menghadap kejutuh orang itu.


Mereka semua membawa senjata pada diri dan memancarkan napsu membunuh mereka padanya tanpa menyembunyikannya sama sekali.


"Kalian bilang anak laki-laki yang pergi dari tempat ini? Pergi kemana dia?" tanya Weng Ying Luan dengan wajah serius.


"Kenapa kami harus menjawabmu? Kau tidak berada dalam posisi dimana kau bisa bertanya saat ini." Salah satu pria berbicara menjawab Weng Ying Luan dengan senyum jahatnya.


Weng Ying Luan berkedip dan menatap sosok pria itu selama beberapa saat, membuat pria itu merasa tersinggung karena ditatap seperti itu.


"Kau-! Berani sekali menatap ku seperti itu, cari mati, huh?!"


"Hah, sepertinya percuma jika tidak menggunakan cara kasar," gumam Weng Ying Luan yang ternyata mampu didengar oleh ketujuh pria itu.


"Apa? Coba ulangi kata-kata mu tadi!"


Weng Ying Luan tidak menjawab, dia melangkahkan kakinya ke depan, ke arah salah satu pria yang berdiri paling dekat dengannya.


Mengangkat sebelah alisnya, pria itu sedikit bingung dengan apa yang ingin dilakukan oleh Weng Ying Luan, tapi dia segera mengangkat senjatanya, mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Dan itu benar-benar terjadi, tepat ketika Weng Ying Luan sampai di hadapannya, tangan kanan Weng Ying Luan bergerak cepat menunsuk jantungnya. Dia tidak bisa bereaksi sama sekali dan detik berikutnya dia sudah mati.


!!!!


Keenam pria yang lain menjadi waspada. Weng Ying Luan sebelumnya tidak memancarkan napsu membunuh sama sekali, tapi dia berhasil membunuh salah satu dari mereka tanpa peringatan sama sekali.


Ekspresi wajah Weng Ying Luan bahkan tidak berubah sama sekali, masih dingin dan tajam.


"Bunuh dia!!!"


"Tidak perlu repot-repot, biar aku yang membunuh kalian."


Selesai mengatakan itu, telapak tangan Weng Ying Luan diarahkan ke depan, dan gelombang Qi tiba-tiba tercipta, lalu menghantam tubuh keenam orang pria itu dalam sekejap.


Kecepatan dari gelombang Qi itu sangat cepat, jauh dari kecepatan keenam orang itu yang masih berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 3.

__ADS_1


Tubuh keenamnya terlempar mundur. Selepas mereka sampai di tanah, mereka berenam langsung termuntah darah karena menerima luka dalam yang sangat fatal.


"Hm? Sepertinya aku kurang menggunakan Qi milik ku, maafkan aku, seharusnya kalian bisa langsung mati tapi kalian malah menderita karena seranganku. Biar aku atasi ini."


Weng Ying Luan kembali bergerak. Jari telunjuknya dia arahkan ke depan, dan seperti petir, jarinya itu menusuk tepat kepala keenam pria itu dalam hitungan satu detik lebih.


Pack....buckk.....


Tubuh mereka semua terjatuh ketanah, tak bernyawa. Kejadian itu menarik perhatian orang-orang yang sedang berlalu lalang di situ, situasi yang sudah hampir malam membuat mereka tidak terlalu mendekat ke arah Weng Ying Luan. Mereka tidak tau identitasnya yang bisa saja berasal dari kekuatan besar.


"Orang-orang bodoh, membuang-buang waktu saja." Weng Ying Luan membersihkan tangannya dari darah ketujuh pria yang telah ia bunuh itu lalu berjalan kembali ke bangunan markas Kelompok Darah.


Tok! Tok! Tok!


"Shan Hu? Apa kau ada di dalam?"


Tok! Tok! Tok!


Beberapa detik kemudian, terlihat pintu yang diketuk olehnya terbuka dan memperlihatkan sosok Shan Hu.


"Hm, kenapa anda ada di sini? Bukankah Tuan meminta kalian anda dan yang lain untuk di penginapan saja?" Shan Hu tampak terkejut melihat kehadiran dari Weng Ying Luan.


Pasalnya, Weng Ying Luan menahan kekuatan jiwanya agar tidak keluar dari tubuhnya, yang mana membuatnya tampak seperti manusia biasa dan juga membuatnya sulit untuk dilacak.


"Harusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa kau tampak santai sekali di sini? Kemana perginya Lou?" Weng Ying Luan bertanya balik.


"Tuan? Em....itu....Tuan...."


Shan Hu ragu ingin memberitahukan nya kepada Weng Ying Luan. Hal ini karena dia tau Weng Ying Luan pastinya akan pergi mengejar Weng Lou yang pergi menjual barang-barang jarahan mereka.


Tapi setelah memikirkannya lagi, bukankah bagus jika Weng Ying Luan pergi mengejar Weng Lou? Weng Lou bisa saja dalam bahaya saat ini, dan dengan kedatangan Weng Ying Luan dia akan bisa menjadi bantuan bagi Weng Lou.


"Tuan....dia pergi menjual tubuh siluman serigala yang anda dan dia bunuh kemarin, juga beberapa barang jarahan yang kami temukan dari kelompok ini,". ucap Shan Hu sambil menarik napas dingin.


"Ke arah mana dia pergi?"


"Sebelah sana."


"Oke, terima kasih."


Setelah melihat arah yang ditunjukkan oleh Shan Hu, tanpa membuang waktu sama sekali Weng Ying Luan langsung melesat cepat meninggalkan lokasi tempat itu.


Weng Ying Luan menatapnya dirinya yang menghilang di kejauhan selama beberapa saat sebelum kemudian menutup kembali pintu markas tersebut.


***


Di pertigaan jalan, tepat di belokan dimana lokasi Rumah Obat di Kota Hundan berada.

__ADS_1


Weng Lou yang berlari kencang sebelumnya mendadak berhenti saat sosok seorang pemuda yang tidak asing baginya berdiri tepat di hadapannya.


Pemuda ini adalah sosok yang ditemui olehnya di restoran siang tadi. Dia adalah Yang Guang, pemuda yang menghabisi semua penjaga yang dimiliki restoran tempat mereka bertemu sebelumnya.


"Hm? Kau...."


Yang Guang menatap Weng Lou selama beberapa saat berusaha mengingat-ngingatnya.


"Ah, kau yang di restoran siang tadi. Sedang apa kau di sini? Ingin bertarung denganku?" tanyanya yang mana membuat Weng Lou tersenyum canggung.


Satu-satunya alasannya berhenti tepat di hadapan Yang Guang adalah karena dia terkejut menatap bangunan besar yang ada di belakang Yang Guang. Sebuah bangunan tujuh lantai dengan luas bangunan itu berdiri sekitar seratus meter persegi.


Bangunan itu tidak lain adalah Rumah Obat cabang Kota Hundan. Untuk bangunan tujuh lantai, itu cukup megah.


Apa lagi dengan tulisan raksasa dari emas yang ditempatkan di atasnya, membuat bangunan itu sangatlah mencolok. Belum lagi aroma obat yang keluar darinya benar-benar sangat kuat.


"Hei, aku bertanya padamu."


"Ah, iya. Maaf, aku buru-buru."


Weng Lou kembali melesat dan pergi masuk ke bangunan Rumah Obat itu, meninggalkan Yang Guang yang kebingungan.


Tak berapa lama, sosok lima orang pria berhenti di tempat yang sama dengan tempat Weng Lou berhenti sebelumnya.


"Hei, bukannya dia salah satu dari pemuda yang ditargetkan itu?"


"Ya, dia salah satunya."


"Hahaha...betapa beruntungnya. Kita bisa mendapatkan dua orang saat mengejar satu target."


Kelima orang itu berbicara satu sama lain di hadapan Yang Guang, membuatnya yang ditinggal bicara oleh Weng Lou semakin jengkel.


"Berisik, sialan. Mati saja sana...."


Dengan suara dingin, Yang Guang membuka telapak tangan kanannya dan kemudian lima buah cahaya melesat keluar dari telapak tangannya itu mengarah ke kelima pria itu.


"Ahh..."


"....."


Buckk.....


Lima orang itu mendadak terjatuh ke tanah dan menarik perhatian orang-orang yang sedang berada di sekitar situ.


"Cih, bahkan tak sanggup menghindar sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu saja."


Yang Guang mendecakan lidahnya lalu membalik badannya dan berjalan ke arah Rumah Obat dimana Weng Lou sebelumnya pergi.

__ADS_1


__ADS_2