
"Kekuatan Jiwa?"
Weng Lou mengerutkan dahinya.
Karena dia hanya memiliki Kekuatan Jiwa, secara alami dirinya memiliki sensitivitas yang tinggi terhadapnya.
Secara samar, dia bisa merasakan Kekuatan Jiwa dari dalam anting yang sedang dia lihat itu. Mendadak, raut wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat.
Sial! Ketahuan! Weng Lou mengumpat dalam hatinya.
Dia berbalik dan melihat sosok Weng Ying Luan. Melihat ekspresi wajah Weng Lou, Ying Luan bisa tau situasi yang terjadi. Dengan cepat dia mengeluarkan Qi milik nya dalam jumlah besar, dan membentuk tangan-tangan emas yang kemudian memegang Du Zhe dan para awak kapal Weng Lou menggunakannya.
"Ke utara! Aku akan menarik perhatian!" seru Weng Lou yang kemudian mengeluarkan sesuatu dari Kalung Spasial nya.
Weng Ying Luan mengangguk sebagai balasan. Dalam satu kali lompatan, sosoknya dan juga Du Zhe bersama para awak kapal Weng Lou terbang tinggi ke arah Utara, menuju ke arah gerbang perbatasan kota, di mana terdapat gerbang menuju ke wilayah dalam.
Di depan toko perhiasan, Weng Lou melihat bayangan mereka menghilang diantara bangunan-bangunan di dalam kota.
"Seharusnya tidak ada penjaga di dekat gerbang kota, melihat dari beberapa kelompok pasukan yang berjalan ke arah gerbang luar kota. Semoga mereka bisa menerobos dengan cepat. Luan, aku mempertaruhkan semuanya pada teknik baru ku itu, jangan membuat kita semua berada dalam kondisi tidak menguntungkan karena mu."
***
Sementara itu, sekitar dua ratus meter dari tempat Weng Lou, lima kelompok pasukan Keluarga Lin melesat dengan cepat ke arah lokasi Weng Lou.
Mereka menerima pesan telepati untuk segera ke lokasi tersebut, meski sebenarnya mereka tidak tau apa atau siapa yang mereka tuju saat ini. Namun perintah itu dikirimkan langsung oleh pemimpin pasukan mereka, yang mana mereka tidak boleh membantah, apalagi menanyakan perintah tersebut.
"Kapten, sekitar beberapa blok di depan, ada beberapa sosok yang bergerak cepat menjauh dari kita!" Salah satu prajurit di depan berseru pada pemimpin kelompok pasukan tersebut.
Pemimpin mereka memicingkan matanya, menatap jauh ke depan. Dia adalah seorang Praktisi Beladiri di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 awal, jarak pandangannya bisa mencakup hingga 1 kilometer dengan mudah. Namun dengan kondisi kota yang memiliki banyak bangunan bertingkat tinggi, jarak pandangnya benar-benar terbatasi sekitar beberapa ratus meter saja. Untuk itu, dia mengandalkan Qi miliknya dan memindai jauh ke depan.
Tidak perlu waktu lama untuk dia menemukan kelompok Weng Ying Luan yang dimaksud oleh anggotanya. Ketika dia menemukan mereka, jarak antara kelompok pasukan mereka dengan kelompok Ying Luan sudah hampir mencapai jarak lima ratus meter.
__ADS_1
"Sial! Kalian semua cepat! Ini adalah perintah tingkat 3, kalian diperbolehkan untuk lewat di atas bangunan dan menggunakan Qi kalian untuk menyerang! Segera kejar orang-orang itu! Tangkap mereka hidup-hidup!" Sang kapten segera memberikan perintahnya.
Belasan prajurit di belakangnya dengan cepat melompat tinggi ke udara dan mulai berlari di atas bangunan kota.
Ada beberapa tingkatan perintah yang terdapat dalam Keluarga Lin. Tingkatan perintah ini dibagi menjadi 5, dengan yang terendah adalah tingkat 1 dan tertinggi adalah tingkat 5.
Masing-masing tingkatan dibagi berdasarkan pangkat si pemberi perintah, dan juga kedesakan dari perintah yang diberikan. Umumnya, para prajurit biasa atau seorang penjaga kota tidak bisa memberikan perintah sama sekali, baik itu tingkat 1 ataupun 5. Orang yang bisa memberikan perintah tingkat 1 adalah para kapten prajurit di suatu kelompok. Perintah di tingkat ini tidaklah terlalu penting dan umumnya hanya dikeluarkan untuk menangkap beberapa pembuat onar di dalam kota.
Perintah Tingkat 2, orang yang bisa memberikannya adalah pemimpin keseluruhan pasukan suatu kota. Mereka adalah para pengurus kota atau pengawas yang bertugas untuk memeriksa kota. Perintah tingkat ini dikhususkan untuk keperluan seperti menangkap buronan penjara kota, atau pun perintah penangkapan penyusup.
Adapun perintah tingkat 3, biasanya orang yang memberikannya adalah para Tetua biasa di dalam Keluarga Lin. Perintah ini diberikan pada buronan khusus di dalam Keluarga Lin, juga pada misi pembersihan. Terkadang, perintah tingkat ini diberikan juga ketika terjadi sebuah insiden pertarungan besar di dalam kota yang bisa memakan korban banyak.
Perintah sejenis ini, diberikan pada kelompok Weng Ying Luan, jelas adalah sesuatu yang jarang terjadi. Namun dengan perintah setingkat ini, bisa dibilang, sang kapten pasukan itu tidak mau sampai terjadi kesalahan.
Dia tidak tau orang gila mana yang berani berbuat kejahatan di dalam kota yang terletak di Kediaman Keluarga Lin, satu dari empat keluarga terbesar di Daratan Utama. Namun dengan keberanian itu, harusnya mereka memiliki kekuatan untuk membuat mereka percaya diri.
"Ayo! Ayo! Cepat kalian semua! Tangkap mereka! Akan kuberikan bonus pada siapapun yang bisa menghentikan para bajingan itu!" Kapten pasukan berseru nyaring pada para anggotanya.
Misi tingkat tinggi, tentu bonus dan hadiah yang diberikan oleh atasan mereka akan sangat tinggi juga. Paling tidak, jika dia berhasil menyelesaikan perintah ini, dia akan segera mendapatkan kenaikan jabatan dan mendapatkan beberapa ribu koin emas.
"Aku akan menangkap kalian semua! Hahaha!! Jabatanku akan segera naik!!!"
*Shu-
Sosok sang kapten pasukan melesat cepat di depan para pasukannya. Dia bagai sebuah peluru yang ditembakkan lurus ke arah targetnya.
Tepat ketika dia berpikir akan bisa segera mengejar kelompok Ying Luan, sebuah suara muncul dari sampingnya, "Kau pikir kau mau kemana? Aku akan menemani kalian bermain, jadi tolong tinggal di sini bersama ku."
Mata kapten itu bergerak dan melihat sosok Weng Lou yang sudah tersenyum manis padanya.
!!!
__ADS_1
Jantungnya seperti akan berhenti melihat sosok Weng Lou. Sosoknya yang mendadak muncul bagai hantu benar-benar mengejutkannya. Tidak dia sangka, dengan kecepatannya dan tingkat praktiknya, dia tidak menyadari kehadiran Weng Lou sama sekali.
"Ayo turun!" Tangan Weng Lou dengan cepat menarik baju nya.
"Khe!!"
Kapten pasukan itu merasa seperti sedang ditarik oleh sebuah batu raksasa. Badannya dengan mudah ditarik turun dan dipaksa untuk mendarat di jalanan kota. Anggota pasukannya yang berada di belakang ikut terkejut dengan kejadian itu. Mereka semua tidak melihat asal kedatangan Weng Lou. Sosok pemuda itu muncul dari udara kosong di mata mereka, dan secara tiba-tiba menarik kapten mereka.
"Egh! Lepaskan aku! Siapa kau?!"
Kapten meraung marah, dia dengan cepat merobek pakaiannya dan melompat mundur menjauhi Weng Lou. Dia bergabung bersama pasukannya yang kini ikut turun ke jalanan dan berhadapan dengan Weng Lou.
"Aku? Aku hanya pengunjung dari jauh yang datang ke sini untuk mencari sesuatu. Kulihat kalian ini adalah orang-orang yang sepertinya paham betul seluk beluk kota ini, jadi aku ingin minta tolong pada kalian," balas Weng Lou sambil memasang senyum ramah.
"Pengunjung, huh? Seorang pengunjung sebaiknya bersikap layaknya pengunjung. Kau tidak hanya mengganggu pekerjaan ku, tetapi juga berani bersikap kasar, aku akan menunjukkan apa yang kau dapatkan jika berani bermain-main dengan ku!"
Kapten itu segera melangkah maju. Kekuatannya terkumpul pada kedua kakinya. Dalam satu langkah, sosoknya pun melesat ke arah Weng Lou. Tangan kanannya terbuka, siap menangkap leher Weng Lou. Bisa dilihat, tangannya itu akan dengan mudah menghancurkan leher seseorang di tingkat Pembersihan Jiwa.
Tetapi tangannya itu tidak bisa mencapai targetnya karena tangan Weng Lou sudah lebih dulu menangkap lehernya.
"Menunjukkan apa? Kau ini banyak omong, jika tidak mau membantu ku tinggal bilang saja. Tidak perlu berbelit-belit."
*Back!
Tubuh kapten itu dibanting dengan mudahnya oleh Weng Lou ke tanah. Punggung nya mengeluarkan suara keras begitu menghantam tanah, kesadarannya memudar dan akhirnya tak sadarkan diri. Kejadian itu membuat terkejut semua orang di tempat itu, termasuk anggota pasukan sang kapten.
Mata Weng Lou dengan cepat melirik ke arah mereka semua dan memasang senyumnya semula.
"Hei, apa ada diantara kalian yang mau membantuku?"
*Glek!
__ADS_1
Mereka semua menelan ludah. Tanpa perlu bertanya kedua kalinya, mereka semua dengan cepat mengangkat tangan dan mengatakan bersedia untuk membantu apapun yang Weng Lou inginkan.
"Hehehe....kalian baik sekali. Kalau begitu, bawa aku menuju pemimpin kalian."