Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 632. Sembilan Puluh Sembilan Kehidupan


__ADS_3

Perlawanan yang ada pada Weng Lou kini telah lenyap sepenuhnya.


Dirinya menatap dengan mata terbelalak pada delapan puluh orang yang wajahnya persis sama seperti dirinya. Yang membedakan mereka hanyalah pakaian, bentuk dan tinggi tubuh, serta beberapa bekas luka yang ada pada diri mereka.


Yang terdekat dengan Weng Lou, adalah orang yang mirip dengannya namun memiliki tubuh tinggi dan kekar. Otot-otot di kedua tangannya menjadikannya seperti seorang pegulat sejati.


Mata Weng Lou berkedip, dia mengenal orang ini, dia adalah orang yang sama dengan orang yang telah menyegel Naga Tanah di Kota Liming.


Mungkin menyebutnya sebagai 'orang yang sama' sedikit keliru, karena mereka semua pada dasarnya adalah orang yang sama, hanya beda waktu kehidupan saja.


Dia adalah dirinya di kehidupan ke sembilan puluh tujuh. Dia yang memberitahunya tentang beberapa informasi penting seribu lima ratus tahun yang lalu.


Weng Lou di kehidupan sekarang sebelumnya berpikir bahwa ketika dia bertemu dengan dirinya di kehidupan sembilan puluh tujuh, dia berada di Pulau Pasir Hitam, namun ternyata dia salah, ketika keduanya saling bertemu waktu itu, mereka berada di Daratan Utama! Tepatnya ketika masih bergabung dengan Daratan Utama.


Jika demikian, orang yang membuat wilayah Keluarga Weng berpisah dari Daratan Utama harusnya adalah dia di kehidupan sembilan puluh sembilan! Menurut siklus hidup reinkarnasi, ketika sebuah kematian terjadi, dia akan bereinkarnasi lima ratus tahun kemudian. Informasi itu didapatkannya dari dirinya di kehidupan sembilan puluh tujuh.


'Dirinya' yang berasal dari kehidupan sembilan puluh tujuh menyadari tatapan mata Weng Lou.


"Dari tatapanmu, sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya?"


Weng Lou mengangguk dan menceritakan tentang dia yang bertemu dengannya di Kota Liming dan membuat dirinya di kehidupan kesembilan puluh tujuh tersentak kaget.


"Ah, aku mengingatnya. Kau yang memintaku untuk membuatkan sebuah air mancur yang bisa bertahan seribu lima ratus tahun! Hahahaha.....bagaimana?! Apakah air mancur itu benar-benar bertahan selama itu?" dia bertanya pada Weng Lou.


Weng Lou mengangguk dan dibalas dengan senyum sombong dirinya di kehidupan kesembilan puluh tujuh. Melihat senyum itu, entah kenapa Weng Lou yang berasal dari kehidupan sekarang merasa aneh.


Apakah dia seburuk itu dalam menyombongkan diri? Mungkin dia harus memikirkan kedepannya tentang bagaimana cara agar terlihat lebih baik.


"Hei, apa yang membuat mu datang ke tempat ini? Kau jelas belum berada di ranah Penguasaan Jiwa jadi belum memenuhi syarat untuk melepaskan semua segel ingatan sembilan puluh sembilan kehidupan."

__ADS_1


'Weng Lou' yang berasal dari kehidupan kesembilan puluh tujuh bertanya dengan bingung ketika memandang Weng Lou dari atas sampai bawah.


Mendengar itu, Weng Lou di kehidupan sekarang tampak bingung mau menjawab apa. Dia menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Melihat prilakunya, 'Weng Lou' di kehidupan kesembilan puluh tujuh langsung paham. Dia mengangguk lalu menatap dirinya yang lain di tujuh puluh sembilan kehidupan yang berbeda.


"Siapa pun? Ada yang bisa memberitahu? Dia tidak boleh terlalu lama di tempat ini, kalian ingat? Segelnya bisa rusak kapan saja jika terlalu lama di dimensi ini."


Keheningan terjadi, tidak ada yang memberikan jawaban. Mereka semua juga bingung, bagaimana cara Weng Lou di kehidupan yang sekarang bisa datang ke tempat ini.


Tempat ini, merupakan sebuah dimensi terpisah dari tempat asal Weng Lou. Dunia ini diciptakan menggunakan kekuatan garis darah keturunan Ras Ilahi milik Weng Lou di kehidupan pertamanya.


Dengan mengandalkan dimensi ini, mereka bisa menyimpan cadangan ingatan tiap kehidupan mereka selanjutnya. Rencananya, Weng Lou di kehidupan yang keseratus akan datang ke tempat ini dan mengambil kembali ingatan sembilan puluh sembilan kehidupannya. Namun kedatangannya saat ini jelas diluar prediksi mereka semua.


Mereka semua yang ada di sini hanyalah sekumpulan kepingan jiwa berisi ingatan kehidupan mereka masing-masing. Pengaturan jalan masuk ke tempat ini hanya diketahui oleh diri Weng Lou sendiri. Jadi tidak ada yang bisa menjelaskan hal yang terjadi.


"Ini akan menjadi masalah kalau begitu. Hei, bangunkan tujuh belas kehidupan yang lain, mungkin ada salah satu dari mereka yang tau apa yang terjadi," ujar Weng Lou dari kehidupan kesembilan puluh tujuh.


Weng Lou di kehidupan sekarang mengangguk. Mereka pun membiarkan Weng Lou lewat dan pergi ke gunung yang lain.


Karena dirinya sendiri masih belum terlalu mengetahui kebenaran dari semua yang terjadi dalam lima ratus tahun ini, Weng Lou yang sekarang hanya bisa menceritakan tentang peristiwa peperangan antar keluarga besar lima ratus tahun yang lalu, serta kejadian terpisahnya wilayah Keluarga Weng dari Daratan Utama.


Setelah beberapa saat berlalu, Weng Lou telah menelusuri gunung-gunung yang tersisa. Satu persatu jiwa dari kehidupannya yang lain mulai bertambah hingga akhirnya semuanya berjumlah sembilan puluh tujuh.


Dari informasi yang dia dapatkan selama perjalanan, kehidupan pertama tidak menyimpan ingatannya di salah satu gunung, melainkan di pegunungan itu sendiri. Ketika dia berhasil mengembalikan kesembilan puluh delapan ingatan pada dirinya, ingatan kehidupan pertama akan terbuka dengan sendirinya.


Saat ini, yang tersisa hanya dirinya dari kehidupan sembilan puluh sembilan yang belum ada.


"Kemungkinan kehidupan sembilan puluh sembilan tau alasan kenapa kau bisa masuk ke dalam sini," komentar Weng Lou dari kehidupan ke tiga puluh.


Itu adalah dirinya dengan tubuh yang bahkan jauh lebih berotot jika dibandingkan dengan dirinya di kehidupan kesembilan puluh tujuh.

__ADS_1


Dia adalah yang Weng Lou lihat dalam mimpinya sedang bertarung melawan Tarantula Berwajah Manusia. Dia sama sepertinya yang di kehidupan saat ini, tidak memiliki Qi. Namun bedanya dia yang ini tidak memiliki Kekuatan Jiwa juga pada tubuhnya.


"Namun sayangnya, kehidupan sembilan puluh sembilan tidak berada di sini. Karena dia mempraktekkan Teknik Tubuh Klon. Sedikit jiwanya masih bertahan hidup, dan seharusnya sedang bersama Zhi Juan. Ingatan miliknya harusnya disimpan di dalam Istana Leluhur Weng di Kediaman Keluarga Weng," jelas Weng Lou yang lainnya.


"Lalu apa sekarang? Si bodoh ini akan mati di sini dalam beberapa bulan jika kita tidak menemukan solusi."


Kedelapan puluh tujuh Weng Lou dari kehidupan yang berbeda segera memulai diskusi yang membuat Weng Lou kehidupan sekarang hanya bisa diam melihat mereka berdiskusi.


Mereka semua berdiskusi dengan serius. Tidak ada satupun dari mereka yang hanya menjadi pengamat yang biasa ditemukan dalam sebuah diskusi kelompok. Weng Lou merupakan diri mereka semua, sehingga mereka akan melakukan apapun untuknya, untuk diri mereka sendiri.


Kehidupan keseratus, itu adalah puncaknya. Dari yang mereka tau, setelah kehidupan keseratus, tidak akan ada lagi kehidupan selanjutnya.


Di saat mereka sedang berdiskusi, di sebuah dimensi lain, sosok Weng Lou tua sedang menonton diskusi para Weng Lou di dimensi penyimpanan ingatan mereka.


Weng Lou tua ini adalah Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan yang tinggal bersama dengan Zhi Juan. Wajahnya penuh kerutan. Dia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada Zhi Juan di dekatnya, sebelum kemudian menjentikkan jarinya dan menciptakan sebuah pusaran dimensi muncul di sampingnya.


Ketika pusaran itu muncul, sebuah pusaran yang sama terbentuk di dalam dimensi tempat Weng Lou berada.


Sudut mata Weng Lou kehidupan sekarang tampak sengaja menangkap pusaran dimensi tersebut dan matanya terbelalak. Dia yakin pusaran itu sebelumnya tidak ada di situ.


Di sisi lain, Weng Lou tua memantapkan hatinya dan melangkah masuk ke dalam pusaran dimensi tersebut.


"Zhi Juan, jangan salahkan aku karena melakukan ini. Kau yang bilang bahwa diriku harus berusaha menggunakan kekuatan ku sendiri. Mau bagaimana pun, aku di kehidupan ini merupakan bagian dari kehidupan ku yang keseratus. Jadi aku akan membantunya, bahkan jika kau menentangnya."


Dengan begitu dia melangkah masuk melalui pusaran dimensi dan tiba di dalam dimensi tempat Weng Lou kehidupan sekarang berada.


***


Catatan Penulis:

__ADS_1


Kalian bingung baca chapter ini?


Tenang, saya yang ngetik juga bingung kok.


__ADS_2