Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 449. Feng Lang dan Hou Lang


__ADS_3

Pertarungan kedua berakhir dengan penuh tanda tanya dari para penonton.


Tindakan yang dilakukan oleh Zu Zhang membuat pertarungan itu terlihat seperti tidak adil bagi sebagian orang. Mereka yang tidak mengenal Yang Guang sama sekali mulai berpendapat bahwa kemungkinan Zu Zhang dan Yang Guang saling mengenal satu sama lain dan sengaja membantunya untuk menang.


Ada juga orang-orang diantara para penonton yang tau akan identitas Yang Guang membuat pendapat mereka sendiri. Menurut mereka apa yang dilakukan Zu Zhang adalah hal yang tepat.


Teknik yang akan dipakai oleh Yang Guang sebelumnya untuk menyerang Xue Fu adalah teknik pedang unsur yang memiliki besar kerusakan area yang sangat luas.


Lebih dari setengah bagian arena yang telah ditutupi kubah oleh Zu Zhang akan hancur jika teknik itu dilepaskannya. Untung saja Zu Zhang lebih dulu mencegah Yang Guang melakukannya.


Selain karena tidak mau jika sampai arena mengalami kerusakan jauh lebih besar lagi, menurutnya apa yang dilakukan Yang Guang itu juga terlalu berlebihan hanya untuk mengalahkan lawannya.


"Keluarlah kalian berdua," ucap Zu Zhang pada Yang Guang dan juga Xue Fu yang segera dilakukan oleh keduanya.


Yang Guang dalam diamnya berjalan lebih dulu, sedang Xue Fu berjalan di belakangnya dan menatap dengan sedikit rasa takut pada Yang Guang.


Dia ingat dengan jelas perasaan bahaya yang muncul beberapa saat yang lalu. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Xue Fu merasa sangat dekat dengan kematian.


"Hoii!! Yang Guang!"


Keluar dari kubah ciptaan Zu Zhang, Yang Guang segera disambut oleh Weng Ying Luan yang dengan terang-terangan memasang ekspresi kecewanya.


"Aku ingin sekali melihat serangan terakhir mu tadi itu!! Aku sangat yakin itu adalah teknik yang sangat jua, bukan?!" Weng Ying Luan tanpa rasa malu sama sekali bertanya langsung pada Yang Guang yang menatapnya dengan aneh.


Mana mungkin dia akan memberitahu nya. Keduanya adalah musuh saat ini, membocorkan teknik miliknya sama saja memberikan keuntungan pada lawannya.


Tapi, Yang Guang sama sekali tidak berpikiran seperti itu. Menurutnya Weng Ying Luan adalah orang yang cukup menarik, dan hanya masalah waktu saja sampai kedua nya semakin akrab dan menjadi temannya.


"Ya...tadi itu aku akan memakai salah satu teknik pamungkas milikku. Teknik itu akan menembakkan melepaskan sayatan cahaya yang memiliki suhu sangat panas yang jika terkena sesuatu akan langsung meledak," jelas Yang Guang pada Weng Ying Luan.


Weng Ying Luan mengangguk-angguk mendengarnya. Senyum Yang Guang tercipta melihat sikap biasa saja dari Weng Ying Luan. Seperti perkiraannya, Weng Ying Luan adalah orang yang menarik, sama seperti Weng Lou.


"Dan tentu saja, jika kau yang terkena teknik serangan ku itu, maka kau akan langsung mati tanpa menyisakan abu mu sedikitpun." Yang Guang melanjutkan perkataannya sambil mengangkat kedua bahunya.


"Hah?! Kau bilang apa?! Aku mati oleh serangan mu yang seperti itu? Mana mungkin! Teknik mu itu paling hanya akan memberikan luka lecet saja jika aku terkena olehnya!"

__ADS_1


Weng Ying Luan dan Yang Guang pun memulai perdebatan diantara keduanya. Sementara itu, Weng Lou dan yang lain melihat keduanya sambil menggelengkan-geleng kan kepala mereka.


Kedua nya persis seperti anak kecil yang saling berdebat satu sama lain.


Tidak jauh dari mereka, sosok pemuda dengan lambang lotus emas pada punggungnya menatap dengan serius Yang Guang yang sedang berdebat dengan Weng Ying Luan.


"Teknik itu....aku tidak menyangka ada yang bisa membuat tubuhku bergetar karena bersemangat untuk bertarung di pulau ini..." gumam nya yang kemudian sudut matanya bergerak dan melihat dua nama baru yang telah diumumkan oleh Zu Zhang di atas arena pertandingan.


"Feng Lang dan.....Weng Baohu Zhe?"


Pemuda mengerutkan dahinya membaca nama kedua dari peserta yang akan bertarung di pertarungan ketiga.


Dia pun segera menoleh dan menatap ke arah dimana Weng Baohu Zhe berada. Terlihat dia juga sedang menatap namanya yang ada di atas arena.


"Keluarga Weng...." ucap pemuda itu dan mengepalkan tangannya dengan keras.


Sosok Weng Baohu Zhe berjalan maju dan kemudian masuk ke dalam kubah ciptaan Zu Zhang bersama dengan seorang pria paruh baya yang tidak lain adalah pria yang sebelumnya dihadapi oleh Weng Ning dan Weng Lou di babak seleksi kemarin.


Dia adalah Feng Lang, lawan pertama Weng Baohu Zhe di babak semifinal ini.


Zu Zhang menatap keduanya secara bergantian sebelum mengangguk pelan, dan menyerukan dimulainya pertarungan ketiga.


***


Di atas atap bangunan Arena Pertandingan.


Terdapat dua sosok yang sedang duduk saling berdekatan, dan asik menonton pertarungan yang sedang berlangsung sambil menikmati teh hangat pada cangkir di tangan mereka.


Kedua sosok itu adalah Yi Chen, sang Patriak Besar dari Sekte Langit Utara, tempat Weng Lou, Weng Ying Luan, dan Lin Mei berasal. Sosok lainnya adalah Hou Lang, sosok pria yang tidak lain adalah Raja Wilayah Tengah, dan saudara dari Fang Lang yang sebentar lagi akan saling bertarung dengan Weng Baohu Zhe, perwakilan dari Keluarga Leluhur Weng.


"Anda seperti nya sangat antusias untuk menonton pertarungan kali ini yah, Yang Mulia," ucap Yi Chen sambil menyeruput teh miliknya.


Hou Lang tertawa pelan dan menatap ke arah Fang Lang di arena.


"Jujur saja, aku sudah lama tidak bertemu dengannya. Terakhir aku mengunjunginya dia malah mengusirku, dan mengatakan bahwa dia masih ingin menahan lebih jauh tingkat praktik miliknya," balasnya.

__ADS_1


Yi Chen mengangguk mendengarnya. Dia bisa mengerti apa yang diinginkan oleh Fang Lang.


Menahan penerobosan tingkat praktik adalah suatu cara yang mana pada Praktisi Beladiri akan menahan atau menekan tingkat praktik miliknya sendiri ketika akan melakukan terobosan ke ranah Penyatuan Jiwa.


Hal ini dilakukan karena pada ranah Pembersihan Jiwa tahap 9, kekuatan jiwa akan melonjak dalam jumlah besar, dan akan membuat para Praktisi Beladiri naik ke ranah selanjutnya dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.


Pada umumnya, jika sudah berada pada batas tingkat praktik, maka tingkat praktik milik Praktisi Beladiri itu akan naik ke ranah selanjutnya secara paksa. Namun ada juga yang terus berusaha untuk menahan tingkat praktik nya agar tidak naik ke ranah Penyatuan Jiwa demi mendapatkan kekuatan jiwa yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang-orang yang memiliki tingkat praktik yang sama.


Feng Lang adalah salah satu dari orang-orang ini yang terus menahan kenaikan tingkat praktik miliknya selama hampir 10 tahun. Kini kekuatan jiwa miliknya telah menyamai mereka yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 3 puncak, dan pada saat ini dia telah mencapai batasannya.


"Seharusnya tidak lama lagi dia akan naik ke ranah Penyatuan Jiwa, bukan? Apa tidak apa-apa dia tetap lanjut mengikuti turnamen ini?" tanya Yi Chen lagi.


"Yahhh... sebenarnya aku juga sudah bertanya padanya semalam, tapi dia malah mengatakan padaku ku untuk tetao tenang dan biarkan dia fokus mengikuti turnamen. Srruppp....."


Keduanya pun berbincang-bincang satu sama lain dan terus mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya.


Kembali di lapangan arena, Feng Lang dan Weng Baohu Zhe masih tetap diam di tempat mereka masing-masing.


Tidak ada yang berniat menyerang terlebih dahulu. Keduanya sama-sama saling siaga dan mewaspadai lawannya.


Meski Weng Baohu Zhe memiliki tingkat praktik yang jauh lebih tinggi dari Feng Lang, namun tidak membuatnya besar kepala sama sekali, malah tingkat praktik Feng Lang yang hanya berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 membuatnya semakin mewaspadainya.


Di tempat duduk penonton, Weng Tie dan murid-murid dari Keluarga Leluhur Weng mulai menyoraki nama Weng Baohu Zhe, mencoba memberikan nya semangat.


"Kenapa Tetua belum melancarkan serangannya? Aku yakin dia bisa menang dengan mudah melawan Feng Lang itu!" Salah satu murid bertanya dengan kebingungan.


Murid lainnya juga mempertanyakan hal yang sama, hanya Weng Tie yang tetap diam dan mengamati lapangan arena.


"Meski aku tau Tetua memiliki kekuatan yang cukup kuat, namun sepertinya lawannya kali ini adalah orang yang merepotkan," ucap Weng Tie.


Catatan Penulis:


Ya maap.


__ADS_1


__ADS_2