Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 672. Bertaruh


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, di dalam dimensi pewarisan ingatan kehidupan terdahulu Weng Lou.


Weng Lao kehidupan sekarang terlihat sedang duduk dengan mata tertutup di tengah-tengah dimensi di atas salah satu gunung.


Sosoknya kini tampak sangat kurus. Tubuhnya terlihat seperti hanya terdiri dari tulang dan kulit. Dia seperti orang yang tidak makan selama berminggu-minggu. Orang yang melihatnya mungkin akan berpikir bahwa dia adalah mayat yang mati dalam kondisi bermeditasi.


Namun kenyataannya dia masih hidup, atau mungkin lebih tepatnya, dia sedikit lagi mati.


Dia bukan sedang dalam kondisi bermeditasi, melainkan kesadarannya yang perlahan-lahan menghilang yang dikarenakan jiwanya telah rusak parah selama proses menyerap ingatan kehidupan-kehidupannya yang terdahulu.


Dengan menggunakan cara yang diberitahukan kehidupan pertamanya, Weng Lou kini telah menyerap sembilan puluh ingatan milik kehidupan terdahulunya dan hanya menyisakan sembilan kehidupan saja yang belum dia serap.


Namun cara itu juga datang dengan resiko besar. Karena dia melepaskan kekuatan garis darah keturunannya, Weng Lou menyerap ingatan secara gila-gilaan. Karena prosesnya yang terlalu tergesa-gesa, jiwanya sedikit demi sedikit mengalami kerusakan.


Meskipun kini bahaya dari kekuatan garis darah Ras Ilahi miliknya tidak lagi menjadi ancaman karena telah stabil, namun kerusakan pada jiwanya membuatnya bisa mati kapan saja jika dia benar-benar kehilangan kesadarannya.


"Bahaya besar selalu datang dengan keuntungan yang setara besarnya. Kau tidak hanya berhasil menyerap sembilan puluh ingatan kehidupan, namun Tingkat Praktik milikmu juga telah mengalami peningkatan yang menakjubkan. Dengan Tingkat Praktik ranah Penyatuan Jiwa tahap 9 puncak, kau memiliki peluang untuk bertahan hidup jika kau berhasil naik ke ranah Penguasaan Jiwa dan menjadi seorang Penguasa Jiwa.


Jiwa mu akan pulih sedikit demi sedikit jika kau berhasil, namun jika gagal, maka selesai sudah. Tidak perlu lagi berpikir tentang masa depan, bahkan kau tidak akan bisa melihat hari esok. Jadi bertahanlah, dan ciptakan Danau Jiwa milikmu! Ciptakan Danau Jiwa mu untuk menjadi seorang Penguasa Jiwa!"


Weng Lou kehidupan pertama berbicara dengan nada dalam. Kini penampilannya telah berubah dibandingkan dengan pertama kali dia memunculkan dirinya. Dia terlihat seperti seusia Weng Lou kehidupan saat ini.


Delapan kehidupan lainnya diam melihatnya. Sembilan kehidupan Weng Lou yang tersisa adalah sembilan kehidupan Weng Lou yang terkuat dan setidaknya pernah mencapai pintu gerbang dimensi menuju Bumi dan bertarung melawan Pelahap Dimensi yang ada di gerbang dimensi tersebut.


Banyak Kehidupan terdahulu Weng Lou yang juga pernah mencapai seperti kesembilannya, namun ada yang membedakan kesembilan kehidupan ini dengan kehidupan lainnya. Sembilan kehidupan ini telah mengembangkan masing-masing sebuah teknik beladiri terkuat pada masa mereka.


Sembilan teknik beladiri ini bukanlah teknik beladiri biasa yang bisa dipakai oleh orang-orang di ranah Penguasaan Jiwa ke bawah. Bahkan nyaris mustahil seseorang di ranah Deva bisa menggunakan sembilan teknik beladiri yang kesembilannya ciptakan.


Untuk benar-benar memakai teknik beladiri ciptaan mereka, setidaknya seseorang harus berada di ranah Absolute.

__ADS_1


Oleh karena karena itu, sembilan kehidupan ini menjadi yang belum Weng Lou serap ingatannya. Bukan karena dia sudah tidak sanggup lagi menyerap ingatan kehidupan terdahulunya, namun memang dia tidak akan bisa menyerap salah satu dari sembilan ingatan kehidupan terdahulunya ini meskipun dia mau.


Tingkat Praktiknya terlalu rendah untuk menyerap mereka.


Sembilan kehidupannya itu adalah kehidupan pertama, kehidupan kesembilan puluh sembilan, kehidupan kelima belas, kehidupan ketiga puluh tiga, kehidupan empat puluh tujuh, kehidupan lima puluh satu, kehidupan keenam puluh sembilan, kehidupan ketujuh puluh tiga, dan kehidupan delapan puluh enam.


Saat ini, di dalam Dantian Weng Lou, terdapat sebuah Danau seluas tiga puluh kilometer yang terus melebar seiring waktu. Meski kesadarannya terus memudar, Weng Lou tetap bertahan membentuk Danau Jiwa miliknya.


Sedikit demi sedikit danau itu terus melebar. Jika terus seperti ini, maka Danau Jiwa ini akan memiliki luas lima puluh kilometer dalam waktu satu bulan, dan setelah itu Weng Lou akan siap naik menjadi seorang Penguasa Jiwa.


Tapi apakah dia memiliki waktu sebanyak itu? Tidak, dia akan mati dalam beberapa hari lagi karena kerusakan fatal pada jiwanya. Satu-satunya yang membuatnya masih tetap hidup saat ini adalah karena tekad dan sifat keras kepalanya.


Kesadaran Weng Lou yang terus melemah sedikit demi sedikit membuat sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou yang tersisa saling tatap satu sama lain.


"Ini tidak akan berhasil. Kerusakan pada jiwa terlalu besar, dia tidak akan bertahan sampai Danau Jiwa nya selesai terbentuk," ujar Weng Lou kehidupan ketujuh puluh tiga.


Kehidupan delapan puluh enam mengangguk setuju dan berbicara, "Kerusakan jiwanya setidaknya telah mempengaruhi sumber Kekuatan Jiwa nya saat ini. Semakin banyak Kekuatan Jiwa yang dia pakai untuk membentuk Danau Jiwa, kerusakan jiwanya juga semakin besar. Menurut ku dia paling lama hanya akan bertahan satu minggu jika dia terus memaksa membentuk Danau Jiwa."


Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan dan kehidupan pertama saling tatap dan menghela napas panjang. Ini adalah situasi terburuk yang mungkin terjadi dari semua yang mereka takutkan.


Menggunakan kekuatan garis darah Ras Ilahi untuk menyerap ingatan jauh lebih cepat memang terdengar sangat bagus, namun itu datang dengan harga yang sangat besar. Namun itu adalah satu-satunya kesempatan bagi Weng Lou untuk tetap bertahan hidup dan meningkatkan Tingkat Praktik miliknya dengan begitu cepat.


Tidak ada lagi yang bisa keduanya lakukan. Sudah merupakan keajaiban Weng Lou masih bisa bertahan hidup sampai saat ini. Pada kenyataannya dia seharusnya sudah mati beberapa hari yang lalu setelah menyelesaikan proses penyerapan ingatan dari kehidupan ketiga puluh limanya.


Dia mencurahkan semua Kekuatan Jiwa miliknya untuk langsung membentuk Danau Jiwa seluas dua puluh kilometer setelahnya dan terus melebarkannya hingga sekarang.


"Apa kau tidak memiliki solusi lainnya seperti sebelumnya?" tanya Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan pada Weng Lou kehidupan pertama.


Weng Lou kehidupan pertama langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak memiliki ide apapun untuk memperbaiki jiwa atau menekan kerusakan pada jiwa Weng Lou kehidupan sekarang.

__ADS_1


"Satu-satunya yang bisa kita lakukan saat ini adalah menunggu. Proses pembuatan Danau Jiwa sangatlah penting dan tidak bisa diganggu. Kita sebenarnya bisa membantunya jika saja ada beberapa sumber daya latihan yang bisa meningkatkan produksi Kekuatan Jiwa pada tubuh. Namun sumber daya seperti itu bahkan harus dikonsumsi sendiri olehnya, jika kita memaksa dirinya untuk memakai sumber daya itu, hasilnya adalah Danau Jiwa nya akan menjadi tidak stabil dan dia akan mati," jelas Weng Lou kehidupan pertama.


Setelah beberapa waktu kemudian, Weng Lou kehidupan sekarang tiba-tiba menunjukkan sedikit pergerakan.


Alisnya sedikit mengerut. Kedua tangannya yang ada di depan dadanya bergetar pelan. Tubuhnya yang begitu kurus membuatnya tampak bisa jatuh kapan saja.


Pada saat itulah kedua matanya tiba-tiba terbuka. Sepasang mata yang kusam dan tampak sangat lelah terlihat. Dia menoleh dan menatap pada kehidupan pertamanya.


"Aku..... memiliki beberapa sumber daya seperti itu di dalam Kalung Spasial......hanya saja aku tidak bisa mengeluarkannya saat ini. Bantu aku mengeluarkannya," katanya dengan berusaha payah.


Sembilan kehidupan Weng Lou terdahulu terdiam mendengarnya. Tanpa berlama-lama, Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan segera berjalan mendekatinya dan mengambil Kalung Spasial dari leher Weng Lou.


Dengan Kekuatan Jiwa nya, dia segera mengambil keluar beberapa pil obat yang merupakan sumber daya yang bisa meningkatkan produksi Kekuatan Jiwa seseorang. Pil-pil itu segera diberikan pada Weng Lou kehidupan sekarang.


Dia mengambil salah satu pil dan langsung menelannya tanpa ragu.


Segera, jumlah Kekuatan Jiwa miliknya mulai bertambah dengan sangat cepat dan dia segera mengarahkannya ke dalam Danau Jiwa nya. Perkembangan luas Danau Jiwa meningkat, namun kecepatan itu belum cukup untuk membantu Weng Lou mengurangi waktu yang dia perlukan untuk menyelesaikan Danau Jiwa nya.


Weng Lou dengan cepat mengambil pil lainnya dan menelannya.


Menyaksikan ini Weng Lou kehidupan pertama hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lesu.


"Dia hanya membuat kerusakan jiwa nya semakin besar. Meski menggunakan pil-pil itu cukup efektif untuk membantunya dalam membuat Danau Jiwa, tapi dia akan lebih dulu mati sebelum proses pembuatannya selesai," katanya.


Namun Weng Lou kehidupan sekarang tidak mempedulikannya. Setiap beberapa menit dia akan mengambil pil lainnya dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.


Meski dia harus fokus dalam membentuk Danau Jiwa, tapi dia bisa menggunakan sedikit kesadarannya untuk menelan pil-pil itu.


Kerusakan jiwanya semakin membesar sedikit demi sedikit dan ini mempengaruhi kesadarannya.

__ADS_1


Ini adalah pertaruhan besar. Entah mana yang lebih dulu selesai, Danau Jiwa miliknya, atau hilangnya kesadarannya.


__ADS_2