
Apakah perubahan sikap dari Yang Guang dapat dikatakan normal menurut pandangan Shan Hu?
Jelas tidak, tapi jika ditanya apakah Shan Hu menyadari sesuatu disembunyikan oleh Yang Guang, maka iya. Dia bahkan sudah menyadari hal itu sejak pertama kali bertemu dengannya.
Berkat kemampuan untuk membaca pergerakan jiwa, Shan Hu juga mampu mengetahui bentuk asli dari jiwa orang yang dia lihat. Namun bentuk dan karakter adalah sesuatu yang berbeda, oleh sebab itu dirinya juga tidak mengetahui sifat asli dari Yang Guang tersebut.
Perubahan sikap dari Yang Guang sendiri sebenarnya adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika tidak ada pemicunya.
Yang Guang memiliki sebuah trauma berat dengan sesuatu yang mencekiknya, dan setiap kali ada yang mencekiknya seperti yang Shan Hu lakukan beberapa saat yang lalu, maka sikapnya akan berubah total menjadi agresif dan emosian.
"Bajingan..... beraninya kau mencekik ku seperti itu!!! Kau pasti cari mati!!" Yang Guang berseru kepada Shan Hu dengan matanya yang memerah.
Shan Hu tetap tenang mendapatkan umpatan dari Yang Guang. Fokusnya sama sekali tidak turun meski dia sebenarnya sedang bimbang saat ini.
Dengan kemampuan membaca pergerakan jiwa miliknya, dia bisa melihat bahwa jiwa Yang Guang tak lama lagi akan mengamuk dan dialah sasarannya. Shan Hu tidak tau harus berbuat apa karena dari yang telah dia lihat, mustahil untuk bisa kabur atau menghindar dari amukannya.
Ketika dia masih diam dan menatap Yang Guang, tiba-tiba dari tangan Yang Guang muncul keluar dua buah pedang yang belum pernah dilihatnya.
Itu adalah pedang yang sama sekali berbeda dengan yang telah dia pakai dalam pertarungannya melawan Shan Hu. Dua pedang itu merupakan sepasang pedang kembar.
Pedang berwarna putih bersih seperti tidak terbuat dari logam. Bentuknya sedikit melengkung di ujungnya. Pada pegangannya terdapat bentuk kepala gagak emas pada ujungnya. Kedua pedang sedikit memancarkan cahaya kekuningan yang tidak lain adalah cahaya dari perubahan unsur milik Yang Guang.
Dahi Shan Hu pun mengerut melihat itu, dia tau Yang Guang akan mengeluarkan dua pedang itu, karena tepat ketika dia mengeluarkan dua pedang tersebut, amukan yang dia lihat pun terjadi.
"MATII!!!"
Tepat ketika Yang Guang menyerukan hal itu, sosoknya telah menghilang digantikan dengan bayangan dirinya yang tercipta karena kecepatan gerakannya.
Shan Hu tiba-tiba melompat mundur dari tempatnya, dan BAMM!!! Tempat dia berdiri sebelumnya hancur oleh hantaman salah satu pedang yang dipegang oleh Yang Guang.
Glek....
Menelan ludahnya, Shan Hu kemudian dengan cepat mendarat di tanah, dan dia pun berguling ke samping, dan tempat dia mendarat tadi sudah dihancurkan oleh pedang Yang Guang juga.
Shan Hu terus berusaha menghindar dari amukan Yang Guang, tapi lama kelamaan waktu antara dia menghindar dengan waktu Yang Guang menghancurkan tempat dia berada semakin mendekat sedikit demi sedikit.
"Ini gawat. Aku sama sekali tidak memperhitungkan amukan ini. Jika terus seperti ini, tidak lama lagi aku akan berakhir remuk oleh hantaman pedang pemuda sinting ini," Shan Hu berbicara dalam hatinya.
Tak berapa lama, di pun semakin mendekati tepi arena, yang mana berarti dia tidak akan bisa menghindari serangan Yang Guang lebih jauh lagi.
"Tch! Mana mungkin aku mau kalah hanya dari bocah yang jauh lebih lemah dari Tuan ku!!"
Akhirnya, Shan Hu pun memutuskan untuk mengambil pilihan terakhir yang ia punya, yaitu bertarung habis-habisan dan bertaruh siapakah yang akan kalah atau lelah lebih dulu, apakah dia atau Yang Guang.
Dia tetap berdiri di tempatnya dan menunggu serangan dari Yang Guang, lalu mengangkat pedang besarnya ke atas kepalanya.
BANGG!!!
PACKKKK!!!!
__ADS_1
Tubuh Shan Hu bagai ditabrak oleh sebuah gunung raksasa, dan tanah yang dia pijak langsung membentuk kawah begitu saja.
Terlihat sosok Yang Guang dengan wajah menyeramkan nya menghantamkan pedang di tangan kirinya pada pedang besar Yang Guang. Dia tidak berhenti di situ, dan kemudian mengayunkan pedang di tangan kanannya ke kepala Shan Hu.
Tidak mau mengambil resiko, Shan Hu pun memiringkan tubuhnya, dan membiarkan serangan Yang Guang menghantam lurus ke arah tanah di sampingnya.
BAMMM!!!
Bersamaan dengan guncangan karena hantaman pedang Yang Guang, Shan Hu pun mengalirkan Qi pada kakinya lalu menendang lurus ke perut Yang Guang.
"Ugh-!!"
Tubuh Yang Guang terlempar beberapa meter, sebelum dia mendapatkan kembali keseimbangannya, dan segera kembali melesat ke arah Yang Guang.
Dua pedangnya mengeluarkan cahaya terang, dan kemudian dua bilah energi bergerak cepat ke arah Shan Hu.
Shan Hu tidak berniat menangkis sama sekali dua bilah itu, dia lebih memilih menghindari nya. Dia tidak tau seberapa tajam dan kuatnya bilah energi itu, jadi jauh lebih aman dirinya menghindarinya.
Seusai dia menghindari dua bilah energi, sosok Yang Guang tiba di hadapannya dan siap kembali menusukkan dua pedang nya yang saat ini memancarkan cahaya terang.
SHUUU!!!
Menundukkan kepalanya, Shan Hu pun menghindar dari tusukan yang diarahkan ke kepalanya.
Sebuah serangan energi pun melesat ke luar dair ujung pedang Yang Guang yang kemudian bergerak lurus ke arah para penonton.
Zu Zhang yang menyaksikannya pun menciptakan sebuah pelindung tipis yang menangkis energi tersebut.
Yang Guang meraung, lalu dia pun melesatkan lebih banyak tusukan, namun semuanya berhasil dihindari oleh Shan Hu. Di sisi lain, Zu Zhang buru-buru menciptakan pelindung tipis lainnya yang kemudian menahan semua serangan energi milik Yang Guang.
"Bocah itu, apa yang ada di kepalanya?! Bagaimana bisa dia menyerang para penonton seperti itu?!" ucap Zu Zhang yang tampak sedikit jengkel.
Sementara itu, Shan Hu yang terus menerus menghindari serangan Yang Guang pun akhirnya mencapai batasnya. Darah keluar dari kedua matanya dan membuat dia tampak seperti sedang menangis darah.
"Sampai sini kah?" ucap Shan Hu.
Kedua matanya sudah tidak bisa dia paksakan lagi untuk memprediksi gerakan Yang Guang, dan pada saat yang sama pedang Yang Guang pun siap menusuk jantung dan perutnya.
"Tidak, masih ada yang bisa aku lakukan untuk Tuan. Mana mungkin aku mempermalukan nama Tuan ku dengan kalah begitu mudahnya melawan pemuda ini."
Shan Hu secara tiba-tiba melepaskan genggaman pedangnya, dan kemudian segera menangkap kedua pedang milik Yang Guang dengan tangan kosong yang telah dilapisi dengan Qi miliknya.
Sraatttt.....
"Apa? Kau masih ingin melawan?! Mati saja kau, bajingan!!!"
Di luar dugaan, kekuatan Yang Guang jauh melampaui kekuatan Shan Hu, dan membuatnya melepaskan pegangannya pada kedua pedang Yang Guang. Namun meski begitu, dia telah memperhitungkan nya sebelumnya, dan membuat dua pedang itu hanya menggores bahu dan ketiaknya saja.
Mengepalkan tangannya, Qi dalam hal besar pun menumpuk pada tangan kanan Shan Hu, dan detik berikutnya dia pun meninju sekuat tenaga kepala Yang Guang.
__ADS_1
"Ugh!!!"
Yang Guang pun tersentak, menerima pukulan itu. Darah keluar dari kepalanya dan rasa pusing langsung menyerangnya. Tak melewatkan hal itu, Shan Hu akhirnya segera menghujani Yang Guang dengan pukulannya.
BAM! BUCK! PACK!
Kepala, dada, serta perut Yang Guang semuanya ditinju sekuat tenaga oleh Shan Hu hingga membuatnya tidak bisa melawan sama sekali. Pemikiran bahwa dia mungkin bisa menang pun muncul di dalam kepala Shan Hu, dan membuatnya sempat tidak berkonsentrasi.
Yang Guang yang sedang dihujani pukulan olehnya, tiba-tiba menangkap tinju tangan kanannya dan kemudian dia pun menarik sekuat tenaga tubuh Shan Hu dan membantingnya dengan keras ke tanah.
BUCK!!!
Hantaman itu adalah balasan karena dia sudah menghantam tubuh Yang Guang sebelumnya ke tanah. Selesai menghantamkan tubuh Shan Hu ke tanah, Yang Guang pun segera melemparkan tubuh Shan Hu tinggi ke udara.
Shan Hu sama sekali tidak bisa melawan, dan hanya pasrah dilemparkan seperti itu. Di atas udara, Shan Hu segera mengontrol Qi dan kekuatan jiwa miliknya, dan terbang.
Ya, terbang. Dia mampu terbang karena sekarang dia adalah seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa.
Dia pun menatap ke bawah, dan melihat Yang Guang sedang memasang kuda-kudanya dan cahaya kuning bersinar terang dari kedua telapak tangannya.
Mata Shan Hu melebar menyaksikan itu.
"Kalau aku jadi kau, aku akan memilih menghindari nya." Zu Zhang yang tidak jauh darinya segera bebricara kepada Shan Hu.
Mendengar itu, Shan Hu buru-buru terbang menjauh dari hadapan Yang Guang. Yang Guang yang telah selesai bersiap kemudian melepaskan serangannya dan kemudian sama seperti sebelumnya sebuah pilar cahaya keluar dari kedua tangannya dan mengarah ke pada Shan Hu.
"Tidak sempat!" seru Shan Hu. Dia pun mengeluarkan semua Qi yang ada pada tubuhnya dan segera menahan serangan itu.
Dalam sekejap, sosoknya ditelan oleh pilar cahaya itu. Beberapa saat kemudian pilar cahaya itu menghilang dan sosok Shan Hu lun jatuh ke tanah dalam kondisi terluka parah.
Pada beberapa bagian tubuhnya terdapat luka bakar yang benar-benar serius. Tangan kirinya juga telah menghilang dan menyisakan tangan kanan saja. Dalam kondisi seperti itu, dia terjatuh ke atas tanah dan mengakibatkan suara hentakan cukup keras karena tubuhnya yang cukup besar.
Meski begitu, Shan Hu masih tetap sadarkan diri dan dia menoleh ke arah Yang Guang yang sedang bergerak ke arahnya dan bersiap untuk menusuknya menggunakan pedangnya.
"Aku.....menyerah....."
Dengan kondisinya yang setengah tak sadarkan diri, Shan Hu akhirnya menyerah, dan pada saat yang sama sebuah pelindung tipis muncul dan melindungi tubuhnya.
KLAANGGG!!!
Serangan Yang Guang pun tertahan oleh pelindung itu. Yang Guang mengkertakan giginya dan menoleh ke arah Zu Zhang di udara.
"KAUU!!! Hilangkan pelindung ini!!!! Biarkan aku membunuhnya!" teriak Yang Guang yang secara terang-terangan mengeluarkan napsu membunuhnya pada Zu Zhang.
"Tidak, nak. Peraturan tetap peraturan. Dia telah menyerah, jadi kau adalah pemenangnya dan kau sudah tidak bisa menyerangnya lebih jauh lagi," balas Zu Zhang dengan santainya.
Mata Yang Guang memerah mendengar hal itu. Dia pun menghantam-hantamkan kedua pedangnya pada pelindung tipis yang ada di sekitar Shan Hu tapi seperti sebelumnya, pelindung itu tidak bergeming sedikitpun.
"Pemenang dari pertarungan kedua, Yang Guang melawan Shanhu. Pemenangnya, Yang Guang!"
__ADS_1
Saat Yang Guang masih sibuk berusaha menghancurkan pelindung tersebut, Zu Zhang pun mengumumkan kemenangan Yang Guang.