Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 645. Meninggalkan Wilayah Pulau Pasir Hitam


__ADS_3

Di atas kapal kayu, sepuluh orang yang dikirim oleh Penasehat Kepala Keluarga Weng dengan tenang duduk di tempat yang menurut mereka terasa nyaman.


Salah satu dari sepuluh orang ini memiliki perawakan besar dengan rambut merah membara panjang yang diikat kebelakang hingga menyentuh pinggangnya.


Dia adalah seorang Tetua Utama dari Keluarga Lin di Pulau Pasir Hitam. Dirinya dikirim oleh sang Kepala Keluarga Lin Pulau Pasir Hitam sebagai orang yang mewakili Keluarga Lin Pulau Pasir Hitam untuk menegakkan hukuman kepada Keluarga Ying yang telah melanggar sumpah.


Duduk di tempatnya, dia membuka sebuah kompas di tangannya yang menunjuk ke arah kemana kapal kayu sedang menuju saat ini. Dia menatap kompas itu sejenak sebelum kemudian menyimpannya ke balik bajunya dan menatap ke depan.


"Untuk berpikir aku harus pergi untuk mencari Tuan Putri tak berguna itu, ini benar-benar menyebalkan," ujarnya dengan nada sedikit tidak senang.


Salah satu orang di dekatnya adalah wanita yang terlihat berusia pertengahan tiga puluhan, namun aura kuno di sekitarnya membuat orang-orang tidak akan percaya jika dia berumur tiga puluhan. Dia mengenakan baju biru pucat dengan lambang Teratai Es di punggungnya dan kedua tangannya terlipat di depan dadanya.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu, Tuan Putri yang kau sebut tak berguna itu memiliki lebih dari sembilan puluh sembilan persen kekuatan garis darah keturunan Phoenix dalam dirinya, dan itu adalah garis darah lengkap, tidak seperti kalian Keluarga Lin di Pulau Pasir Hitam atau pun Keluarga Lin di Daratan Utama." Perempuan itu berbicara dengan nada datar dan terdengar sedikit serak.


Pria besar itu menolah dan menatap pada perempuan itu sebentar sebelum kemudian mendengus jengkel. Jelas tidak senang mendengar perempuan itu membicarakan kekuatan garis darah keturunan Phoenix milik Lin Mei yang jauh lebih kuat dibandingkan dirinya.


"Memangnya kenapa jika kekuatan garis darahnya lebih kuat dan lengkap dibandingkan kami Keluarga Lin yang lainnya? Fakta bahwa dia bahkan tidak bisa menyembuhkan luka di wajahnya adalah bukti bahwa dia adalah pemilik garis darah keturunan Phoenix yang paling tak berguna sepanjang sejarah Keluarga Lin! Dia hanya menjadi aib bagi kami semua!" ujar pria itu dengan kasar pada perempuan itu, namun dia tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.


Meski dia berani berbicara dengan bebas pada perempuan di depannya, namun dia tidak berminat untuk bertarung dengannya, tidak di atas kapal kayu yang mereka naiki saat ini.


Meski kapal ini telah menerima berkah dari Sang Penasehat Kepala Keluarga Weng, namun jika kekuatan antara dirinya dan perempuan itu saling beradu, maka kapal yang mereka naiki akan hancur lebur hingga menjadi debu.


Dengan dua aura kekuatan Kaisar Jiwa yang saling bertabrakan saja sudah cukup untuk merusak kapal, apalagi jika mereka benar-benar bertarung satu sama lain.


Ya, mereka berdua memiliki kekuatan di ranah Penguasaan Jiwa, dan keduanya adalah Kaisar Jiwa. Bukan keduanya saja, melainkan delapan orang lainnya juga adalah Kaisar Jiwa!

__ADS_1


Sepuluh orang Kaisar Jiwa berada di satu tempat yang sama, dan dalam perjalanan untuk memastikan seluruh Keluarga Ying benar-benar musnah dari seluruh Daratan Utama!


Untuk seseorang berpikir bahwa Pulau Pasir Hitam memiliki sepuluh orang Kaisar Jiwa sudah sangat mengejutkan, namun sepuluh orang Kaisar Jiwa itu nyatanya berkerja di bawah perintah masing-masing pemimpin mereka untuk membasmi Keluarga Ying!


"Hm? Bukannya itu karena kakaknya yang bodoh itu nekat menggunakan kekuatan dari kehendak pemusnahan untuk melukai adiknya sendiri?" tanya perempuan berpakaian biru pucat itu. Nadanya sedikit dimain-mainkan, jelas sedang mengejek pria besar itu.


Pria besar itu mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka perempuan di depannya ini mengetahui informasi yang sangat disembunyikan oleh Keluarga Lin Pulau Pasir Hitam. Dia menatap perempuan itu untuk beberapa waktu dan kemudian memilih untuk diam bermeditasi.


Dia tidak berani berbicara lebih jauh, dia takut perempuan ini mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dan didengar oleh delapan orang lain di atas kapal.


Melihat pria besar itu tidak ingin melanjutkan perdebatan mereka, perempuan berbaju biru pucat itu pun hanya bisa tersenyum kecil padanya sebelum kemudian ikut bermeditasi di tempatnya.


Salah satu delapan orang lainnya di atas kapal membuka sebelah matanya dan menatap pada pria besar dan perempuan berbaju biru pucat. Dia menggelengkan kepalanya. Tidak baik menciptakan permusuhan diantara mereka bersepuluh pada saat ini. Mereka memiliki tugas penting yang telah diberikan kepada mereka oleh pemimpin mereka masing-masing di bawah kepemimpinan langsung Sang Penasehat Kepala Keluarga Weng yang merupakan orang terkuat di Pulau Pasir Hitam saat ini, setidaknya yang diketahui oleh orang-orang.


"Hei, berapa lama perkiraan waktu kita akan sampai di Daratan Utama?" tanya orang itu dengan suara pelan namun bisa terdengar jelas oleh semua orang di atas kapal.


Dia mengenakan pakaian yang memiliki lambang di punggungnya yang berbenturan seperti bola namun pupilnya tampak berbentuk seperti daratan melayang.


Orang yang bertanya sebelumnya tidak berbicara lagi. Mendengar jawaban dari pria tua kurus itu sudah cukup baginya untuk memastikan bahwa waktu untuk mereka sampai di Daratan Utama adalah satu bulan atau kurang dari itu.


Pria tua itu menarik napas dalam. Dia menatap ke depan dan melihat sebuah lapisan pelindung yang sangat besar dan seperti menutupi mereka semua. Ini adalah perbatasan Pulau Pasir Hitam, setelah mereka melewati lapisan ini, mereka akan sepenuhnya berada di luar wilayah Pulau Pasir Hitam yang dikendalikan oleh Keluarga Weng.


Sebenarnya, beberapa pulau yang ada di dekat Pulau Pasir Hitam adalah bagian dari Pulau Pasir Hitam yang diciptakan untuk membentuk formasi lapisan pelindung ini.


"Kita akan meninggalkan wilayah Pulau Pasir Hitam dalam tiga.......dua.....satu......"

__ADS_1


*Pshhh......*


Kapal kayu keluar dari lapisan pelindung, seperti sebuah benda yang melewati gelembung sabun.


Begitu kapal melewati lapisan pelindung, kapal kayu itu langsung terbang dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari sebelumnya, seolah sengaja menunggu sampai melewati lapisan pelindung sebelumnya.


Meski kapal itu bergerak bergerak sangat laju, namun orang-orang di atasnya tidak merasakan angin kencang yang mengenai mereka, ini karena lapisan pelindung kecil yang ada di sekitar kapal. Pelindung ini diciptakan oleh Sang Penasehat Kepala Keluarga Weng untuk menahan tekanan angin agar kapal bisa terbang jauh lebih cepat.


"Kita memasuki Wilayah Tak Bertuan. Semuanya harap bersiaga kapan pun, kita tidak tau kapan kana mendapatkan serangan para Siluman Laut yang menghuni Wilayah Tak Bertuan." Pria tua itu sekali lagi berbicara. Dia duduk dengan kedua telapak terbuka ke atas, seolah merasakan lingkungan sekitarnya.


Meski berada seribu meter dari permukaan laut, namun dia bisa merasakan segala sesuatu di jarak ribuan meter di bawah permukaan laut. Ikan hang berenang kesana-kemari, atau bahkan beberapa makhluk aneh yang berbentuk layaknya manusia untuk bagian atasnya, namun bagian bawahnya terlihat seperti makhluk lautan.


Makhluk aneh ini adalah Siluman Laut yang dimaksud oleh pria tua tersebut.


Dengan jumlah yang dia rasakan, itu bukanlah ancaman sama sekali. Yang menjadi ancaman adalah ketika beberapa siluman yang sangat kuat muncul dan dalam jumlah yang sangat banyak.


Itu jelas akan menimbulkan ancaman yang cukup serius meski bagi mereka yang berada di ranah Penguasaan Jiwa.


"Untunglah, aku membawa benda yang diberikan oleh Ketua kepadaku." Perempuan berbaju biru pucat yang sebelumnya memilih untuk bermeditasi kembali membuka matanya dan berbicara dengan tenang.


Dia sudah merusak suasana kapal dengan berdebat dengan perwakilan Keluarga Lin. Dia mengambil inisiatif untuk meminta maaf kepada orang-orang lain di atas kapal dengan cara ini.


Tangannya terbuka dan mengeluarkan sebuah gigi besar yang memiliki panjang tidak kurang dari satu meter dari dalam cincin penyimpanannya..


Pria tua yang berdiri di bagian depan kapal menatap gigi panjang itu sebelum menatap pada perempuan tersebut.

__ADS_1


"Ketua ku memberikan ini untuk membantu perjalanan kita di Wilayah Tak Bertuan. Dengan ini tidak ada satupun Siluman Laut yang akan menggangu perjalanan kita, kecuali itu adalah seekor Siluman Laut dengan kekuatan Kaisar Jiwa seperti kita," jelasnya dengan senyuman di wajahnya.


__ADS_2