Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 628. Danau Weng


__ADS_3

Satu bulan kemudian, di utara perbatasan wilayah Keluarga Lin dengan Keluarga Wang.


Tiga bayangan terbang dengan kecepatan tinggi di atas sebuah padang rumput yang memiliki lebar puluhan kilometer persegi.


Di padang rumput itu, bisa terlihat beberapa hewan ternak dengan para gembala yang merupakan manusia biasa. Mereka tidak tiga bayangan yang lewat di atas mereka, karena pergerakan ketiganya yang sangat cepat untuk ditangkap oleh mata manusia biasa.


Terdapat beberapa aliran sungai kecil yang mengalir di padang rumput itu, yang menjadi sumber kehidupan hewan dan juga manusia yang tinggal di dalamnya.


Sesekali akan terlihat beberapa desa manusia yang cukup besar dengan beberapa puluh keluarga yang tinggal di dalamnya. Mereka hidup sebagai petani dan peternak di tempat ini.


Suburnya tanah membuat tanaman bisa tumbuh dengan sangat baik. Hal ini dikarenakan wilayah selatan Daratan Utama yang dikuasai Keluarga Lin memiliki banyak gunung berapi yang bisa terlihat hampir di segala tempat.


Walau sering menimbulkan bencana ketika meletus, tapi muntahan abu vulkanik yang keluar dari gunung berapi memiliki manfaat menyuburkan tanah dan menjadi pupuk alami bagi tanaman.


Weng Lou bisa melihat, kehidupan manusia biasa yang jauh dari segala ikut campur para Praktisi Beladiri di tempat ini cukup makmur jika dibandingkan beberapa desa yang pernah dia datangi sebelumnya.


Sepertinya Keluarga Lin telah mengatur beberapa hal terkait kehidupan manusia biasa di wilayah mereka.


Padang rumput seperti ini memang sangat baik untuk ditinggali manusia, namun begitu juga dengan para binatang buas yang senang memangsa hewan ternak. Tapi sejauh ini, Weng Lou belum melihat satupun binatang buas yang berkeliaran di padang rumput.


Paling-paling hanya beberapa serigala liar atau ular yang akan muncul sesekali. Dan mereka semua bukanlah binatang buas yang memiliki kekuatan menyamai seorang Praktisi Beladiri Dasar Pondasi tingkat 1. Hanya sebatas musuh alami manusia biasa.


"Keu menyadarinya? Seluruh wilayah padang rumput ini berada di bawah kekuasaan Keluarga Lin. Beberapa anggota keluarga yang tidak cukup terampil akan ditugaskan di perbatasan padang rumput untuk menjaga para binatang buas yang bisa membahayakan manusia biasa untuk tidak masuk ke dalam. Bisa dikatakan, kami, Keluarga Lin mengatur hampir semua kehidupan manusia biasa di dalam wilayah kami, meski tidak secara langsung. Ini semua sesuai dengan aturan lama Keluarga Lin yang melarang dengan keras Praktisi Beladiri untuk ikut campur dalam kehidupan manusia biasa, dalam artian memerintah mereka.


Semua manusia biasa yang hidup dalam wilayah kami harus mendapatkan kemakmuran atas jasa mereka yang menghasilkan para Praktisi Beladiri di dalam wilayah Keluarga Lin. Di tiap desa, jika ada anak yang ingin menjadi Praktisi Beladiri, maka mereka akan dibawa oleh beberapa anggota Keluarga Lin yang sudah ditugaskan untuk merekrut dan mengajari anak-anak manusia biasa.

__ADS_1


Anak-anak itu akan dilatih selama beberapa bulan, jika mereka memiliki bakat yang cukup dalam berlatih beladiri, mereka akan dibawa menuju ke keluarga cabang Keluarga Lin yang berada di seluruh wilayah selatan. Bagi mereka yang tidak memiliki bakat yang cukup, maka mereka akan dikembalikan ke desa mereka. Begitu seterusnya setiap beberapa tahun sekali.


Sudah banyak Praktisi Beladiri di Keluarga Lin yang berasal dari desa manusia biasa, namun kebanyakan mereka tidak akan bisa menembus batasan ranah Pembentukan Pondasi. Hal ini berkaitan dengan bakat alami mereka. Jadi paling banyak mereka hanya akan menjadi prajurit di beberapa kota kecil yang diperintah Keluarga Lin."


Lin Bei menjelaskan semuanya dengan suara tenang sambil sesekali menunjuk pada beberapa desa yang mereka lewati.


Meski Weng Lou tidak bertanya apapun, dia memilih untuk tetap mendengarkan penjelasannya. Dia suka mendengarkan Lin Bei, hal itu membantunya memahami lebih dalam mengenai sistem yang bekerja di Daratan Utama, terlebih pada wilayah selatan yang dikuasai Keluarga Lin.


"Jika mereka memiliki bakat yang luar biasa dalam beladiri, apa mereka bisa mendapatkan jabatan yang bagus di dalam keluarga?" Weng Lou bertanya dengan penasaran.


Dari yang dia ketahui, sistem di dalam sebuah keluarga besar seperti Keluarga Lin sangat terikat pada sistem garis darah. Orang-orang yang berasal dari luar keluarga akan susah bersaing dengan mereka yang berasal dari keluarga tersebut. Hal ini terkait pada sumber daya beladiri yang bisa mereka terima, dan juga pengajaran yang telah mereka dapatkan sejak kecil, berbeda dengan orang-orang yang berasal dari luar keluarga.


Lin Bei bisa mengerti pemikiran Weng Lou. Dia pun kembali menjelaskan.


"Aku seharusnya tidak memberitahu informasi ini, namun karena kalian adalah tamu yang dianggap penting oleh Kepala Keluarga, maka aku akan menjelaskannya pada kalian." Dia berhenti sejenak, sebelum kemudian kembali berbicara.


Mereka yang memilih menjadi anggota Keluarga Lin akan diberkati dengan penganugrahan darah Phoenix yang dilakukan oleh beberapa Tetua Keluarga Lin yang telah mendapatkan izin penganugrahan dari Kepala Keluarga. Darah Phoenix akan masuk ke dalam tubuh mereka dan mereka pun akan memiliki kekuatan garis darah keturunan Phoenix dalam tubuh mereka sama seperti anggota Keluarga Lin yang lainnya. Namun seberapa banyak darah Phoenix yang bisa tubuh mereka serap, semua tergantung pada orang itu sendiri.


Pernah ada beberapa kasus yang sangat langka dimana seseorang yang memilih menjadi anggota Keluarga Lin berhasil menyerap lebih dari lima puluh persen dari Phoenix yang diberikan, dan dia memiliki sekitar enam puluh persen darah keturunan Phoenix di dalam tubuhnya."


Weng Lou mengangguk mengerti, ternyata ada hal seperti itu. Dia tidak menduganya. Lagipula, dia sendiri tidak terlalu tau masalah kekuatan garis darah keturunan secara spesifik.


Bahkan dia hanya mengetahui sedikit gambaran besarnya karena telah melihat beberapa pemilik kekuatan garis darah keturunan.


Lin Bei pun tidak menjelaskan lebih jauh, Weng Lou juga tidak bertanya lagi. Mereka terus melanjutkan perjalanan mereka dan melintasi padang rumput tersebut dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Ketika hari sudah sore, mereka sudah lama meninggalkan padang rumput jauh di belakang mereka dan akhirnya tiba di batas wilayah Keluarga Lin dan Keluarga Wang yang ternyata adalah sebuah danau yang luas.


Danau ini merupakan pembatas Keluarga Lin yang berada di selatan dengan Keluarga Wang yang berada di selatan.


Luas danau itu begitu besar, sampai-sampai Weng Lou yang sudah memakai teknik Mata Elangnya masih tidak bisa melihat ujungnya.


"Hei, apakah ini danau yang tercipta karena terangkatnya wilayah Keluarga Weng ratusan tahun lalu?" Weng Ying Luan bertanya penasaran.


Lin Bei mengangguk dan segera turun ke atas tanah. Weng Lou dan Weng Ying Luan segera mengikutinya dan mendarat di tanah di belakang Lin Bei.


"Kita akan bermalam di sini, tidak aman terbang di atas Danau Weng saat malam hari. Ada kutukan yang tersebar di seluruh danau dan membuat siapa saja yang terbang di atasnya ketika malam hari akan mendapati diri mereka tersesat dan menjadi buta arah," kata Lin Bei.


Dia mengayunkan mengetuk tanah dan membuat sebuah lubang kecil di atas tanah.


Mengayunkan tangannya dan melepaskan Api Phoenix nya ke dalam lubang yang dibuatnya. Api itu berkobar dengan cahaya kemerahan dan memiliki sensasi panas menusuk.


"Kita akan bermalam di sini malam ini. Perjalanan akan dilanjutkan saat pagi. Dengan Api Phoenix ku, tidak akan ada binatang buas yang berani mendekati kita. Jadi kita bisa beristirahat tanpa takut terganggu oleh serangan binatang buas."


Setelah mengatakan itu, Lin Bei memilih satu tempat untuk duduk dan bermeditasi.


Weng Ying Luan juga mencari tempat yang dianggapnya nyaman, lalu duduk dan mengeluarkan sebotol racun. Dia mulai meminum racun itu dan bermeditasi.


Di sisi lain, Weng Lou tidak memilih untuk duduk. Dia memilih untuk berjalan menuju pinggiran danau dan duduk di situ sambil memandangi danau luas di hadapannya.


Lokasi yang merupakan tempat dulunya Keluarga Weng berada, kini telah berubah menjadi danau yang sangat luas, nyaris tampak seperti lautan. Jika orang pertama kali tiba di pinggiran danau pasti akan berpikir bahwa mereka berada di pinggiran pantai.

__ADS_1


Weng Lou yang duduk memandangi danau selama beberapa saat akhirnya memutuskan untuk bermeditasi. Besok akan menjadi hari yang panjang, jadi dia harus beristirahat dengan baik.


__ADS_2