Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 602


__ADS_3

Diantara bebatuan dekat gunung berapi.


Perahu terbang yang dinaiki oleh kelompok Weng Lou mendadak berhenti di udara ketika sesosok makhluk besar keluar dari dalam danau lahar dan menghadang jalan mereka.


Bagian makhluk tersebut yang terlihat hanyalah kepalanya saja, namun ukurannya saja sudah hampir sebesar kapal uap milik Weng Lou.


Du Zhe dan awak kapal Weng Lou yang lainnya membuka mulut lebar ketika melihat kepala makhluk itu, sementara Weng Lou dan Weng Ying Luan mengerutkan dahi melihatnya.


"Hei.....kurasa kita kelewatan satu informasi yang sangat penting. Aku belum pernah mendengar mengenai makhluk seperti ini sebelumnya, apa dia benar-benar makhluk hidup? Ukurannya benar-benar mengerikan," ucap Weng Ying Luan sambil tersenyum kecut.


Di sisi lain, Weng Lou tampak dengan serius memperhatikan kepala makhluk yang menghadang jalan mereka. Dengan Teknik Pembersih Jiwa nya, dia memeriksa makhluk itu, tidak hanya bagian luarnya, tetapi juga bagian dalamnya.


Napasnya terhenti seketika, ketika memeriksa bagian dalam danau dan mendapatkan bahwa tubuh makhluk tersebut tampak sedang duduk dengan tenang di tengah dasar danau, dan hanya lehernya saja yang sepertinya bergerak untuk mengejar mereka.


"Hmmm......??? Siapa kalian? Penyusup? Atau pencuri?" Suara yang sangat dalam dan menakutkan keluar dari kepala makhluk tersebut.


Buku kuduk Du Zhe dan yang lainnya langsung berdiri hanya dengan mendengar suaranya.


"Luan....aku harap kau tidak memikirkan hal bodoh seperti bertarung dengan makhluk ini.... tujuan kita adalah menyusup masuk ke dalam kota. Jika kau melawannya di sini, kita akan langsung ketahuan oleh orang-orang dari Keluarga Lin." Weng Lou mengingatkan Weng Ying Luan.


Dia melihat senyuman Ying Luan yang bisa ditebak maksudnya. Jika dia melawan makhluk tersebut, maka rencana mereka akan berakhir berantakan, dan terlebih lagi, dia tidak tau apakah mereka akan bisa menang melawan makhluk luar biasa besar itu.


Dengan besar tubuh seperti itu, Weng Lou tidak yakin mereka bisa mengalahkannya dengan mudah. Apalagi ada Du Zhe dan yang lainnya bersama mereka saat ini, Weng Lou tidak bisa begitu saja membahayakan mereka.


Dengan cepat Weng Lou memutar otak, mereka harus bisa keluar dari situasi ini tanpa adanya pertarungan diantara mereka.


"Tidak menjawab? Berarti kalian adalah penyusup. Penyusup harus dimusnahkan."

__ADS_1


Kepala itu kembali berbicara dan membuat Weng Lou yang sedang memikirkan jawaban yang tepat untuk menjawab makhluk itu harus buru-buru menghentikannya.


"Ka-Kami adalah Tamu khusus yang diundang oleh Kepala Keluarga Keluarga Lin! Karena ketinggalan kapal, kami memutuskan untuk pergi langsung menuju ke kediaman Keluarga Lin.!" Weng Lou buru-buru menjawab apa yang ada di pikirannya.


Tangannya terkepal, dia cukup gugup. Itu adalah kebohongan terburuk yang pernah dia buat. Hanya orang bodoh yang akan percaya dengan kebohongannya itu. Tapi daripada dia tidak menjawab apapun, setidaknya dia sudah mencoba.


"Ya....meski dia tidak percaya pun, aku akan mengeluarkan esensi darah Phoenix yang kudapatkan dari Lin Dan sebagai bukti. Jadi dia seharusnya akan mempercayainya. Jika dia tetap tidak mempercayainya, maka hanya pertarungan satu-satunya jalan yang bisa kami ambil. Kalau begitu, aku harus-"


"Jadi kalian adalah tamu Tuan ku! Kalau begitu silahkan lanjutkan perjalanan kalian! Maafkan aku yang sudah menghalangi jalan kalian. Aku mohon pamit!"


Diluar dugaan, makhluk tersebut ternyata percaya! Dia bahkan segera memasukkan kembali kepalanya ke dalam danau, dan bergerak pergi kembali ke tengah danau.


Weng Lou dan Weng Ying Luan sama-sama tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Mereka tetap diam di tempat mereka selama kurang lebih satu menit karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan makhluk itu. Mungkin saja ini adalah jebakan, dan mahluk itu akan secara tiba-tiba menelan mereka ketika mereka lengah dari belakang.


Satu menit lainnya berlaku, tidak ada tanda-tanda makhluk itu lagi. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk buru-buru pergi dari situ, dan tidak lagi menahan kecepatan terbang mereka. Hanya dalam waktu beberapa puluh detik, mereka akhirnya sampai di kaki gunung berapi dan mendarat di sebuah celah retakan tanah yang cukup besar.


Perahu terbang mereka mendarat dengan mulus di atas bebatuan kecil yang sepertinya berasal dari lahar yang telah mengering.


Weng Lou segera membuka pelindung di sekitar perahu dan membiarkan yang lainnya untuk turun dari atas perahu. Setelah semuanya turun, Weng Ying Luan pun berhenti memasukkan Qi ke dalam perahu dan ikut turun.


"Tadi itu hampir saja. Untungnya makhluk hidup dengan tubuh besar rata-rata memiliki kecerdasan yang rendah. Aku sempat berpikir bagaimana kita harus mengalahkan makhluk itu jika seandainya kita harus bertarung melawannya," ucap Weng Lou sambil menghela napas panjang.


"Kau benar, aku tidak tau harus bagaimana aku harus bertarung melawannya," balas Weng Ying Luan.


Weng Lou melihat wajah Weng Ying Luan yang tampak tidak khawatir sama sekali. Dia jelas berharap mereka bertarung melawan makhluk tadi, tapi tetap menahan diri karena peringatan darinya.


"Haaaahh....sudahlah, lupakan saja. Ayo kita bergegas pergi ke kota. Harusnya penjagaan nya tidak terlalu ketat dibandingkan dengan di bagian dalam dan utama. Kita bisa membaur dengan aman di sana."

__ADS_1


Selesai memasukkan kembali perahu terbang ke dalam Kalung Spasial, Weng Lou pun mengajak yang lainnya untuk pergi dari tempat itu.


Dengan dipimpin olehnya, mereka semua pun pergi memutari kaki gunung yang terus-menerus mengeluarkan asap panas dan belerang.


***


Kota Fenghuang, tau lebih dikenal dengan sebutan Ibukota Phoenix. Kota yang merupakan merupakan pusat dari segala aktivitas dan usaha Keluarga Lin.


Di kota inilah Keluarga Lin menjual satu-satunya bahan mineral yang hanya bisa didapatkan di gunung berapi tempat kediaman Keluarga Lin berada, yaitu Sisik Naga Api.


Sisik Naga adalah satu dari sepuluh bahan tingkat tertinggi yang ada di Daratan Utama, dan dipakai untuk membuat Senjata Spiritual tingkat 3 ke atas. Sisik Naga Api, seperti namanya sisik naga itu berasal dari Naga Api yang terkenal karena selalu bersaing dengan Phoenix sebagai pemegang kendali api terkuat.


Jika Api Phoenix yang dikeluarkan oleh Phoenix lebih terkenal karena penyembuhan dan kecepatan penyebarannya. Maka Api dari Naga Api terkenal karena efek kerusakan yang ditimbulkannya.


Ada sebuah cerita yang selalu orang tua di Daratan Utama ceritakan pada anak-anak mereka yang nakal dan tidak mendengarkan orang tua mereka. 'Naga Api akan datang meratakan gunung dan mengerikan lautan untuk menangkap anak-anak yang nakal. Siapa yang tidak mendengarkan orang tuanya, dia akan dimakan oleh api sang Naga, dan berakhir menjadi abu.'


Itu adalah cerita yang cukup mengerikan untuk diceritakan kepada anak-anak, tapi cukup efektif hingga sekarang ini. Ini karena cerita mengenai kekuatan sang Naga di dalamnya adalah benar dan akurat. Sekali Naga Api menghembuskan napas apinya, maka semua yang terkena olehnya akan berubah menjadi abu.


Dari penjelasan kekuatan nya, kekuatan itu hampir sama persis dengan Api Phoenix milik Weng Hai, ibu Weng Lou. Namun ada sedikit perbedaan dalam hal pengendalian. Jika Api Phoenix Weng Hai bisa dikendalikannya sesuka hati, maka Api dari Naga Api tidak bisa dikendalikan sama sekali oleh sang Naga.


Sekali api nya dikeluarkan, maka kehancuran yang akan menyertainya. Itu sebabnya Naga Api sangat ditakuti oleh orang-orang di Daratan Utama bahkan hingga sekarang.


Tapi Naga Api sudah lama dianggap punah di Daratan Utama, sama halnya dengan Phoenix dan makhluk bukan binatang buas lainnya, seperti Kirin dan Naga Tanah, serta Naga lainnya. Lalu bagaimana bisa Keluarga Lin bisa menjual Sisik Naga Api yang dikatakan telah punah itu? Terlebih lagi, Sisik Naga Api dijual setiap bulannya oleh Keluarga Lin dalam sebuah pelelangan besar. Kira-kira sudah sepuluh tahun lamanya Keluarga Lin melelang satu atau dua sisik sebulan sekali.


Satu-satunya jawaban yang orang-orang dari luar Keluarga Lin bisa buat dari hal ini adalah bahwa Keluarga Lin telah menemukan mayat dari seekor Naga Api di dalam gunung tempat kediaman mereka dibangun.


Tubuh Naga Api sangatlah besar. Seluruh tubuhnya bisa menutup rapat kawah gunung berapi Kediaman Keluarga Lin. Bahkan setelah lima puluh tahun pun, mereka tidak akan bisa kekurangan Sisik Naga Api dengan sebuah mayat Naga Api.

__ADS_1


Tapi sayangnya, mereka tidak tau kalau Keluarga Lin tidak memiliki mayat Naga Api sama sekali. Melainkan, mereka memiliki Naga Api itu sendiri.


__ADS_2