Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 504. Penguasa Pulau Fanrong, Kaisar Shengshi Huangdi


__ADS_3

Ibu Kota Kekaisaran Fanrong, merupakan sebuah kota dimana istana kaisar berada dan juga seluruh orang penting yang terlibat dengan kaisar tinggal. Para menteri, para komandan dan jendral pasukan kerajaan, semuanya tinggal di dalam kota ini.


Dengan luas hampir 20.000 meter persegi, kota ini sangatlah besar. Seluruh bangunan yang ada di dalamnya memiliki lebih dari satu tingkat. Banyak orang yang barlalu-lalang di jalan. Entah itu orang dari luar pulau, atau pun orang-orang yang memang tinggal di di Pulau Fanrong.


Kereta-kereta kuda milik para pedagang bergantian keluar-masuk melewati gerbang masuk kota. Kota ini merupakan pusat perdagangan dari seluruh wilayah Pulau Fanrong, sehingga tidak pernah sepi dengan pengunjung dari luar.


Di tengah kota, sebuah istana besar dan megah berdiri dan dikelilingi oleh dinding tinggi dan lebar di sekelilingnya.


Istana ini adalah tempat tinggal dari Kaisar Shengshi Huangdi dan keluarganya. Ribuan prajurit yang bersumpah setia kepadanya menjaga istana ini siang dan malam, membuat setiap orang yang ingin menyusup ke dalamnya harus berpikir banyak kali sebelum melakukannya.


Pada saat ini, di sebuah lapangan latihan para prajurit, di belakang istana.


Sosok pria berusia hampir lima puluh berdiri dengan tatapan penuh cemas, melihat para prajuritnya yang sedang sibuk melakukan latihan harian mereka.


Pria ini tidak lain adalah Shengshi Huangdi, sang kaisar Kekaisaran Fanrong saat ini.


Belum lama ini, dia telah mendapatkan kabar bahwa ada sosok seorang Praktisi Beladiri yang sangat kuat telah mengambil alih Kota 1-10 di wilayah kumuh. Hal ini sangat membuatnya terkejut, karena pasalnya belum pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya selama beberapa tahun terakhir.


Sistem perbudakan miliknya mungkin akan menarik ahli tersembunyi yang tinggal di Pulau Fanrong, tapi waktu kemunculannya harusnya pada awal-awal sistem ini diberlakukan, bukan setelah hampir sepuluh tahun dia menjalankannya.


Terlebih menurut informasi yang dia dapat, ahli ini dapat terbang di udara, dan bahkan membunuh lawannya tanpa menyentuhnya sama sekali. Berita ini membuat dia cemas dan takut pada saat yang sama.


Berita ini dia dapat sekitar setengah jam yang lalu, tepat ketika dia sedang bersiap-siap untuk makan malam dengan keluarganya. Orang yang memberikannya berita ini adalah salah satu anggota Perguruan Iblis Merah yang merupakan bawahan langsung dari ketua Perguruan Iblis Merah.


Pada awalnya dia tidak terlalu mempercayai berita tersebut, tapi saat orang yang memberikannya misi itu mengatakan bahwa Kota 7, tempat dimana keponakannya ditempatkan sebagai budak kini sudah berada di tangan para budak, entah mengapa dia merasa takut dan percaya.


Setiap harinya Shengshi Huangdi selalu mengingat dengan jelas perkataan kaisar sebelumnya yang merupakan kakak iparnya sendiri.

__ADS_1


"Kau akan mati dalam kondisi terburuk yang pernah kau ketahui. Bahkan jauh lebih buruk dari caraku mati. Tidak ada satupun orang yang akan bersedih, atau terluka karena kematian mu nantinya, hanya satu yang akan tertinggal darimu, yaitu cara kematian mu."


Kaisar sebelumnya Liu Wang, mati dalam keadaan jantungnya dicabut dari tubuhnya, dan Shengshi yang melakukannya sendiri. Kata-kata sebelum kematiannya selalu menghantui Shengshi setiap harinya, hingga terkadang membuatnya tidak bisa tidur hanya karena memikirkannya.


Bayang-bayang kematian selalu menghantuinya setiap saat. Dan bayangan kematian itu kini mulai terlihat hari ini, dengan adanya berita kemunculan seorang Praktisi Beladiri yang tidak lain adalah Weng Lou.


Ketika dia sedang melamun, seorang pria entah dari mana muncul di sampingnya.


Shengshi tidak terkejut dengan kemunculan nya, dia malah mendekati pria itu dengan wajah khawatir.


"Bagaimana??? Apakah Perguruan Iblis Merah berhasil menghentikan Praktisi Beladiri itu???" tanya Shengshi dengan cepat pada pria itu sambil menggenggam erat pundak pria tersebut.


"Maaf, tapi sepertinya anda harus segera mengungsi secepatnya, kaisar. Kota Heishin, serta Perguruan Iblis Merah di Kota Heishin......telah berhasil diambil alih oleh Praktisi Beladiri tersebut," balas pria itu dengan wajah rumit.


Dia adalah anggota Perguruan Iblis Merah yang merupakan bawahan langsung dari ketua perguruan tersebut. Secara status sebenarnya dia adalah orang nomor 2 di Perguruan Iblis Merah, namun dia tidak berbakat dalam bertarung sehingga memfokuskan dirinya dalam teknik bersembunyi dan pengumpulan informasi.


Jika dia memancing kaisar, dia akan mati dibunuh oleh para prajurit yang ada di istana ini.


"Tidak....tidak tidak tidak.....jika aku pergi dari sini, takhta ku pasti akan diambil olehnya! Praktisi Beladiri itu pasti akan menduduki takhta milikku dan menjadikan dirinya sebagai kaisar yang baru! Aku tidak bisa pergi dari sini, tidak bisa!


Kau, mintalah ketua mu untuk datang menolong ku darinya! Aku sudah memberikan banyak sekali sumber daya berharga pada kalian, jadi kalian harus melindungi ku dan juga takhta yang aku miliki ini! jangan sampai Praktisi Beladiri itu yang malah mendapatkan nya!"


Shengshi Huangdi layaknya orang yang sudah tidak waras, berseru dan mengguncangkan tubuh pria yang ada di hadapannya. Sementara pria itu menatapnya dengan kerutan pada wajahnya.


Yang dikatakan Shengshi Huangdi memang benar, mereka telah mendapatkan banyak sekali sumber daya darinya. Tapi meski begitu, meminta untuk ketua mereka yang datang sendiri kesini, itu sudah persis seperti sebuah penghinaan.


Namun mengingat kembali kekuatan yang dimiliki oleh Weng Lou dari kejauhan, dia tidak bisa memikirkan hal lain selain kehancuran yang akan dialami oleh mereka jika bertarung melawan Weng Lou lebih jauh. Dia tau dengan jelas kekuatan ketuanya, dan itu berada jauh dibawah kekuatan yang ditunjukkan oleh Weng Lou yang bahkan sanggup terbang tanpa alat bantu di udara.

__ADS_1


"Dengan segala hormat, Kaisar Shengshi Huangdi, kami Perguruan Iblis Merah akan menarik semua anggota kami dari Pulau Fanrong. Jika anda tetap memaksa untuk tinggal di ibu kota, maka kami akan meninggalkan anda di sini," ucap pria itu dengan serius.


Dia menarik napas dingin. Ini adalah pilihan terbaik yang bisa dia ambil. Jika Shengshi tetap memaksa untuk tidak pergi, maka dia akan meninggalkannya. Nyawa nya dan anggotanya dipertaruhkan saat ini, dia tidak akan membuang-buang nyawa dirinya dan anggotanya hanya untuk melindungi Shengshi.


Jika dia mau mati, maka biarkan dia mendapatkannya sesuai dengan keinginannya!


"Ka-Kau?! Aku sudah memberikan kalian banyak sekali harta dan sumber daya berharga selama ini, dan ini balasan kalian?! Kau ingin meninggalkan ku di sini, mati di tangan Praktisi Beladiri yang tidak diketahui identitasnya tersebut?!


Apa kalian sudah tidak memiliki harga diri lagi, hingga membuang orang yang sudah memberikan banyak hal pada kalian?!" Shengshi tidak bisa menahan amarahnya dan berseru nyaring pada pria tersebut.


Para prajurit yang ada di dekat mereka pun segera berkumpul saat menyadari sosok pria yang tidak dikenal sedang berada bersama kaisar mereka.


"Penyusup!! Segera berkumpul!!!"


Pria itu pun dikepung dari segala arah oleh para prajurit, tapi tidak terlihat ketakutan pada ekspresi wajahnya. Dia malah menatap dengan tajam sosok Shengshi Huangdi yang telah berada di belakang salah satu prajurit nya.


"Dengarkan aku, Shengshi. Kami selama ini hanya diam atas segala perbuatan mu karena sumber daya dan hadiah yang selalu kau berikan pada kami. Hanya karena itu, ingatlah! Sebenarnya jika bukan karena ajakanmu untuk bekerjasama waktu itu, bisa saja kami yang menguasai kekaisaran ini sekarang! Tapi kami tidak melakukannya, kau mau tau kenapa?


Itu karena kami tidak mau kehilangan banyak korban nyawa dari pihak kami, Perguruan Iblis Merah. Situasi saat ini tidak hanya mengancam perguruan kami, tapi juga kekuasaan mu sebagai kaisar. Aku sudah berbaik hati mengajak mu untuk pergi meninggalkan Pulau Fanrong untuk menghindari Praktisi Beladiri yang berada di Kota Heishin saat ini, tapi kau malah menolaknya. Anggap saja aku tidak mendengar hinaanmu pada perguruan kami, selamat tinggal....."


Pria itu berbicara dingin, dia melemparkan sebuah bola hitam kecil ke tanah, dan asap tebal Kun mengepul ke udara, membuat semua prajurit dan Shengshi Huangdi tidak bisa melihat apapun.


Tepat ketika asap menghilang, sosok pria itu pun menghilang dari tengah-tengah kepingan para prajurit.


Shengshi Huangdi mengepalkan tangannya dengan keras, dan mengkertakan giginya.


"Sialan kau, Hong Mogui!!!"

__ADS_1


Catatan Penulis:


Yang make Indihome, sudah baguskah jaringan kalian?🗿


__ADS_2