
Weng Lou dan Weng Ying Luan yang melihat kedua tubuh itu pun berjalan perlahan mendekat, lalu berjongkok dan memeriksa lebih teliti.
Pada tubuh keduanya, yang paling mencolok adalah sebuah bekas cakaran besar yang nyaris memotong dua tubuh keduanya. Terdapat juga bekas serangan lainnya berupa gigitan, yang terdapat pada leher salah satu tubuh itu.
Memeriksa selama beberapa saat, Weng Lou pun menarik napas dengan pelan.
Tubuh kedua orang ini dia perkirakan telah berada di sini sekitar satu malam, yang berarti ini masih cukup baru.
Satu-satunya hal yang mengganggunya adalah mengapa tidak ada satupun penduduk desa yang mengambil tubuh dua orang ini, dan memakamkannya. Dari pakaian dua orang ini, jelas mereka berdua adalah penduduk desa ini.
Ada dua kemungkinan yang Weng Lou pikiran tentang hal ini. Yang pertama adalah karena kedua tubuh ini berada di sekitar pinggiran desa dan juga karena tidak ada bau busuk yang keluar dari keduanya membuat para penduduk tidak menyadarinya.
Atau yang kedua, para penduduk memang sudah tau akan kedua tubuh ini, tapi tak memiliki keberanian untuk keluar dari rumah mereka dan menguburkan keduanya.
"Apa menurutmu kita harus memberitahu yang lainnya tentang ini?" tanya Weng Ying Luan sambil mengerutkan dahinya.
Dia sedikit merasa tidak enak melihat bekas luka yang ada pada kedua tubuh orang ini karena menurutnya sedikit tidak lazim
Dari pemikiran Weng Ying Luan, jika ini adalah serangan binatang buas biasa, maka jelas ini sangatlah aneh, karena tidak ada binatang buas yang akan meninggalkan hasil buruannya seperti kedua tubuh ini.
Di saat dirinya dan Weng Lou sedang memikirkan apa yang keduanya harus lakukan, mendadak terdengar suara gemersik dedaunan dari arah belakang keduanya dan langsung membuat mereka segera berbalik. Namun tidak ada apapun di belakang mereka ketika mereka berbalik.
Akan tetapi, raut wajah Weng Lou dan Weng Ying Luan langsung berubah serius.
Keduanya mengaliri tangan mereka menggunakan Qi dan memasang posisi siap bertarung.
"Saling memunggungi, mereka memiliki jumlah yang terlalu banyak. Akan merepotkan jika ada yang menyerang dari belakang," ucap Weng Lou kepada Weng Ying Luan.
Mereka berdua pun langsung saling memunggungi satu sama lain dan menatap sekitar mereka yang hanya ada kabut tipis saja dimana-mana.
__ADS_1
Mungkin terlihat tidak ada apapun di sekitar mereka saat ini, namun sebenarnya ada lebih dari dua puluh makhluk yang berada di balik kabut telah mengepung mereka.
Beberapa saat setelah mereka saling memunggungi, terdengar kembali suara gemersik dedaunan dari balik kabut di sekitar mereka, tapi kali ini tidak hanya sekali saja, melainkan ada banyak suara.
Weng Lou langsung merapatkan giginya begitu dia menyaksikan bahwa diri mereka telah di kepung oleh makhluk menyerupai serigala namun berdiri tegak dengan dua kaki belakang mereka layaknya manusia.
Bentuk tubuh mereka juga seperti manusia dengan rambut hitam lebat menutupi sekujur tubuh mereka. Taring, cakar yang tajam, dan juga telinga menyerupai serigala, semakin membuat mereka mirip seperti serigala.
"Siluman...." gumam Weng Lou.
Siluman adalah sejenis binatang buas yang telah melalui evolusi khusus pada diri mereka.
Biasanya siluman mengalami evolusi yang dipengaruhi dari lingkungan sekitar mereka, namun tidak jarang evolusi terjadi dikarenakan suatu desakan pada diri mereka yang kemudian mengubah bentuk awal mereka hingga sangat jauh dari awalnya.
Pada kondisi tertentu, 1 binatang buas yang mengalami evolusi, akan mampu menghasilkan keturunan yang juga telah berevolusi seperti induknya.
Siluman yang mengepung Weng Lou dan Weng Ying Luan saat ini adalah siluman serigala, yang para manusia biasa sebut dengan julukan Manusia Serigala karena bentuk mereka yang menyerupai manusia.
Sama seperti binatang buas yang telah mengalami Perubahan Bentuk Manusia seperti Bing Qi atau pun Lingling.
"Luan....kita harus membawa mereka semua pergi sejauh mungkin dari sini, akan merepotkan jika sampai mereka malah melukai para penduduk yang ada di desa ini." Weng Lou berbicara kepada Weng Ying Luan.
"Aku setuju denganmu. Aku tak mau lagi membuat orang lain mati karena perbuatan kita seperti di Kota Liming malam itu," balasnya.
Weng Lou yang mendengar itu pun terdiam dan menunduk sejenak. Itu adalah perbuatannya karena tidak hati-hati waktu itu, sehingga ribuan nyawa tak bersalah harus melayang karenanya.
"Oke....ikuti aba-aba dari ku.....satu.....dua.... tiga!"
Begitu dia menghitung sampai tiga, dirinya dan Weng Ying Luan pun langsung melompat tinggi ke udara, dan mengeluarkan pedang mereka masing-masing, lalu terbang pergi, keluar dari desa dengan terbang di atas pedang yang keduanya naiki.
__ADS_1
Bersamaan dengan keluarnya mereka berdua, suara langkah kaki yang sangat banyak terdengar mengikuti keduanya dan membuat tanah di sekitar menjadi bergetar seperti dilalui oleh puluhan binatang buas raksasa.
"Aauuuuu!!!!!"
Sebuah suara lolongan membuat bulu kuduk Weng Lou langsung berdiri seketika. Dia bisa tau bahwa yang baru saja melolong adalah pemimpin dari siluman serigala ini.
Kekuatan dari puluhan siluman serigala ini berapa di sekitar ranah Pembersihan Jiwa tahap 2 sampai 3. Memang terdengar lemah, tetapi itu jika mereka hanya sendiri, nyatanya jumlah siluman serigala yang mengejar Weng Lou dan Weng Ying Luan saat ini hampir mencapai angka hampir ratusan.
"Hei! Kita berhenti di pertigaan jalan di depan sana! Tanahnya cukup lapang untuk kita bertarung melawan mereka!" seru Weng Ying Luan sambil menunjuk jalanan yang berjarak sekitar seratus meter dari mereka berdua.
Weng Lou mengangguk mendengar itu dan kemudian mempercepat laju terbangnya bersama dengan Weng Ying Luan.
Beberapa detik kemudian, mereka sampai di pertigaan jalan yang dimaksud oleh Weng Ying Luan, dan berhenti di situ lalu menoleh ke belakang mereka, dimana terdengar suara puluhan langkah kaki yang bergerak ke arah mereka.
Weng Lou dan Weng Ying Luan pun langsung memasang posisi siap bertarung dan menatap tajam ke arah puluhan siluman serigala yang sedang menuju ke arah mereka itu.
Weng Lou kemudian mengangkat tangan kanannya, dan dua puluh pedang dari Qi tercipta di atas kepalanya dengan kecepatan yang bisa diikuti oleh mata.
Pedang-pedang itu terarah ke arah puluhan siluman serigala tersebut, dan siap diluncurkan begitu mereka masuk dalam jarak serangannya.
"Dari warna kulit mereka, seharusnya mereka siluman dari Serigala Pengintai Malam, yang memiliki kecepatan luar biasa dan juga pandai dalam menyembunyikan keberadaan mereka. Tapi anehnya kecepatan mereka tidak lebih cepat dari Serigala Pengintai Malam yang tidak berevolusi," komentar Weng Ying Luan yang memicingkan matanya.
"Itu karena mereka berlari menggunakan empat kaki mereka, siluman dari Serigala Pengintai Malam ini di sisi lain hanya berlari menggunakan dua kaki belakang mereka, yang membuat kecepatan asli mereka berkurang drastis.
Tapi meski begitu, kemampuan menghilangkan hawa keberadaan mereka jauh lebih bagus dari Serigala Pengintai Malam biasa, dan juga siluman dari Serigala Pengintai Malam ini memiliki jumlah kawanan yang jauh lebih besar dari Serigala Pengintai Malam biasa." Weng Lou ikut memberikan pendapatnya.
Keduanya pun tetap diam dan menunggu siluman-siluman itu.
Beberapa detik kemudian, saat-saat yang ditunggu oleh Weng Lou pun tiba, dia pun berniat untuk meluncurkan pedang-pedang Qi yang ia ciptakan, sebelum kemudian, dari belakang mereka terdengar suara lolongan serigala lainnya
__ADS_1
Weng Lou tampak terkejut mendengar itu, begitu juga Weng Ying Luan. Tidak mereka sangka ternyata ada siluman serigala lain yang sudah menunggu mereka di tempat ini.
Mereka ternyata telah ditipu oleh siluman-siluman serigala ini!!!