Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 607


__ADS_3

Ratusan tahun yang lalu, ketika Lima Keluarga Besar masih berdiri dan menguasai Daratan Utama di wilayah mereka masing-masing, sebuah kejadian yang mengguncang seluruh dunia terjadi.


Pemimpin Keluarga Weng yang merupakan orang terkuat di seluruh Daratan Utama berhasil mencapai tingkat beladiri yang belum pernah diraih oleh siapapun di Daratan Utama selama ribuan tahun lamanya. Tingkat tersebut bernama Ranah Absolute yang digadang-gadang merupakan ranah beladiri paling tinggi yang pernah ada dan pernah diraih oleh seseorang.


Kejadian itu seharusnya menjadi sebuah peristiwa yang membahagiakan karena sudah sangat lama sejak seseorang di Daratan Utama berhasil mencapai ranah Absolute. Terakhir kali orang yang berhasil mencapai ranah tersebut juga merupakan Kepala Keluarga Weng, yang tidak lain adalah Weng Lou juga di kehidupannya yang sebelum-sebelumnya.


Saat itu, empat keluarga besar yang lainnya menanggapi berita itu dengan tenang. Meski mereka semua saling bermusuhan, namun seseorang dengan tingkat beladiri di ranah Absolute adalah berita yang sanggup membuat konflik yang terjadi diantara mereka terhenti saat itu juga. Perwakilan dari empat keluarga besar segera berbondong-bondong datang ke kediaman Keluarga Weng untuk mengucapkan selamat kepada sang Kepala Keluarga.


Mereka berlomba-lomba untuk menjadi orang yang memberikan kesan baik terhadap Keluarga Weng. Berbagai macam hadiah diberikan dan banyak putri dari tiap keluarga dikirim untuk menarik perhatian sang Kepala Keluarga saat itu, karena ternyata meski memiliki kekuatan yang mengerikan, namun nyatanya sang Kepala Keluarga masih belum memiliki seorang kekasih yang menyebabkan banyaknya putri dari keluarga-keluarga besar yang datang untuk mencoba keberuntungan mereka.


Akan tetapi usaha mereka sia-sia karena Kepala Keluarga saat itu nyatanya tidak tertarik sama sekali dengan hal duniawi seperti perempuan, dia sepenuhnya memfokuskan diri untuk terus meningkatkan tingkat beladirinya.


Waktu kemudian berlalu, dan sekitar 5 tahun kemudian, berita mengejutkan kembali terdengar di seluruh wilayah Daratan Utama.


Berita itu adalah tentang kematian sang Kepala Keluarga Weng yang secara misterius. Dengan munculnya berita itu, konflik yang sebelumnya terjadi diantara lima keluarga kembali pecah, dan kali ini menjadi jauh lebih serius.


Namun tidak ada pergerakan yang benar-benar berdampak pada Daratan Utama yang dilakukan oleh lima keluarga, hal ini dikarenakan empat keluarga yang lain tidak bisa mengkonfirmasi apakah Weng Lou, sang Kepala Keluarga Weng benar-benar telah meninggal. Jika salah satu dari mereka benar-benar mengambil tindakan serius, namun ternyata Weng Lou masih hidup, maka jelas nasib mereka akan berakhir saat itu juga.


Bagaimana pun, bayang-bayang dari kekuatan yang dimiliki sang Kepala Keluarga Weng telah lama membekas di hati mereka semua sehingga tidak ada yang berani mengambil resiko sekecil mungkin.


Dibandingkan empat keluarga yang lain, Keluarga Weng sendiri memilih untuk benar-benar menutup diri dan tidak membiarkan secuil informasi pun keluar dari dalam. Hanya Keluarga Weng sendiri yang tau apakah Weng Lou memang benar telah meninggal atau tidak waktu itu.


Setelah penutupan diri Keluarga Weng, semua konflik yang terjadi di dunia luar seakan terhenti. Dan untuk beberapa alasan, tampak seperti tidak ada yang terjadi. Tapi kesunyian itu hanyalah sebuah kesunyian sebelum badai menerjang. Genap satu tahun setelah berita kematian Weng Lou, akhirnya sesuatu yang menggemparkan terjadi.


Suara lonceng menggema di seluruh Daratan Utama dan membuat siapa saja yang mendengarnya merasakan bulu kuduk mereka merinding. Itu adalah bunyi lonceng yang hanya bisa dihasilkan oleh sebuah Senjata Absolute yang dimiliki oleh Keluarga Weng sejak zaman kuno.

__ADS_1


Ketika lonceng itu terdengar, seluruh Daratan Utama benar-benar menjadi gempar, dan dilemparkan dalam keterkejutan. Bunyi lonceng tersebut hanya bisa menandakan satu hal. Sang Kepala Keluarga Weng telah meninggal!


Ini bukan seperti satu tahun yang lalu, dimana orang-orang tidak bisa mengkonfirmasi apakah dirinya benar-benar meninggal! Dengan adanya bunyi dari Lonceng Absolute, maka kematian Weng Lou telah dikonfirmasikan!


Empat Keluarga Besar, Yang, Ying, Wang, dan Lin, semuanya juga terkejut mendengar suara lonceng itu. Namun keterkejutan mereka tidak bertahan lama, dan sorot mata penuh ambisi langsung memenuhi ketiga pasang mata dari tiga Kepala Keluarga Besar. Keluarga Yang, Ying, dan Wang langsung melakukan tindakan saat itu juga, dengan melancarkan serangan yang telah ditahan selama satu tahun lebih, perang akhirnya pecah.


Kekacauan segera terjadi, dan perang yang tertunda akhirnya meletus. Terkecuali Keluarga Lin, tiga keluarga lain tidak menahan diri sama sekali. Mereka segera berperang satu sama lain, tanpa khawatir ancaman dari Keluarga Weng.


Keluarga Lin tidak ikut dalam perang itu. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mereka memiliki ikatan erat dengan Keluarga Weng sejak zaman dulu. Istri dari Kepala Keluarga Weng selalu berasal dari Keluarga Lin, dan ini sudah berlangsung sejak pertama kali keluarga mereka terbentuk.


Saat tiga wilayah di Daratan Utama dipenuhi dengan kekacauan peperangan, hanya wilayah Keluarga Lin dan Keluarga Weng yang tampak tenang seolah-olah kekacauan di luar wilayah mereka sama sekali tidak mengganggu mereka. Namun hanya kedua keluarga yang tau, bahwa saat ini kekacauan yang jauh lebih besar bisa pecah kapan saja jika pesan terakhir dari sang Kepala Keluarga Weng terdengar keluar dari wilayah mereka.


Kekuasaan Keluarga Lin kala itu dipegang oleh dua garis darah keturunan Phoenix. Yang satu adalah garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat utama penyembuh, sedangkan yang lain adalah garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat pemusnah. Phoenix Pemusnah memang memiliki dua sifat utama ini, sehingga Keluarga Lin juga terpisahkan oleh dua hal ini.


Karena perbedaan dua garis darah, hal ini membuat Kepala Keluarga Lin juga ada dua, dengan masing-masing satu dari dua garis darah ini.


Hampir pada saat yang sama ketika perselisihan terjadi di dalam Keluarga Lin, pesan terakhir dari Kepala Keluarga Weng sebelum meninggal akhirnya terdengar oleh keduanya.


Pesan terakhir itu sangat sederhana dan jelas, namun siapa saja yang mendengarnya pasti akan benar-benar terkejut setengah mati.


"Bawa keluar Keluarga Weng dari Daratan Utama, dan pisahkan diri sepenuhnya dari urusan yang terjadi diantara empat keluarga besar yang lain. Sudah terlalu lama Keluarga Weng ikut campur dalam urusan di Daratan Utama, sudah saatnya Keluarga Weng memisahkan diri dan memfokuskan dalam pengembangan beladiri sepenuhnya. Adapun empat keluarga lainnya, bawa siapa saja dari mereka, yang benar-benar ingin bergabung dengan kita. Jangan menghalangi siapapun yang memiliki impian menuju Keabadian. Kita para Praktisi Beladiri, adalah pencari Keabadian sejati, dan Keluarga Weng akan mendukung siapa saja yang hidup dalam jalan itu!"


Ketika sampai di telinga kedua Kepala Keluarga Lin, pesan terakhir itu menyebabkan kegoyahan dalam seluruh anggota keluarga.


Ini terutama pada Kepala Keluarga garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat pemusnah, alih-alih menghilangkan keinginannya untuk berperang, dia malah jauh lebih bertekad untuk ikut dalam perang besar. Berbeda jauh dengan Kepala Keluarga Lin dari garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat penyembuh.

__ADS_1


Meski tampak goyah di luar, namun di dalam hatinya, dia dipenuhi dengan penghormatan dan ketulusan dari kesetiaan seorang pengikut.


Tanpa ragu-ragu dia mengumpulkan semua orang dari anggota keluarganya yang berada dalam garis darah keturunan Phoenix yang memiliki sifat penyembuh dan bergegas menuju ke kediaman Keluarga Weng.


Tak lama kemudian, pesan terakhir dari Kepala Keluarga Weng sampai di telinga tiga Kepala Keluarga yang lain dan segera menimbulkan pergolakan di dalam keluarga mereka masing-masing. Setelah keributan selama beberapa waktu, akhirnya sepuluh persen dari masing-masing tiga keluarga memutuskan untuk memisahkan diri dari keluarga mereka sendiri dan bergegas menuju ke wilayah Keluarga Weng.


Tindakan mereka membuat mereka semua dicap sebagai pengkhianat oleh masing-masing asal keluarga mereka. Pasalnya, sepuluh persen yang memutuskan pergi ini masing-masing berasal dari tetua yang sangat berpengaruh di dalam masing-masing tiga Keluarga Besar.


Namun mereka tidak peduli, satu-satunya kepedulian mereka adalah bergabung dengan Keluarga Weng. Mereka sudah lelah berperang dan ingin mencari ketenangan dalam mengejar Keabadian.


Dengan kepergian mereka ke wilayah Keluarga Weng, perang pun masuk dalam tingkatan yang jauh lebih besar dan bahkan mengguncang wilayah di luar Daratan Utama. Ketika perang besar itu pecah, pada waktu yang sama sesuatu yang benar-benar mengejutkan terjadi di wilayah Keluarga Weng.


Sebuah retakan besar segera terbentuk di perbatasan Keluarga Weng dengan wilayah keluarga yang lain. Retakan itu sangat besar, sampai-sampai dasarnya tidak bisa terlihat. Ratakan itu seolah-olah menjadi pemisah mutlak antara wilayah Keluarga Weng dengan yang lainnya.


Setelah retakan tercipta, gempa besar kemudian terjadi di seluruh Daratan Utama dan pada saat yang sama sesuatu yang mengejutkan lainnya terjadi. Wilayah Keluarga Weng yang telah dipisahkan oleh retakan besar, perlahan mulai terangkat naik ke udara.


Kejadian itu disaksikan oleh semua orang yang sedang berperang waktu itu dan benar-benar kegemparan besar.


Seluruh wilayah Keluarga Weng terbang naik ke udara, dan setelah waktu yang cukup, akhirnya benar-benar mencapai langit, dan orang-orang bisa melihat bagian bawah di tanah yang terangkat naik itu. Ketika sudah naik cukup tinggi, wilayah Keluarga Weng pun mulai bergerak menuju ke satu arah dalam kecepatan yang cukup tinggi, meninggalkan seluruh Daratan Utama sepenuhnya.


Tepat ketika wilayah Keluarga Weng mulai menghilang di kejauhan, sebuah suara yang terdengar seperti seorang pemuda bisa terdengar di seluruh Daratan Utama.


Suara itu terdengar asing di kebanyakan telinga yang mendengarnya, namun para Kepala Keluarga Besar langsung mengenalinya begitu mendengar suara tersebut.


"Aku, Weng Lou dengan ini menyatakan Keluarga Weng memisahkan diri dari Daratan Utama sepenuhnya, dan kalian masing-masing empat keluarga yang tersisa bisa hidup seperti yang kalian mau di Daratan Utama tanpa harus takut Keluarga Weng ikut campur. Namun, dengan ini juga kalian semua terikat sumpah pada ku, kepada seluruh langit dan dunia ini, tidak ada seorang pun dari Daratan Utama yang akan menginjakan kaki ke dalam wilayah Keluarga Weng. Jika ada yang berani, maka seluruh Keluarga Weng akan dengan terpaksa mengambil tindakan yang diperlukan. Dan tindakan itu adalah pemusnahan besar, tanpa terkecuali. Ini adalah kata-kata terakhirku pada kalian, kejarlah kekuatan, raihlah Keabadian!"

__ADS_1


Begitu suara itu selesai berbicara, wilayah Keluarga Weng di kejauhan langit pun menghilang sepenuhnya dari pandangan orang-orang di Daratan Utama.


Dengan munculnya suara tersebut, dan perginya seluruh wilayah Keluarga Weng, maka Daratan Utama sepenuhnya hanya memiliki Empat Keluarga Besar yang tersisa!


__ADS_2