
Apa itu kehampaan?
Tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti. Orang-orang selalu menyangkut pautkan kehampaan atau kekosongan dengan ruang hampa dan ruang angkasa, dimana tidak ada apapun di dalamnya.
Beberapa orang yang telah mencapai puncak kekuatan dan memiliki pencerahan yang melimpah memiliki pengertian yang berbeda-beda, tapi satu hal yang sama, kehampaan berarti 'tidak ada'.
Apa arti dari 'tidak ada'? Artinya adalah tidak ada.
Kehampaan, artinya tidak ada. Tidak ada apapun, siapapun, dan kapanpun.
Tidak ada artinya tidak ada.
Itu adalah kemutlakan sejati. Dalam konsep penciptaan dunia, ketiadaan jauh lebih dulu ada. Bahkan diantara setiap Dimensi, ada yang namanya kekosongan.
Penciptaan dan kehancuran, semuanya bukan apa-apa dibandingkan kehampaan. Karena penciptaan pada akhirnya akan berkahir menjadi kehancuran dan kehancuran akan menjadi kehampaan.
Lalu, dari kehampaan itulah penciptaan dimulai.
Dari ketiadaan, berakhir menjadi ketiadaan.
Namun, apakah kehampaan itu benar-benar ada? Bukankah jika kehampaan ada, maka itu tidak bisa disebut hampa?
Tapi benarkah kehampaan bisa dideskripsikan semudah itu? Tidak, kehampaan melebihi segala pemikiran yang ada.
Karena, kehampaan sebenar-benarnya bukanlah ada atau tidak ada.
Kehampaan itu adalah pasti. Apa yang pasti adalah mutlak. Dan mutlak adalah Absolute.
"Haaa.....hahahaha.......HAHAHAHAHAHA!!!!!! AKU ADALAH KETIADAAN SEJATI!!! AKU ADALAH WUJUD DARI KEHAMPAAN! AKU ADALAH ABSOLUTE!!!!! KALIAN PARA BAJINGAN!!!! TUNDUKLAH PADA KU!!!! AKULAH ILAHI!!!! PENGUASA DUNIA INI!!!!"
*Buk......*
Weng Lou terjatuh dari tempatnya berdiri.
Pandangannya sepenuhnya kosong. Pupil matanya buram.
Suara nyaring terus bergema dalam kepalanya. Suara itu terus-terusan terulang seolah memastikan bahwa dia terus mengingat tiap kata-kata yang diucapkan suara tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat sebelumnya, ketika dia menginjakkan kaki ke dalam lorong gelap, dia merasakan sensasi aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Sensasi tersebut tidak pernah dia rasakan ketika melewati lorong tersebut dua kali sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru baginya.
Dia tidak bisa mendeskripsikannya dengan jelas, tapi yang pasti dia tidak bisa merasakan apapun. Bahkan tubuh dan napasnya, atau suara detak jantungnya tidak bisa dia rasakan.
Dia seolah-olah menyatu dalam apa yang dimaksud dengan kehampaan yang sebenarnya.
Tidak ada cahaya, apa yang ada hanyalah kegelapan. Atau kegelapan sebenarnya juga tidak ada?
Weng Lou benar-benar tidak tau.
Kondisi aneh tersebut menimpa Weng Lou dalam waktu yang tidak bisa Weng Lou ketahui. Dia tidak tau apakah dia sudah mengalaminya selama berhari-hari, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun. Dia tidak tau pasti. Bahkan dirinya tidak bisa menentukan waktu, seolah kehampaan itu merasuki dirinya sehingga membuatnya kesulitan berpikir.
"Kau.......yah, kau! Hahahahahaha!! Aku tidak menyangka ada yang berhasil membangkitkan secercah dari debu jiwa ku! Sialan, aku benar-benar senang sekali! Hahahahahaha!!!! The Ending benar-benar mengatakan yang sebenarnya! Kau pasti adalah diriku! Ya, benar sekali, kau pasti adalah diriku! Hei, beritahu aku, sudah berapa lama semenjak kehancuran Dunia Asal Mula?
Apakah para Absolute masih menjadi penguasa seperti dulu? Bagaimana dengan tiga orang tua itu? Burung bodoh itu pada dasarnya adalah makhluk abadi, dia sudah mengembangkan kemampuan Api Abadi dimana mau bagaimana dia mati atau dimusnahkan dia tetap akan hidup kembali.
Batu tua itu sebenarnya hanyalah gunung yang bisa bergerak, jadi dia tidak mengenal konsep kematian sama sekali. Adapun kadal jelek itu, meski kekuatannya tidak terlalu begitu kuat dibandingkan dengan ku atau burung bodoh itu, tapi kemampuan beradaptasinya begitu luar biasa. Dia bisa hidup di mana pun yang dia mau.
Ah, mengingat ketiganya membuat ku memikirkan gumpalan lava menyedihkan itu. Dia pasti masih berusaha menyempurnakan dirinya sendiri. Ckckck..... benar-benar menyedihkan......padahal kemampuan penyerapannya adalah sesuatu yang sudah lebih dari cukup, tapi di tidak mau puas sedikitpun. Haissh......sungguh menyedihkan."
Hal tersebut cukup aneh, karena dia yakin telinganya tidak mendengar apapun. Adapun kepalanya dia bahkan tidak merasakannya, sehingga mustahil itu datang dari sebuah telepati.
Namun berkat suara itu, kini pikiran Weng Lou bisa kembali fokus seperti sebelumnya.
Kekuatan Jiwa miliknya dilepaskan dan dia segera mengirimkan suaranya.
"Siapa kau?! Apa yang kau lakukan pada tubuh ku?!" tanya Weng Lou.
Suara itu terdiam selama beberapa waktu begitu mendengar pertanyaan Weng Lou. Diamnya suara tersebut membuat Weng Lou menjadi sedikit gugup. Dia belum pernah berada dalam situasi ini, bahkan selama seratus tahun kehidupannya ini.
"Apa yang aku lakukan pada tubuh mu? Kenapa kau menanyakan hal itu? Bukankah kau memiliki kehampaan dalam dirimu, lalu mengapa kau tidak bisa mengenali kehampaan itu? Tidak, ini aneh sekali.......kau sangat lemah......apakah mungkin seorang Absolute bisa selemah ini? Dan juga kehampaan dalam dirimu tidak menyatu denganmu. Itu sama seperti menempatkan sebuah ruang untuk menyimpan benda berharga.
Kenapa kau tidak membiarkannya bergabung seutuhnya denganmu, alih-alih membuatnya menjadi sumber kekuatan mu? Kau pasti tanpa sengaja membenturkan kepala mu dengan keras. Benar, itu pasti yang terjadi padamu. Ah, benar-benar menyedihkan. Diriku yang malang mengalami kerusakan pada kepalanya." Suara itu berubah menjadi ocehan tidak jelas yang mana semakin membuat Weng Lou gugup, namun di sisi lain dia juga merasa aneh.
Kenapa suara itu menyebutnya sebagai dirinya. Weng Lou yakin dia tidak pernah bereinkarnasi sebelumnya di kehidupan pertamanya. Dia sudah melakukan penelitian yang sangat panjang mengenai hal ini.
__ADS_1
Kehidupan yang telah dia jalani adalah seratus kehidupan termasuk kehidupannya yang sekarang. Bagaimana dia yakin akan hal tersebut? Itu cukup mudah, dia telah memeriksa setiap bagian jiwanya, dan tidak menemukan jejak kehidupan sebelumnya pada dirinya.
Dan juga, jiwanya telah benar-benar lengkap, sehingga untuk berpikir dirinya telah bereinkarnasi jauh sebelum dia menjadi bagian dari anggota Ras Ilahi tidak masuk akal.
Weng Lou pun mengirimkan suaranya sekali lagi. "Aku tidak tau apa yang kau bicarakan, aku tidak mengenal mu sama sekali, dan aku yakin kau juga sebenarnya tidak mengenal ku. Kau pasti salah mengenali orang."
Mendengarnya, ocehan dari suara itu pun berhenti.
Suara itu kembali tidak berbicara.
Weng Lou menunggu untuk mendengar balasan dari suara itu, tapi kemudian. Dia mendapati dia bisa merasakan kembali tubuhnya dan indranya kembali. Penglihatan, pendengaran, dan bahkan penciumannya, semuanya kembali normal.
*Tap......tap...... tap........*
Telinga Weng Lou mendengar suara langkah kaki tidak jauh darinya, hanya saja dia masih tidak bisa melihat sekitarnya karena di sekitarnya benar-benar gelap gulita.
Suara langkah kaki terus mendekat ke arah Weng Lou, sampai kemudian langkah kaki itu berhenti sekitar empat meter dari Weng Lou berdasarkan suaranya.
Weng Lou menarik napas dalam. Dia merubah posisinya menjadi siap bertarung. Dia bahkan melepaskan semua Kekuatan Jiwa nya.
Ketika dia masih dalam keadaan siaga, tiba-tiba kegelapan yang ada di sekitarnya menghilang dalam sekejap. Kegelapan itu benar-benar menghilang seperti tidak pernah ada sebelumnya. Kini tempat dia berada terlihat dengan jelas.
Dia berada di sebuah bidang tanah yang mengambang di ruang angkasa. Terlihat di kejauhan bintang-bintang bersinar terang.
Weng Lou mengenali bidang tanah tempatnya berada saat ini. Itu adalah bidang tanah yang dia serap dari pecahan Dimensi Asal Mula yang kini menjadi Inti Jiwa nya.
Menoleh. Weng Lou kemudian menatap tempat asal suara langkah kaki yang dia dengar sebelumnya.
Apa yang dia lihat adalah patung yang sama yang telah muncul pada saat dirinya menyatukan bidang tanah dengan Danau Jiwa nya.
Namun patung itu terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. Itu tampak jauh lebih detail, dan juga tampak lebih hidup. Bahkan pahatan mata, hidung, mulut, telinga, dan helaian rambutnya benar-benar terukir dengan teliti.
"Siapa.....kau?" tanya Weng Lou.
Dia sangat yakin, patung inilah yang melangkah mendekatinya sebelumnya.
Sebagai balasan atas pertanyaannya, mata patung itu bergerak dan menatapnya. Mulutnya bergetar dan kemudian terbuka.
__ADS_1
"Aku adalah kau."