Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 460. Pertarungan Shan Hu, Weng Ning, dan Weng Hua


__ADS_3

Pertarungan antara Weng Ying Luan dengan Ce Pao merupakan pertarungan tersingkat jika dibandingkan dengan empat pertarungan sebelumnya.


Tidak hanya pertarungan mereka yang sangat tidak seimbang dikarenakan Weng Ying Luan yang jauh lebih kuat dari Ce Pao, akan tetapi Ce Pao juga harus menerima kekalahan yang sangat telak tanpa bisa memberikan serangan balasan pada Weng Ying Luan.


Dirinya berakhir kalah karena dihujani bola-bola Qi milik Weng Ying Luan yang akan meledak. Saat ini kondisinya benar-benar berantakan dengan seluruh tubuhnya yang tampak gosong.


"Ying....Luan bajingan.....akan kuingat ini semua....jika....jika aku bertemu denganmu lagi....suatu hari nanti....akan ku pastikan untuk membunuh mu...." Ce Pao berbicara dengan suara pelan sambil menatap ke arah Weng Ying Luan yang telah keluar dari kubah pembatas.


Clap!


Zu Zhang menjentikkan jarinya, dan sosok Ce Pao pun menghilang dari arena. Dia memindahkan sosoknya ke ruang perawatan seperti Wudi Ge yang dikalahkan Weng Lou sebelumnya.


Setelah memindahkan Ce Pao, Zu Zhang pun menatap dengan jengkel arena yang yang berada dalam kondisi hancur lebur. Dnegan sabar dia pun menggerak-gerakkan kedua tangannya, dan arena yang ada di dalam kubahnya pun kembali seperti semulai dalam beberapa saat saja.


"Haaa....jika bukan karena aku yang ingin menonton dengan langsung para peserta Turnamen Beladiri Bebas tahun ini, aku tidak akan mau menjadi penanggung jawabnya...." ucap Zu Zhang sambil memijit keningnya.


Dia kemudian menggerak-gerakkan lagi tangan kanannya, dan nama peserta yang akan bertarung selanjutnya pun muncul di atas arena.


Dua nama yang muncul di atas arena adalah nama Shan Hu, dan peserta wanita bernama Canyu Zhe. Dia adalah wanita dengan tubuh besar dan berbadan kekar.


Penampilan fisiknya sekilas mirip pria jika tidak diperhatikan dengan teliti. Pada kedua tangannya, dipegangnya dua buah sabit yang memiliki pegangan yang pendek dengan sebuah rantai yang saling mengikat bagian bawahnya.


Tanpa berlama-lama, mereka berdua pun segera masuk ke arena yang berada di dalam kubah pembatas, dan Zu Zhang memulai pertarungan keduanya.


Pertarungan mereka berdua berlangsung tidak terlalu lama, karena Shan Hu mampu menekan Canyu Zhe pada awal-awal pertarungan. Hanya dengan menggunakan trik bertarung dari Weng Lou, Shan Hu mempu menumbangkan lawannya bermodalkan tinju dan refleks tubuhnya.

__ADS_1


Meski pertarungan merkea berdua terlalu cepat menurut Zu Zhang dan juga sangat membosankan, namun Zu Zhang cukup senang dengan itu. Hal ini karena tidak ada sedikit pun kerusakan yang ditimbulkan dari pertarungan antara Shan Hu dan Canyu Zhe.


Cara bertarung Shan Hu juga menjadi faktor utama mengapa tidak ada kerusakan sama sekali pada arena pertandingan.


Shan Hu pun dinyatakan sebagai pemenang, dan lawannya, Canyu Zhe yang kalah dalam kondisi masih sadar dan hanya mengalami beberapa luka saja menolak untuk dipindahkan ke ruang perawatan, dan memilih untuk tetap di arena, untuk menonton pertarungan selanjutnya.


Zu Zhang pun mengabulkan permintaannya, dan kemudian langsung memberikan nama yang bertarung selanjutnya di pertarungan ketujuh setelah Shan Hu dan Canyu Zhe keluar dari kubah pembatasnya.


Dua nama itu adalah Weng Ning dan seorang pria bernama Chong Yao. Dia adalah seorang pria gemuk dengan kepala botak dan senyum memuakkan di wajahnya. Meski begitu, dia adalah seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 awal, membuat Weng Ning tidak bisa meremehkannya.


Tapi kemudian, setelah pertarungan mereka dimulai, sesuatu yang tak terduga terjadi. Chong Yao berhasil dikalahkan oleh Weng Ning hanya dengan tiga serangan darinya.


Weng Ning pertama memberikan serangan tapak mengandung Qi pada Chong Yao, tapi tidak mempan sama sekali meski tubuhnya terkena telak serangannya. Serangan kedua, Weng Ning menggertakkan teknik perubahan unsur, dan berhasil melukai tubuh Chong Yao yang menyebabkan satu kakinya membeku karena es murni miliknya.


Zu Zhang pun menyatakan Weng Ning sebagai pemenang pertarungan ketujuh tersebut, dan kemudian memindahkan tubuh Chong Yao beserta bongkahan es yang menutupi dirinya ke sebuah kolam yang ada di bagian dalam Bangunan Arena Pertandingan.


Dua nama peserta lainnya kemudian dimunculkan di atas arena sebagai peserta yang akan bertarung di pertarungan kedelapan. Dua nama yang ada di situ adalah nama Lin Mei dan Chou Nuren, yang merupakan seorang wanita yang terlihat berusia akhir empat puluhan, dengan wajah yang sudah mulai keriput.


Pertarungan keduanya berlangsung sekitar setengah setengah jam lamanya. Kekuatan yang dikeluarkan oleh keduanya saling seimbang dan pertarungan mereka jelas tidak akan berakhir dalam waktu dekat jika Lin Mei tidak menggunakan sedikit kekuatan garis darah keturunan miliknya.


Lin Mei pun memenangkan pertarungan dengan cara membakar hangus lawannya hingga tak bisa bertarung lagi. Dia tidak membunuhnya karena menurutnya hal itu tidak diperlukan.


Dirinya pun segera dirinya dinyatakan sebagai pemenang oleh Zu Zhang. Lin Mei dengan langkah ringan melangkah keluar dari kubah pembatas setelah mematikan nyala api yang ada di tubuh Chou Nuren.


Sementara Zu Zhang hanya tersenyum pahit melihat kondisi arena yang sudah kembali menjadi hancur berantakan karena pertarungan Lin Mei dan Chou Nuren.

__ADS_1


"Murid-murid dari Sekte Langit Utara sialan..... kenapa mereka semua harus bertarung sampai menghancurkan arena seperti ini? Apakah Yi Chen yang sudah menyuruh mereka...." ucap Zu Zhang yang menoleh ke atas dan menatap Yi Chen yang sedang mengalihkan pandangannya dan meminum teh di tangannya.


Srruuuppp......


"Aahh.....teh ini sangat nikmat sekali," ucap Yi Chen yang berusaha menghindari tatapan Zu Zhang.


Melihat itu, wajah Zu Zhang pun menjadi kesal, dan dia menghela napasnya. Dia tidak mungkin pergi dari tempatnya dan menghajar Yi Chen saat ini, sehingga hanya bisa menahan emosinya sekarang.


Untuk sekian kalinya, Zu Zhang memperbaiki arena yang ada di dalam kubah pembatasnya. Setelah selesai, dua nama peserta selanjutnya pun segera ditampilkan di atas arena.


Weng Hua dan Jian Qiang. Keduanya adalah peserta selanjutnya yang akan bertarung di pertarungan kesembilan pada tahap pertama babak semifinal hari ini.


Kelompok Weng Lou tidak ada yang menduga akan pertarungan ini. Mereka selama ini masih tidak terlalu paham akan jalan pemikiran dari Jian Qiang, sehingga tidak bisa menebak apa yang akan terjadi dalam pertarungan keduanya.


Lebih dari setengah anggota kelompok mereka berpikir bahwa Jian Qiang tidak akan menyerah begitu saja, sedangkan sisanya berpikir bahwa Jian Qiang akan mengalah pada Weng Hua.


Nyatanya, tepat ketika pertarungan mereka berdua dimulai, orang yang paling pertama memberikan serangannya adalah Jian Qiang.


Bahkan tidak tanggung-tanggung, dia langsung menyerang dengan teknik Sepuluh Rantai miliknya yang membuat Weng Hua terkejut bukan main.


Mau tidak mau, Weng Hua pun harus bertarung dengan sekuat tenaganya juga. Mengandalkan belati dari Qi miliknya, dia terus menangkis dan memberikan serangannya pada Jian Qiang.


Sampai pada saat dirinya berhasil mendaratkan satu serangannya pada tubuh Jian Qiang, secara mendadak Jian Qiang pun menyerah, dan membuat Weng Hua keluar sebagai pemenangnya.


Bukannya senang, Weng Hua justru mengamuk marah pada Jian Qiang. Sayangnya dia tidak bisa menghajar Jian Qiang, karena Zu Zhang sudah lebih dulu mengeluarkan mereka berdua dari dalam kubah pembatas ciptaannya setelah dia mengumumkan Weng Hua sebagai pemenang pertarungan kesembilan.

__ADS_1


__ADS_2