
Weng Lou kehidupan kesembilan puluh sembilan menatap Weng Lou kehidupan sekarang dengan tatapan penuh arti.
Dia mengambil sesuatu dari balik bajunya, dan melemparkannya pada Weng Lou.
*Tap.*
Weng Lou kehidupan sekarang menangkapnya dan melihat benda di tangannya. Itu adalah sebuah cincin, dengan pola unik bergambar seperti bayangan daratan yang sedikit tak jelas. Ada beberapa ukiran seperti retakan di beberapa sisinya yang memiliki warna hitam pekat.
"Pakai itu ketika kau sudah di dunia luar. Masukkan sedikit kekuatan mu ke dalamnya dan Zhi Juan akan langsung merasakannya. Dia akan mengembalikan Pedang Naga Malam dan Kitab Keabadian padamu. Dengan kekuatan mu yang sekarang, dia seharusnya akan langsung mengembalikannya padamu tanpa mengatakan apapun. Lagipula, Kitab Keabadian adalah ciptaan ku dan dia sedikit membantuku dalam prosesnya. Adapun Pedang Naga Malam, itu memang ciptaan mu sendiri, kau yang membuatnya dengan kedua tangan mu, Zhi Juan hanya membantumu dengan memberikan sebuah roh senjata ke dalamnya," jelas kehidupan kesembilan puluh sembilan.
Weng Lou yang mendengarnya mengangguk. Cincin itu segera memasukkannya ke dalam sakunya. Dia akan memakainya ketika keluar dari dimensi ini, sama seperti yang dikatakan oleh kehidupan kesembilan puluh sembilan padanya.
Setelah memasukkannya ke dalam saku, Weng Lou kemudian menatap dimensi pewarisan ingatan yang kini hanya ada kekosongan. Satu-satunya yang ada di dalam dimensi adalah bidang tanah kecil yang diciptakan oleh kehidupan kesembilan puluh sembilan Weng Lou untuk menjadi tempat pijakan mereka.
Dia kemudian beralih menatap kehidupan kesembilan puluh sembilan. Untuk beberapa alasan, Weng Lou merasa kehidupan kesembilan puluh sembilannya ini menyembunyikan beberapa hal darinya. Tapi dia tidak mempertanyakannya. Jika dia sendiri tidak mau kehidupannya yang sekarang tau apa yang disembunyikan, maka itu mungkin memang yang terbaik baginya.
"Aku akan pergi, bagaimana denganmu? Apa yang akan kau lakukan setelah ini?" tanya Weng Lou.
Berkedip. Kehidupan kesembilan puluh sembilan menjawab dengan suara tenang, "Aku akan kembali ke Keluarga Weng Seluruh Alam. Begitu urusanmu di dimensi ini selesai, kau bisa datang menemui ku di sana. Ada banyak yang harus kita persiapkan sebelum peperangan yang sesungguhnya, terutama untuk berhadapan dengan para Absolute bawahan The Beginning dan The Beginning itu sendiri."
Weng Lou mengangguk mengerti. Ketika dia bersiap untuk pergi dari dimensi itu, sebuah pertanyaan tiba-tiba melayang dalam kepalanya yang membuatnya merasa sedikit terganggu.
Menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, Weng Lou bertanya untuk yang terakhir kalinya sebelum dia benar-benar pergi.
"Hei......apa kau masih mengingat wajah orang tua asli kita?"
Pertanyaan ini membuat kehidupan kesembilan puluh sembilan terdiam untuk beberapa saat. Dia menarik napasnya dan dengan pelan menggelengkan kepalanya.
Itu seharusnya adalah situasi yang menyedihkan, dimana seorang anak melupakan wajah orang tua mereka seperti apa, namun kehidupan kesembilan puluh sembilan tampak tidak terganggu sedikitpun. Dia mengangkat tangan kanannya, sebuah hologram muncul dan menampilkan wajah dari sepasang suami istri yang tampak berusia tiga puluh tahunan.
__ADS_1
Keduanya tampak tersenyum bahagia seperti tidak memiliki beban hidup apapun. Yang satunya adalah pria yang berwibawa namun memiliki aura kebapaan yang sangat melekat padanya. Sang istri di sisi lain juga memiliki aura keibuan yang sangat kuat. Dia seperti mencerminkan wujud dari seorang ibu sejati yang penuh dengan cinta kasih kepada anak-anaknya.
"Ini adalah ayah dan ibuku di kehidupan ku, kehidupan kesembilan puluh sembilan. Aku tidak peduli bahwa aku telah melupakan wajah dari kedua orang tua ku asliku, bagiku mereka berdua adalah ibu dan ayah ku. Begitu juga dengan dirimu, ayah dan ibumu di kehidupan mu saat ini adalah orang tua mu. Kasih sayang mereka adalah nyata, jangan melupakan hal itu. Selama kau melihat mereka sebagai orang tua mu, maka itu baik-baik saja, karena kenyataannya memang begitu. Jadi, tidak perlu memikirkan masalah ayah dan ibu kita. Mereka........pasti akan tetap mengingat kita meskipun kita sudah tidak mengingat mereka lagi."
Setelah mengatakan itu dia pun pamit kepada Weng Lou. Sebuah lubang dimensi muncul di sampingnya dan dia segera berjalan masuk ke dalamnya, meninggalkan Weng Lou seorang diri di dalam dimensi itu.
Begitu dia pergi, sosok Weng Lou menghela napasnya dan memasang senyum kecut.
"Padahal yang aku maksudkan adalah wajah dari suami istri itu. Mereka berdua sama persis dengan wajah ayah dan ibu. Dari sembilan puluh delapan ingatan yang aku serap, semuanya memiliki wajah kedua orang tua yang sama persis, hal ini membuat ku bertanya-tanya......apakah keduanya juga mengalami reinkarnasi terus menerus seperti diriku. Jika benar, maka ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang tua ku yang asli yang secara aneh ikut bereinkarnasi bersama-sama denganku di dalam dimensi ini.
Kehidupan pertama mengatakan bahwa ayah dan ibu bereinkarnasi berkat bantuan Zhi Juan yang memilihkan pecahan jiwa mereka di kehidupan ku yang sekarang. Tapi bagaimana jika...... bagaimana jika mereka berdua selama ini selalu bereinkarnasi bersama dengan ku, hanya saja mereka tidak berhasil memulihkan ingatan mereka karena pecahan jiwa mereka tidak lengkap. Maka karena Zhi Juan yang membantu memilihkan jiwa mereka, ingatan mereka seharusnya akan bisa kembali saat mereka mencapai ranah yang cukup tinggi seperti ranah Penguasaan Jiwa!"
Weng Lou dipenuhi dengan harapan tinggi. Jika ayah dan ibunya bisa mengembalikan ingatan mereka, maka mereka akan memiliki kekuatan tambahan untuk menghadapi The Beginning. Zhi Juan pasti memang ingin memiliki kekuatan seperti keduanya sehingga memulihkan jiwa keduanya yang telah rusak parah.
Memikirkan hal ini, membuat Weng Lou merasa tidak sabar untuk bertemu kedua orang tuanya. Di dunia luar, dia mungkin baru beberapa tahun tidak bertemu mereka, tapi bagi Weng Lou yang ada di dalam dimensi ini, dia sudah sepuluh tahun lebih tidak bertemu mereka.
Dia juga merindukan Lingling, Weng Wan, Weng Hai, semua orang di Kota Bintang Putih dan Sekte Langit Utara. Juga Weng Ying Luan dan Lin Mei.
Setelah memantapkan hatinya, Weng Lou kemudian berjalan maju. Sebuah portal dimensi tercipta di hadapannya dan dia langsung berjalan masuk ke dalamnya.
Ini adalah pertama kalinya Weng Lou menciptakan sebuah protap dimensi.
Meski begitu dia tampak seperti terbiasa dalam menggunakannya. Dia punya ingatan kehidupan terdahulunya dan ingatan itu sudah tertanam dalam jiwanya. Setiap perasaan yang dirasakan kehidupan masa lalunya, dia juga merasakannya sekarang.
Di dalam portal, apa yang Weng Lou lihat hanyalah kegelapan total. Dibelakangnya adalah pintu portal dimensi yang dia ciptakan, beberapa meter di depannya, ada pintu lainnya.
Pintu itu terhubung ke dunia luar, dunia tempat Weng Lou berasal.
Weng Lou merasakan sensasi dingin di sekujur tubuhnya. Tempat dia berada saat ini adalah 'kekosongan' yang memisahkan setiap dimensi.
__ADS_1
Tidak ada apa-apa di sini, satu-satunya yang hidup di kekosongan adalah para Pelahap Dimensi. Namun tidak ada Pelahap Dimensi yang tinggal di dekat Dimensi Asal Mula. Dimensi itu terlalu jauh dari gugusan dimensi yang lainnya, bahkan seseorang akan tersesat jika berusaha pergi tanpa seseorang yang mengetahui koordinat dimensi ini.
Biasanya, para Absolute menggunakan portal teleportasi antar dimensi untuk berpergian ke dimensi lain, namun Weng Lou tidak melakukannya karena dia ingin merasakan kekosongan itu sendiri.
Berjalan maju. Weng Lou mendekati pintu portal dimensi di depannya.
Saat dia akan melewati pintu portal dimensi, dia tiba-tiba menoleh ke satu arah dan melihat sebuah bintik cahaya di kejauhan. Jika dia tidak salah ingat, itu harusnya posisi portal dimensi lainnya yang mengunci sosok Unknown God.
Weng Lou berkedip. Tiba-tiba, wajahnya berubah menjadi buruk. Matanya terbelalak tak percaya saat melihat lebih teliti pada bintik cahaya itu.
Dia memfokuskan tatapannya dan melihat dengan jelas, bahwa portal dimensi itu ternyata terbuka!
Portal dimensi memang seharusnya selalu terbuka, tapi beda kasusnya untuk portal dimensi tempat Unknown God tersegel. Portal dimensi itu seharusnya tertutup rapat!
Weng Lou segera memiliki firasat buruk saat melihat protap dimensi itu. Tanpa menunggu lagi dia segera masuk ke dalam pintu portal dimensi di depannya.
Pemandangan yang dia lihat segera digantikan oleh kegelapan lainnya. Namun kegelapan ini adalah karena dia berada di sebuah ruangan yang benar-benar gelap. Ini adalah tempat yang sama ketika dia masuk ke dalam dimensi pewarisan ingatan sebelumnya.
Pintu logam yang sama kembali terlihat sebagai tempat dia keluar.
Dia tidak membuang-buang waktunya. Dengan satu gerakan, sosoknya segera menghilang dan dalam sekejap muncul kembali di atas langit.
Sosoknya muncul di pinggir Danau Weng, lokasi terakhir dia dan Weng Ying Luan terpisah.
Namun, bukan danau luas bagai lautan yang dia lihat, melainkan kawah luas tanpa sedikitpun air. Tanah tandus seperti gurun pasir. Tidak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun.
Mulut Weng Lou menganga tak percaya.
Dengan saat pikirannya, dia segera bisa merasakan seluruh Daratan Utama. Dia bisa melihat seluruh wilayah Daratan Utama, bahkan yang tidak pernah dia datangi sebelumnya.
__ADS_1
Ini adalah kekuatan seorang Absolute sejati! Dirinya bahkan bisa memindai lebih jauh lagi. Tapi dia tidak melakukan hal itu. Hal ini karena......dia tidak perlu lagi melakukannya untuk tau apa yang terjadi.
"Seluruh Daratan Utama.......hancur?"