Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 415. Turnamen Beladiri Bebas Dimulai!!!


__ADS_3

Keheningan terjadi setelah Weng Lou menjelaskan tentang nama terakhir yang ada pada daftar 10 orang yang dirinya anggap sebagai ancaman.


Wudi Ge, adalah seorang pemuda yang berasal dari Wilayah Utara. Memiliki postur tubuh yang hampir sama dengan Weng Ying Luan, dengan warna rambutnya biru dan hitam.


Dia merupakan merupakan anggota dari sebuah sekte besar yang menyamai kekuatan milik Sekte Langit Utara, tempat Weng Lou, Lin Mei, dan Weng Ying Luan berasal.


Di usianya yang ke tujuh belas, Wudi Ge telah berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9 puncak, sedikit lagi mencapai ranah Penyatuan Jiwa. Hanya menunggu waktu saja sampa dia berhasil menerobos, dan sukses menjadi Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa.


Wudi Ge dikenal sebagai seorang pemuda yang senang dengan pertarungan. Selama beberapa bulan terakhir, dirinya menantang banyak anak-anak seusianya untuk bertarung melawannya, dan dia selalu keluar sebagai pemenang. Bahkan murid-murid dari sekte-sekte lainnya juga ia tantang, dan kembali keluar sebagai pemenang.


Oleh karena kehebatannya itu, dia pun dinobatkan sebagai Pemuda terkuat di seluruh Pulau Pasir Hitam.


Meski hanya berada di ranah Pembersihan Jiwa tahap 9, akan tetapi kekuatan Wudi Ge sudah jauh melampaui mereka yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 dan 2 sekalipun.


Ini dikarenakan dirinya memiliki garis darah keturunan yang mengalir pada dirinya. Garis darah keturunan miliknya tidak termasuk dalam garis darah keturunan dari ras yang kuat, tetapi garis darahnya memiliki kemurnian yang sangat tinggi. Kira-kira mencapai lima puluh persen.


Semakin tinggi kemurnian garis darah keturunan seseorang, semakin tinggi juga potensi kekuatan dari Rasnya yang bisa ia keluarkan.


Garis darah keturunan milik Wudi Ge berasal dari sebuah ras yang bernama Ras Harimau Petir.


Harimau Petir adalah ras yang pernah hidup sekitar ratusan ribu tahun yang lalu. Memiliki kekuatan unsur petir pada dirinya, membuat Harimau Petir sempat menduduki daftar rantai makanan teratas pada masa kejayaannya. Tapi itu tidak berlangsung lama dikarenakan ras lainnya menghabisi hampir keseluruhan dari mereka semua.


Meski hanya memiliki kemurnian lima puluh persen saja dari garis darah keturunan Harimau Petir, Wudi Ge mampu menguasai banyak sekali kemampuan spesial berkat garis darah keturunan miliknya ini.


"Dari informasi yang aku dapatkan, ada tiga kemampuan garis darah keturunan milik Wudi Ge yang telah diketahui sejauh ini. Yang pertama adalah Tubuh Petir. Kemampuan ini mamou membuatnya kebal terhadap segala jenis serangan, tapi ini hanya berlangsung beberapa saat saja.


Kemampuan kedua miliknya adalah Langkah Petir. Dengan kemampuannya ini, dia mampu bergerak dengan sangat cepat hingga menyamai kecepatan Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 4.


Kemampuan ketiga, sekaligus yang terakhir, adalah Ledakan Petir. Kemampuan ini adalah teknik serangan dengan skala area cukup luas. Wudi Ge akan mengumpulkan energi pada tubuhnya selama beberapa saat, sebelum akhirnya melepaskan ledakan petir dalam jumlah besar dari tubuhnya.


Tercatat belum ada satupun lawannya yang selamat setelah terkena Ledakan Petir ini. Satu-satunya cara paling aman jika tidak sengaja berpapasan dengannya adalah bertarung jarak jauh. Meski sebenarnya aku juga kurang yakin apakah kita akan berpapasan dengannya besok."


Weng Lou selesai menjelaskan semua informasi tang dia tau mengenai Wudi Ge pada mereka semua yang ada di situ.


Tidak mudah untuk mendapatkan semua informasi tersebut, Weng Lou harus rela menunggu selama berjam-jam di sebuah rumah makan hanya untuk mengumpulkan beberapa cuil informasi yang dirinya anggap berguna.


Wudi Ge, meski namanya sangat terkenal, tetapi setiap pertarungan yang dia lakukan tidak pernah dilakukan pada tempat-tempat umum, yang mana banyak orang melihat, tetapi dia selalu bertarung melawan lawannya di tempat-tempat yang jauh dari keramaian.


Oleh sebab itu, informasi mengenai teknik pertarungan miliknya bisa dibilang sangatlah minim.


Tetapi bukan Weng Lou namanya jika tidak mendapatkan informasi yang dia inginkan. Dia beruntung mendapatkan informasi mengenai 3 kemampuan khusu garus darah keturunan Wudu Ge dari salah seorang pelanggan di rumah makan tempat ia mengumpulkan informasi.


Pelanggan ini merupakan salah satu orang yang menonton pertarungan Wudi Ge, sehingga Weng Lou mendapatkan informasi yang lumayan rinci darinya.


"Hei hei hei....kemampuan garis darah keturunan itu....tidakkah itu terlalu curang? Lupakan kemampuan Ledakan Petir miliknya, kemampuan Tubuh Petir saja sudah sangat merepotkan.

__ADS_1


Aku yakin, Tubuh Petir nya itu tidak hanya membuat nya kebal dari segala jenis serangan, tetapi ada juga kelebihan lainnya. Unsur petir, seperti yang kita tau memiliki sifat paling merusak dari antara semua unsur yang ada jika dilihat dari besar kerusakan tiap serangannya.


Jika Tubuh Petir membuatnya kebal dari segala jenis serangan, itu berarti tubuhnya telah berubah menjadi petir itu sendiri selama beberapa saat, ada kemungkinan pada saat dia memakai kemampuan ini dia bisa mengeluarkan sifat-sifat dari petir," komentar Weng Ying Luan.


Weng Lou mengangguk mendengar itu, begitu juga yang lainnya. Bukan tidak mungkin hal itu adalah benar.


Apalagi mereka belum pernah bertarung sama sekali melawan Wudi Ge, jadi mereka hanya bisa mengira-ngira saja saat ini.


"Jadi, apa rencanamu untuk besok? Menghadapi kesepuluh orang yang kau sebutkan tadi, itu sama saja seperti menantang maut kedengarannya bagi kami. Kau seharusnya memiliki rencana di dalam kepala mu itu, bukan?" Weng Wan tampak merasa sedikit tidak enak setelah mendengarkan semua penjelasan mengenai sepuluh orang yang ada pada daftar yang dibuat oleh Weng Lou itu.


Dari penjelasannya, sudah jelas sepuluh orang di daftar ini bukanlah orang-orang yang mampu ditangani olehnya, begitulah pikir Weng Wan. Apalagi ketiga orang yang dianggap paling mengancam oleh Weng Lou, mendengar penjelasan kekuatan mereka sudah membuat Weng Wan berdigik ngeri.


"Hehehe.... tentu saja aku memiliki rencana untuk mengantisipasi jika seandainya kita berpapasan dengan kesepuluh orang ini. Mari kita bahas rencananya sekarang."


***


Pagi harinya, di Kota Hundan.


Suasana sepi seperti hari biasa menghilang sepenuhnya. Jalan-jalan kota ramai oleh orang-orang yang berlaku lalang berjalan ke satu arah yang sama.


Itu adalah arah menuju ke tengah kota, tempat bangunan Arena Pertandingan berada.


Semua orang-orang ini kebanyakan adalah mereka yang ingin menonton Turnamen Beladiri Bebas yang diselenggarakan hari ini, sementara sisanya adalah orang-orang yang berjualan di sepanjang pinggir jalan dekat bangunan Arena Pertandingan.


Ini dikarenakan jumlah mereka yang sangat banyak, jadi mereka harus bisa berkumpul sebelum para penonton datang dan menghalangi mereka.


Di lorong masuk menuju ke tempat pertarungan, Weng Lou dan kelompoknya berjalan dengan tenang sambil memandangi para peserta lainnya yang juga berjalan bersama mereka menuju ke tempat pertandingan.


"Orang-orang ini terlihat mengerikan, aku ingin muntah mencium bau mereka semua," Lin Mei berkomentar sambil menutup hidungnya.


"Ssssttt.... pelankan suaramu, Mei. Kau tidak melihat wajah-wajah garang mereka? Mereka pasti orang-orang yang telah banyak melakukan pembunuhan....."


Weng Ying Luan yang berjalan di samping Lin Mei berbisik dengan pelan pada Lin Mei, mencoba menakut-nakutinya.


Tapi bukannya takut, wajah Lin Mei justru tambah menjadi kesal karenanya.


"Baguslah jika mereka seperti itu, biar kubakar saja mereka semua saat Babak seleksi pertama dimulai," ucapnya sambil mengepalkan tangan dengan keras.


Setelah berjalan selama beberapa saat, mereka pun keluar dari lorong itu, dan tiba di arena di mana para peserta lain terlihat sudah berkumpul.


"Wow....ini pertama kalinya aku melihat orang sebanyak ini," komentar Weng Wan.


Begitu mereka sampai di arena, mereka sudah di sambut oleh suara dari para penonton yang sangat ramai mengelilingi lapangan arena.


Jumlah mereka berkali-kali lebih banyak dari para peserta turnamen, tapi meski begitu tempat duduk penonton masih banyak yang kosong karena besarnya bangunan Arena Pertandingan ini.

__ADS_1


Begitu juga yang terjadi pada lapangan arena. Meskipun peserta Turnamen Beladiri Bebas mencapai jumlah ribuan, tetapi masih banyak sekali bagian yang kosong pada lapangan.


"Ayo kita ke bagian pinggir arena saja," ucap Weng Lou yang memimpin mereka semua menuju ke bagian pinggir lapangan arena.


Sementara itu, pada tengah lapangan, terlihat seorang pemuda berambut hitam dan biru sedang berdiri tegak diantara pria-pria dewasa yang bertubuh kekar di sekelilingnya.


Terlihat pemuda itu terus tersenyum tipis meski di orang-orang disekitarnya terus mengeluarkan napsu membunuh pada dirinya.


Dia tampak sama sekali tidak terganggu dengan mereka semua.


"Wah wah wah....coba lihat siapa yang kita temukan di sini, pemuda yang dijuluki sebagai pemuda terkuat di seluruh Pulau Pasir Hitam, Wudi Ge."


Dari antara orang-orang yang mengelilingi pemuda berambut hitam dan biru itu, seorang pemuda lainnya berjalan keluar dengan mendekatinya.


Pemuda itu membawa sebuah sabit pada punggungnya dan terus berjalan mendekati pemuda itu tanpa rasa takut sama sekali.


"Hm? Ah, kau...emmm...aku lupa nama mu...." Pemuda berambut hitam dan biru yang dipanggil dengan nama Wudi Ge itu sambil menatap pemuda yang mendekatinya dengan masih tetap tersenyum tipis.


"Ahhh....malangnya diriku dilupakan oleh Wudi Ge si Pemuda Terkuat. Hahahaha...tidak perlu mengingat namaku, karena aku pasti akan membunuhmu di babak seleksi pertama nanti," ucap pemuda yang membawa sabit bersamanya itu.


"Benarkah? Maka aku akan senang jika kau bisa mengalahkan ku," balas Wudi Ge tanpa tersinggung sama sekali.


DANGGG!!!!!!!!


Tepat ketika pemuda yang membawa sabit itu ingin membalas ucapan Wudi Ge, sebuah suara gong yang sangat nyaring berbunyi dari atas lapangan arena, dan membuat semua orang yang ada di seluruh bangunan Arena Pertandingan menjadi terdiam.


"Selamat datang semuanya dalam acara yang telah kita tunggu-tunggu dalam beberapa bulan terakhir, Turnamen Beladiri Bebas!"


Di atas lapangan arena, sosok seorang pria berusia sekitar empat puluhan tahun melayang di udara dan berbicara dengan nyaring ke seluruh arena. Suaranya bisa terdengar jelas oleh semua orang yang ada tanpa terkecuali.


"Aku Zu Zhang, orang yang akan memimpin Turnamen Beladiri Bebas tahun ini, aku akan bertugas sebagai wasit dari babak seleksi pertama dan kedua nantinya, jadi aku mohon kerja sama kalian semua.


Sebelum aku memulai Turnamen Beladiri Bebas ini, aku akan menjelaskan tiga peraturan utama dan paling mendasar dari Turnamen Beladiri Bebas di babak seleksi pertama.


Yang pertama, penggunaan senjata, teknik beladiri, dan jimat yang memiliki efek kerusakan sangat besar dilarang dipakai. Ini karena hal itu bisa menyebabkan kerusakan yang cukup serius pada lapangan arena pertandingan nantinya.


Peraturan kedua, peserta yang mati, menyerah, atau dianggap sudah tidak bisa bertarung lagi akan langsung dinyatakan tereliminasi. Tidak ada gunanya jika kau sudah tidak bisa bertarung tapi masih tetap bersikukuh ingin lanjut, bukan?


Nah, yang terakhir, campur tangan dari mereka yang bukan peserta dalam berlangsungnya Turnamen Beladiri Bebas akan dianggap tindak kejahatan yang mengancam, jadi siapa saja yang melakukan ini akan langsung kami bunuh, tidak peduli kalian dari kelompok berkuasa mana."


Suasana Arena Pertandingan tetap diam saat pria itu berhenti berbicara selama beberapa saat.


"Hmmm...aku pikir hanya itu yang ingin aku katakan. Jadi, mari kita mulai saja Turnamen Beladiri Bebas ini. Kalian juga pasti sudah tidak sabar, bukan? Ah, satu lagi. Kepada semua peserta Turnamen Beladiri Bebas, semoga kalian bersenang-senang."


Begitu pria itu selesai berbicara, mendadak pintu lorong yang ada di lapangan arena langsung tertutup, dan suara gong seperti sebelumnya kembali menggema, yang menandakan babak seleksi pertama Turnamen Beladiri Bebas resmi dimulai.

__ADS_1


__ADS_2