Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 589. Domain Pengendalian Qi


__ADS_3

Api Phoenix di tubuh Lin Bei berhasil menyembuhkan sepenuhnya luka-lukanya, membuat semua serangan Ying Luan sebelumnya tidak berarti apa-apa sekarang.


"Ck, ini yang aku tidak suka dengan Api Phoenix. Kau harus benar-benar membuat penggunaannya tidak bisa bertarung lagi untuk bisa menang melawannya."


Weng Ying Luan menepuk kedua tangannya dan zirah di tubuhnya segera merapat tanpa meninggalkan celah kecil sedikit pun yang membiarkan udara masuk. Dia mengeluarkan sebuah topeng dari cincin penyimpanan nya dan menggunakannya.


Tepat setelah dia memakai topengnya, kobaran Api Phoenix langsung berkobar ke arahnya dan menelan tubuhnya utuh-utuh.


Lin Bei yang tidak jauh dari situ terlihat mengarahkan tangannya ke depan dengan tatapan mata kosongnya.


Saat para penonton berpikir nasib Ying Luan telah berakhir, dari dalam kobaran Api Phoenix, sosoknya melompat keluar dengan sekujur tubuhnya dibakar oleh Api Phoenix Lin Bei. Begitu dia keluar dari api, Qi yang dia pakai untuk membuat zirah pelindung segera di lepaskan ya, begitu juga topeng yang sebelumnya dia pakai.


Zirah dari Qi tampak seperti terbakar habis oleh Api Phoenix, begitu juga dengan topengnya. Padahal Qi bukanlah sebuah benda padat, dan tidak mungkin bisa terbakar, namun Api Phoenix membalikkan hukum yang berlaku tentang ini dan tetap menghanguskannya seperti kertas.


"Dia benar-benar berusaha membunuhku! Astaga!" Weng Ying Luan menggerutu. Dia tidak menyangka Api Phoenix tadi benar-benar membakar sekujur tubuhnya.


Bahkan dia bisa merasakan panasnya suhu Api Phoenix ketika dia masih terselimuti oleh zirah Qi nya.


"Haaaa!!!!"


Lin Bei yang masih kehilangan kesadarannya itu meraung. Api Phoenix berkumpul dipunggung nya, dan membentuk sepasang sayap dari api. Dalam satu kepakan, dirinya langsung terangkat ke udara. Angin dengan suhu panas tercipta ketika sepasang sayapnya itu dikepakkan dan mengenai Ying Luan.


Mata Ying Lun menyipit, dia menciptakan sekali lagi pelindung Qi di sekelilingnya, melindunginya dari angin panas tersebut.


Sorot matanya kemudian terfokus pada Lin Bei di atasnya dan puluhan bola api yang tercipta di sekelilingnya. Bola-bola api itu kemudian membentuk bulu-bulu api berwarna merah terang.


Dalam sekali lihat Ying Luan langsung mengenali teknik Lin Bei itu. Hujan Bulu Phoenix. Salah satu teknik yang sering digunakan oleh Lin Mei ketika mereka bertarung dalam satu kelompok.


*Clap.* Lin Bei menjentikkan jarinya. Puluhan bulu api tersebut segera meluncur dan menghujam ke arah Ying Luan.


*TASH!! PAM!! SHHH!!!*


Bulu-bulu itu layaknya pisau tajam yang mengikis pertahanan Ying Luan. Tapi serangan bulu-bulu api tersebut tidak bisa menembus pelindung Ying Luan yang dibuatnya dari Qi miliknya. Meski begitu, wajah Ying Luan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kebahagiaan.


Dia wajahnya justru menegang ketika dia melihat puluhan bulu api yang menancap di atas tanah di sekitarnya. Ketajaman bulu-bulu api itu tidak membuatnya takut, satu-satunya yang dia khawatirkan dari serangan ini adalah fase kedua setelah bulu-bulu itu ditembakkan.


*Clap!* Suara jentikkan jari kembali terdengar, dan bulu-bulu yang menancap di tanah itu pun langsung mengeluarkan cahaya terang.

__ADS_1


*BAM!!! BUM!!!! BDAM!!!!* Puluhan bulu api tersebut meledak satu persatu dan menyebabkan kekacauan di lapangan arena.


Dengan Ying Luan yang berada di pusatnya, ledakan tersebut benar-benar menjadi guncangan yang tiada henti dihadapi oleh Ying Luan. Debu dan sap segera mengepul ke udara dan menutupi seisi lapangan.


Lin Bei yang berada di udara menatap dengan kosong ke arah kepulauan asap tersebut. Tatapan seolah-olah bisa melihat apa yang ada di dalamnya.


Sementara itu di dalam kepulan asap. Sosok Ying Luan mendapati dirinya berada terbaring di atas tanah. Kepalanya terasa sakit ketika dia mencoba bangkit untuk duduk. Tidak ada apapun yang bisa dia lihat di sekitarnya, hanya ada asap dan debu, serta bongkahan-bongkahan tanah.


Dia sempat kehilangan kesadarannya selama beberapa saat ketika ledakan-ledakan tersebut menghantam dan menghancurkan pertahanannya dengan sangat mudah. Daya ledak dari bulu-bulu api ternyata beberapa kali lebih kuat dibandingkan dengan yang Lin Mei bisa lakukan. Adalah kesalahan besar baginya karena membuat patokan berdasarkan kekuatan Lin Mei.


"Uhuk! Uhuk! Khack....sialan ...dadaku sakit sekali!" Weng Ying Luan mengutuk. Dia bangkit berdiri dan menoleh ke atas, dimana Lin Bei masih terbang dengan diam sambil balik menatapnya.


"Bajingan gila. Setidaknya kau harus mengucapkan terima kasih padaku karena sudah membantumu memurnikan garis darah Phoenix mu itu!"


Qi meluap dari dalam tubuh Ying Luan. Tenaga Dalam Alam disekitarnya mulai berputar seperti sebuah badai yang mengamuk. Lin Bei yang berada di udara bisa merasakan perubahan ini, dia mencoba menyerap Tenaga Dalam Alam itu untuk menciptakan Qi miliknya, namun Tenaga Dalam Alam itu seperti tidak mau mendengarkan nya. Seakan-akan Tenaga Dalam Alam memiliki pemikirannya sendiri dan dia lebih memilih Weng Ying Luan.


Di tempat duduknya, Pemimpin Arena Pertarungan bangkit berdiri dan mencondongkan tubuhnya ke depan sambil memasang wajah seriusnya.


"Itu dia, teknik yang digunakannya untuk memaksaku sampai menggunakan setengah kekuatan milikku. Dia membentuk sebuah wilayah yang menjadi miliknya sendiri.....itu seperti sebuah Domain, namun tanpa menambahkan kekuatan garis darah keturunan ke dalam. Seolah-olah itu adalah..... sebuah Domain Murni!"


Kembali ke lapangan, Lin Bei yang masih dalam keadaan kehilangan kesadarannya merasakan bahaya dari dalam kepulan asap dimana Ying Luan berada.


Besar satu bulu api hampir sama dengan sebuah pedang biasa yang memiliki panjang satu meter lebih. Tangan kanan Lin Bei terangkat, dan dalam satu ayunannya, semua bulu api itu pun menghujam ke arah kepulan asap.


Bersamaan dengan itu, Ying Luan yang mengendalikan semua Tenaga Dalam Alam di sekitarnya mulai membentuk beberapa pola tangan dengan gerakan sangat cepat. Ketika bulu-bulu api itu akan mengenainya, dia sudah selesai membetuk pola tangan.


Sesuatu yang tidak terduga terjadi, semua bulu api itu berhenti di udara, tepat ketika akan bersentuhan dengan Ying Luan. Sebuah aliran energi yang tak terlihat mulai meluas di sekitar Ying Luan, dan mencakup seisi lapangan arena. Bahkan di atas tempat Lin Bei berada juga masuk dalam arena energi tersebut.


"Pada dasarnya, semua kekuatan unsur menggunakan Qi atau pun Tenaga Dalam sebagai sumbernya. Begitu juga dengan Api Phoenix, mereka tetap berasal dari sekumpulan Qi yang bisa dikendalikan dengan sangat baik oleh pemiliknya."


Ying Luan berbicara dengan wajah serius. Dia memutar kedua tangannya, dan bulu-bulu api itu pun berbalik dan terarah kepada Lin Bei.


"Domain. Kau mungkin tidak bisa mendengar suara ku, tapi akan tetap ku beritahu padamu. Domain milikku membuatku bisa mengendalikan Tenaga Dalam Alam di dalam wilayah yang ku kuasai. Entah itu serangan energi, serangan unsur, atau serangan biasa. Selama itu mengandung Qi atau Tenaga Dalam, aku bisa mengendalikan nya sesuka hatiku," ucap Yin Luan.


Matanya tampak memantulkan cahaya, debu dan asap di sekelilingnya pun menghilang, dan memperlihatkan sosoknya yang berantakan karena ledakan yang dia terima sebelumnya. Pakaiannya compang-camping, dan tubuhnya ditutupi oleh debu dan asap hitam.


Akan tetapi, perhatian semua orang terarah pada bulu-bulu api di sekelilingnya yang sebelumnya dilepaskan oleh Lin Bei untuk menyerangnya.

__ADS_1


"Serangan mu tadi itu cukup menyakitkan, bagaimana jika kau merasakannya juga? Terima ini!!!!"


*Hu- SHUUUU!!!!!!*


Bulu-bulu api pun terbang dengan sangat cepat ke arah Lin Bei. Merasakan bahaya, Lin Bei merespon dengan menjentikan jarinya dan mencoba menghilangkan bulu-bulu api tersebut. Api Phoenix nya bisa dikendalikannya sesuka hatinya, jadi serangannya sendiri tidak akan bisa melukainya.


Namun yang terjadi sangat mengejutkan. Setelah dia menjentikkan jarinya, bulu-bulu api itu memang menghilang, akan tetapi Qi yang membentuk seperti pedang muncul karena ternyata hanya apinya saja yang menghilang.


Seperti kata Weng Ying Luan sebelumnya, pada dasarnya, semua kekuatan unsur menggunakan Qi atau pun Tenaga Dalam sebagai sumbernya. Begitu juga dengan Api Phoenix, mereka tetap berasal dari sekumpulan Qi yang bisa dikendalikan dengan sangat baik oleh pemiliknya.


Ketika Api Phoenix menghilang, maka yang tersisa adalah Qi yang dipakai untuk mengendalikan Api Phoenix oleh penggunanya. Dan dengan kemampuan Domain Ying Luan, semua Qi itu sekarang berada di bawah kendalinya, bukan Lin Bei.


*TSHH! PSK! TASK!*


Pedang-pedang Qi itu menyerang Lin Bei dengan brutal dan tanpa ampun. Tubuhnya tergores, tertebas, dan bahkan tertusuk oleh pedang-pedang itu, sementara Api Phoenix di sekujur tubuh Lin Bei terus menerus memulihkan tubuh nya.


Serangan Ying Luan tidak kunjung berhenti. Perlahan, akhirnya tubuh Lin Bei kewalahan untuk terus melakukan pemulihan diri, dan pada akhirnya dia pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tubuhnya langsung terjatuh ke atas tanah begitu Ying Luan selesai memberikan semua serangannya.


Kali ini, dia langsung dengan cepat menghampiri Lin Bei. Tangannya dengan cepat bergerak dan menutup salah satu meridiannya agar kekuatan garis darah Phoenix nya berhenti. Tubuh Lin Bei langsung terbaring lemas ketika kekuatan Phoenix nya menghilang, kini dia sepenuhnya pingsan tanpa bisa berbuat apa-apa lagi.


Juri yang menonton di sudut lapangan mendekat dan memeriksa kondisi Lin Bei. Setelah memastikan pemuda itu tidak mati, dia pun menyatakan pemenang pertarungan itu, yang tidak lain adalah Weng Ying Luan.


Para penonton segera memberikan tepuk tangan dan sorakan kepadanya. Baru saja mereka menonton pertarungan paling gila yang pernah mereka saksikan selama ini. Mereka berterima kasih kepada Arena Pertarungan karena telah memberikan tontonan seperti ini pada mereka semua.


Sementara itu di lapangan, Lin Bei yang pingsan segera dibawa menuju ruang perawatan, sementara Ying Luan sudah beranjak pergi menuju ke ruangan tempat Pemimpin Arena Pertarungan duduk menonton.


"Cepat berikan uang ku!" Dia mengulurkan tangannya pada pria yang merupakan Pemimpin Arena Pertarungan tersebut.


Pria itu tertawa pelan dan mengayunkan tangannya. Dia memberikan sebuah cincin penyimpanan pada Ying Luan. Isinya adalah beberapa ribu koin emas yang jumlahnya cukup banyak hingga membuat senyum Ying Luan melebar.


"Ahahaha! Aku tau kau orang yang jujur! Terima kasih banyak, sekarang aku akan pergi. Aku tidak akan melakukan pertarungan lainnya hari ini, jadi sebaiknya kau mencari seseorang untuk mengisi tempatku Kalau begitu, sampai jumpa!"


Wajah Ying Luan yang sedang tersenyum itu segera melangkah keluar dan melewati lorong bangunan Arena Pertarungan, menuju ke pintu keluar. Dia dengan cepat menuju ke dalam Kota Tiesha dan bergerak ke arah selatan.


Dia akan pergi menuju ke toko tempat dia akan membeli bahan-bahan material untuk pembuatan kapalnya. Dengan uang yang dia bawa sekarang, setidaknya dia bisa memulai pembuatan kapalnya itu sedikit demi sedikit.


Ketika Ying Luan sedang dalam perjalanannya, di selatan Kota Tiesha, Weng Lou sedang berdiri di depan sebuah toko material yang sangat terkenal di seluruh Kota Tiesha. Dikatakan bahwa tidak ada bahan material yang lebih berkualitas di tempat lain selain di toko ini. Harga-harga yang dipasang memang sedikit lebih tinggi, namun itu berbanding lurus dengan kualitas bahan material yang mereka jual.

__ADS_1


Weng Lou menatap toko material itu selama beberapa saat, sebelum akhirnya memutuskan untuk memasukinya. Dengan langka pasti sosok Weng Lou melangkah masuk ke dalam toko, bersamaan dengan sosok Weng Ying Luan yang juga telah tiba di toko tersebut.


""Aku akan membuat kapal yang bisa membawaku kembali ke Pulau Pasir Hitam!!""


__ADS_2