Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 417. Mengurangi Jumlah Peserta Turnamen (II)


__ADS_3

Weng Ying Luan tertawa kecil melihat yang dilakukan oleh Weng Lou.


Tidak mau ketinggalan dengannya, dia segera ikut melancarkan serangannya pada dua kelompok itu.


Dengan lincah dirinya bergerak diantara mereka sambil memberikan masing-masing orang yang dilewatinya sebuah serangan tapakan pada bagian dada mereka.


Tepat ketika dirinya sampai di sisi Weng Lou, orang-orang yabg ia lewati semuanya terjatuh ke tanah, entah itu dalam kondisi tak sadarkan diri, ataupun sadar.


"Hei, sisakan untukku juga!" Weng Wan berseru sambil berlari ringan ke arah anggota kelompok peserta tersebut.


Dia mengepalkan kedua tangannya dan menarik napas pelan.


"Hufff...mari kita coba seberapa besar kekuatan pukulan ku setelah berlatih memakai palu yang diberikan oleh Lou padaku," ucapnya.


Mendadak badannya sedikit dia bungkukkan, dan kaki kanannya menendang tanah yang ia pijak. Melesat dengan cepat, dia kemudian sampai di depan salah seorang anggota dari dua kelompok peserta itu.


Dengan kuat ia melepaskan pukulan menggunakan tangan kanannya pada wajah orang itu.


"Argh-!!!"


Fhuuusshhh-!!! Pack!!!


"Uaaa!!!"


"Aaaa!!"


Dengan mudah, peserta itu, dan tujuh orang yang ada di belakangnya terlempar mundur hingga beberapa meter.


"Jangan berhenti, kurangi sebanyak mungkin para peserta yang ada. Akan jauh lebih mudah menjalankan misi kita jika hanya sedikit orang yang ada di arena!" Weng Lou berseru kepada Weng Wan yabg dibalas anggukan olehnya.


Weng Wan pun kembali melangkah, dan memberikan pukulan lainnya pada pada seorang peserta di dekatnya. Kali ini pukulan yang ia berikan tidak sekuat sebelumnya, dia hanya melontarkan pukulan ringan yabg mana sukses membuat lawannya langsung terbekuk lutut di tanah sambil memegang perut mereka yang terasa sakit.


Weng Lou memberi tanda pada Weng Ying Luan, dan detik berikutnya keduanya pun mulai menyerang kembali satu persatu dari para peserta yang ada di sekitar wilayah kelompok mereka saat ini.


Rencananya Weng Lou ingin mengamankan wilayah mereka ini terlebih dahulu, sebelum kemudian mulai menjalankan satu persatu rencana yang telah mereka susun sebelumnya.


***


Di tengah arena, dimana Wudi Ge dengan pemuda yang membawa sabit berada, terjadi pertarungan yang jauh lebih ramai dibandingkan dengan semua pertarungan yang terjadi di lapangan arena.


Sekelompok peserta yang berjumlah lebih dari dua puluh orang menyerang Wudi Ge bersama-sama.


Mereka menghujaninya dengan serangan menggunakan senjata, teknik perubahan unsur, dan serangan tangan kosong. Serangan demi serangan bergerak pada satu titik, yaitu Wudi Ge.


Sementara Wudi Ge, yang menghadapi semua serangan itu, dengan lincahnya dia menepis satu persatu serangan yang diberikan padanya hanya dengan tangan kosong.

__ADS_1


Terlihat pada telapak tangannya cahaya biru terang yang merupakan Qi berunsur petir miliknya.


Pshhh-.....Whuussh-....


Serangan yang ia tepis, dikembalikannya pada orang-orang yang menyerangnya, membuatnya tidak perlu membuang lebih banyak tenaga untuk menghadapi kelompok peserta yang menyerangnya ini.


Perlahan orang-orang yang menyerangnya mulai berkurang dikarenakan serangan mereka sendiri, sementara Wudi Ge masih tampak baik-baik saja, tanpa luka sedikitpun.


Tap- Buck!!


"Kalian sama sekali tidak menghibur ku. Setidaknya berusaha lah memberikan serangan yang cukup membuatku kewalahan," cibir Wudi Ge yang dengan santai membelokkan serangan tapak dari salah satu peserta yang menyerangnya pada peserta lainnya yang juga berusaha untuk menyerangnya.


"Cih! Kalian semua tidak berguna! Menghabisi anak kecil yang berada di ranah Pembersihan Jiwa saja tidak becus! Menyingkir, biar aku saja yang melakukannya."


Salah seorang peserta yang merupakan pria bertubuh besar berjalan santai ke arah Wudi Ge dari antara kerumunan peserta yang menyerangnya.


Kelompok peserta itu berhenti menyerang dan segera membuka jalan bagi pria besar itu. Terlihat mereka seperti menunduk hornat saat pria itu lewat di depan mereka.


"Jadi kau Wudi Ge, pemuda yang dikatakan sebagai yang terkuat di seluruh Wilayah Pulau Pasir Hitam." Pria besar itu berhenti di depan Wudi Ge, sekitar tiga langkah saja darinya.


Wudi Ge menatap dari atas sampai bawah pria besar itu, dan memiringkan kepalanya.


"Apa dia pemimpin kelompok kalian? Sama sekali tidak terlihat kuat bagiku," ucap Wudi Ge dengan santai.


"Hahahaha....kau bisa berbicara semau mu nak, tapi hari ini akan menjadi hari terakhirmu hidup di dunia ini!!!"


Bukannya panik atau terkejut, Wudi Ge justru menghela napasnya. Dia mengepalkan tangan kanannya, dan kemudian Qi miliknya mulai menutupi tangan kanannya itu.


Wudi Ge pun melesatkan pukulannya pada paku besar pria itu yang sedang mengarah padanya. Qi miliknya yang berwarna kebiruan mengeluarkan cahaya terang, dan detik berikutnya terjadi ledakan besar yang menghantam telak palu milik pria besar itu.


BAMMM!!!!! KRACK!!!!!


Sebuah sambaran petir keluar dari pukulan Wudi Ge, yang mana langsung menghancurkan palu besar milik pria besar sebelumnya hingga hancur berkeping-keping.


Shuu-


"Uaargh!!"


Buck.....


Sementara itu, sosok pria besar sebelumnya telah terlempar jauh karena ledakan dari pukulan yang diberikan oleh Wudi Ge.


Dia mendarat di tanah dan mengelap darah pada mulutnya. Matanya menyipit menatap Wudi Ge. Tidak dia duga kekuatan dari Wudi Ge bisa sebesar ini, bahkan bisa melukainya dengan sangat mudah.


Perlu diketahui, pria besar ini merupakan pemimpin kelompok yang menyerang Wudi Ge sebelumnya. Tingkat praktik miliknya adalah ranah Penyatuan Jiwa tahap 1 menengah, sementara anggota kelompok yang ia pimpin semuanya berada di ranah Pembersihan Jiwa, oleh sebab itu dia yang menjadi pemimpin mereka.

__ADS_1


Tapi meski begitu Wudi Ge tetap bisa melukainya, bahkan tampak seperti tidak ada tenaga sama sekali yang dikeluarkan olehnya.


"Sialan...Lihat apa kalian?! Cepat habisi dia!!!" Pria besar itu berseru marah pada anggota kelompok nya yang sedang menatapnya dengan terkejut.


Mereka semua tersentak kaget begitu mendengar seruan dari pria besar itu. Dengan buru-buru mereka bergerak dan kembali menyerang Wudi Ge yang sedang berdiri menatap dengan santai sosok pria besar itu.


"Waktu kalian sudah habis, jadi menyingkir lah, masih banyak orang lain yang ingin bertarung denganku," ucap Wudi Ge dengan malas.


Dia mengangkat tangan kanannya ke udara, dan mulai mengumpulkan Qi nya pada telapak tangannya dalam jumlah cukup banyak.


Sebuah bola dari Qi berukuran sebesar kepala pria dewasa terbentuk, dan kemudian bola itu dengan cepat terbang ke atas hingga setinggi 5 meter dari atas tanah.


Perhatian kelompok yang berniat menyerang Wudi Ge itu segera terarah pada bola Qi yang diciptakan oleh Wudi Ge, tapi mereka tetap bergerak ke arah Wudi Ge.


Tepat ketika jarak mereka dengan Wudi Ge hanya beberapa meter saja, bola Qi tersebut mulai mengeluarkan percikan listrik dan cahaya biru yang sangat terang.


"Ledakan Bola Petir."


BDUAAARRR!!!!!


Bola Qi itu meledak dan menyambar kan petir dalam jumlah besar dan mengenai para peserta yang menyerang Wudi Ge.


"Ahhh!!!!"


"Argh-"


"!!!!"


Tak...buck.....bdebuk....


Petir-petir itu sukses menumbangkan mereka satu demi satu ke tanah, dan menyisakan pria besar yang merupakan pemimpin mereka.


"Ka-Kau....."


"Jangan khawatir, aku tidak membunuh mereka, hanya membuat mereka sekarat dan tidak bisa bergerak. Aku tidak sekejam itu membunuh orang yang menyerang ku," ucap Wudi Gw yang kemudian melangkah maju ke depan.


Tapi begitu dia melangkah, sosoknya menjadi kabur, dan detik berikutnya dia sudah muncul tepat di belakang pria besar itu.


"Sengatan Petir."


"ARGHH!!!!"


Buck....


Tubuh pria besar itu terjatuh ke tanah dan terlihat sedikit asap keluar dari dalam mulutnya.

__ADS_1


"Nah, sekarang giliran kalian. Cepat serang aku sebelum aku bosan menunggu dan lebih dulu menyerang kalian." Wudi Ge berbicara sambil menoleh ke arah kelompok peserta yang sedari tadi menonton pertarungannya dengan kelompok peserta yang baru saja dia kalahkan dengan telak.


Dia tampaknya tidak perlu bersusah payah mencari lawan, karena nyatanya lawannya lah yang datang mendatanginya satu persatu.


__ADS_2