
Catatan Penulis:
Chapter ini berisikan ringkasan cerita dalam enam bulan selama Weng Lou tidak ada. Kenapa saya buat seperti ini?
Supaya pembaca tidak jenuh membaca chapter-chapter yang hanya berisikan Weng Ying Luan dan Lin Mei yang memporak-porandakan wilayah Keluarga Ying.
Selamat membaca.
***
Enam bulan yang Weng Lou jalani di dalam dimensi penyimpanan ingatan mungkin tidak terasa baginya, namun berbeda dengan orang-orang di Daratan Utama.
Semua Keluarga Besar disibukkan dengan masalah yang menimpa Keluarga Ying karena perbuatan salah satu anggota muda mereka yang nekat memasuki wilayah Pulau Pasir Hitam.
Hasilnya adalah, Keluarga Ying harus menderita kehancuran di semua lokasi penting yang terdapat dalam wilayah kekuasaan mereka.
Pada awalnya, penyerangan dimulai oleh pasukan ratusan ribu binatang buas yang dipimpin oleh seorang gadis bertopeng asing di wilayah utara. Pasukan binatang buas itu menyerang kota-kota yang dimiliki oleh Keluarga Ying, tidak ada satupun kota yang masih utuh setelah menerima serangan mereka.
Lalu kemudian, penyerangan lainnya terjadi di wilayah utara, namun kali ini penyerangan dilakukan oleh seorang pemuda yang tampan, gagah, dan berani seorang diri.
Mulanya sosok pemuda itu tidak dihiraukan oleh pasukan Keluarga Ying karena mereka mendapatkan perintah untuk mengatasi pasukan binatang buas yang dipimpin gadis bertopeng misterius. Namun kemudian, sosok pemuda itu berhasil membuat semua pasukan milik Keluarga Ying menelan ludah setelah melihat sosoknya menghancurkan dan memporak-porandakan seisi kota tanpa harus menyentuhnya sama sekali.
Bahkan dia mampu membunuh para prajurit kota hanya dengan satu pandangan saja, sehingga membuat sosoknya semakin tampak menakutkan oleh para prajurit Keluarga Ying.
Penyerangan yang dilakukan pemuda itu mulai sering terjadi di wilayah utara dan sosoknya menjadi terkenal dengan cepat.
Terutama, karena dia hanya menyerang orang-orang dari Keluarga Ying dan yang bekerja kepada mereka. Orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan mereka tidak akan dia serang atau lukai sedikitpun, itu jika mereka juga tidak menyerang pemuda tersebut tentunya.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Keluarga Ying memerintah dengan sangat kejam di wilayahnya sendiri. Hal ini menimbulkan banyaknya orang yang tidak menyukai mereka, terutama bagi mereka yang tinggal di dalam wilayah Kekuasaan Keluarga Ying.
Sehingga, banyak orang mendukung aksi pemuda tampan itu. Orang-orang yang bukan bagian dari Keluarga Ying akan memuji kehebatannya, terutama para wanita yang langsung jatuh hati begitu melihat penampilan tampan pemuda itu. Dengan cepat, banyak penggemar pemuda itu muncul di tiap tempat yang dia datangi.
Setelah kemunculan pemuda itu, serangan dari binatang buas yang telah menghilang satu bulan lebih kemudian secara tiba-tiba muncul di wilayah selatan daerah kekuasaan Keluarga Ying.
__ADS_1
Mereka dengan brutal menghancurkan kota dan membunuh semua orang yang bersangkutan dengan Keluarga Ying selatan. Tidak ada yang selamat dari penyerangan mereka.
Karena serangan dari dua arah ini, orang-orang mulai bertanya-tanya, apakah keduanya saling berhubungan satu sama lain.
Belum selesai dengan itu, di wilayah timur wilayah kekuasaan Keluarga Ying, sebuah kapal kayu muncul di atas tengah-tengah kota. Kemunculan kapal itu membuat semua orang di kota menjadi terkejut bukan main.
Tepat ketika kapal itu muncul, Kekuatan Jiwa segera menyapu seisi kota selama beberapa detik dan kemudian suara tangisan dan teriakan mendadak muncul di seluruh kota.
Teriakan dan tangisan itu berasal dari para prajurit Keluarga Ying, orang-orang yang bekerja sama dengan mereka dalam perdagangan atau pun menjalin kerja sama dalam bentuk lainnya, serta orang-orang yang merupakan anggota Keluarga Ying itu sendiri.
Darah keluar dari mata, hing, mulut, dan bahkan telinga mereka, membuat orang-orang yang menyaksikan hanya bisa menahan napas ngeri.
Tak perlu waktu lama untuk semua orang-orang itu mati dengan mengenaskan. Tubuh mereka memenuhi kota dan bisa dilihat dimana saja.
Setelah mereka semua mati, kapal kayu itu dengan cepat terbang dan menghilang di atas langit, seperti tidak pernah ada di atas kota sebelumnya. Kapal kayu kemudian muncul di kota lain di wilayah timur, kejadian yang sama terjadi di dalam kota dan membuat seisi kota menjadi terdiam begitu banyak orang tergeletak di tanah tak bernyawa.
Kejadian ini terus terjadi selama satu bulan, sebelum akhirnya seluruh kota dan tempat-tempat yang merupakan milik Keluarga Ying di wilayah timur telah didatangi oleh kapal kayu tersebut.
Penyerangan di tiga wilayah milik Keluarga Ying membuat banyak orang yang tinggal di wilayah mereka menjadi terkejut sekaligus kebingungan. Pasalnya, tidak ada satu pun anggota utama Keluarga Ying yang terlihat setelah penyerangan demi penyerangan terjadi. Seolah-olah, seluruh Keluarga Ying tidak peduli dengan semua penyerangan itu
Apa yang orang-orang luar tidak tau adalah, setelah menghilang di wilayah timur daerah kekuasaan Keluarga Ying, kapal kayu kini muncul di atas wilayah pusat daerah Keluarga Ying.
Wilayah pusat adalah tempat kediaman Keluarga Ying berada. Kediaman itu terletak di dalam pegunungan besar yang sangat berkabut dan menutupi seluruh perbatasan wilayah pusat.
Kapal kayu tampak terang di atas wilayah pusat yang mana juga ditutupi oleh kabut sejauh mata memandang.
Setelah muncul di atas wilayah pusat, kapal itu tidak melakukan pergerakan apapun lagi.
Sementara itu, di wilayah lainnya, penyerangan oleh pemuda tampan atau pun pasukan binatang buas terus terjadi di beberapa tempat.
Serangan yang dilakukan oleh pemuda tampan berlanjut ke wilayah barat daerah kekuasaan Keluarga Ying setelah dua bulan lebih melakukan penyerangan di wilayah utara. Tanpa peringatan apapun, dia menyerang markas militer di wilayah barat dan kemudian menghancurkannya sampai benar-benar tak ada yang tersisa.
Di wilayah selatan, pasukan binatang buas selesai menghancurkan semua tempat-tempat yang dikuasai oleh Keluarga Ying setelah melakukan penyerangan selama tiga bulan penuh. Jumlah mereka yang terlalu besar membuat perjalanan mereka dari satu tempat ke tempat yang lain agak memakan waktu yang cukup lama.
__ADS_1
Namun di tiap penyerangan, tidak ada hambatan yang bisa benar-benar menghentikan mereka. Ini karena dua binatang buas Penguasa Jiwa yang memimpin pasukan binatang buas. Pasukan binatang buas pun segera menuju ke wilayah pusat begitu selesai dengan wilayah selatan.
Akhirnya, setelah empat bulan, pemuda tampan menyelesaikan penyerangannya di semua tempat penting Keluarga Ying di wilayah barat.
Dia bergegas menuju wilayah pusat begitu selesai, dan kemudian langsung menuju ke ujung selatan dimana pasukan binatang buas berada. pemuda itu menghabiskan satu bulan lainnya dalam perjalanan itu, dan waktu enam bulan pun terlewati.
*****
Di depan dinding kabut yang begitu tinggi, sosok pemuda itu berhenti dan menatap sosok gadis bertopeng di atas punggung elang yang sedang terbang di atas bagian wilayah pusat yang tidak ditutupi oleh kabut.
Gadis bertopeng itu menatap pada pemuda yang baru datang.
"Kau terlambat!" ucap Lin Mei dengan nada jengkel.
"Hanya sedikit terlambat! Catat itu!" Weng Ying Luan mengoreksi perkataan Lin Mei.
"Sedikit terlambat pantat mu! Kau terlambat satu bulan, sialan!"
Lin Mei meraung marah dan melemparkan Api Phoenix nya pada Weng Ying Luan. Itu adalah api sebesar kepala manusia dan memiliki dua warna. Jingga terang di bagian terluar dan merah gelap di bagian luar.
Melihat api itu Weng Ying Luan langsung merinding ngeri. Pasalnya, Kehendak Pemusnahan yang ada di bagian api jingga terasa sangat kuat, jauh lebih kuat dari enam bulan lalu ketika dia dan Lin Mei terakhir kali bertemu.
Dengan cepat Weng Ying Luan menggenggam udara di hadapannya dan seketika sebuah pemukul dari Qi tercipta di tangannya.
Saat api itu mencapai lokasinya, dia langsung melepaskan pukulan keras menggunakan tongkat Qi di tangannya.
*BAM!!*
Api itu secara mengejutkan bisa dipukul dan langsung melesat ke tanah. Saat menabrak tanah, api itu langsung meledak dan menciptakan kawah selebar sepuluh meter.
Mulut Weng Ying Luan ternganga lebar melihat lubang itu. Dia langsung menoleh dan menatap Lin Mei di atas langit.
"Kau berusaha membunuhku yah?!"
__ADS_1