
Sha Shou dengan patuh menunduk kepada Weng Lou dan membuat pemuda berusia 18 tahun yang sebelumnya menyerang Weng Lou terkejut.
Dia tidak tau apa yang dilakukan oleh Weng Lou hingg membuatnya berubah seratus delapan puluh derajat seperti itu.
"Kau, apa yang kau lakukan kepadanya???" Pemuda itu bertanya dengan rasa terkejut.
Dia tidak terbiasa melihat sesuatu yang baru dan asing baginya, terlebih sesuatu yang tampak sangat berbahaya.
Weng Lou menoleh pelan dan menatap pemuda itu dari atas sampai bawah. Kekuatan yang ditunjukkan oleh pemuda itu adalah Ranah Pembersihan Jiwa tahap 5 menengah, tapi Weng Lou yakin kekuatannya ketika saling beradu pedangnya sebelumnya hampir menyamai Weng Lou.
"Aku tidak akan menjawab pertanyaan apa pun darimu, tapi setidaknya aku berterima kasih karena kau mau bekerja sama denganku. Ini, ambillah. Anggap saja hadiah karena kau sudah tidak menghalangi ku."
Weng Lou mengeluarkan sebuah pil dari dalam ruang penyimpanannya dan melemparkannya pada pemuda itu lalu segera ditangkapnya dengan mudah.
Dahi pemuda itu mengerut saat melihat pil diberikan oleh Weng Lou. Itu adalah sebuah pil penyembuh tingkat tinggi yang mampu menyembuhkan mereka yang berada di ranah Pembersihan Jiwa hingga Penyatuan Jiwa tahap 1.
Jika dijumlahkan dalam koin emas, satu pil seperti ini paling murah akan memakan sebesar 400 koin emas, dengan kualitas paling rendah. Sedangkan yang diberikan oleh Weng Lou kepada pemuda itu adalah kualitas menengah yang harganya setidaknya mencapai 600 koin emas.
"Ini....apa kau serius?" tanya pemuda itu sambil menatap Weng Lou.
Dia tidak yakin apa yang Weng Lou inginkan darinya, tapi 600 koin emas bukan lah jumlah yang sedikit, bahkan bagi orang-orang yang berada di Ranah Penyatuan Jiwa sekalipun.
Bahkan pemuda itu belum pernah melihat seseorang semuda Weng Lou memberikan sesuatu yang sangat berharga seperti pil penyembuh di tangannya tanpa berkedip sekali pun.
"Ambil saja, aku masih punya banyak. Yang paling penting, dia tadi memanggil mu dengan sebutan Tuan Muda, bukan? Apa kau memiliki hubungan dengannya?" tanya Weng Lou yang menunjuk Sha Shou yang sedang menunduk hormat kepada Weng Lou.
Pemuda itu berkedip beberapa kali sebelum kemudian berdeham pelan dan mencoba mengatur kata-kata untuk menjawab Weng Lou selama beberapa detik sebelum kemudian membuka suara.
"Ya, dia adalah bawahan ayahku. Ayahku memberinya perlindungan dengan syarat dia dan kelompoknya harus memberikan paling sedikit setengah dari hasil jarahan mereka tiap bulannya," jawab pemuda itu.
Dia memperhatikan wajah Weng Lou baik-baik, mencoba melihat apakah ada perubahan reaksi darinya. Weng Lou memiliki kekuatan yang hampir menyamainya yang mana seharusnya dapat dia tau jika Weng Lou berasal dari Wilayah Tengah.
Namun sikap dari Weng Lou dan juga wajahnya tampak sangat asing baginya.
"Ayahmu yah.....haaaa....itu sedikit rumit. Beritahu saja ayahmu, jika dia masih menaungi kelompok seperti milik orang ini, maka suatu saat di masa depan, dia akan mendapatkan kehancuran."
Mendengar perkataan Weng Lou sebelah alisnya langsung terangkat.
Dari perkataan Weng Lou sebelumnya jelas sekali bahwa Weng Lou sama sekali tidak tau siapa ayah dari pemuda ini yang mana merupakan seorang petinggi di Kerajaan Wilayah Tengah.
Perlu diketahui, di Wilayah Tengah, sama seperti Raja yang memerintah, para petingginya juga di pilih berdasarkan kekuatan dan kemampuannya.
Ayah dari pemuda yang sedang berbicara dengan Weng Lou saat ini merupakan seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5, yang jika disandingkan dengan para petinggi lainnya maka dia termasuk yang terlemah. Namun meski begitu, seorang Praktisi Beladiri yang berada di ranah Penyatuan Jiwa tahap 5 bukanlah suatu lelucon.
Sekali pandang, maka dapat dipastikan bahwa Weng Lou akan mati.
__ADS_1
Tapi kemudian, pemuda yang berbicara dengan Weng Lou tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, bukannya merasa tersinggung dengan perkataan dari Weng Lou.
"Ya ya, kau benar. Ayahku pasti akan mendapatkan kehancurannya suatu saat karena ulahnya sendiri. Terima kasih telah mengingatkan."
Pemuda itu berbalik dan kemudian melesat ke satu arah di mana terlihat sebuah kota kecil.
Tempat Weng Lou dan Sha Shou sebelumnya keluar adalah sebuah padang rumput yang sangat luas dengan sebuah batu berukuran besar menghiasi di tengah-tengah.
Batu besar ini merupakan tempat keluar mereka berdua.
Jelas sekali ini berada di luar Kota Hundan.
Weng Lou tidak tau sejauh mana dia mengejar Sha Shou hingga berakhir sampai di sini.
"Hei, ada dimana kita?" tanya Weng Lou pada Sha Shou yang masih menunduk.
"Kita sedang berada di Padang Rumput Sunyi, Tuan. Lokasi ini berada di dekat Kota Changdi, kota yang berada di bawah kekuasaan salah satu dari petinggi Kerajaan Wilayah Tengah, Xin Xi.
Pemuda yang sebelumnya adalah putranya, Xin Hao, salah satu jenius di Wilayah Tengah," jelas Sha Shou.
Weng Lou mengangguk-angguk mendengar penjelasannya.
Tanpa berkata apa-apa, Weng Lou pun berbalik dan kemudian segera kembali masuk ke dalam lorong bawah tanah.
"Ayo kembali, kita tidak boleh berlama-lama di sini."
Weng Lou dan Sha Shou pun kembali masuk dan menelusuri kembali lorong itu hingga sampai di tempat para penjaga Sha Shou sebelumnya yang sedang sekarat karena Weng Lou yang memotong bagian tubuh mereka.
"Bunuh saja mereka. Jangan buat akal sehatmu menjadi terpengaruh hanya karena masalah seperti ini. Kau mungkin bukan orang baik, tapi kau juga bukanlah orang jahat, aku tau itu dengan pasti."
Di saat mereka berdua sampai di situ, terdengar suara Ye Lao bergema di dalam kepala Weng Lou dan membuatnya tersentak.
Berkedip beberapa kali, Weng Lou pun memejamkan matanya selema beberapa saat sebelum menghela napasnya. Memandangi satu persatu para penjaga yang sedang terkapar di tanah dengan tubuh mereka yang tidak lengkap, Weng Lou kemudian mengangkat tangan kanannya dan lebih dari sepuluh pedang tercipta dan melayang di atas para penjaga itu.
"Lakukan, muridku. Jangan buat dendam mu membuatmu melemah. Dendam yang membuat hatimu gelap hanya akan membuat kelangsungan praktik mu terhambat. Berbeda jika dendam itu mampu membuatmu bisa bertambah kuat.
Tapi jika dendam itu bisa dilepaskan, maka itu jauh lebih baik bagimu. Dengan usia mu yang semuda ini, sangat tidak baik bagimu memiliki dendam yang seperti itu."
Kali ini terdengar suara Qian Yu di dalam kepala Weng Lou yang semakin meringankan beban di kepala dan hati Weng Lou.
Setelah mendengar itu Weng Lou pun tersenyum tipis, lalu dengan satu sapuan tangan, pedang-pedang Qi itu pun meluncur dan menghabisi semua penjaga yang masih hidup tanpa tersisa satu pun.
"Hancurkan tubuh mereka dengan Qi, setelah itu kembali lah ke kastil," ucap Weng Lou kepada Sha Shou yang kemudian dibalas dengan anggukan olehnya.
Weng Lou pun kembali menelusuri lorong dan tak berapa lama dia pun kembali keluar.
__ADS_1
Tapi apa yang menyambut Weng Lou kemudian ada sebuah pemandangan yang sangat mengejutkan.
Begitu dia keluar dari pintu lorong bawah tanah, dia di sambut dengan bebatuan besar yang berhamburan dan menutupi jalan.
Pada bagian kastil juga terlihat beberapa kerusakan, tapi itu hanya pada bagian belakang. Ketika Weng Lou sampai di depan kastil, mulut Weng Lou pun terbuka lebar melihat setengah dari bangunan kastil yang telah hancur lebur bagai terkena sebuah ledakan besar.
Weng Lou pun menoleh ke sana kemari mencari keberadaan dari Shan Hu tapi tidak berhasil menemukannya, sampai kemudian dari dalam kastil sosok Shan Hu berjalan dengan santai sambil menyeret sepuluh kotak kayu berukuran dua kali dua meter.
"Ah, Tuan! Anda sudah kembali!" Shan Hu melambai ke arah Weng Lou yang berdiri di bekas lapangan kastil.
"Shan....Shan Hu. Apa yang terjadi di sini? Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Weng Lou kepadanya.
Mendengar itu, Shan Hu pun mulai menceritakan semua yang terjadi kepada Weng Lou dari awal kedatangan Shou dan juga Baohan.
Weng mendengar dengan seksama sebelum kemudian hanya bisa menahan emosinya. Dia ingin sekali mengumpat, tapi kemudian dia menahannya.
Lebih dari setengah bangunan kastil ini telah hancur lebur padahal Weng Lou sudah mulai memikirkan bagaimana dia akan memanfaatkan bangunan kastil itu.
Tak berapa lama setelah Shan Hu bercerita, sosok Sha Shou pun sudah tiba dengan ekspresi wajah nya yang datar karena telah menjadi budak dari Weng Lou.
Weng Lou tidak terlalu memperhatikannya, dia lebih memilih fokus pada barang-barang yang dibawa oleh Shan Hu.
"Apa saja yang kau bawa itu?" tanya Weng Lou penasaran.
"Hm? Ah, ini semua jarahan yang bisa aku dapatkan dari tempat ini. Aku tidak tau apakah masih ada ruang tersembunyi atau apapun itu, tapi yang ku bisa temukan hanya ini," jawab Shan Hu.
Dia mengeluarkan sepuluh cincin penyimpanan dari balik bajunya dan menyerahkannya pada Weng Lou.
Tanpa berbasa-basi, Weng Lou langsung memeriksa isi cincin-cincin itu dan tertawa pelan.
Isi semua cincinnya adalah koin emas dan sumber daya latihan. Dengan masing-masing ruangan cincin penyimpanan mencapai lima meter persegi, jumlah semua koin emas yang dibawa oleh Shan Hu mencapai paling tidak lima ribu koin emas.
Sumber daya latihan yang dibawa oleh Shan Hu juga cukup banyak dan kebanyakan berupa pil, sedangkan sisanya adalah beberapa obat-obatan bubuk dan cair.
Ada pun kotak-kotak kayu yang dibawa oleh Shan Hu, Weng Lou tidak perlu diberitahu oleh Shan Hu untuk mengetahui isinya.
Berjalan ringan, Weng Lou pun membuka satu persatu kotak kayu itu. Terlihat isi dari kotak-kotak kayu itu ternyata adalah senjata, perhiasan, dan juga beberapa logam-logam berharga.
Senyum kecil Weng Lou mulai berubah menjadi senyum lebar.
Weng Lou langsung mengambil salah satu logam dari antara sepuluh kotak kayu itu. Dengan Pedang Naga Malam di tangan kanannya, dia kemudian mendekatkan logam itu pada pedangnya.
Terlihat logam yang dipegang oleh Weng Lou itu bercahaya ketika menyentuh Pedang Naga Malam. Detik berikutnya, logam itu pun tampak berubah menjadi cair dan kemudian menyatu dengan Pedang Naga Malam.
"Nah, ini baru yang aku sebut dengan rampasan perang. Tidak menduga kelompok penjahat kecil seperti mereka ini memiliki logam-logam yang cukup langka juga," ucap Qian Yu begitu logam yang diambil oleh Weng Lou telah diserap dengan sempurna oleh Pedang Naga Malam.
__ADS_1
Jarahan mereka dari kastil milik Kelompok Darah ternyata cukup banyak, pikir Weng Lou.