
Weng Lou tidak tau harus berekspresi seperti apa pada saat ini.
Dia kehabisan kata-kata untuk diucapkan saat melihat bidang tanah yang kini sedang mengisi ulang Danau Jiwa nya.
Selain Kekuatan Jiwa, beberapa asap hitam juga terlihat bergabung dengan Kekuatan Jiwa yang masuk ke dalam Danau Jiwa miliknya. Ini melebihi apa yang ingin dia buat.
Ini adalah Inti Jiwa!
Inti Jiwa adalah sumber asli Kekuatan Jiwa seseorang. Untuk Kultivator pada umumnya, Inti Jiwa berada di kepala mereka, atau lebih tepatnya ada di dalam otak mereka. Inti Jiwa terus mengisi ulang Kekuatan Jiwa seorang Kultivator dan menjadi sumber kekuatan dari Jiwa itu sendiri.
Namun Inti Jiwa tidak akan berfungsi tanpa Dantian. Keduanya merupakan dua hal terpenting bagi seorang Kultivator dan tidak bisa dipisahkan.
Saat Dantian Weng Lou diambil Zhi Juan, Inti Jiwa di dalam otaknya berhenti bekerja. Hanya ketika dia membuat jembatan penghubung dari jiwa-jiwa di Sekte Bambu Giok, Inti Jiwa bisa berfungsi kembali.
Melihat bidang tanah Dunia Asal Mula yang tidak hanya berhasil menjadi Inti Ilahi miliknya, namun juga berhasil menjadi Inti Jiwa nya yang lain, membuat Weng Lou tidak bisa berkata apa-apa.
Dengan dua Inti Jiwa, Danau Jiwa miliknya akan terisi jauh lebih cepat dari sebelumnya. Dan juga, Kekuatan Jiwa yang dihasilkan oleh bidang tanah itu membuat Kekuatan Jiwa nya kini memiliki beberapa kekuatan dari kekuatan garis darah Ras Ilahi nya. Namun untuk saat ini, Weng Lou tidak tau kemampuan apa itu.
"Dia berhasil."
Di luar, Weng Lou kehidupan ketujuh puluh tiga berbicara dengan tenang. Kedua matanya bercahaya dalam cahaya penuh harapan.
Delapan kehidupan terdahulu Weng Lou yang lainnya menatap dalam diam. Mereka senang karena kehidupan keseratus mereka berhasil, namun di sisi lain, mereka merasa sedikit aneh.
Tidak ada satupun dari mereka yang pernah membuat bidang tanah Dunia Asal Mula sebagai Inti Ilahi mereka sebelumnya. Dengan Weng Lou yang berhasil melakukannya, mereka tidak tau apakah beberapa rencana yang telah mereka buat sebelumnya harus diubah dari awal atau tidak.
"Itu tidak hanya menjadi Inti Ilahi, tapi juga menjadi Inti Jiwa. Sekarang semuanya masuk akal. Bidang tanah itu pada dasarnya memang milik kita dan kita berhak atasnya. Tapi karena usianya yang sudah terlalu tua, bidang tanah itu membutuhkan Kekuatan Jiwa dalam jumlah besar untuk membangunkannya kembali dan mengakui kehidupan keseratus sebagai pemiliknya.
Kemampuannya untuk menjadi Inti Jiwa dan Inti Ilahi pada saat yang sama, membuktikan bahwa Dunia Asal Mula merupakan dunia yang jauh, jauh lebih luar biasa dari yang diketahui oleh banyak orang. Tidak heran hanya ada peperangan di Dunia Asal Mula. Semua makhluk yang tinggal di dalamnya berusaha untuk menguasai bidang tanah terkecil sekalipun." Kehidupan pertama Weng Lou mengerutkan keningnya ketika kemudian dia tersenyum lebar.
"Pantas saja The Beginning menghancurkan Ras Ilahi dan Ras Phoenix Pemusnah. Dia bukan merasa terancam dengan kekuatan keduanya, melainkan menginginkan bidang tanah Dunia Asal Mula yang dimiliki oleh kedua ras!" Kehidupan keempat puluh tujuh berbicara dengan wajah yang tampak seperti tercerahkan.
Kedua ras, Ras Ilahi dan Ras Phoenix Pemusnah sama-sama memiliki bidang tanah dari pecahan Dimensi Asal Mula.
Tempat tinggal Ras Ilahi, yang merupakan tempat asal Weng Lou merupakan bidang tanah Dunia Asal Mula. Bidang tanah itu telah ditinggali oleh Ras Ilahi sejak Dunia Asal Mula hancur. Bisa dibilang bidang tanah itu sudah menjadi milik mereka bahkan ketika Dunia Asal Mula masih utuh.
Untuk Ras Phoenix Pemusnah, tempat tinggal mereka adalah sebuah gunung berapi raksasa yang juga merupakan bagian dari Dunia Asal Mula.
Sebenarnya yang menjadikan kedua ras ini nyaris tak terkalahkan adalah karena kepemilikan kedua bidang tanah ini. Dibutuhkan semua Absolute yang bekerja di bawah perintah The Beginning untuk memusnahkan Ras Ilahi, sedangkan untuk Ras Phoenix Pemusnah, The Beginning sendiri yang turun tangan untuk memusnahkan mereka.
Dengan dia bidang tanah itu sekarang menjadi milik The Beginning, bisa dibilang tidak ada yang bisa mengalahkannya atau membuatnya merasa takut sedikitpun. Bahkan tanpa kedua bidang tanah itu, dia masih tetap tak terkalahkan sampai sekarang.
Weng Lou yang dalam kondisi bermeditasi perlahan membuka kedua matanya.
Tatapan pada kedua matanya kini telah kembali seperti saat sebelum dia naik ke ranah Penguasaan Jiwa, hitam dan penuh dengan kegelapan tak berujung, tanpa kilauan sedikitpun.
Berkedip, tatapan penuh kegelapan itu sedikit berubah. Ada lingkaran pupil matanya yang berwarna keemasan dari Kekuatan Jiwa miliknya.
Kini pupil matanya tampak seperti kegelapan malam yang memiliki cahaya bintang yang menghiasinya.
"Bagaimana? Apa kau merasakan suatu perubahan pada dirimu?" tanya Weng Lou kehidupan pertama. Jelas dia penasaran pada saat ini. Pasalnya, tidak ada satupun dari kehidupan terdahulu yang memiliki sebuah Inti Ilahi dari bidang tanah Dunia Asal Mula.
Menatapnya, Weng Lou kehidupan sekarang diam untuk sesaat.
Dia membuka tangan kirinya dan mengeluarkan Kekuatan Jiwanya.
Kekuatan Jiwa berputar-putar di telapak tangannya. Sekilas, Kekuatan Jiwa tersebut tampak biasa saja, dan tidak memiliki perbedaan dengan Kekuatan Jiwa lainnya. Memang, di mata orang yang bukan berasal dari garis darah keturunan Ras Ilahi, Kekuatan Jiwa tersebut tidak berbeda sama sekali. Namun, di mata orang-orang yang berasal dari garis darah Ras Ilahi, terutama mereka yang sudah membangkitkan kekuatan garis darah keturunan mereka, Kekuatan Jiwa milik Weng Lou memiliki beberapa asap hitam yang menari-nari di sekitarnya, seolah itu merupakan satu kesatuan dengan Kekuatan Jiwa.
"Aku tidak merasakan ada yang aneh dengan Kekuatan Jiwa itu." Weng Lou kehidupan keenam puluh sembilan berkata dengan keheranan. Meski dia juga bisa melihat asap hitam itu, tapi rasanya Kekuatan Jiwa itu tetap sama dengan Kekuatan Jiwa milik Weng Lou sebelum bergabung dengan bidang tanah Dunia Asal Mula.
"Coba serang salah satu gunung menggunakan Kekuatan Jiwa itu, kita bisa melihat apakah kekuatan garis darah Ras Ilahi mempengaruhi Kekuatan Jiwa mu," ujar kehidupan kesembilan puluh sembilan.
Weng Lou kehidupan sekarang mengangguk. Dia dengan cepat mengendalikan Kekuatan Jiwa di tangannya dan melesatkannya pada gunung di depannya.
*Pufff......*
__ADS_1
Kekuatan Jiwa itu seperti angin yang menabrak batu. Tidak ada yang terjadi. Itulah yang dipikirkan oleh sepuluh Weng Lou dari kehidupan yang berbeda-beda.
Namun sebelum mereka mengambil kesimpulan, Kekuatan Jiwa yang sebelumnya seperti terpencar di udara kosong, tiba-tiba muncul kembali namun dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Ini mengejutkan Weng Lou karena jumlah Kekuatan Jiwa yang dia lemparkan tidaklah sebanyak itu, mungkin hanya sebesar kepalan tangannya.
Dengan cepat Kekuatan Jiwa miliknya itu mengelilingi seluruh gunung dan terhubung dengan Weng Lou. Itu benar-benar Kekuatan Jiwa miliknya! Dia bisa mengendalikannya! Dia merasakan bahwa Kekuatan Jiwa itu seperti api yang merambat dan bertambah besar.
Dia jelas kebingungan karena hal ini. Tapi sembilan kehidupan terdahulunya sepertinya berbeda. Mereka tampak terpana menyaksikan gunung yang kini dikelilingi oleh Kekuatan Jiwa Weng Lou.
"Jadi begitu! Kekuatan Jiwa mu menyerap energi negatif di dalam gunung dan menggunakannya untuk memperbesar jumlahnya. Itu sama seperti ketika kita menggunakan kekuatan garis darah Ras Ilahi, dimana kita menyerap energi negatif dan menjadikannya sebagai sumber kekuatan, seperti halnya Qi ataupun Tenaga Dalam!"
Kehidupan kelima puluh satu berseru sambil tersenyum lebar. Matanya berkilau dalam cahaya aneh. Sepertinya dia yang paling bersemangat diantara sembilan kehidupan terdahulu Weng Lou. Itu tidak mengherankan, dirinya yang menyiapkan segalanya sehingga Weng Lou kehidupan sekarang bisa membuat bidang tanah Dunia Asal Mula menjadi Inti Ilahi nya. Jelas dia mengharapkan Inti Ilahi itu memberikan keuntungan yang luar biasa pada dirinya.
Ketika dia sedang berbicara, Kekuatan Jiwa Weng Lou kini telah menyerap semua energi negatif dan menutupi seluruh gunung sepenuhnya. Kekuatan Jiwa itu mulai menjalar ke gunung lain, namun sebelum hal itu benar-benar terjadi, dia dengan cepat menarik kembali Kekuatan Jiwa miliknya itu.
Terlihat dia tidak mengalami kesulitan sedikitpun. Kekuatan Jiwa memasuki Danau Jiwa nya dan membantu mengisi ulang Danau Jiwa nya yang sedang di isi ulang setelah habis dipakai untuk membentuk Inti Ilahi.
"Bagus sekali! Hahahaha! Dengan begini membuat mu naik ke ranah Absolute dalam waktu sembilan tahun bukanlah masalah besar! Bahkan mungkin kau bisa menguasai sembilan teknik beladiri kami sebelum keluar dari tempat ini!" seru kehidupan kedelapan puluh enam.
Kehidupan keempat puluh tujuh mengangguk setuju. Dia pun berbicara, "Benar, ini luar biasa. Kita akan mencari tau lebih banyak lagi kemampuan apa saja yang kau miliki setelah memiliki Inti Ilahi. Mungkin agak lama, tapi segalanya butuh proses, selama kau terus menerus mengikuti instruksi kami, kau bisa mengalahkan Unknown God dalam waktu sembilan tahun."
Mendengar perkataan keduanya, Weng Lou kehidupan sekarang terdiam di tempatnya. Berkedip. Dia sadar bahwa meskipun dia sudah selesai membentuk Inti Ilahi miliknya, tapi waktu untuk dirinya beristirahat kini telah menghilang. Setelah ini, dia akan menjalani apa yang menjadi tujuan dibuatnya dimensi pewarisan ingatan ini oleh kehidupan pertamanya.
Pada saat-saat seperti ini, dia malah merindukan saat-saat dia masih berada di Kediaman Keluarga Utama Weng di Kota Bintang Putih. Meski hari-harinya dipenuhi dengan latihan keras, tapi kedua orang tuanya selalu menyambutnya seusia berlatih. Ibunya akan memasakkan makanan untuk disantap bersama-sama.
Dia rindu saat-saat itu. Dia ingin tau, kapan dirinya bisa merasakan saat-saat seperti itu lagi.
*****
Di sebuah gunung gersang.
*Shuuu!!!*
Sebuah bola berwarna hitam pekat terbang dalam kecepatan terbang tinggi dan mengitari gunung. Karena gerakannya yang sangat cepat, bola hitam itu tampak membentuk sebuah cincin hitam yang melingkari gunung tersebut.
Kecepatan bola itu bertambah semakin cepat seiring waktu.
Namun bukannya berterbangan ke segala arah, debu-debu itu tampak ikut berputar dalam kecepatan yang sama luar biasanya dengan bola hitam pekat. Dalam waktu yang sama dengan kehancuran gunung, debu-debu itu kini berubah warna menjadi hitam pekat.
"Pedang."
Sebuah suara terdengar.
Dengan satu kata tunggal itu. Debu-debu hitam pekat kini berhenti berputar dan langsung menjelma membentuk sebuah pedang sepanjang seratus meter berwarna hitam pekat. Bola hitam yang berputar di sekitarnya langsung menabrak pedang hitam itu.
*BAM!!!!!*
Sebuah ledakan terjadi saat bola hitam itu berubah menjadi asal hitam yang kemudian bergabung ke dalam pedang hitam raksasa.
Setelah menyatu sepenuhnya, pedang raksasa itu bergerak menebas ke depan.
*Whushhh!!!* Tebasan itu seperti merobek kegelapan.
Gunung-gunung di depan pedang hitam raksasa secara mengejutkan telah terpotong. Bagian yang terpotong melayang di udara untuk beberapa saat, sebelum kemudian meledak satu persatu.
Pedang hitam raksasa kini diam tak bergerak setelah melakukan tebasan sebelumnya.
"Bagus, kau berhasil menggunakan Bola Kehampaan, Pembentukan Kehampaan, Pedang Kehampaan, dan Peledakan Instan secara bergantian tanpa henti. Kau mengalami perkembangan yang cukup bagus." Sebuah suara terdengar dan memuji pertunjukan kekuatan sebelumnya. Sosok pria tua terlihat di samping pernah hitam raksasa.
Pria tua lainnya muncul di sampingnya, dan dia tampak mengelus janggutnya.
"Hmmm.....kau masih memerlukan waktu yang lama untuk membuat Bola Kehampaan bergerak dalam kecepatan maksimalnya. Pembentukan Kehampaan mu sudah cukup bagus, tapi tidak cukup untuk mengatakannya kuat. Pedang itu masih kurang padat. Kau masih bisa memadatkannya lebih jauh lagi dan memaksimalkan saya tahannya.
Tebasan Pedang Kehampaan mu sudah bagus. Aku bisa melihat bekas potongan dari gunung-gunung itu cukup mulus. Tapi kecepatan gerakannya juga sama kurangnya seperti halnya Bola Kehampaan mu. Maksimalkan pergerakannya. Semakin cepat, semakin bagus.
Lalu, Peledakan Instan. Aku tidak bisa memberikan penilaian. Pada dasarnya itu adalah teknik serangan lanjutan jadi tidak terlalu penting bagi dirimu sudah benar melakukannya atau tidak. Yah, jadi penilaian akhirnya adalah.......
__ADS_1
NOL BESAR!!!! AAARRGHHHHH!!!! BAJINGAN SIALAN!!!! APA-APAAN KECEPATAN BOLA KEHAMPAAN ITU, HAH?! KAU MAU MEMBIARKAN MUSUHMU KABUR ATAU APA?! SIAPA JUGA YANG HARUS MEMBUAT DEBU-DEBU ITU IKUT BERPUTAR TERLEBIH DAHULU SEBELUM MENCIPTAKAN PEDANG?!
TIDAK BISAKAH KAU LANGSUNG MEMBUAT SEMUA DEBU ITU LANGSUNG MENYERAP KEKUATAN KEHAMPAAN?! DAN PEDANG RAPUH ITU TIDAK BISA MEMBAHAYAKAN SEORANG ABSOLUTE SEDIKIT PUN! MEREKA HANYA PERLU MENJENTIKKAN JARI DAN PEDANG CACAT ITU AKAN HANCUR BERKEPING-KEPING!!!
KAU MENEBAS SEPERTI SEDANG MENEBAS TAHU! MEMANGNYA KAU INI APA?! JURU MASAK???? KAU TIDAK PERLU MEMOTONGNYA SECARA HORIZONTAL DASAR BODOH!!!"
Pria tua itu berbicara dengan baik pada awalnya, namun berubah menjadi hinaan tajam yang siapa saja yang mendengarnya mungkin akan merasa terluka. Bahkan setelah mengatakan semua itu, wajah pria tua itu tampak biasa saja, seolah semua yang dia katakan sebelumnya hanya kata-kata biasa saja.
Secara mengejutkan, tujuh sosok lain muncul di samping dia pria tua sebelumnya. Mereka mengangguk setuju pada perkataan pria tua itu.
Tidak jauh dari mereka, sosok pemuda berusia dua puluhan tahun melayang di atas langit dan menatap jengkel pada pria tua yang menghinakan sebelumnya.
"Hei, siapa yang menyuruhku untuk mencoba memakai teknik-teknik itu secara bergantian tanpa jeda sebelumnya? Aku sudah mengatakan akan mencoba melakukan yang terbaik yang aku bisa, jadi jangan salahkan aku jika hasilnya tidak memuaskan! Bagaimana kalau kau menunjukan padaku bagaimana cara melakukannya dengan benar???" Pemuda itu berkata dengan jengkel.
Pria tua yang menghinanya sebelumnya tiba-tiba mendecakkan lidahnya. Dia menjentikkan jarinya dan sebuah bola hitam muncul di atas kepalanya.
Dengan satu gerakan jarinya, bola hitam itu melesat terbang ke arah sebuah gunung. Bola itu mengitari gunung dengan kecepatan yang luar biasa. Tidak sampai lima detik, kecepatan bola itu menyamai kecepatan bola yang sebelumnya. Lalu gunung yang diputarinya pun hancur menjadi debu.
Tepat saat debu berterbangan ke segala arah, satu persatu debu mulai berubah menjadi hitam pekat. Hanya perlu waktu sekejap mata untuk semuanya berubah menjadi hitam.
*Clak.....* Jentikan jari terdengar. Debu langsung bersatu dan membentuk pedang hitam raksasa.
Namun besar pedang itu lebih kecil dibandingkan pedang besar yang lain. Waktu terbentuknya sedikit lebih cepat dibandingkan waktu terbentuknya pedang hitam yang lain.
Mengayunkan tangan kirinya, pedang hitam raksasa itu pun terayun dan memotong miring ke depan.
*HUSSH!*
Lima gunung langsung terpotong miring dan kemudian meledak hancur berkeping-keping.
"Sekarang, itu caramu melakukannya dengan benar!"
Pemuda itu mengerutkan keningnya. Dia telah dibungkam dengan paksa setelah pria tua itu memperlihatkan bahwa yang dia lakukan sebelumnya memang salah.
"Dan juga, kau sudah melakukan percobaan selama seratus kali! Seratus kali! Kau pikir itu sedikit??? Hah????!!! Sekarang cepat lakukan lagi! Dan ikuti seperti yang aku lakukan sebelumnya!" seru pria tua itu.
Weng Lou menarik napas dalam. Dia ingin melakukan pembelaan, tapi kehidupan pertamanya jelas tidak mau mengalah dalam adu kata dengannya. Dia menatap sekitarnya dan melihat gunung-gunung yang telah hancur oleh serangannya.
Menjentikkan jarinya. Gunung-gunung yang telah dihancurkan olehnya dan kehidupan pertamanya langsung tercipta dalam sekejap mata.
Tanpa membuang waktu, Weng Lou segera melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh kehidupan pertamanya.
Kini sudah sembilan tahun berlalu di dunia pewarisan ingatan dan dia telah berusia dua puluh tiga tahun lebih di dunia ini. Di dunia luar, mungkin dia baru berusia delapan belas tahun karena hanya tiga tahun yang berlaku di sana.
Setelah berhasil membentuk Inti Ilahi miliknya, dia telah berlatih di bawah arahan sembilan kehidupan terdahulunya.
Mereka mengajarkan banyak teknik beladiri yang mereka miliki dan juga melatih kemampuan bertarungnya.
Selama sembilan tahun ini, dia juga telah meningkatkan tingkat praktiknya. Sebulan yang lalu, dia berhasil naik ke ranah Absolute, dan semenjak itu dia mulai berlatih sembilan teknik beladiri milik sembilan kehidupan terdahulunya.
Bagi Weng Lou, dia tidak merasa kesulitan dalam berlatih sembilan teknik beladiri yang diajarkan padanya. Yang sulit adalah ketika dia diminta menggunakan kesembilannya dalam pertarungan nyata.
Teknik-teknik itu ternyata sangat sulit karena harus menggunakan kekuatan garis darah Ras Ilahi untuk memakainya.
*BAMMM!!!!*
Empat gunung hancur ditebas oleh pedang hitam raksasa.
Weng Lou menghela napas panjang menyaksikan hasil serangannya. Dia melakukan persis seperti yang dilakukan oleh kehidupan pertamanya. Walau kecepatannya agak sedikit kurang, tapi setidaknya caranya sudah sama.
Kehidupan pertama Weng Lou mengangguk puas melihat hasil Weng Lou kehidupan sekarang.
"Em....bagus sekali. Sekarang coba lakukan lima teknik secara bergantian tanpa henti!"
Mendengar itu, Weng Lou kehidupan sekarang ingin berseru protes. Tapi dia segera menahan diri, dia hanya akan dihina oleh dirinya sendiri jika dia melakukan hal itu. Dia tidak akan pernah menang berdebat dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Lagipula, dia akan terlihat aneh karena tidak sejalan dengan pemikiran dirinya sendiri.