Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 475. Keluarnya Baixue


__ADS_3

Apa yang dilatih secara terus menerus oleh Weng Hua semenjak dirinya berpisah dengan Weng Lou adalah berlatih menggunakan Tenaga Dalam miliknya ketika masih berada di Dasar Pondasi.


Hingga dia sudah naik ke ranah Pembersihan Jiwa sekalipun, dia mulai belajar menggunakan Qi nya jauh lebih keras dari yang lainnya.


Pemadatan Qi, pengaliran ke seluruh tubuh, dan pelapisan menggunakan Qi merupakan tiga latihan yang dia jalani.


Dari ketika latihan itu, yang paling ditekuni olehnya adalah pemadatan Qi. Weng Hua sadar bahwa dia memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih lemah dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak seusianya, oleh sebab itu dengan pemadatan Qi ini dia berharap bisa menutupi kekurangannya tersebut.


Latihan pemadatan Qi dimulai dengan berlatih sederhana seperti membuat bola Qi yang dilakukan oleh Weng Ying Luan hingga membuat pelindung dari Qi yang sering Weng Lou ciptakan.


Weng Hua terus berlatih pemadatan Qi hari ini. Bisa dibilang pemadatan Qi miliknya hanyalah satu tingkat dibawah Weng Lou yang memang jauh lebih dulu bisa menggunakan baik itu Qi ataupun Tenaga Dalam darinya.


Meski begitu hal tersebut tetap bisa diperhitungkan karena sekarang Weng Hua sanggup memotong sebuah serangan energi milik Ying She yang bahkan berhasil mengalahkan Weng Wan dengan cukup mudah, ini menunjukkan perkembangan yang cukup besar darinya.


"Hanya dengan pemadatan Qi, kau pikir bisa melukai ku? Ha, jangan bercanda, bahkan temanmu saja sampai tak sadarkan diri setelah melawanku," ucap Ying She sebagai balasan atas ucapan Weng Hua beberapa saat yang lalu.


Sosoknya kemudian turun dari udara, dan mendarat lima belas meter dari Weng Hua. Dia terlihat membuka kedua telapak tangannya, dan sebuah benang Qi pun muncul dari masing-masing kedua telapak tangannya.


Benang Qi di tangan kanannya mulai sedikit berubah warna menjadi keperakan, sementara di tangan kirinya, benang Qi mulai berubah warna sedikit menjadi kemerahan. Dia telah menggunakan perubahan unsur pada kedua benang Qi yang dia ciptakan tersebut lalu kemudian segera melesatkan nya ke arah Weng Hua.


Dua benang Qi berbeda warna itu bergerak sangat cepat ke arah Weng Hua, tapi Weng Hua tetap tenang menghadapinya.


Dia kembali mengeluarkan Qi miliknya, lalu kemudian menciptakan sebuah pelindung Qi di arah kirinya dan terlihat pelindung Qi tersebut sedikit berubah warna menjadi kebiruan.


Apa yang dilakukan oleh Weng Hua menbuat orang-orang bertanya-tanya apakah dia sudah gila atau masih waras. Mereka semua telah melihat seberapa mengerikannya kekuatan dari benang Qi perak milik Ying She, namun sekarang Weng Hua tampak tidak mempedulikannya.


Tepat ketika kedua benang itu mencapai dirinya, Weng Hua segera menarik dirinya kebawah, dan menghindari dengan tipis benang Qi berwarna perak, sementara itu benang Qi yang berwarna kemerahan langsung tertahan oleh pelindung Qi ciptaannya.


"Tck! Unsur air sialan," ucap Ying She Dnegan sedikit jengkel.


Dia pun menarik kembali dua benang Qi nya, lalu segera melesatkan nya kembali ke arah Weng Hua.

__ADS_1


Sama seperti sebelumnya, Weng Hua menciptakan pelindung Qi yang mengandung unsur air, dan kemudian menghindari seminimal mungkin benang Qi yang berwarna perak.


Akan tetapi, Ying She sudah menduga akan hal itu, dan dia pun segera mengayunkan ke bawah benang Qi peraknya yang mana membuat Weng Hua yang sedang menghindarinya dengan cara menunduk, kehilangan keseimbangannya dan terjatuh.


Pada saat yang sama, benang Qi telah bergerak dengan cepat ke arahnya dan hanya tinggal setengah meter saja akan mengenainya.


Saat itulah, dari dalam bajunya keluar cahaya terang, dan sosok seekor beruang berwarna putih bersih muncul entah dari mana, dan segera menahan benang Qi perak itu menggunakan cakar panjangnya.


"ROAAARR!!!"


Beruang putih berukuran cukup besar itu meraung ke arah Ying She dan membuat seisi arena langsung terdiam karena kemunculan sosoknya sekaligus terkejut karena raungan yang sangat nyaring tersebut.


Sosok beruang putih tersebut tidak lain adalah Baixue, sang Beruang Cakar Es yang ikut dengan kelompok Weng Lou dan yang lainnya setelah keluar dari Hutan Salju.


Semenjak bertemu dengan kelompok Weng Wan dan yang lainnya, Baixue sering keluar dari Tas Binatang Tunggangan tempat dia selalu berada.


Ketika Weng Lou berhasil mengambil alih markas Kelompok Darah di Kota Hundan, Baixue pun memilih untuk tinggal di ruang bawah tanahnya yang sangat luas.


Weng Lou tidak mempermasalahkannya sama sekali karena dia sendiri merasa bersalah karena Baixue harus terus menerus berada di dalam Tas Binatang Tunggangan yang bersama dengan Lin Mei. Setidaknya dia bisa membuat Baixue tetap merasakan dunia luar meski sebenarnya ruang bawah tanah tidak dapat dihitung sebagai dunia luar.


"Baixue?! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau keluar?!" seru Weng Hua dengan kaget.


"Diamlah, bajingan ini hampir saja membunuh mu tadi," ucap Baixue sambil mengeram marah ke Ying She.


"Aku tau, tapi dengan kau keluar seperti ini maka-"


"Aku tidak peduli, Hua. Kita ini satu kelompok, dan kelompok saling menjaga satu sama lain," potong Baixue sebelum Weng Hua bisa memberikan penjelasannya.


Di tempat duduk penonton, terdengar suara pembicaraan para penonton saat melihat sosok Baixue yang tiba-tiba ada di lapangan arena.


"Hei, itu bukannya Beruang Cakar Es?!"

__ADS_1


"Benar! Itu Beruang Cakar Es! Bagaimana bisa ada di di tempat seperti ini?"


"Lihat, beruang itu sepertinya melindungi peserta bernama Weng Hua itu, jadi sepertinya dia adalah binatang tunggangan miliknya!"


Satu demi satu penonton mulai saling berdiskusi satu sama lain dan membicarakan mengenai Baixue.


"Haaa.....sudah kuduga dia akan keluar dari tempatnya. Mustahil dia bisa tetap berada di dalam Tas Binatang Tunggangan itu sementara Hua berada dalam bahaya," ucap Weng Lou yang memijat keningnya.


"Xue..." Lin Mei tidak bisa berkata-kata melihat sosok Baixue.


Perasaannya campur ada saat ini. Di satu sisi dia senang Baixue muncul dan menyelamatkan Weng Hua, tapi di sisi lain dia khawatir dengan keluarnya Baixue, maka dia akan berada dalam bahaya besar.


Di atas atap Arena Pertandingan, Yi Chen yang sedang menyeruput teh nya tersedak sendiri melihat kemunculan Baixue yang merupakan seekor Beruang Cakar Es.


"Uhuk! Uhuk! Apa yang dilakukan anak-anak itu?! Bagaimana bisa mereka membawa salah satu Beruang Cakar Es itu bersama mereka?! Mereka benar-benar bodoh!" Yi Chen mengumpat atas apa yang dilakukan oleh Weng Lou dan yang lainnya.


Beruang Cakar Es, biasa hidup secara individu, namun tidak jarang mereka akan hidup secara berkelompok seperti yang terjadi dengan Baixue.


Mereka yang hidup secara individu biasanya akan memiliki perkembangan kekuatan yang jauh diatas para Beruang Cakar Es yang hidup secara berkelompok, tapi meski begitu para Beruang Cakar Es yang hidup bersama juga tidak bisa dianggap remeh. Meski perkembangan mereka lebih lambat dibandingkan dengan Beruang Cakar Es yang hidup sendiri, namun jumlah mereka sangat patut diperhitungkan.


Dan juga mereka sangat terkenal karena akan mengejar kemanapun salah satu anggota mereka yang dibawa pergi, entah itu ditangkap oleh para pemburu atau ikut secara sukarela seperti yang dilakukan oleh Baixue, mereka akan tetap mengejarnya sampai kemanapun.


"Jadi para murid mu yang dikabarkan sudah berani membawa salah satu Beruang Cakar Es itu? Hahahaha.....aku tidak terlalu terkejut, melihat dari sikap mereka yang sepertinya sangat bebas, membawa Beruang Cakar Es bersama mereka adalah hal yang wajar." Hou Lang berpendapat.


"Ini bukan masalah mereka hidup bebas atau tidak, bodoh! Karena ulah mereka bertiga, aku mendapatkan banyak sekali permintaan pengiriman anggota sekte untuk membantu menangani para Beruang Cakar Es yang mengamuk di sekitar perbatasan wilayah Hutan Salju.


Untunglah para beruang itu lumayan pintar dan memilih mundur saat tau tidak bisa menang melawan anggota sekte ku," jelas Yi Chen dengan kesal.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Hou Lang.


"Hm? Entahlah, paling kubunuh saja para beruang itu jika masih memaksa untuk pergi dari Hutan Salju. Aku tidak mungkin mengambil kembali Beruang Cakar Es yang bersama murid-murid ku itu," balas Yi Chen cepat.

__ADS_1


"Hahaha.... seperti yang diharapkan darimu. Kau lebih memilih cara paling mudah dibandingkan cara yang kemungkaran akan merusak hubungan mu dengan 3 muridmu."


Mereka berdua pun kembali memandang ke lapangan arena, dan mengamati apa yang akan terjadi selanjutnya.


__ADS_2