Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 391. Menggali Informasi


__ADS_3

Bukannya takut atau lainnya, lima belas orang yang ada di dalam situ justru tertawa lepas mendengar ancaman dari Weng Lou.


Srriingg.....


Shhhhsss....


Kranggg.....


Mereka mencabut senjata Meraka satu persatu dan berdiri dari tempat mereka dan menghadap kearah Weng Lou.


Salah satu pria yang berdiri paling depan, dan tampak seperti pemimpin mereka mengangkat senjatanya yang berupa pedang ke arah Weng Lou.


"Bunuh dia!!!"


"Orraaaa!!!"


"Shinzou wo sasageyo!!!!"


Lima belas orang, yang terdiri dari enam orang wanita, dan sembilan orang pria dalam kelompok itu menerjang ke arah Weng Lou meski mengetahui bahwa mereka sedang berada dalam ruangan yang sempit sekalipun.


Mendecakan lidahnya sekali, Weng Lou pun menghilangkan semua pedang yang ia bentuk sebelumnya, dan membentuk pelindung dari Qi untuk melindunginya dan Shan Hu.


TANGGG!!!!


Pedang pria yang sebelumnya, mendarat pada pelindung Qi milik Weng Lou lalu kemudian senjata lainnya ikut menghantam pada pelindungnya.


BAM!!!


TRANGG!!!!


Serangan mereka semua telah dialiri oleh Qi, sehingga ledakan-ledakan kecil terjadi begitu pertemuan antara pelindung Qi milik Weng Lou, dan senjata milik mereka.


"Cih, padahal aku hanya menggertak saja, tapi mereka langsung menyerang ku dengan serius.


Tidak ada pilihan lain, lebih baik membunuh mereka dengan cepat, sebelum ada kelompok lain yang tiba-tiba datang dan bergabung dalam pertarungan."


Weng Lou kemudian menoleh dan menatap kearah Shan Hu di sebelahnya dan memberinya tanda untuk menyerang balik mereka.


"Lakukan dengan cepat, aku akan memeriksa tempat ini. Jika ada yang menyerah atau tidak lagi ingin melawan, patahkan kedua kaki dan tangan mereka, kita tidak boleh mengambil resiko," ucap Weng Lou pada Shan Hu yang kemudian dibalas dengan anggukan olehnya.


Setelah menerima tanggapan dari Shan Hu, Weng Lou pun menghilangkan pelindung Qi yang ia ciptakan untuk melindungi keduanya.


"Lihat! Serangan kita berhasil! Dia pasti telah kehabisan Qi sehingga pelindungnya pun menghilanh!"


"Habisi keduanya!!!"

__ADS_1


Mereka salah mengerti dengan apa yang terjadi, dan Weng Lou yang melihat mereka itu hanya tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya.


Menurutnya orang-orang ini adalah sekumpulan idiot yang tidak terlalu mengerti kondisi mereka saat ini.


Melangkahkan kaki dengan ringan, Weng Lou pun bergerak lincah melewati lima belas orang yang ada di depannya tanpa kesulitan sedikitpun, meninggalkan Shan Hu dibelakangnya, yang telah mengepalkan kedua tangannya.


"Sial! Dia kabur!"


"Kejar dia, jangan sampai lolos!"


Tiga orang dalam kelompok itu segera memisahkan diri dan mengejar Weng Lou, tapi tidak ditanggapi serius olehnya. Weng Lou hanya menganggap tiga orang itu seperti angin lalu karena kekuatan mereka yang hanya di Ranah Pembersihan Jiwa tahap 3.


Weng Lou dengan santai membuka salah satu pintu dan berjalan masuk ke dalamnya. Tiga orang yang mengejarnya langsung meningkatkan kecepatan mereka dan berniat langsung melayangkan serangan pada Weng Lou yang membelakangi mereka.


"Kau jangan sombong bocah!!!"


"Kalian ini berisik sekali."


Psh!! Teh! Ssyat!


Tiga buah duri dari Qi tercipta, dan seketika menusuk tubuh tiga orang yang menyerang Weng Lou. Duri-duri itu menusuk dan menembus dada, leher, dan juga kepala mereka, yang langsung membunuh mereka seketika itu juga.


Psh....prack...


Duri itu menghilang dan tubuh ketiganya pun terjatuh ke tanah, tak bernyawa.


"Anak itu...."


"Habisi dia-!!!"


"Lawan kalian adalah aku, bajingan tengik."


BAMM!!!


Ketika perhatian semuanya tertuju pada Weng Lou, Shan Hu memulai serangannya. Orang terdekat yang ada di dekatnya dihantamnya dengan tinju biasa menggunakan tangan kanannya.


Tapi meski begitu....kekuatan tinju itu langsung meremukkan tulang-tulang lawannya.


"Hoi, Shan Hu! Jangan terlalu bersemangat!" seru Weng Lou yang sedikit terkejut melihat Shan Hu yang tanpa berpikir panjang membunuh lawannya.


Tapi setelah Weng Lou pikir-pikir lagi, itu seharusnya sudah biasa baginya karena Shan Hu dulunya adalah seorang ketua bandit, jadi dia seharusnya paham bagaimana cara mendapatkan informasi dari musuh.


Menghela napasnya, Weng Lou pun melanjutkan langkah kakinya, dan masuk ke ruangan yang sebelumnya dia berniat masuki namun ditahan oleh 3 orang sebelumnya.


Tap....

__ADS_1


Pintu ditutup, dan keheningan terjadi selama beberapa saat di ruangan dimana Shan Hu dan orang-orang dari Kelompok Darah berada saat ini.


"CK! Bunuh dia!!!"


Bam!


"Aaahhh!!"


Bdum!


"Argh!!"


Suara jeritan dapat terdengar dari ruangan tersebut hingga mencapai ruangan dimana Weng Lou berada saat ini.


Itu adalah ruangan seluas lima kali tujuh meter dengan banyak barang-barang yang disusun rapi di dalam beberapa lemari kayu yang ditempatkan pada tepi ruangan.


Menghiraukan sepenuhnya suara-suara yang berasal dari luar, Weng Lou berjalan mendekati salah satu lemari yang berisikan buku-buku yang disusun sangat rapi.


Weng Lou mengambil salah satu buku yang memiliki sampul berwarna merah dan membaca dia kalimat yang ada di situ.


'Catatan Pengeluaran'.


Itu yang tertulis pada bagian depan buku tersebut. Weng Lou membuka halaman pertama dan mulai membaca buku itu. Dia memilih menggunakan Teknik Pembersih Jiwa miliknya untuk langsung mengingat semuanya dalam sekali pandang.


Lembaran demi lembaran dibukanya hingga satu menit kemudian Weng Lou menutup kembali buku itu dan meletakkannya kembali, lalu mengambil buku lainnya.


Lima menit berlalu, setengah dari buku yang ada di lemari itu telah habis dibaca oleh Weng Lou, namun dia belum menemukan satu pun informasi yang berkaitan dengan Weng Fang Di.


Clak.....


Ketika Weng Lou menempatkan buku yang baru saja selesai dia baca, pintu masuk ruangan tempat Weng Lou berada terbuka dan memperlihatkan sosok Shan Hu dari baliknya.


"Apa ada yang menyerah?" tanya Weng Lou yang mengambil buku lainnya dan langsung dibacanya.


"Tiga orang, yang lainnya tidak sanggup menahan satu pukulan ku dan langsung mati. Tiga orang yang menyerah ini belum sempat menerima pukulan dariku jadi masih hidup," ucap Shan Hu dengan santai.


Menghela napasnya, Weng Lou kemudian menyuruh tiga orang yang dimaksud oleh Shan Hu untuk dibawa masuk ke ruangan itu dan segera dilaksanakan oleh Shan Hu.


Beberapa saat kemudian, sosok tiga orang yang terdiri dari tiga orang wanita berusia sekitar akhir dua puluhan diangkat masuk oleh Shan Hu ke ruangan tersebut.


Sebelah alis Weng Lou terangkat begitu melihat kondisi ketiganya yang berada dalam kondisi menyedihkan, dimana kedua kaki dan tangannya telah dipatahkan oleh Shan Hu sebelumnya. Bukannya dia merasa bersalah, hanya saja dia tidak menyangka Shan Hu benar-benar melakukan hal yang dia perintahkan padanya.


"Baiklah kalian bertiga, aku akan beri waktu lima menit untuk memberitahukan semua informasi yang kalian ketahui tentang kelompok kalian ini, dan juga alasan kenapa pria tua yang sebelumnya kalian hajar hingga hampir tewas." Weng Lou berbicara dengan suara dingin kepada ketiganya dan membuat mereka bertiga mengangguk kencang.


Meski mereka bertiga saat ini sedang sangat kesakitan karena tulang mereka yang patah, tapi rasa takut akan kematian membuat ketiganya bisa tetap sadar dan mengerti ucapan Weng Lou.

__ADS_1


Ketiganya secara bergantian menceritakan apa yang mereka ketahui kepada Weng Lou, sementara Weng Lou mendengarkan mereka sambil terus membaca satu persatu apa buku yang ada di lemari di dekatnya.


__ADS_2