
Tubuh Weng Lou terdorong mundur karena terkena serangan energi berupa dua tebasan unsur dari Yang Zhengyi.
Dirinya terjatuh dari pedang tiruan Pedang Naga Malam dan nyaris jatuh ke air. Untungnya Weng Lou segera mengendalikan pedang itu agar tiba di bawah kakinya kembali dan dia tidak jadi jatuh ke air.
Mata Weng Lou menatap jubah yang dia kenakan. Pada Senjata Spiritual tingkat 2 itu terdapat dua buah bekas serangan tebasan yang dilancarkan Yang Zhengyi sebelumnya. Jubah Weng Lou melindunginya dari serangan itu, namun sepertinya jubah itu tidak bisa menahan serangan yang lebih kuat dari dua tebasan yang dia terima.
"Serangan yang mampu membuat bekas pada Senjata Spiritual tingkat 2. Kau memang kuat, aku mengakui mu. Namun bagaimana dengan kemampuan mu yang lain? Jangan bilang kau hanya pandai memakai pedang kembar mu yang terlihat cukup bagus itu?"
"Hm! Setidaknya aku tidak bergantung pada sesuatu untuk mempertahankan nyawaku layaknya pengecut!" cibir Yang Zhengyi yang mengomentari jubah milik Weng Lou.
Jika tidak ada jubah itu, Yang Zhengyi yakin Weng Lou pasti akan mati. Namun apakah itu memang benar? Weng Lou memiliki otot dan tulang yang menyamai seekor binatang buas dengan tingkat kekuatan yang sama. Bahkan ketika dia berada di dalam lahar panas, hanya kulit bagian luarnya saja yang meleleh sementara otot-ototnya tetap utuh seperti logam yang tidak akan terpengaruh oleh suhu panas apapun.
Namun tetap saja, serangan tadi itu akan cukup membuat Weng Lou terluka parah dalam waktu beberapa detik sebelum kemudian luka itu akan sembuh dengan sendirinya karena regenerasi mengerikan milik Weng Lou.
"Pengecut? Bhahahaha!!!! Cobalah bercermin, bodoh. Kau pikir siapa yang pengecut di sini? Aku bertarung seorang diri melawan kalian semua secara bersamaan. Jika ada yang layak disebut pengecut, maka itu adalah kalian!"
Ucapan Weng Lou itu sukses menyulut emosi semua prajurit Keluarga Yang yang masih tersisa. Bahkan Yang Zhengyi juga tampaknya ikut terpancing oleh kata-kata Weng Lou.
Hilang sudah sosoknya yang tenang dan berwibawa. Matanya tampak dingin dan napsu membunuh dikeluarkannya. Dia mengangkat tangan kanannya dan kemudian mengeluarkan perintahnya.
"Mundur kalian semua, biar aku sendiri yang melawannya," ucapnya sambil maju ke depan para prajuritnya.
Semua prajurit Keluarga Yang tampak terkejut dengan keputusan Tuan Muda mereka ini. Yang harus diprioritaskan adalah membunuh orang yang melanggar hukum, yaitu Weng Lou. Namun Keluarga Yang terkenal akan harga dirinya yang tinggi, mereka tidak akan bisa menjalankan tugas menegakkan keadilan tanpa adanya harga diri yang selalu mereka bawa. Harga diri dari Keluarga Yang adalah keadilan itu sendiri, meski itu artinya kematian, mereka harus menegakkan nya.
Yang Zhengyi dan para prajurit yang dia bawa bertarung dengan Weng Lou, itu jelas tidaklah adil. Maka dia akan melawan Weng Lou satu lawan satu untuk tetap mempertahankan harga dirinya sendiri.
"Jangan coba ikut campur. Sampai ada salah satu dari kami yang jatuh ke laut, kalian tidak boleh bergerak, apa kalian mengerti?"
Para prajurit itu menelan ludah dan dengan enggan menyanggupi perkataan Yang Zhengyi. Pemuda itu pun terbang tepat ke depan Weng Lou, keduanya hanya terpisah beberapa meter saja satu sama lain.
Weng Lou bisa merasakan bahwa Yang Zhengyi sudah tidak akan bermain-main lagi dan mengerahkan semua yang dia punya untuk menghadapi Weng Lou. Yang Zhengyi menggenggam erat kedua pedangnya. Qi dalam jumlah besar mulai dialirkan pada kedua pedangnya itu, begitu juga dengan Kekuatan Jiwa miliknya.
"Atas nama keadilan, aku Yang Zhengyi akan membunuh mu!"
Tepat setelah dia mengatakan hal itu, sosoknya menghilang dari pandangan Weng Lou dan detik berikutnya telah muncul di belakangnya dengan kedua pedangnya terayun ke leher pemuda itu.
Weng Lou bisa merasakan sensasi dingin di lehernya. Dia tidak perlu menoleh untuk tau bahwa hidupnya dalam bahaya. Dalam sekejap mata, dirinya menunduk menghindari serangan itu. Yang Zhengyi mendecakkan lidah, dia terkejut Weng Lou mampu menghindari serangan itu.
Namun serangannya tidak hanya itu saja. Tangan kirinya yang memegang pedang biru terayun ke laut, dan secara mengejutkan air dalam jumlah yang besar terangkat dan membentuk pilar air, yang dengan telak menabrak tubuh Weng Lou hingga membuatnya terpental tinggi.
"Ugh!! Jadi laut adalah teritori alaminya, huh? Ini akan merepotkan," ucap Weng Lou dengan kesal.
"Hati-hati, ada sesuatu yang salah dengan pemuda itu." Dari samping Weng Lou, sosok Samsara muncul dan menatap ke arah Yang Zhengyi. Dia seperti sedang melihat sesuatu dia tas tubuhnya yang tidak bisa Weng Lou lihat sama sekali.
__ADS_1
"Apa yang kau coba katakan? Apa ada yang aneh dengan pemuda tampan itu?" tanya Weng Lou yang penasaran.
"Ya, aku melihat roda takdir dan karmanya sangat berantakan dan benar-benar kacau, seolah-olah hidupnya bukan lah miliknya seorang melainkan milik orang lain juga," jelasnya.
Weng Lou mengerutkan keningnya, dia kebingungan dengan penjelasan Samsara. Bagaimana bisa kehidupan seseorang dimiliki oleh orang lain juga pada saat yang sama? Namun seketika dia teringat akan cerita seseorang yang pernah dia dengar.
Qian Yu, dia adalah salah satu contoh orang yang tidak memiliki hidupnya sendiri melainkan dimiliki oleh orang lain, yaitu Zhi Juan. Tapi hidup Qian Yu sepenuhnya adalah milik Zhi Juan, yang berarti berbeda dengan Yang Zhengyi. Tapi ada satu contoh lain yang dia tau mirip seperti kondisi ini.
"Kitab Surgawi. Kakek Saudari Ning pernah menceritakan padaku, bahwa pemilik salinan Kitab tersebut pada dasarnya berbagi kehidupan dengan kitabnya agar bisa berkembang bersama-sama. Orang yang memiliki salinan Kitab Surgawi harus berlatih dua kali lebih keras dari orang lain agar kekuatannya dan kitab yang dia miliki sama-sama bisa berkembang."
"Terlepas dari peraturan yang harus dia patuhi pada kitab itu, namun nyatanya salinan Kitab Surgawi lebih banyak memberikan manfaat ketimbang kekurangan dari peraturannya. Jika Yang Zhengyi ini memang memiliki salinan Kitab Surgawi, aku tidak akan heran jika yang dia miliki itu adalah salinan dari Kitab Keadilan."
Satu-satunya kitab yang cocok dengan sifat Yang Zhengyi yang selalu menempatkan keadilan di nomor satu dalam kehidupannya adalah Kitab Keadilan. Kitab yang terkenal paling tidak masuk akal oleh sebagian besar pemilik salinan Kitab Surgawi.
Di catatan lama Sekte Langit Utara, pernah ada seorang Tetua Sekte yang memiliki salinan kitab ini, dan dia menceritakan betapa tertekannya dirinya hanya untuk mempertahankan kepemilikan kitab tersebut. Dia harus terus-menerus melakukan patroli dan menghukum para penjahat yang melanggar peraturan sekte agar Kitab Keadilan itu tidak mengganggunya.
Sampai kemudian suatu ketika, dia tidak sengaja membunuh seorang mata-mata di dalam Sekte Langit Utara dan salinan Kitab Keadilan malah mendukungnya dan menyuruhnya untuk pergi mengambil misi memberantas para penjahat di luar sekte.
Dia mengikuti saran kitab itu, dan pada akhirnya dia malah terjerumus dalam masalah lainnya. Dirinya malah harus menderita penyakit mental yang serius. Ketika dia melihat seseorang yang berbuat salah di matanya, dia tidak akan segan membunuh orang itu dan Kitab Keadilan hanya akan menyemangati nya seperti seorang psikopat gila.
Di dekat akhir hidupnya, dia memutuskan untuk melanggar perintah yang ada di Kitab Keadilan, yaitu berbuat hal yang tidak adil, dengan cara membantai suatu desa kecil yang terisolasi dari dunia luar di dalam hutan.
Kitab itu pun akhirnya melepaskannya dan dia kembali ke dalam Sekte Langit Utara setelahnya. Dalam hari-hari terakhirnya, tetua itu memilih mengasingkan diri dengan cara mengurung dirinya di sebuah bangunan kecil di sudut sekte yang jauh dan terpencil.
Semua ingatan itu menyiksa dirinya hingga akhir.
"Harusnya Yang Zhengyi ini baru beberapa tahun memiliki salinan Kitab Keadilan ini. Dia masih cukup waras di mata ku. Hanya saja darah Keluarga Yang membuat dia tampak tambah tidak normal di mata orang lain," gumam Weng Lou.
*HUSHHH!!!*
Yang Zhengyi sekali lagi melesat menyerang Weng Lou. Kali ini pedang di tangan kanannya yang bersinar terang. Dia mengangkatnya tinggi ke atas sebelum kemudian mengayunkan ke ke depan, ke arah Weng Lou.
Alis Weng Lou terangkat, dia melihat cahaya terang dari atasnya. Dia pun menoleh dan melihat sebuah bola api raksasa yang kini bergerak turun bagai bintang jatuh ke arahnya.
"Oi oi oi....aku ini memang tahan panas, tapi sebuah meteor jelas sesuatu yang berbeda," ucap Weng Lou yang hendak menghancurkan meteor itu, namun Yang Zhengyi segera menghalanginya dan berusaha menyibukkannya.
"Hei! Kau sudah gila ya?! Meteor itu akan menghantam mu juga, dasar bodoh!!" Weng Lou mengumpat kesal.
Kakinya menendang pedang yang mengarah ke tubuhnya, dan dia segera berputar di tubuh Yang Zhengyi seperti seekor kucing. Tangannya memegang baju pemuda itu, lalu melemparkannya ke laut dengan keras.
Yang Zhengyi tidak bisa melawan sama sekali ketika dirinya harus dihempaskan ke laut. Dia merasakan nyeri pada punggungnya karena tabrakan keras dengan air laut.
Pada saat yang sama, Weng Lou sudah mengalihkan pandangannya pada meteor yang terarah padanya. Dia menarik napas dalam, dan mengambil ancang-ancang. Dalam satu gerakan, dia melompat dengan sangat cepat mengenakan tiruan Pedang Naga Malam sebagai pijakannya.
__ADS_1
Pedang itu langsung hancur berkeping-keping karena menahan daya dorong Weng Lou. Sosok Weng Lou tiba di depan meteor tersebut. Otot-otot kakinya mengencang ketika kemudian dia melakukan gerakan berputar yang sangat cepat dan melepaskan sebuah tendangan yang sangat keras.
"Tendangan Kuda Hitam, Versi Original, Amukan Badai!!"
*BRUCK!!!!! KRACK.....PRAKKKK!!!* Meteor itu hancur berkeping-keping dan jatuh ke laut. Suara air yang mendidih karena terkena meteor panas itu membuat uap-uap panas naik dan pelangi tercipta dari cipratan air yang disebabkan oleh pecahan meteor yang jatuh ke laut.
Weng Lou menghela napasnya. Dia segera mengeluarkan sebuah tiruan Pedang Naga Malam yang lain dari Kalung Spasial nya dan berdiri di atasnya. Melakukan putaran yang begitu cepat sedikit membuat kepalanya pusing, namun dengan cepat dia pulih kembali karena menggunakan Teknik Pembersih Jiwa.
Ketika dia berusaha menarik napas, dari dalam laut, sosok Yang Zhengyi keluar seperti seekor monster haus darah dan bergerak ke arah Weng Lou.
Pedang kembar di tangannya kini bersama-sama mengeluarkan cahaya terang, jauh lebih terang dari ketika Weng Lou menerima dua tebasan yang sebelumnya. Perubahan juga terjadi pada diri Yang Zhengyi, ada yang aneh pada tubuhnya.
Dua buah tanduk muncul di kepalanya, dan kedua lengannya kini telah tertutup oleh sisik-sisik hitam mengkilap dan terkesan indah.
Napasnya mengeluarkan uap panas dan matanya tampak seperti seekor reptil.
"Bajingan, jadi dia juga memiliki Kekuatan Garis Darah Keturunan?! Dan itu sepertinya hanya aktif ketika dia ingin mengaktifkan nya, sama seperti garis darah Ras Ilahi ku!" Weng Lou mengumpat kesal. Tidak hanya memiliki salinan Kitab Keadilan, pemuda di depannya ini ternyata seorang pemilik Garis Darah Keturunan yang sangat langka.
Tangan Weng Lou kini memegang dua pedang kembarnya, dan sosok Samsara muncul di sampingnya sambil memperlihat kedua matanya yang bercahaya terang. Sepertinya Weng Lou hendak memakai kekuatan pedang itu, namun sebelum dia bisa melancarkan serangannya, kedua mata Samsara kini kembali normal dan dia menoleh ke satu arah, dimana sebuah kapal yang ukurannya berkali-kali lebih besar dari Kapal Bajak Laut Karang Hitam sedang bergerak ke tempat mereka.
Para bajak laut yang menonton dari kejauhan segera kabur melarikan diri ketika melihat kapal besar itu. Pada kapal itu, bendara singa emas yang sama dengan kapal Yang Zhengyi berkibar dengan indah karena tiupan angin dan Weng Lou menelan ludahnya.
"Sial, itu salah satu Kapal Inti milik Keluarga Yang! Kenapa mereka bisa sampai di sini?! Atau jangan-jangan...."
Weng Lou mulai paham, posisi Yang Zhengyi pastilah sangat penting di Keluarga Klan Besar Yang hingga salah satu dari Kapal Inti milik mereka bergerak ke Kepulauan Doulou yang biasanya tidak akan mau didatangi oleh kelompok manapun karena para bajak laut yang berkeliaran di sekitarnya.
"Cih, kau selamat kali ini, tapi ketika kita bertemu lagi, mungkin itu adalah pertarungan terakhir kita," kata Weng Lou dengan jengkel.
Dia memasukkan kembali pedang kembarnya dan kemudian menarik kembali semua Kekuatan Jiwa nya. Kekuatan Jiwa nya melapisi kedua tangannya, dan dia pun bergerak menangkap kedua pedang milik Yang Zhengyi.
Pemuda itu menatap dengan mata reptilnya, dan cahaya kemerahan keluar dari dalam mulutnya. Mata Weng Lou bisa melihat kobaran api di dalam mulut pemuda itu. Sebelum dia bisa melepaskan serangannya, dengan cepat Weng Lou menutup mulutnya, dan dia memukul keras perut pemuda itu hingga membuat napasnya menjadi sesak sebelum akhirnya melemparkan nya kembali ke laut.
Dia tidak mati, hanya kehilangan kesadarannya saja. Sementara itu, Weng Lou sudah terbang kembali ke atas kapal uapnya dan dengan cepat masuk ke ruangan kendali.
Dia menyuruh Li menyingkir dan segera mengambil alih kapal. Dalam satu perintahnya, dia memasukkan bahan bakar penuh ke dalam tungku pembakaran dan kapal mereka pun bergerak dalam kecepatan penuh meninggalkan tempat itu. Di belakang mereka, Kapal Inti Keluarga Yang telah sampai dan sepertinya tidak berniat mengejar kapal mereka.
Seorang pria tua bergerak turun dari kapal, dan dirinya pun masuk ke dalam laut. Pelindung transparan melindunginya dari air agar tubuhnya tidak basah sedikitpun. Beberapa saat kemudian, dia kembali naik sambil membawa tubuh tak sadarkan diri Yang Zhengyi dan membawanya naik ke atas Kapal Inti yang datang bersama pria itu.
"Kirimkan pesan! Jaga seluruh wilayah perairan kita dengan pertahanan maksimal. Aku mau orang yang telah membuat keponakan ku menjadi seperti ini segera ditangkap!" seru pria itu pada seorang prajurit di sampingnya.
Prajurit itu mengangguk cepat, lalu pergi mengambil Giok Pengirim Pesan. Seluruh kapal milik Keluarga Yang di wilayah perairan itu pun segera mendapatkan pesan itu. Mereka dengan cepat bergerak mencari kapal Weng Lou sementara di Kapal Inti, pria yang menyelamatkan Yang Zhengyi menatap ke arah perginya kapal kelompok Weng Lou dengan mata haus darah.
"Sebaiknya kau berhati-hati, karena jika aku menemukanmu, nasib yang akan kau terima lebih buruk dari kematian!"
__ADS_1