Menuju Keabadian

Menuju Keabadian
Ch 437. Penangkapan (I)


__ADS_3

Sosok Gouwang Zie bangkit berdiri dan kemudian secara mendadak, dirinya menghilang dari tempatnya.


Sepersekian detik kemudian, Bunga Ekor Phoenix yang ada di dalam kotak kaca menghilang. Orang-orang yang ada di dalam bangunan pelelangan pun menjadi kaget bukan main karena menghilang nya bunga tersebut.


Pria tua yang memimpin pelelangan itu tampak panik, dan buru-buru memanggil para penjaga yang berjaga di luar ruangan tersebut. Tak lama lebih dari 10 orang bersenjata lengkap berjalan masuk ke dalam ruangan pelelangan tersebut.


"Bunga Ekor Phoenix telah dicuri!! Cepat cari pencurinya!!! Pemimpin akan marah besar jika sampai mendengar hal ini terjadi di Rumah Pelelangan kita!!!" seru pria tua itu pada 10 orang tersebut yang tidak lain adalah para penjaga yang bekerja di tempat itu.


"Baik!!" jawab mereka semua dengan cepat.


Mereka tau dengan benar apa yang akan terjadi jika informasi mengenai pencurian ini sampai didengar oleh pemimpin mereka yang merupakan pemilik dari Rumah Pelelangan di pasar gelap bawah tanah Kota Hundan.


Kematian mereka sudah sangat jelas jika mereka tidak berhasil menangkap pelaku pencurian Bunga Ekor Phoenix tersebut. Jadi dengan cepat mereka berpencar ke segala penjuru bangunan pelelangan untuk mencari pelaku pencurian itu.


"Pencuri sialan!!! Ku jamin kau tak akan bisa kabur dari pasar gelap ini dengan selamat!!!!" Raungan pria tua itu menggema di seluruh ruangan pelelangan.


Orang-orang bertudung lainnya yang masih ada di ruangan tersebut pun saling pandang satu sama lain. Tujuan mereka mengikuti pelelangan ini adalah karena informasi mengenai keberadaan dari Bunga Ekor Phoenix tersebut, jika mereka pulang tanpa membawa bunga itu, maka kedatangan mereka akan sia-sia saja.


"Kalian cepat berpencar!! Cepat cari pencuri itu, jangan sampai dia lolos!!! Ketua akan marah besar jika kita tidka membawakannya bunga tersebut!!!"


"Ayo! Kita cari orang itu!! Jika kita menemukannya maka kita tidak perlu lagi membuang belasan ribu koin emas untuk bunga itu!!"


"Cepat pergi kalian sialan!! Bawakan aku bunga itu, cepat!!! Jangan bermalas-malasan!!!"


Satu demi satu orang-orang bertudung itu pun mulai bergerak untuk ikut mencari orang yang telah mencuri Bunga Ekor Phoenix. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka semua karena bisa mendapatkan Bunga Ekor Phoenix seharga belasan ribu koin emas dengan gratis.


Tentunya hanya orang pertama yang menemukan pencuri itu yang akan mendapatkan bunga tersebut. Oleh sebab itu mereka harus bergerak cepat, agar tidak didahului oleh orang lain.


Pria tua yang memimpin pelelangan terlihat berkeringat dingin menyaksikan orang-orang bertudung itu mulai ikut mencari sang pencuri Bunga Ekor Phoenix. Dua hal yang dia takutkan telah benar-benar terjadi saat ini.

__ADS_1


Yang pertama Bunga Ekor Phoenix telah berhasil dicuri oleh seseorang yang bahkan tidak ada yang melihatnya, dan yang kedua adalah para tamunya yang mengikuti pelelangan sebelumnya telah bergerak untuk mencari pencuri itu.


Jika mereka mendapatkan pencuri itu dan mengambil Bunga Ekor Phoenix yang telah dicuri, maka dia tidak bisa apa-apa jika merkea langsung mengklaim sebagai pemilik bunga tersebut karena asal dari Bunga Ekor Phoenix itu juga dari aksi pencurian di Malam Kaisar Pertama Wilayah Utara. Namun meski begitu, dia tidak boleh membiarkan hal ini begitu saja, atau jika tidak pemimpin mereka akan semakin marah nantinya, dan dia pasti akan dihukum mati olehnya.


"Cih! Para bajingan sialan itu, aku benar-benar dipaksa untuk memberitahu orang itu sepertinya!"


Bergerak keluar dari ruangan pelelangan, pria tua itu kemudian berjalan cepat ke salah satu ruangan yang terletak tidak jauh dimana pelelangan dilaksanakan sebelumnya. Dia dengan cepat membuka pintu ruangan itu, dan masuk ke dalamnya.


Terlihat sebuah ruangan kerja minimalis yang dipenuhi dengan tumpukan kertas dimana-mana. Pada bagian sudut ruangan, terdapat sebuah pintu lainnya, yang kemudian pria tua itu berjalan ke arahnya. Membuka pintu itu, terlihat tangga menuju ke bawah tanah lagi.


Tanpa ragu dia pun menuruni tangga itu, dan sampai di sebuah ruangan seperti kamar dimana terlihat seorang pria yang terlihat berumur empat puluhan sedang duduk di atas tempat tidur dan membaca sebuah gulungan kertas di tangannya.


"Hm? Ada apa? Kenapa kau ke sini?" Pria yang sedang membaca gulungan kertas itu mengangkat kepalanya dan menatap pria tua itu yang saat ini sekujur tubuhnya dibasahi eh keringat dingin.


"Bu-Bunga Ekor Phoenix...."


"Kenapa? Ada apa dengan Bunga Ekor Phoenix nya? Apakah sudah ada yang membelinya? Berapa banyak tawarannya?" tanya pria itu.


Dalam sekejap, kedua mata pria itu terbuka lebar, dan dia pun langsung bangkit berdiri dari atas tempat tidurnya.


Dia melangkah mendekati pria tua itu dan kemudian mencekik lehernya, lalu mengangkat tubuhnya tinggi ke atas.


"Apa maksudmu?!?! Bunga Ekor Phoenix telah dicuri?! Jangan bercanda!!! Aku mempertaruhkan hidupku untuk bisa mendapatkannya, bajingan!!!"


Bam-KRACK!!!


Pria itu memukul dinding di belakang pria tua itu hingga membuatnya retak dan nyaris runtuh seketika. Pria tua itu menelan ludahnya dan mencoba mengatur napasnya.


"Te-Tenanglah...aku tau bunga itu sangat berharga, oleh sebab itu aku telah meminta semua penjaga untuk mengejar pelakunya..."

__ADS_1


"Tenang?! Kau pikir aku ini bodoh?! Jika Bunga Ekor Phoenix itu telah dicuri, berarti pelakunya sangat yakin bisa kabur dari pasar gelap ini!!!"


Dengan jengkel pria itu pun pergi menaiki tangga, dan sampai di ruangan yang sebelumnya pria tua itu masuki. Dia berjalan keluar dari ruangan tersebut, dan lanjut berjalan hingga sampai di ruangan tempat pelelangan sebelumnya dilaksanakan.


Pria itu menatap sekelilingnya, tatapannya berhenti pada kotak kaca yang dipakai untuk menyimpan Bunga Ekor Phoenix beberapa saat yang. Melangkahkan kakinya, dia pun mendekati kotak kaca tersebut dan memperhatikan tiap sisinya.


Setelah satu menit memeriksa, dia tidak menemukan sedikitpun kerusakan pada kotak kaca itu.


"Hmmm...tidak ada tanda-tanda kerusakan apapun pada kotak kaca ini, hampir sama seperti kasus pencurian yang pernah terjadi beberapa bulan lalu di pasar gelap Wilayah Utara. Jangan bilang bajingan itu pelakunya." Pria itu sibuk bergumam seorang diri.


Di atas atap bangunan pelelangan, sosok Gouwang Zie muncul tanpa penutup kepalanya dan menampilkan sosoknya yang merupakan seorang pria muda yang tampak berusia sekitar akhir dua puluhan tahun. Tapi sudah jelas umur dia yang sebenarnya jauh lebih tua dari itu.


Senyum tipis terbentuk pada sudut bibirnya saat menatap Bunga Ekor Phoenix di tangan kanannya yang mengeluarkan hawa panas darinya.


"Hehe, orang-orang bodoh. Kalian tidak akan pernah bisa menangkap ku, entah itu besok atau sampai kapan pun. Aku adalah Raja Pencuri, Gouwang Zie. Barang apapun yang aku inginkan akan menjadi milikku, tidak ada yang bisa menghentikan ku," ucap Gouwang Zie sebelum kemudian memasukkan Bunga Ekor Phoenix ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


"Aku setuju, mereka memang bodoh. Bisa-bisanya membiarkan mu mencuri dan melarikan diri dari tempat itu tanpa ada yang menyadarinya sama sekali."


Dari samping Gouwang Zie sosok Pang Baicha berbicara pelan tepat di dekat telinganya.


Gouwang Zie seketika itu juga terkejut bukan main, dan langsung melompat menjauhi Pang Baicha yang ternyata bersama dengan Jian Qiang, serta wanita yang menjadi pemimpin anggota Kelompok Ular Pencuri yang menyerang mereka di penginapan.


Pang Baicha memasang senyum lebarnya melihat sosok Gouwang Zie, sementara Jian Qiang hanya menatap dia dengan tatapan datarnya yang biasa.


"Bos!! Maafkan aku bos!!! Bawahanku yang memberitahukan lokasi mu ada di sini!" Wanita yang bersama dengan Pang Baicha dan Jian Qiang berseru sambil berusaha melepaskan dirinya dari tali Qi milik Pang Baicha namun usahanya tidak menghasilkan apapun.


Gouwang Zie mengerutkan dahinya saat melihat wanita yang merupakan anggota kelompoknya itu berada bersama dengan Pang Baicha dan Jian Qiang.


Dia sudah mendapat informasi bahwa mereka ada di sini, namun tidak menduga bahwa baru saja keluar dari bangunan pelelangan, tapi dia sudah harus langsung berhadapan dengan mereka.

__ADS_1


Jujur saja, dari aura yang dia rasakan yang berasal dari tubuh Jian Qiang, Gouwang Zie sudah bisa melihat bahwa mustahil melarikan diri dari tempat ini sekarang.


__ADS_2