My Cruel Husband

My Cruel Husband
Tidak bisa tidur bersama Daddy?


__ADS_3

Walaupun fasilitas dan kelengkapan di sana tidak ada apa-apanya dengan mansion atau rumah keluarga mereka.


Tetapi Senata sangat memberikan kasih sayang untuk mereka. Hingga si bungsu yang awalnya kurang nyaman tinggal di sana, kini malah terlihat berat meninggalkan neneknya.


"Tidak, Cucuku. Grandma akan tetap tinggal di sini,"


"Grandma nanti tidak ada teman,"


Senata bisa melihat raut merajuk Andrean yang sangat jarang di tunjukkannya selama ini.


"Sebelum kalian datang, Grandma juga tidak ada teman,"


Senyum hangatnya terbit. Berusaha menenangkan kedua cucunya yang kini sangat dekat dengannya. Kedekatan mereka tiba-tiba saja terjalin sangat erat setelah mereka balita dan tinggal bersama.


"Rumah itu milik kalian, Sayang. Kalian hanya tinggal bersama Mommy. Jadilah anak yang baik,"


Adrian mengerinyit sebentar sebelum menatap Lovi yang tengah meneguk air minumnya.


Ia menyentuh lengan Lovi setelah perempuan itu selesai dengan kegiatannya.

__ADS_1


"Mommy, kita hanya tinggal bertiga? Kenapa tidak ada Daddy? Kasihan Daddy kalau tinggal sendiri,"


Lovi mengusap puncak kepala anaknya. Ia tahu cepat atau lambat kedua anaknya pasti akan merasa heran. Sebelumnya Lovi masih bisa untuk menyembunyikan prahara rumah tangganya dari Andrean dan Adrian.


Tapi sekarang mereka telah beranjak menjadi anak yang sedikit lebih peka dengan sekelilingnya. Mereka sudah mulai bertanya mengenai hal-hal yang sekiranya mengganggu pikiran mereka.


Mereka pun tidak selamanya menjadi anak kecil. Ada waktu dimana keduanya memahami perpisahan orangtua mereka. Tidak selamanya Andrean dan Adrian bisa di kendalikan agar tidak mengetahui semuanya.


Oleh sebab itu, pagi ini Lovi akan menjelaskannya dari hal yang paling dasar. Ia tidak akan berbicara mengenai perpisahan. Karena Ia rasa pola pikir Andrean dan juga Adrian belum terlalu mumpuni untuk mengerti apa itu 'perceraian'.


"Kita tidak akan tinggal bersama Daddy lagi,"


"Sampai kapan?" Adrian langsung menyela ucapan sang Ibu.


Kedua anak itu langsung membulatkan matanya. Dan Lovi hancur ketika Ia mendapatkan raut kesedihan di balik wajah menggemaskan kedua anaknya itu.


"Mommy pernah mengatakan kalau kita akan kembali tinggal bersama,"


Lovi tersenyum lirih. Itu dulu, sebelum 'perpisahan' belum menjadi pilihannya. Saat Ia masih menantikan perubahan Devan.

__ADS_1


"Sekarang dan selamanya kita tidak akan pernah tinggal bersama Daddy lagi, Adrian. Tapi kalau kalian menginginkan Daddy, Mommy dengan senang hati mengizinkan kalian untuk bertemu,"


Suasana di meja makan hening. Senata memilih diam. Ia tahu kalau putrinya bisa mengatasi kekecewaan anak-anaknya.


Andrean meletakkan sendok yang dipegangnya lalu menatap Lovi dengan lurus seolah Ia sedang mencoba untuk menelisik lebih jauh sesuatu yang sepertinya sedang disembunyikan oleh Lovi.


"Memangnya kenapa, Mommy?" Andrean mencarinya dari mata sang Ibu, namun hanya kekosongan yang Ia temukan, hanya luka yang tergambar jelas di sana.


"Kalian akan tahu. Tapi bukan sekarang,"


"Kenapa tidak sekarang?! Adrian tidak ingin pisah dengan Daddy!"


Anak itu menangis hingga tidak lagi melanjutkan sarapannya. Ia rasa jawaban Lovi lebih penting dari menu sarapan kesukaannya, sereal dengan potongan pisang.


"Kalian hanya tidak tinggal bersama. Itu bukan berpisah, Adrian. Daddy akan tetap bersama kalian," lirihnya suara Lovi tidak juga membuat Adrian menyerah. Ia butuh penjelasan lebih. Ia butuh alasan kenapa Devan harus pergi dari rumah yang akan mereka tempati nanti. Itu rumah mereka bersama bukan? kenapa Devan tidak tinggal di sana juga?


"Adrian, Daddy akan selalu menemanimu kapanpun kamu mau," Senata menjelaskan dengan sorot lembut. Ia tidak bisa lagi hanya memperhatikan. Nyatanya, Adrian dan Andrean perlu diyakini untuk hal itu. Senata tahu mereka terlalu takut kehilangan Devan.


"Tidak bisa kapanpun, Grandma! Aku tidak bisa lagi tidur bersama Daddy, bukan?"

__ADS_1


Anak itu begitu pintar mencari celah. Apa yang dikatakannya memang sulit untuk dipenuhi Devan maupun Lovi. Devan tidak mungkin tinggal di rumah itu setiap malam. Dan Lovi pun akan merasa tidak nyaman mengingat tidak ada lagi status yang mengikat mereka.


"Bisa, kamu bisa ke mansion Daddy,"


__ADS_2