My Cruel Husband

My Cruel Husband
Kebohongan Adrian


__ADS_3

"Vanilla, maafkan Devan. Aku tahu, dia sudah keterlaluan padamu,"


Mungkin kalau Lovi yang berbicara keadaan akan sedikit mencair. Walaupun terkesan ikut campur, namun perdebatan ini tidak seharusnya terjadi. Lovi tak bisa membiarkan kakak beradik itu tak bertegur sapa setelah ini.


Vanilla tersenyum sinis. Rupanya Lovi mengetahui masalah semalam? Apa Devan yang mengatakan itu padanya?


"Devan terlalu mencintaimu hingga dia selalu menjadikan kamu pihak yang paling benar. Dia menceritakan itu semua padamu?"


"Vanilla..." Lovi meraih tangan Vanilla namun langsung ditepis gadis itu. Lovi menghela napas pelan sebelum melanjutkan kalimatnya.


"Devan tidak mengatakan masalah kalian padaku. Tadi malam aku tidak sengaja mendengar kalian bertengkar. Aku minta maaf kalau kamu menganggap aku salah di sini,"


"Kamu selalu benar dan kamu lebih baik daripada aku. Begitu kata Devan semalam. Jadi kamu tidak perlu minta maaf padaku,"


"Devan tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Dia sangat menyayangimu, Vanilla. Sebaik apapun aku, kamu lebih daripada segalanya untuk Devan. Kamu satu-satunya saudara kandung yang harus Ia jaga. Kamu adalah harta berharga untuk keluarga kalian. Oleh sebab itu, mereka tidak ingin kamu hancur atau tersakiti sedikitpun. Devan lebih berpengalaman dari kamu. Dia tahu hal yang baik dan buruk untuk adiknya. Aku harap kamu bisa memaafkan sikapnya semalam,"


***


"Mommy malah pergi bukannya suapi Adrian,"


Devan yang sedang mengaduk serealnya dengan pandangan kosong tersentak begitu mendengar Adrian berteriak.

__ADS_1


"Sebentar lagi Mommy turun," kakaknya memberi pengertian. Andrean yakin kalau Lovi sedang melakukan sesuatu di atas.


"Devan, ada apa denganmu?"


Senata memperhatikan sejak tadi. Devan terlihat berbeda pagi ini. Tidak ada selera sama sekali padahal sereal itu dibuatkan oleh Lovi atas permintaan Devan sendiri. Bahkan ketika anaknya kesal sekarang, Devan tampak acuh.


Devan terbangun dari lamunannya. Ia mengerjap lalu menutupi kegugupannya dengan memperbaiki posisi duduk.


"Aku baik-baik saja, Ma."


"Daddy, suapi Adrian!"


Dengan raut masih merajuk Adrian menyerahkan mangkuk serealnya pada Devan. Adrian tidak mau kalah dengan Devan. Ia ingin menyantap sereal dan pisang pagi ini. Sudah lama juga Ia tidak menikmati salah satu makanan kesukaannya itu.


Adrian merebut mangkuknya dari tangan Devan saat mendengar suara Lovi. Anak itu menyerahkan mangkuk pada Lovi, minta disuapi.


"Tadi makan dengan Daddy," ujar Lovi yang kaget, begitu duduk Ia sudah diberi tugas oleh anaknya.


"Mau disuapi Mommy saja. Daddy menyuapi Adrian matanya kemana-mana. Hampir saja serealnya masuk ke hidung Adrian,"


"Benarkah? Ya Tuhan, maaf Sayang,"

__ADS_1


Devan tentu saja kaget. Apa benar dia segila itu? Devan langsung merasa bersalah pada anaknya.


"Tidak, Adrian berbohong. Mama lihat sereal itu masuk ke mulutnya. Tidak mampir di hidung," Senata mengatakan apa yang dilihatnya tadi. Si bungsu Vidyatmaka itu mendengus dan menatap sebal pada neneknya.


"Iya, Adrian bohong." Andrean yang biasanya diam kini malah ikut sang nenek membatalkan rencananya untuk mengerjai Devan. Adrian semakin kesal.


Devan menjawil hidung anak bungsunya seraya menatap datar. Sementara Lovi masih dengan kegiatannya, menyuapi Adrian yang mengunyah sereal dengan santai tanpa rasa bersalah.


"Mau coba hidungnya Daddy isi dengan sereal supaya tidak berbohong lagi?"


Uhuk


Uhukk


Lovi menepuk punggung anaknya dengan lembut. Giliran Ia yang dikerjai Devan.


Lovi menatap Devan dengan penuh peringatan. Lelaki ini tak pernah berubah sikapnya. Tak bisa membayangkan ketika Adrian sudah besar nanti. Pasti mereka sering berdebat. Karena keduanya sama-sama tak bisa diam. Adrian yang jahil dan Devan yang sulit untuk dibuat kalah.


"Bercanda, Lov. Kamu terlalu serius,"


------

__ADS_1


Gmn rasanya yaa kl sereal msk ke idung😂😂penasaran tp gk mo nyoba ah. Sakiddd😂😂😂TINGGALKAN JEJAKNYA YA SHAYY ;)


TERIMA KASIH 😚💙


__ADS_2