
Tuhan? Rasanya sudah lama dia melupakan Tuhan. Apa ini semua merupakan bentuk peringatan dariNya?
Seharusnya Devan sadar ketika Rena mengatakan kalau semua peristiwa yang dialaminya adalah bentuk protes Tuhan atas dirinya yang selalu melalaikan perintah Tuhan.
Rena pernah mengatakan kalau menurunnya grafik perusahaan ketika masih menikah dengan Lovi, perceraian, hingga penyakit ini seharusnya membuat Devan segera kembali pada kodrat pemilik alam semesta ini. Ia ditakdirkan untuk menjadi seorang hamba, yang suka tidak suka diperintahkan untuk bertekuk lutut padaNya.
Devan memang kerap sekali meninggalkan ibadahnya. Ia lebih memilih untuk sibuk dengan urusan dunianya. Pekerjaan/karir, bermain wanita, bergaul dengan minum-minuman haram, itulah yang melekat dalam diri Devan selama ini.
Selama pernikahan, kalau Lovi memintanya untuk beribadah, maka yang Ia lakukan malah membentak Lovi. Yang mau tidak mau membuat perempuan itu sedikit gamang.
Lovi yang merasa tidak punya kekuatan apapun akhirnya membiarkan Devan tetap pada pendiriannya. Lovi pun berharap suatu saat nanti lelaki itu menyadari kesalahannya.
Sekarang, harapan Lovi yang tidak diketahui Devan sampai saat ini sepertinya akan menjadi kenyataan.
Devan akan kembali menjadi pribadi yang lebih baik. Ia meyakinkan dirinya sendiri agar selalu berjalan lurus. Senata adalah orang kedua setelah Rena yang berhasil membuat Devan terdiam membisu karena merasa dibungkam dengan sesuatu yang sudah seharusnya Ia lakukan sejak dulu.
*****
__ADS_1
Lovi keluar dari kamar anaknya bersamaan dengan Devan yang ingin masuk ke dalam sana. Setelah mandi, Ia memutuskan untuk ke kamar Andrean dan juga adiknya. Melakukan kegiatan yang tak pernah absen setiap malamnya. Yaitu membacakan dongeng untuk mereka.
Devan melemparkan senyuman manisnya setelah hampir enam puluh menit tadi menumpahkan air matanya dan berkeluh kesah dengan Senata.
Lovi sedikit terkejut ketika melihat mantan suaminya yang masih berada di sana. Lovi bisa menebak kalau Devan menginap di rumah itu. Namun Ia tidak ingin bertanya lebih lanjut. Karena penasaran dengan Devan bukan lagi kapasitasnya.
Lovi tidak menanggapi Devan. Bahkan membalas senyuman lelaki itu saja Ia merasa enggan. Ia keluar tanpa menutup pintu dan membiarkan Devan bergantian mengungkapkan kasih sayang pada anaknya.
Devan tersenyum begitu melihat kedua anaknya yang sudah berbaring di atas ranjang.
"Daddy, tadi Mommy masuk ke sini Daddy tidak ada. Seharusnya kita tidur bersama di sini," ujarnya dengan suara lemah pertanda Ia benar-benar tengah mengantuk namun memaksa ingin berbicara dengan Devan.
Devan hanya menyunggingkan senyum tipis. Ia tidak mungkin bisa memenuhi keinginan anaknya. Lovi menatapnya saja enggan. Apa lagi tidur bersama? Ya walaupun ada kedua anak mereka di tengah-tengah.
Lagi pula Devan baru saja masuk ke dalam fase terburuknya. Tidak mungkin Ia masuk ke dalam sini. Apa yang akan Ia lakukan nantinya? Devan tidak ingin menyakiti siapapun.
Devan berbaring dan menatap langit-langit. Andrean pun melakukan hal yang sama. Ia sedikit bingung ketika melihat Ayahnya yang tiba-tiba saja minim interaksi. Sebenarnya apa yang terjadi. Kernyitan di dahi Devan dan keringat yang memenuhi wilayah itu pun berhasil membuat Andrean berpikir lebih keras.
__ADS_1
"Daddy baik-baik saja?" Tanyanya dengan pelan. Ia memandang lurus wajah ayahnya dari samping.
Devan menoleh dan kembali tersenyum. Tangannya terangkat untuk memberikan usapan kecil di puncak kepala anak sulungnya.
"Daddy selalu baik-baik saja,"
Tidak ada keraguan saat Ia mengatakannya. Memang itu yang dirasakan Devan. Ia akan baik-baik saja dan selamanya akan begitu. Selagi ketiga orang yang penting dalam hidupnya selalu berada dalam radarnya, dalam pandangannya, dan dalam penjagaan terbaiknya. Lovi dan kedua anaknya akan selalu menjadi prioritas Devan.
"Nyanyikan Andrean sebelum tidur, Dad."
Permintaan sederhana yang hampir sebulan ini tidak lagi Devan lakukan. Lagu dan cerita pendek akan selalu menjadi penghantar tidur mereka. Devan selalu mendapat bagian menyanyikan sebuah lagu. Sementara Lovi yang membacakan cerita untuk mereka.
Setiap malamnya setelah perceraian terjadi Devan selalu memikirkan hal yang menjadi kewajibannya itu. Devan selalu bertanya-tanya,
"Sekarang siapa yang bernyanyi untuk mereka?"
Namun Devan yakin kalau Lovi bisa mengatasi semuanya. Perempuan itu pasti bisa menggunakan seribu cara untuk membahagiakan anak-anaknya.
__ADS_1