
"Yang hampir membunuhmu saat itu adalah Elea, Lovi."
Lovi sangat terkejut begitu mengetahui fakta yang selama ini jauh dari jangkauannya.
Raihan langsung menoleh pada Istrinya. Sebenarnya apa tujuan Rena mengatakan itu? bukankah semuanya akan semakin runyam?
"Sampai saat ini, Devan belum melakukan apapun. Dia seolah tidak peduli dengan apa yang dilakukan mantan kekasihnya. Itulah sebabnya Mama membenci Devan yang lemah seperti itu,"
"Apa?" Lovi sulit untuk mencerna semuanya. Apa yang dikatakan Mertuanya bisa dipercaya? Kenapa Devan begitu jahat padanya? Seharusnya Devan bisa memberikan keadilan. Dengan kekuasaan yang begitu melekat dalam dirinya, kenapa Devan masih membiarkan Elea bebas? Apakah lelaki itu masih membela orang yang salah?
"Devan menyembunyikan itu semua dariku, Ma. Aku tidak mengetahuinya sama sekali,"
Rena tidak kaget lagi. Memang begitulah langkah yang diambil Devan selama ini. Berusaha menutupi semuanya dari sang Istri.
"Dia selalu mengatakan kalau waktunya belum tepat untuk memberi pelajaran pada Elea. Tapi sampai saat ini belum ada pergerakan apapun yang dia lakukan. Sekarang, Mama malah mendengar kabar buruk dari pernikahan kalian,"
Hening kembali menyapa. Raihan tidak bisa mengatakan apapun lagi. Ia mengalami kesulitan dalam membela putra semata wayangnya karena sang Istri yang turut menyudutkan Devan.
"Kenapa dia selalu membuatku kecewa?" Lovi bertanya dengan pelan. Seolah tidak boleh ada yang mendengarnya.
Mendengar fakta tersebut, Lovi semakin yakin untuk berpisah dari Devan. Kini alasannya bercerai dengan Devan semakin kuat. Memangnya apa lagi yang harus dipertahankan dari lelaki yang masih belum bisa melupakan masa lalunya?
"Glen, ayahnya Elea yang merencanakan semua. Sekarang dia sedang sakit. Itulah sebabnya Devan belum mengambil langkah," ujar Raihan. Rupanya Rena tidak berada dipihak yang sama dengan Raihan.
"Tapi yang membuat Mama bingung, kenapa tidak dihabisi saja Elea itu?! Kenapa dia masih hidup di dunia ini?! Devan benar-benar bodoh!"
Padahal bukan Rena yang hampir mati, namun Ia yang sangat kesal. Emosinya langsung mencuat setiap kali Devan melakukan hal yang bodoh seperti saat ini.
"Mama sudah sering memperingatinya. Tapi memang dia manusia bebal dan keras kepala, setiap ucapan Mama tidak pernah didengar. Mama sendiri pun lelah, memberi dia teguran. Tadinya Mama pikir, kamu bisa membuat dia lebih baik,"
Rena tersenyum pilu di akhir kalimatnya. Ia membayangkan kesakitan yang akan diperoleh anaknya setelah ini. Tinggal seorang diri, tanpa penenang dalam hari-harinya.
__ADS_1
Tidak ada lagi kasih sayang Lovi sebagai Istri. Semuanya hilang, karena banyaknya kesalahan yang telah Devan lakukan. Risiko yang harus dihadapi oleh Devan ketika dia lebih memilih untuk tidak jujur dan bersikap dominan dalam pernikahan tanpa memikirkan bagaimana perasaan Istrinya.
"Mama dukung apapun keputusanmu,
Lovi tak bisa menahan senyum bahagianya. Ia kira dalam perpisahan ini, semuanya akan terasa sulit. Mengingat keluarga Devan adalah petinggi yang berhak mengajukan segala protes tanpa memikirkan pihaknya yang bersalah. Ternyata Rena adalah sosok yang objektif. Ia akan menilai semuanya sesuai dengan kenyataan. Bila memang dirasanya Devan yang salah, maka Ia akan membela Lovi sebagai pihak yang benar.
"Walaupun kalian berpisah, Andrean dan Adrian harus mendapat kasih sayang yang utuh, Lovi. Kamu dan Devan perlu waktu untuk membicarakan semuanya,"
"Aku rasa itu akan sulit, Ma. Mengingat bagaimana sibuknya Devan,"
Rena terkekeh dibalik pedihnya hati. Ia adalah seorang Ibu yang tau betul bagaimana sosok anaknya.
"Sibuk memikirkan kalian, Lovi."
"Tadi malam, Dia menghubungi Mama. Mama bisa tau kalau keadaannya saat ini sedang hancur. Dia begitu mencintai kalian,"
Ia menghalangi Lovi yang ingin berbicara. Agar Lovi tau, semua manusia tidak pantas hanya dinilai buruk.
Devan tetaplah lelaki yang akan mengalami siksaan batin ketika istrinya memutuskan untuk berpisah.
"Begitu banyak kesalahan yang dia lakukan, oleh karena itu Mama minta maaf. Sampai kapanpun kamu tetaplah bagian dari Devan, Lovi. Kamu merupakan keluarga kami. Jangan segan untuk datang ketika membutuhkan sesuatu,"
Lovi merasa terharu. Ternyata perpisahan tidak memutuskan tali yang selama ini sudah terjalin.
"Jangan ulangi lagi kejadian beberapa hari lalu. Dimana kamu memilih untuk merawat Andrean dan Adrian seorang diri,"
"Selama mereka belum keluar dari rumah sakit, Mama akan datang setiap hari menggantikan Daddy mereka,"
Mendengar itu Lovi mendadak sedih. Apakah ucapan Rena itu menggambarkan maksud tersirat yang menyatakan kalau Devan memang tidak akan pernah mengunjungi anak-anaknya?
"Devan tidak ingin bertemu dengan Andrean dan Adrian lagi, Ma? Dia membenci aku ya?"
__ADS_1
Kesedihan tak mampu lagi Ia sembunyikan. Kalau memang Devan membencinya sampai tidak ingin bertemu dengan anak mereka, maka Lovi benar-benar merasa bersalah pada kedua anaknya. Karena Ia, Devan menghindari mereka.
"Tidak, Sayang. Mama rasa Devan tidak akan datang kalau kondisinya masih kacau. Dia masih tidak terima dengan keputusanmu,"
Kata 'kacau' membuat Lovi langsung mengingat Suaminya, yang... Sangat Ia cintai. Apakah keadaannya saat ini baik-baik saja? Apa kabar dengan hatinya? Sudah siap dengan perpisahan mereka? Karena jujur, Lovi sendiri masih merasa goyah. Hatinya masih kalut dan sulit untuk menerima kenyataan yang sebentar lagi akan Ia hadapi. Dimana menjalani kerasnya kehidupan seorang diri adalah tantangan selanjutnya yang harus Ia hadapi sebagai orangtua tunggal.
Tunggal? Karena Devan belum tentu masih mengakui anak-anaknya setelah pihak berwenang memutuskan semuanya.
"Mama akan coba bicara pada Devan. Dia harus menerima semuanya. Kalian memang tidak ditakdirkan berjodoh,"
Rena menarik lembut tangan menantunya. Apakah Ia telah melakukan hal yang terbaik untuk anak, menantu, dan cucunya? Apakah perpisahan ini adalah cara yang paling tepat untuk membuat mereka bahagia?
Keutuhan akan menghampiri keluarga kecil itu kalau memang takdir masih berada di pihak mereka.
"Tali yang diciptakan Tuhan hanya bisa mengikat kalian sampai pada tahap memiliki dua anak berusia tiga tahun. Selebihnya, kalian akan melakoni kehidupan masing-masing. Dengan jodoh kalian nantinya,"
Ah! Kenapa hati Lovi langsung merasakan getaran aneh saat kalimat itu menghampiri telinganya?
'Jodoh kalian nantinya? Memangnya siapa yang menginginkan aku? Kalau Devan, sudah pasti akan mendapatkan perempuan yang bisa diandalkan. Tidak seperti aku yang lemah ini,'
Mendadak Ia merasa tidak terima ketika bayangan Devan yang akan menjadikan perempuan lain sebagai Istrinya.
'Lovi, Berhenti untuk ragu! Semuanya sudah kamu pikirkan matang-matang. Jangan pikirkan Devan untuk saat ini. Sebentar lagi dia akan bahagia dengan kehidupan barunya,' batinnya menyemangati.
*************
**Di sini aku coba untk totalitas dlm menciptkn peran. Manusia kl udh dr lahirnya sembrono macem Devan ya sampe kpnpun bkl ky gt. Dia bkl brubah kl udh dikasi pelajaran. Devan jg selama ini blm dpt pljrn dr gurunya😂 Nah pelajaran itu didapat biasanya ketika kita bwt kesalhan kan? makanya si Devan aku buat salah kli ini. Kl menurut kalian alurnya gk jelas, karakter di gnti", lalu kalian mau tingglkn lapak ini ya monggo. Kan dr awal aku udh bilang, novel ini byk dramanya. Jd bwt yg hatinya lemah gk seterong kek aku mending cabut aja ;)krn yg nulis pun idupnya penuh drama, gaaysss!! otomatis yg ditulis pun byk dramanya. MAAPIN AKU YAAA KL AKU SENSI BEGINI PDHL LG SAKIT :) Pas bca" komn dr ep awal, kok ya ada aja yg ngomong nyelekit. Mslhnya bkn sekali dua kali aja mereka bgtu. Kl kalian kasi kritik disertai saran PASTI aku berusaha untk perbaiki. CONTOH DI EP AWAL, PD BILANG KGK NYAMBUNG, LAH KAN EMG NI NOVEL DR DULU KGK NYAMBUNG😂😂 tp aku udh revisi sebagian yg menurut aku trlalu janggal bwt kalian. Akyu kan jg manusia, buibu...yg pikiran dan keinginannya blm tentu sm dgn kalian.
Ep selanjutny aku akn kasi tau kalian kesalhn Devan sblm akhirnya mereka berantem. Yg kemaren menurut kelean sepele kan? Okok aku buat yg luar biasa sepele ntr.
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN SEMUANYAAAAA🙇 mau lebaran ga up dl yak
__ADS_1
Sumpah ini curhatan trpnjgku WKWKWK. Aku blm prnh kyk bgini sblmnya😂😂😂😂**